Anda di halaman 1dari 108

MATA PELAJARAN :

PEMELIHARAAN JARINGAN DISTRIBUSI


TUJUAN MATA PELAJARAN :
Diharapkan peserta memahami pengertian dan prosedur
pemeliharaan peralatan jaringan distribusi sesuai dengan SOP
TUJUAN POKOK BAHASAN :
Diharapkan peserta mampu :
Memahami pengertian dan tujuan pemeliharaan
Memahami macam-macam pemneliharaan berdasarkan waktu dan
metoda
Memahami fungsi pelaporan pada pemeliharaan Distribusi
Memelihara peralatan listrik pada jaringan distribusi
Memelihara Saluran Udara
Memelihara Saluran Kabel Tanah

PENGERTIAN
Kegiatan yang meliputi rangkaian
tahapan kerja mulai dari perencanaan,
pel;aksanaan hingga pengendalian dan
evaluasi pekerjaan pemeliharaan instalasi
dan sistem distribusi yang dilakukan
secara terjadwal (schedul) ataupun tanpa
jadual

TUJUAN PEMELIHARAAN
*
*
*
*
*
*
*

Aman ( safe) bagi manusia dan lingkungannya.


Andal (Reable).
Kesiapan (Avaibility) tinggi.
Unjuk kerja (Performance) baik.
Umur (Live Time) sesuai desain.
Waktu pemeliharaan (Down time) Efektif.
Biaya pemeliharaan (Cost) Efisien / Ekonomis

Pemeliharaan yang baik perlu


diperhatikan hal-hal sebagai berikut
Sistem Pemeliharaan harus direncanakan dengan baik
Memakai bahan / peralatan sesuai standar
Sistem distribusi yang baru di bangun harus diperiksa secara
teliti,
Staf / petugas pemeliharaan harus terlatih dengan baik dan
jumlahnya memadai
Mempunyai peralatan kerja yang memadai
Mempunyai buku / brosur peralatan pabrik pembuat
peralatan
Gambar (peta) dan catatan pelaksanaan pemeliharaan dibuat
dan di pelihara
Jadwal yang telah dibuat sebaiknya dibahas ulang untuk
melihat kemungkinan penyempurnaan
Harus diamati tindakan pengamanan dalam pelaksanaan
pemeliharaan dan gunakan peralatan keselamatan kerja

MACAM - MACAM
PEMELIHARAAN
Berdasarkan waktu pelaksanaannya
Pemeliharaan terencana ( Planed maintenance) : preventif dan
korektif.
Pemeliharaan tidak direncanakan (Unplaned Maintenance)

Berdasarkan metodanya
Pemeliharaan berdasarkan waktu ( Time Base Maintenance )
Pemeliharaan berdasarkan kondisi ( On Condition base Maintenance)
Pemeliharaan darurat / Khusus ( Break Down Maintenace ).

MACAM-MACAM PEMELIHARAAN
Pemeliharaan Rutin
Pemeliharaan Korektif
Pemeliharaan Darurat

Pemeliharaan Rutin

Pemeriksaan / inspeksi rutin


Pemeliharaan rutin
Pemeriksaan prediktif
Perbaikan / penggantian peralatan
Perubahan / penyempurnaan jaringan

Pemeliharaan Korektif
Pemeliharaan dengan maksud untuk
memperbaiki kerusakan hingga kembali
kepada kondisi / kapasitas semula
Perbaikan untuk meningkatkan /
penyempurnaan jaringan dengan cara
mengganti / mengubah jaringan agar dicapai
daya guna atau keandalan yang lebih baik
dengan tidak mengubah kapasitas semula.

Pemeliharaan Darurat
Pemeliharaan ini sifatnya mendadak, tidak
terencana ini akibat gangguan atau
kerusakan atau hal-hal lain di luar
kemampuan kita sehingga perlu dilakukan
pemeriksaan / pengecekan perbaikan
maupun penggantian peralatan, tetapi
masih dalam kurun waktu pemeliharaan

JADWAL PEMELIHARAAN

Pemeliharaan Mingguan
Pemeliharaan Bulanan
Pemeliharaan Triwulan
Pemeliharaan Semesteran
Pemeliharaan Tahunan

Jadwal Pemeliharaan Triwulan


PERIODE
TRI WULAN
I

TRI WULAN
II

TRI WULAN
III

TRI WULAN
IV

GARDU
A1

A2

1
0

B1

1
0

B2
B3

x
x

1
x

D1

JUMLAH BIAYA
( Material & Jasa )
(Rp)

1
1

C2

JUMLAH
VOL FISIK (BH)

1
0

C1

TOTAL
1 TAHUN
ANGGARAN
( BH )

1
x

A1+ B3 =R

A2+ C1= S

B1+ C2 = T

B3 + D1= U

R+S+T+U

Jadwal Pemeliharaan Triwulan


PERIODE
TRI WULAN
I

TRI WULAN
II

TRI WULAN
III

TRI WULAN
IV

GARDU
A ( 35 )

B (10 )

C ( 15 )

