Anda di halaman 1dari 14

FOETOR EX NASI

(HIDUNG BERBAU)

PAMELA ANDRIA PUTRI


K.S
E24

DEFINISI
Foetor ex Nasi (Hidung Berbau) adalah bau busuk dari
dalam hidung yang merupakan suatu gejala dari
sebuah penyakit, biasanya disertai dengan gejala
hidung lain seperti hidung tersumbat, keluar cairan
dari hidung (darah, pus, dll)

Nama lain : Offensive Odor, stinkende afscheiding, a stench

ETIOLOGI
1. Corpus Alienum
2. Rhinolit
3. Difteri Hidung
4. Sinusitis
5. Ozaena (Rhinitis Atrofi)
6. Nasofaringitis Kronis
7. Rhinitis Kaseosa

PATOGENESIS
Menurut BOIES
Foetor ex Nasi terjadi akibat adanya nekrosis dari
mukosa dan terdapat organisme saprofit didalamnya,
Secara Umum dapat disimpulkan
selain itu juga bias disebabkan pus yang kronis dan bahwa penyebab Foetor ex Nasi adalah
:
berbau dalam sinus maksilaris yang berasal dari gigi.
1. Pembusukan sel-sel mati atau
Corpus Alienum oleh kuman saprofit
2. Pembusukan jaringan Nekrotik
Menurut BOYD
akibat trauma, radang karena iritasi
Nekrosis sebagai penyebab foetor ex nasi dapat
fisik atau kimiawi, toksin bakteri,
disebabkan oleh :
neoplasma maligna
1.
Suplai darah <<<
2.
Toksin Bakteri
3.
Iritasi Fisik maupun Kimiawi
Sehingga jaringan yang nekrosis tsb akan mengalami
pembusukan oleh organisme saprofit

DIAGNOSIS
1. ANAMNESIS
Keluhan Pasien : Bau busuk dari hidung yang disadari pasien
dan atau orang lain, disertai discharge atau tidak, bau busuk pada
kedua lubang hidung atau salah satu.
2. Pemeriksaan Fisik
Jika terdapat discharge perlu ditentukan apakah
purulent/sanguinous dan banyak/sedikit, bau discharge seperti apa,
warna discharge, dan lain-lain sesuai etiologi.

DIAGNOSIS BANDING
1. Korpus Alienum

2. Rhinolit

Sering terjadi pada anak-anak, biasanya


unilateral
Rute : Anterior hidung biasanya
ditemukan di anterior vestibulum atau
meatus inferior sepanjang dasar hidung
Benda Logam (Kancing, dll) dan Non
Logam (Biji buah, manik-manik,
kelereng, batu, kacang-kacangan,dll)
Gejala : Halitosis, Rhinitis unilateral
dengan kausa tidak jelas, Obstruksi
hidung, Tanda-tanda infeksi, Tanda
iritasi, Edema, Luka bakar (jika corpal =
baterai)
Tatalaksana : Ekstraksi Corpus Alienum

Benda asing berasal dari garam yang


tidak larut dalam sekret hidung dan
membentuk massa berkapur sebesar
benda asing yang tertahan lama atau
bekuan darah.
Sering terjadi pada orang dewasa,
unilateral
Warna massa : abu-abu, coklat, hitam
kehijauan
Konsistensi massa : lunak keras, rapuh
atau porus
Terapi : Ekstraksi Rhinolit

3. Difteri Hidung
Ada 2 tipe difteri hidung yaitu:
1. Primer : terbatas dalam hidung,
benigna
2. Sekunder : berasal atau bersamasama dengan difteri faring, maligna
Gejala klinis :
Demam, Discharge bilateral
(sanguinous), ekskoriasi vestibulum
nasi, Toksemia , Limfadenitis, Paralisis
otot pernapasan
Terapi :
Antibiotika, ADS, salep antibiotika untuk
cegah dermatitis akibat nasal discharge

3. Sinusitis
Bisa terjadi pada anak-anak dan dewasa,
bersifat unilateral atau bilateral
Pada anak-anak
Discharge banyak (bilateral >>) , infeksi adenoid, alergi
Gejala : obstruksi nasal, persistent mucopurulent
discharge, frequent colds