15

25

30

20

10

JUMLAH
VOL FISIK (BH)

A1+ B3 =R

A2+ C1= S

JUMLAH BIAYA
( Material & Jasa )
(Rp)

TOTAL
1 TAHUN
ANGGARAN
( BH )

1
0

1
0

1
1

1
x

1
x

B1+ C2 = T

B3 + D1= U

R+S+T+U

Jadwal Pemeliharaan Bulanan


Dilaksanakan dalam keadaan beroperasi
No

KOMPONEN /
PERAWATAN

Tinggi pemukaan minyak

Bushing

Tangki radiator

Pemadam kebakaran

Pengukuran beban

CARA PELAKSANAAN
Periksa tinggi permukaan minyak pada
indikator tangki
Periksa apakah ada yang retak pecah,
dan kebocoran minyak
Periksa apakah ada suara-suaratidak
normal, kebocoran minyak
Periksa alat pemadam kebakaran seperti
botol-botol BCF, dan lain lain, masih
baik / berfungsi atau tidak
Ukuran arus dan tegangan sekunder,
ukur arus primer dengan tang amper
meter.

Jadwal Pemeliharaan Bulanan


Dilaksanakan dalam keadaan tidak bertegangan
No

KOMPONEN / PERAWATAN

CARA PELAKSANAAN

1
2

Tinggi permukaan minyak


Bushing

Tangki Radiator

Pemadam Kebakaran

Arrester

6
7

Spark Gap
Pentanahan

Terminal Uatama

Periksa apakah ada baut yang kendor kencangkan

Minyak Trafo

10

Tahanan Isolasi

11

Tempat Kedudukan Transformator

Ambil contoh dan periksa ke laboraturium : warnanya


kotoran kadar air, kekentalan (viskositas) yang
terkandung dalam minyak
Periksa tahanan isolasi antara belitan, belitan dengan
tanah
Periksa pondasinya apakah ada keretakan
Periksa rangka / penyangga

Periksa tinggi permukaan minyak pada indikator tangki


Periksa apakah ada yang retak pecah, kotor
dankebocoran minyak
Periksa apakah ada suara-suara tidak normal, kebocoran
minyak
Periksa alat pemadam kebakaran seperti botol-botol
BCF, CO2 dan lain lain masih baik / berfungsi atau tidak
Periksa dan bersihkan apakah kondisinya masih baik
atau tidak
Periksa apakah jaraknya masih memenuhi syarat
Periksa semua baut penghubung bila ada yang kendur
kencangkan, ukur tahanan pentahannya

Jadwal Pemeliharaan Bulanan


Dilaksanakan dalam keadaan beroperasi
No

KOMPONEN /
PERAWATAN

CARA PELAKSANAAN

Kawat Penghantar

o
o
o

Bebaskan kawat penghantar deri tegangan


Pasang peralatan grounding pada kawat tersebut
Periksa kondisi kawat

Isolator

o
o
o
o

Bersihkan kawat dari benda asing


Pasang repair slove atau armor-grip apabila ada kawat yang rusak
Periksa andongan kawat
Periksa ikatan kawat pada isolatorPeriksa klem sambungan baut
bautnya
Periksa jarak aman dari penghantar sesuai aturan / ketentuan

o
3

Tiang
o
o
o
o
o

Bersihkan dari debu dan kotoran yang menempel pada isolator


Periksa apakah ada yang cacat atau pecahLakukan penggantian untuk
isolator yang rusak
Kencangkan baut baut penguatnya dsb
Periksa posisi tiangUntuk tiang besi bila catnya rusak di cat kembali
Ganti apabila tiang mulai keroposPasang schoor apabila posisi tiang
miring akibat tarikan kawat dan sebagainya

PEMELIHARAAN DALAM KEADAAN


BEBAS TEGANGAN
Pemeliharaan dengan metoda PDKB memang
belum dimungkinkan.
Instalasi dilengkapi dengan sistem cadangan
Jaringan yg akan dipelihara secara ekonomis
tidak terlalu mengguntungkan dan secara sosial
tidak berdampak negatif.
SDM dan sarana yg diperlukan untuk
pemeliharaan dengan PDKB belum tersedia.

PEMELIHARAAN DALAM KEADAAN


BEBAS TEGANGAN
Keuntungannya
Terjadinya kecelakaan terhadap sentuhan tegangan listrik
dapat dihindarkan.
Pekerjaan dimungkinkan dapat dilaksanakan dengan
kondisi cuaca hujan.
Peralatan kerja, alat bantu kerja dan peralatan K3
harganya lebih murah.
Beaya pekerjaan pemeliharaan lebih murah.
Kerugiaannya
Akibat pemadaman berarti energi tidak tersalurkan /
terjual menjadi lebih besar sebanding dengan lamanya
pekerjaan

PEMELIHARAAN DALAM KEADAAN


BEBAS TEGANGAN
Ketentuan bekerja pada keadaan tidak bertegangan

Pelaksana pekerjaan harus mempunyai kompetensi yang dibutuhkan


Petugas untuk pembebasan tegangan harus mempunyai surat tugas
dari atasan yang berwenang
Perlengkapan listrik yang dikerjakan harus bebas dari tegangan
Sarana pemutusan sirkit dipasang rambu peringatan
Melaksanakan pemeriksaan tegangan untuk memastikan keadaan
bebas tegangan
Perlengkapan listrik yang dikerjakan harus dibumikan secara baik
Mengunci peralatan yang mungkin dapat dimasukkan / dikeluarkan
Bagian perlengkapan yang telah dibebaskan dari tegangan dan akan
dibuang sisa muatan listriknya, harus diperiksa secara teliti .

PEMELIHARAAN DALAM KEADAAN


BERTEGANGAN ( PDKB )
Pemeliharaan peralatan / perlengkapan jaringan distribusi
( TR / TM ) yang dilaksanakan dimana obyeknya dalam
keadaan aktip bekerja atau bertegangan
Contoh :
Pemeriksaan rutin kondisi gardu yang sedang beroperasi
Pengukuran beban dan tegangan gardu

PEMELIHARAAN DALAM KEADAAN


BERTEGANGAN ( PDKB )
Ketentuan bekerja pada keadaan bertegangan

Petugas / pelaksana pekerjaan mempunyai kompetensi yang dibutuhkan


Memiliki surat ijin kerja
Dalam keadaan sehat, sadar, tidak mengantuk atau tidak dalam keadaan
mabuk
Saat bekerja harus berdiri pada tempat yang berisolasi dan andal
Mempergunakan perkakas yang berisolasi dan andal
Menggunakan perlengkapan badan yang sesuai
Dilarang menyentuh perlengkapan listrik yang bertegangan dengan tangan
telanjang
Keadaan cuaca tidak mendung / hujan
Dilarang bekerja di ruang dengan bahaya kebakaran / ledakan, lembab dan
sangat panas

TEGANGAN
( antara fasa dan bumi )
DALAM KV

JARAK MINIMUM AMAN


KERJA
DALAM cm

1
12
20
70
150
220
500

50
60
75
100
125
160
300

PELAPORAN PADA PEKERJAAN


PEMELIHARAAN
Fungsi pelaporan

Menilai unjuk kerja jaringan, ranting / rayon dst.


Mengetahui kondisi jaringan / gardu.
Menentukan tindakan untuk memperbaiki kwalitas dan keandalan
jaringan.
Memperkirakan kebutuhan material dan biaya pemeliharaan.

PELAPORAN PADA PEKERJAAN


PEMELIHARAAN
Kejadian yang perlu dilaporkan
Pemadaman

Karena gangguan atau direncanakan.


Jumlah pelanggan yang padam.
Sebab pemadaman.
Kwh yang tak tersalurkan.
Pemakaian material untuk mengatasi gangguan.

Prosedur pengamanan dalam pekerjaan pada instalasi


tegangan tinggi.
Pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan pemeliharaan.
Pengoperasian kembali.

Pemeliharaan Gardu Distribusi Pasangan dalam

Pemeliharaan sipil pada gardu beton meliputi


Halaman gardu ------------bersihkan
Pagar -------------------------kunci pintu pagar
Kunci, pintu pagar ---------periksa
Pintu gardu-------------------periksa
Dinding luar dan dalam----periksa bersihkan bila perlu dicat ulang
Lantai---------------------------bersihkan periksa
Dak atas ----------------------bila kotor bersihkan
Ventilasi -----------------------bersihkan
Saluran air --------------------bersihkan
Talang air ----------------------periksa dan bersihkan
Man hole------------------------periksa dan bersihkan.
Jalan masuk gardu ----------bersihkan
Tanda -tanda peringatan --bersihkan
Lampu penerangan di dalam
periksa dan ganti bila sudah putus
Lampu penerangan diluar--periksa dan ganti bila sudah putus

Pemeliharaan Gardu Distribusi Pasangan


dalam
Pemeliharaan peralatan listrik pada gardu beton
Mengganti / merawat terminating kabel.
Membersihkan kontak-kontak terminal pada kubikel.
Memeriksa kerja mekanis peralatan kontak kubikel,
Menguji tahanan isolasi alat kontak kubikel
Menguji tahanan kontak kubikel,
Menguji keserempakan kubikel
Merawat kontak dan peralatan mekanis pemisah tanah
Menguji tahanan pentanahan body peralatan
Merawat / memperbaiki pentanahan netral TR
Membersihkan / memperbaiki terminal-terminal trafo, CT / PT, Rele, Fuse
Memeriksa kekencangan baut-baut pengikat
Merawat pemutus beban TR , Rel TR, Kabel-kabel jurusan dan terminalnya.
Merawat kontak Fuse
Menguji tegangan tembus / break down minyak trafo dan Kubikel

Pemeliharaan Gardu Distribusi


Pasangan Luar
Pemeliharaan Konstruksi Gardu Portal / Cantol
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Membersihkan pekarangan.
Membersihkan dan mengecat tiang rangka penyangga /
Cross Arm pada trafo.
Pemeriksaan lampu penerangan, bila putus di ganti.
Merawat pagar pengaman.
Merawat papan peringatan / tanda peringatan.
Merawat Rak TR.
Merawat pipa saluran keluar kabel / Opstyg.