Pada Dewasa
= anak-anak tetapi penderita dewasa menyadari
bahwa terdapat bau tidak enak pada hidungnya
Bisa terjadi hiposmia jika ada obstruksi dan bersifat
temporer

Terapi
Membersihkan discharge, memperbaiki ventilasi dan
drainase
Antibiotika yg sesuai
Tindakan operatif

5. Ozaena
Ozaena = rhinitis chronica
atrophicans cum foetida
Karakteristik
Atropi mukosa dan jaringan pengikat
submucosa struktur fossa nasalis
Krusta kuning kehijauan dan discharge
berbau
Bilateral
Pasien Anosmia, Orang lain tidak tahan bau
hidung pasien

Penderita wanita > Pria, usia


pubertas >>
Terapi Konservatif dan atau
dikombinasi dengan terapi operatif

6. Nasofaringitis Kronis
Pada nasofaring terdapat jaringan
limpoid, adenoid yang dapat ditempati
oleh bakteri-bakteri dalam kripte.
Infeksi virus (+) bakteri yg menetap
pada limpoid dan adenoid menjadi
virulen meluas ke semua arah.
Sifat : Self Limiting atau Kronis
tergantung daya tahan tubuh
Kronis : discharge purulent (+) bilateral,
berbau
Terapi : menghilangkan discharge yang
lengket di nasofaring, antibiotika, dan
tetes hidung

7. Rhinitis Kaseosa

Adalah perubahan kronis inflamatoar dalam


hidung dengan adanya pembentukan
jaringan granulasi dan akumulasi massa
seperti keju yang menyerupai kolesteatoma.
Terapi
Membersihkan discharge, memperbaiki ventilasi dan drainase
Antibiotika yg sesuai
Tindakan operatif

8. Radang Kronis Spesifik

Sifilis tertier gumma pada septum bagian


tulang (vomer) s/d palatum durum, bisa
nekrosis perforasi septum. Foetor bilateral
TB Tuberkuloma mengenai septum bagian
kartilago, bias nekrosis perforasi septum.
Foetor bilateral
Sifilis vs TB CBC dan Biopsi, Nasal swab,
Foto Thorax
Terapi spesifik sesuai kausa

9. Neoplasma Maligna
Gejala tersering : obstruksi nasal
unilateral dan perdarahan nasal.
Diagnosis dengan Biopsi pada
bagian jaringan tidak nekrotik
Perlu tindakan sedini mungkin
Terapi : Operatif, Radioterapi atau
Kemoterapi, dan atau Kombinasi

PEDOMAN DIAGNOSTIK
Pada Anak Anak

Korpus
Alienum

Unilateral
Discharge

Sanguino
us

Difteri
Hidung

Profuse

Sinusitis

Bilateral

Pada Dewasa
NAMA
PENYAKIT

DISCHARGE

PERSEPSI BAU

UNILATERAL

BILATERAL

PASIEN

ORANG LAIN

Rhinolit

Sinusitis

Ozaena

Nasofaringitis
Kronis

+
Postnasal

Rhinitis
Kaseosa

Sifilis Tertier
(Septum
Tulang)

Tuberkulosis
(Septum
Kartilago)

Neoplasma
Maligna

PROGNOSIS
korpus alienum dan rinolit setelah ekstraksi pada umumnya
baik
Prognosis untuk radang pada umumnya baik. Adanya
bermacam-macam antibiotika dapat memperkecil insidens,
komplikasi dan mortalitas
Khusus Ozaena prognosis sesuai dengan derajat : Ringan

( konservatif atau kombinasi , prognosis baik (sembuh


100%)), Sedang (terapi kombinasi 75%-83% berhasil baik,
bisa residif), Berat (Konservatif dan Operatif tidak berhasil
(hasilnya 0%) operasi tidak dianjurkan)

PENCEGAHAN
1. Menjaga kebersihan
2. Meningkatkan daya tahan tubuh
3. Mencegah infeksi kronis

TERIMA KASIH