Pemeliharaan Gardu Distribusi


Pasangan Luar
Pemeliharaan peralatan listrik pada gardu Portal / Cantol
1. Memeriksa kondisi FCO
2. Memeriksa kondisi Trafo
3. Menguji tahanan isolasi Trafo
4. Menguji tahanan isolasi PHB-TR
5. Memeriksa kondisi saklar utama TR
6. Memeriksa kondisi NH fuse dan dudukannya
7. Memeriksa kondisi kabel penghubung trafo dengan PHB-TR dan
terminalnya
8. Memeriksa kondisi kabel penghubung PHB-TR ke JTR ( Opstyg )
dan terminal sambungannya
9. Menguji tahanan pentanahan netral sistem JTR dan peralatan

Pemeliharaan Trafo distribusi


Jadwal Pemeliharaan Trafo Distribusi
BULANAN
Dilaksanakan dalam keadaan keadaan beroperasi,
pekerjaan berupa pemeriksaan visual dan pengukuran
beban dan tegangan
TAHUNAN
Dilaksanakan dalam keadaan tidak bertegangan, berupa
pemeriksaan seperti pada pemeliharaan bulanan ditambah
dengan pemeriksaan, perawatan dan pengujian

Pemeliharaan Trafo distribusi


Pemeliharaan Trafo :
Perawatan bagian Luar
Membersihkan kotoran / debu yang menempel pada body
Memperbaiki kontak

Pengujian pengujian

Pengujian tahanan isolasi dan polaritas index


Pengujian perbandingan transformasi
Pengujian keseimbangan Beban
Pengujian dielektrik minyak

Perbaikan
Penggantian minyak
Penggantian belitan

Pengujian
Tahanan Isolasi
untuk mengetahui ketahanan Isolasi terhadap
tegangan kerja
Polaritas Index
untuk mengetahui ketahanan Isolasi terhadap
gangguan tegangan lebih

Nilai Tahanan Isolasi belitan pada suhu = t C

Ris t C

C
E
KVA
ks

=
=
=
=

C x E
------------------- - - -M
KVA x ks
Faktor belitan yang terendam isolasi minyak = 0,8
Tegangan Tertinggi . VOLT
Daya Trafo KVA.
Faktor koreksi suhu belitan.

Faktor Koreksi Suhu Belitan ( ks )


Suhu belitan ( C )

Faktor koreksi

0
5
10
15
20
30
40
50

0,25
0,36
0,50
0,72
1,0
1,98
3,95
7,85

Nilai Polaritas Index


PI

Ris menit 10
----------------------Ris menit 1
Polaritas Index

Kondisi Isolasi

Kurang dari 1
1.0 - 1.1
1.1 - 1,25
1.25 - 2.0
Lebih dari 2

Berbahaya
Kurang
Meragukan
Cukup
Lebih dari 2

Pengujian Perbandingan
transformasi
Untuk
meyakinkan bahwa trafo akan bekerja
dengan tegangan keluaran yang seimbang, bila
tegangan masukkan seimbang
Jumlah belitan sisi primer dan atau skunder tidak
sama pada pembuatannya
Ukuran penampang belitan sisi primer dan atau
skunder tidak sama pada pembuatannya
Adanya hubung singkat pada belitan primer dan atau
skunder

Pengujian keseimbangan Beban


Sama dengan pengujian perbandingan
transformasi dan penyebabnya juga sama
tetapi dapat juga keseimbangan beban terjadi
oleh karena bahan / material kawat belitan
ketiga fasa tidak sama meski jumlah
belitannya sama.
Trafo yang diuji adalah trafo baru dan trafo
selesai direparasi

Pengujian minyak trafo

Nilai tegangan tembus


Kadar asam dan air
Nilai viskositas
Keadaan visual (warna, endapan, kejernihan)

Tabel sifat minyak trafo


No
urut

Sifat-sifat minyak trafo

Minyak trafo
tua

Setelah diolah
dengan
reaktor
minyak

Minyak
trafo baru

KADAR ASAM
( mg KOH / g minyak )

1.00

0.03

0.03

Tegangan tembus
( KV / cm )

< 80

120

120

Kadar air

> 0.05

0.00

0.00

Kadar kotoran

> 1.10

0.00

0.00

Visositas
( Milli poises )

> 30

19.24

18.45

Warna

Coklat merah

Kuning

Kuning
muda tak
berwarna

Bau

Sangat
merangsang

Tak berbau

Tak berbau

PEMELIHARAAN PMT, PMB, PMS

Pemeriksaan visual dan pembersihan bagian luar.


Percobaan keluar masuk manual dan simulasi relai.
Pemeriksaan dan perawatan media pemadaman busur api
Pemeliharaan isolator busbar
Pemeriksaan dan perawatan alat-alat kontak.
Pemeriksaan dan perawatan motor penggerak
Pengujian tahanan isolasi
Pengujian tahanan kontak (maksimal 200 micro - ohm) .
Pengujian keserempakan alat kontak (selisih waktu
maksimal 50 milli seconds)
Pengujian tahanan pentanahan kerangka
Pengujian tegangan uji 50 KV
Pengencangan ikatan mur-baut sesuai dengan diamter ulir

Tabel pengencangan
Mur-baut bahan tembaga

Pemasangan / Pemeliharaan
saluran udara

Tiang dan penguatnya


Travers
Isolator
Kawat pengikat dan klem penjepit
Kawat
Andongan dan jarak aman
Pengujian tahanan isolasi saluran

Cara pengangkatan dan pengangkutan tiang

Cara pemindahan tiang

Cara peletakan tiang

Penggalian lubang tiang


2 x diameter tiang

1 / 6 panjang tiang

Kemiringan 45

Cara penggantian tiang

LUBANG GALIAN

Cara mendirikan tiang dengan tenaga orang

Cara mendirikan tiang dengan tenaga orang

Mendirikan tiang dengan menggunakan tiang kaki-tiga ( Tripod )

Cara mendirikan tiang baru menggunakan Crane-hidraulic

Menguatkan pondasi tiang

Pemeliharaan / penggantian kawat

Alasan pemeliharaan.
Lendutan / andongan / saging kawat melebihi
batas maksimalnya
Kawat diganti
Kawat putus

Andongan
Jarak antara posisi terendah dari kawat yang
terbentang dengan posisi dimana kawat tersebut
ditopang / disangga, digantungkan oleh tiang
Dipengaruhi oleh
bahan kawat
ukuran kawat
suhu sekitar
lebar gawang.

Kuat tarik kawat


Tarikan pada kawat yang diijinkan antara 10 s/d
60% dari ultimate tensile strength
Kuat tarik pada kawat jangan melebihi beban
kerja tiang.
Kuat tarik pada saat penarikan kawat
dipengaruhi oleh : bahan kawat, ukuran kawat,
suhu sekitardan lebar gawang.
Kuat tarik pada kawat dapat diukur dengan
menggunakan dinamo meter

Lebar gawang

Jarak antara tiang ke tiang untuk lebar gawang


yang tidak sama pada satu seksi
Nilai lebar gawang ekivalennya adalah

L1 L2 L3 L4 .......LN
Leq
L1 L2 L3 L4 ........LN
3

Jarak aman
jarak minimum yang diperbolehkan antara
bertegangan dengan jaring lain atau benda lain

jaring

JARAK AMAN UNTUK SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH DAN


TEGANGAN RENDAH MINIMUM DALAM SATUAN METER
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

RUANG BEBAS UDARA


Hantaran udara menyeberang jalan ka
Hentaran udara menyeberang jalan raya
Hantaran udara ketanah (lapangan)
Hantaran udara ujung pohon
Hantaran udara sepanjang jalan raya
Hantaran udara sepanjang jalan kota
Hantaran udara ke kawat telepon
Hantaran ke kabel
Hantaran ke jtr (sutr)
Hantaran ke sekur

400 V

20 K V

8,23
5,48
4,56
1
4,56
5,48
1,20
0,60
0,60
0,60

8,54
6,09
6,09
2,5
6,09
6,09
1,80
1,20
1,20
1,20

Penegangan kawat
Kawat yang digunakan : bahannya,
penampangnya, modulus kenyalnya, kuat
tariknya dan koefisien muai panjangnya.
Jarak rentangan.
Suhu keliling saat penegangan.
Tekanan angin saat penegangan.

Cara penggelaran dan penarikan kawat ( stringing )

Gunakan perkakas kerja dan peralatan K3 sesuai kebutuhan.


Tiang sudah terpasang kuat.
Traverse sudah terpasang kuat.
Isolator terpasang pada travers.
Semua tiang (tiang terminal, sudut dan afspannya) harus
memakai schoor sebelum menggela
Minimal 2 arm rollers pada tiang-tiang pada waktu penggelaran
penarikan.
Pada waktu menggelar diharuskan agar kawat ditarik dari
bagian tengah tiang afspan.
Agar posisi traverse tidak mudah berubah sehingga kawat
hanya dipotong menurut panjang yang diperlukan.
Penarikan kedua kawat pinggir harus dilaksanakan bersama
dan balance running blocks atau rollers selalu dipakai sampai
pada waktu kawat-kawat diberi tensi dan lendutan tertent
Harus menyediakan tenaga yang cukup untuk kontrol kecepatan
putar dari drum kabel

Penegangan kawat ( Saging )


Mula-mula 2 ( dua ) penghantar bagian luar
atau bila memungkinkan semua penghantar
ditarik bersama-sama supaya seimbang
dengan menggunakan takel oleh seorang
petugas yang berada pada salah satu ujung
kawat.
Seorang petugas memeriksa lendutan
dengan menggunakan papan bidik
Petugas pemeriksa lendutan memberikan
kode kepada petugas penegangan dengan
menggunakan bendera .

TABEL S A G
MV 150 AAAC (BARE CONDUCTOR)
YOUNG MODULUS (daN/mm2) = 5700 SPECIFIC WEIGNT (daN/m) = 406
EXPANSION COEF. PER C
= 000023 DIAMETER OF COND (mm) = 45,8
CROSS SECTION (sqmm)
= 147,1

TABEL S A G
MV 70 AAAC (BARE CONDUCTOR)
YOUNG MODULUS (daN/mm2) = 5700 SPECIFIC WEIGNT (daN/m) = 181
EXPANSION COEF. PER C
= 000023 DIAMETER OF COND (mm) = 10,5
CROSS SECTION (sqmm)
= 65,82

TABEL HORIZONTAL PULL


MV 150 AAAC (BARE CONDUCTOR)
YOUNG MODULUS (daN/mm2) = 5700 SPECIFIC WEIGNT (daN/m) = 406
EXPANSION COEF. PER C
= 000023 DIAMETER OF COND (mm) = 15,8
CROSS SECTION (sqmm)
= 147,1

TABEL HORIZONTAL PULL


MV 70 AAAC (BARE CONDUCTOR)
YOUNG MODULUS (daN/mm2) = 5700 SPECIFIC WEIGNT (daN/m) = 181
EXPANSION COEF. PER C
= 000023 DIAMETER OF COND (mm) = 10,5
CROSS SECTION (sqmm) = 65,82

Pemeliharaan / Penggantian
Kabel Saluran Udara

Alasan Pemeliharaan / perbaikan :

Kabel rusak / putus


Kabel diganti
Andongan rendah karena tiang miring
Bracket patah
Brakcket lepas
Klem penjepit kabel rusak

Kabel digantung pada roll, ditarik dari haspelnya


dan ujung kabel diikatkan pada strain-clamp

Kabel ditegangkan, pangkal kabel diikatkan pada strainclamp, kabel diikatkan pada suspension-clamp

PEMASANGAN KABEL TANAH


Penentuan jalan lintasan kabel

Kabel sebaiknya ditanam pada


tanah umum (Negara) dibawah
trotoar, berm jalan atau melintang
jalan raya

Arah belokan kabel adalah


sekurang kurangnya 15 kali
diameter kabel bagian luar

Bilamana kabel tersebut


merupakan kabel 3 x 1 core,
diameter gabungannya adalah
sebagi ukuran yang dijadikan
patokan

PEMASANGAN KABEL TANAH

Pekerjaan galian
1,00 m dibawah trotoir jalan orang
1,10 m dibawah jalan kendaraan
Untuk kedalaman batas antara 30 - 60
cm ditambahkan perlindungan mekanis
buis beton
Untuk kedalaman kurang dari 30 cm di
buatkan ducting dan ditutup dengan
rapat beton bertulang atau besi UNP 12,
UNP 14

PEMASANGAN KABEL TANAH

Beton buis

Ducting kabel

PEMASANGAN KABEL TANAH


Lebar galian
Sekurang kurangnya harus 0.40 m namun lebar
sebenarnya harus disesuaikan dengan banyaknya
kabel yang akan diletakan didalam galian seperti
dinyatakan berikut ini

Jumlah kabel
1.& 2
3
4
5
6
n

Lebar galian
0.4 m
0.6 m
0.8 m
1m
1.2 m
n

PEMASANGAN KABEL TANAH

Pembuatan Lubang / Trase Galian

jalan-jalan
utama
dilakukan
dengan mengebor
jalan-jalan kecil dilakukan dengan
menggali

Keadaan keadaan khusus saat pekerjaan galian


Apabila ditemukan kabel-kabel atau sambungannya
( kotak sambung / junction box)
Pindahkan / letakkan kabel-kabel itu pada bagia sisi galia
Memindahkan dan menopang kabel harus kuat agarbila
tertekan bagian alat-alat sambungan kabel itu tidak akan
lepas / copot
Kotak-kotak sambung ( junction box ) diangkat dengan
sangat hati-hati dan segera ditopang de
Selama berlangsungnya pekerjaan, kotak-kotak sambung (
junction box) jangan sampai itu tergoncang
Apabila bagian itu diurug kembali maka kabel-kabel itu
berikut peralatannya ditempatkan kembali pada
kedudukan semula,

Keadaan keadaan khusus saat pekerjaan galian harus lewat


dibawah jaringan pipa yang ada dengan jarak kurang 20 cm,
kabel harus diletakkan turun sedikit secara miring sehingga
kabelnya tidak melengkung malampaui batas yang
ditentukan (bending radiusnya)

Jalan masuk ke bangunan-bangunan, toko-toko dan


garasi harus tetap disediakan lintasan

Crossing jalan raya


Kabel harus melintasi / menyebrangi jalan secara
tegak lurus dengan garis tengah jalan .
Pelaksaanaan pekerjaan crossing jalan agar
didahulukan untuk menghindari kabel terlalu lama
diluar galian
Lubang galian harus terdiri dari bagian-bagian (tiga
bagian untuk badan jalan yang lebar ) yang satu sama
lain dibatasi oleh satu atau dua blok tanah asal yang
harus disisakan untuk referensi permukaan badan
jalan dan mempertahankan daya tahan mekanis
terhadap tekanan akibat lalu lintas

Perlindungan terhadap kabel

Pada lintasan lintasan penyeberangan jalan kabel akan dilindungi


dengan PVC jenis AW tebal 6 mm berdiameter dalam 15 cm
Pada jalan yang akan dilalui kendaraan berat pipa-pipa itu harus
diamankan dengan adukan beton
Pipa pipa disusun secara teratur satu atau dua deretan bertingkat.
Kabel-kabel yang sudah digelar ditutup menggunakan pipa paruhan
berdiameter dalam 15 cm didempetkan dan diikat dengan kawat besi
dan dilapisi beton
Pipa-pipa pelindung harus dilebihkan panjangnya melebihi badan
jalan paling tidak 50 cm, tetapi pipa itu harus berakhir pada trotoir
apabila arah kabel itu akan membelok setelah menyebrangi jalan
Ujung-ujung pipa cadangan harus ditutup dengan penyumbat terbuat
dari beton tipis
Pada setiap pipa harus ada tangkai besi yang di galvanisir, bergaris
tengah 6 mm untuk memudahkan penarikan kabel

Lintasan diatas kali / sungai


Untuk lebar kali kurang dari 6 m
Lintasan kabel harus terpasang dengan jarak
minimum 40 cm diatas permukaan air
maximum
Bila kedalaman kali kurang dari 1 m tidak
diperkenankan membuat lintasan diatasnya,
lintasan harus dilaksanakan di bawah tanah
Kabel harus dipasangkan pada besi kanal UNP
10 sesuai diameter kabel dengan ikatan las,
kemudian dibelitkan kawat berduri

Lintasan diatas kali / sungai


Untuk lebar kali lebih dari 6 m
Dibuat jembatan konstruksi dengan syarat syarat teknis sebagai berikut :
1. Perlu di perhatikan letak sambungan dari konstruksi baja sebaiknya
terletak pada 1/5 L (L = panjang bentang)
2. Perlu diperhatikan letak dari tiang penyangga ditengah sungai harus
kuat
3. Lintasan jembatan sekurangkurangnya 1 m diatas permukaan air
maksimum
4. Pedoman dan peraturan pelaksanaan pekerjaan
5. Pekerjaan dilaksanakan sesuai bestek dan lampiran lampirannya
serta ketentuan ketentuan yang berlaku anatara lain standar
konstruksi PLN PBI 55 dan ketentuan PEMDA setempat
6. Seluruh rancangan konstruksi jembatan didisain minimal untuk 4
kabel core 240 mm2 kekuatan ini dicantumkan diprasasti yang
ditempelkan di pondasi jembatan sehingga memudahkan petugas /
perencana jaringan listrik

Tiang penyangga ditengah sungai


agar memenuhi hal-hal dibawah ini

Konstruksi kuat dan hemat


Kondisi tanah pada lokasi tiang akan
dipancang cukup baik sehingga tiang kokoh
Tidak menghambat kotoran (sampah) yang
mengalir bersama air
Tidak ada aliran air arus yang deras
Usahakan letaknya sejajar dengan tiang
jembatan yang ada telah di sisi hilir

Pengangkutan dan penanganan


rol / haspel

Untuk pengangkut jumlah kabel lebih dari satu haspel dari


gudang PLN ke gudang proyek pada periode waktu
bersamaan harus dengan truk dalam keadaan terikat dan
diberi ganjal untuk menghindari kabel menggelinding jika
truk harus menggunkan forklift atau dengan kran truk untuk
hal tersebut ini harus memakai besi penyangga untuk
menghindari kerusakan haspel
Cara pengangkutan lain adalah dengan menggunakan trailer
kabel yang dapat dimanfaatkan sekaligus untuk penggelaran
Kabel akan diangkut haspelnya harus dalam keadaan baik
Untuk panjang kabel kurang dari 25 m dapat diangkut tanpa
haspel dalam hal ini kabel di bentuk menyerupai koil dengan
radius minimum 2 m
Dilarang menjatuhkan kabel dari atas truk
Peletakan haspel / trriler tidak diperkenankan mengganggu
kelancaran arus lalu lintas pemakai jalan

Cara penggelaran kabel tegangan


menengah
Periksa keadaan sepanjang galian, kedalaman galian
harus sesuai dengan rencana kebutuhan kabel yang akan
ditanam
Periksa peralatan kerja yang disediakan
Penggelaran kabel dilarang dimulai sebelum peralatan
kerja lengkap dan tenaga kerja yang diperlukan siap.
Termasuk tersedianya sarana penunjang lain
Cara perlakuan penggelaran kabel tegangan menengah
untuk 3 core atau 1 core pada dasarnya sama dan
dilakukan setelah galian kabel mencapai 1 haspel
Khusus untuk kabel jenis single core dan three single core
tanpa amour harus lebih hati-hati karena tidak dilengkapi
perisai baja bilamana kena goresan atau benturan mudah
sekali terluka
Pada konstruksi / pengelaran 1 core pada saat manual 4 m
harus dilaksanakan transposisi (twisted)

Penandaan kabel
Setiap kabel tergelar harus ditempelkan /
ikatkan tanda identifikasi
Pemberian nama ini melalui timah lebel
yang dipasang pada kabel yang
mencantumkan nama penyulang bulan
tahun penggelaran nama kontraktor

Pekerjaan Galian Setelah Penggelaran


Kabel
Posisi kabel di dalam galian pada umumnya
kabel itu digelar diatas lapisan pasir
selurus-lurusnya.
Disarankan untuk penyambungan agar
panjang kabel itu dilebihkan antara 0,5 s/d
1m

Batu Pengaman
Batu pengaman adalah batu peringatan dengan
ukuran 450 x 300 x 40 mm dengan kekuatan lentur
150 kg/cm2.
Batu batu bertanda peringatan dipasang / diletakan
berderetan diatas lapisan pasir 10 cm diatas kabel.
Tujuan pemasangan batu pengaman adalah untuk
memberikan tanda bahwa di bawah batu pengaman
tersebut terpasang kabel listrik, agar bagi pihak lain
tidak mengganggunya.

Pengurugan kembali
Pengurugan kembali diatas kabel di daerah tanah keras
mengandung batu-batuan kabel harus ditutup lapisan pasir
setebal 10 cm,
Pada tanah merah atau berpasir tidak mengandung batu-batuan
setidak-tidaknaya untuk ketinggian 40 cm diatas kabel tidak
diperlukan tambahan pasir urug baru
Pengurugan kembali diatas batu pengaman dilaksanakan
bertahap setiap setebal kira-kira 20 cm dengan bagian-bagian
awal, tanah galian yang baik
Pada tanah lempung lapisan tanah lempung terakhir sekurangkurangnya 10 cm dibawah permukaan tanah biasa pengurugan
kembali menggunakan batu-batuan reruntuhan puing
Bagian atas dari galian yang diurug kembali itu harus menonjol
lebih tinggi 5 cm dari permukaan tanah
Bahan bahan yang berlebihan harus disingkirkan segera setelah
pengurugan kembali
Lokasi pekerjaan harus dibersihkan selamba-lambatnya 1 hari
setelah pekerjaan penguruganselesai
Permukaan jalan harus diperbaiki sesuai dengan spesifikasi
ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Patok Peringatan
Untuk kawasan pemukiman yang padat
sepanjang lintasan kabel, pada trotoir jalan
dengan jarak setiap 100 meter harus dipsang
tanda peringatan terbuat dari bahan beton,
ditanamkan dengan ketinggian sama dengan
trotoir jalan.
Untuk daerah urban/masih berkembang
dipasang patok dengan ketinggian 20 cm
diatas muka tanah

Pemasangan Jointing
Adalah menyambung kabel dengan tipe atau
jenis kabel yang sama atau tidak sama, yang
diharapkan kemampuan sambungan tersebut
mempunyai kekuatan baik elektrik maupun
mekanik tidak berbeda dengan kondisi kabel
yang masih utuh.

Alasan pemasangan jointing


Panjang maksimal kabel yang tersedia
tidak cukup untuk salurab yang diperlukan
Kerusakam kabel akibat gangguan operasi

Jenis material jointing


Jenis pita, yaitu material dibuat seperti pita,
duimana untuk pemasangannya harus dililitkan
Jenis selongsong ciut panas, yaitu material dibuat
dengan bentuk selongsong dari bahan thermo
plastik dengan ukuran diameter yang lebih besar
dari pada ukuran diameter kabel, tetapi dengan
dipanaskan selongsong akan menciut sampai
merapat pada kabel.
Premoulded, yaitu jointing dibuat dalam bentuk
jadi, pengerjaannya yang terustama adalah
penyambungan inti kabel saja.

Pemasangan Terminating
Untuk mencegah
Terjadinya rambatan listrik dari inti kabel
yang bertegangan ke bagian lapisan semikonduktor dan lapisan metalik yang
dihubungkan ke pentanahan
Timbulnya stress antara inti kabel dengan
sistem pentanahan dan inti yang lain, yang
berakibat terjadi loncatan listrik ( FlashOver )

Jenis terminasi berdasarkan cara


pengerjaannya
Ciut panas
Ciut dingin
Premoulded

Ketentuan Pemasangan
Jointing dan Terminating
Ada 2 ( dua ) tahapan penting
Tahapan persiapan kabel
Tahapan pemasangan material jointing dan
termninating

Ketentuan umum
Ketentuan khusus

Ketentuan umum
Menjaga kebersihan kabel
Mencegah terjadinya kecelakaan pada
orang karena benda tajam dan api

Ketentuan khusus
Mengikuti sepenuhnya petunjuk dari
pabrikan jointing / terminating
Menggunakan api dari gas elpiji, harus
hati-hati pengaturan panasnya

Anda mungkin juga menyukai