Anda di halaman 1dari 17

HAND FOOT AND MOUTH

DISEASE
CHRISTINE MERLINDA TIMOTIUS
112014351

Pembimbing : dr. Iskandar,


Sp.A

DEFINISI
Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau penyakit Kaki, Tangan dan Mulut
(KTM) : penyakit yang disebabkan oleh sekelompok enterovirus yang disebut
coxsackievirus, anggota dari famili Picornaviridae; dengan gejala klinis
berupa lepuhan di mulut, tangan, dan kaki, terutama di bagian telapak,
terkadang di bokong

EPIDEMIOLOGI
HFMD terkait dengan EV71 telah lebih sering di Asia Tenggara dalam
beberapa tahun terakhir.
Faktor resiko dalam epidemi : kehadiran pusat penitipan anak, seringnya
berkontak dengan penderita HFMD dan higiene
Rasio laki-laki dan perempuan dominasi sedikit 1.2-1.3:1.
Anak-anak yang diduga terinfeksi Enterovirus 71 memiliki angka kematian
90%(terutama pada bayi, balita, dan anak di bawah 2 tahun)

ETIOLOGI
Virus RNA yang masuk dalam family Picornaviridae, Genus Enterovirus.
Genus yang lain adalah Rhinovirus, Cardiovirus, Apthovirus.
Genus enterovirus terdiri dari Coxsackie A (Coxsackie A16 menyebabkan lesi
mukokutan ringan yg menyembuh 7-10 hari, jarang mengalami komplikasi);
Coxsackie B

Penyebab KTM yang paling sering pada pasien rawat jalan : Coxsackie A16,
sedangkan yang sering memerlukan perawatan karena keadaannya lebih
berat atau ada komplikasi sampai meninggal adalah Enterovirus 71.

PATOFISIOLOGI
Sering pada musim panas
Menyerang bayi usia 2 minggu anak usia 5 tahun
Penularan :
kontak langsung dari manusia ke manusia melalui droplet, air liur, tinja, cairan dari vesikel
atau ekskreta.
kontak tidak langsung melalui barang, handuk, pakaian, peralatan makanan, dan mainan
yang terkontaminasi oleh sekret tersebut.

Tidak ada vektor tetapi ada pembawa penyakit seperti lalat dan kecoa.
Anak yg pernah kena KTM dapat terkena KTM enterovirus lainnya
Masa inkubasi 3-6 hari

Virus masuk lewat oral/pernapasan lalu bereplikasi pada faring dan usus,
replikasi ini diikuti oleh multiplikasi pada jar.limfoid (tonsil, kel. Limfe
regional) yg terjadi dalam waktu 24 jam diikuti viremia.
Viremia primer : penyebaran ke retikuloendotelial yg lebih jauh (hati, limpa,
sumsum tulang, kel. Limfe yg jauh)
Respon imun dapat membatasi replikasi dan perkembangannya di luar
sistem retikuloendotelial -> infeksi subklinis
Infeksi klinis : replikasi berlangsung di retikuloendotelial & virus menyebar
melalui viremia sekunder ke organ target (SSP, jantung)

MANIFESTASI KLINIS
Gejala penyakit diawali dengan demam (38-39C) selama 2-3 hari,
malaise
nyeri tenggorokan
sulit makan dan minum karena nyeri akibat luka di mulut dan lidah.
kadang disertai sedikit batuk & pilek atau gejala seperti influenza
Pada kondisi pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang baik, seluruh gejala
dapat membaik selama 5 7 hari.
Pada bayi atau anak usia di bawah 5 tahun yang timbul gejala berat harus dirujuk
ke rumah sakit. Gejala yang dianggap berat adalah hiperpireksia (suhu lebih dari
39C) atau demam tidak turun-turun, takikardi, sesak, anoreksia, muntah atau
diare dengan dehidrasi, badan sangat lemas, kesadaran menurun dan kejang.
Pada bayi yg memakai diapers ada eksantema tanpa vesikel

Lesi oral & nyeri (lidah, mukosa buccal, pallatum durum)


Lesi makula & papula berwarna merah muda cerah ukuran 5-10nm ->
vesikel dg eritema disekelilingnya -> erosi & berwarna kuning hingga abuabu dikelilingi halo eritema-> ulkus
Lesi pada mulut dapat bergabung shg lidah -> eritema & edema
Lesi dikulit pd 2/3 penderita muncul setelah lesi oral. Lesi dapat
asimtomatik/nyeri. (telapak tangan dan kaki, dorsal tangan, sisi tepi tangan
dan kaki, bokong, genitalia eksterna serta wajah dan tungkai). Lesi dimulai
makula eritematus ukuran 2-8mm -> vesikel bentuk oval, elips/segitiga isi
cairan jernih dikelilingi halo eritematus. Jumlah bervariasi dari beberapa ->
banyak
Lesi sembuh dan menjadi krusta dalam 7-10 hari tanpa meninggalkan jar.

HAND FOOT MOUTH DISEASE

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Kultur & teknik imunoassay (isolasi virus)
Tzanck smear : sel dengan syncytial nuclei
Pungsi lumbal pada meningitis
PCR

DIAGNOSIS BANDING
Herpangina
Varisela
Stomatitis Aphthous
Erupsi obat
Eritema multiform

KOMPLIKASI
Dehidrasi pada anak-anak dan balita
Infeksi pada kulit atau ulser di mulut oleh bakteri dan/atau jamur.
Kasus komplikasi yang jarang: meningoensefalitis, miokarditis, edema paru,
dan kematian

TERAPI
Self limiting
Peningkatan kekebalan tubuh penderita dilakukan dengan pemberian
konsumsi makanan dan cairan dalam jumlah banyak dan dengan kualitas
gizi yang tinggi, serta diberikan tambahan vitamin dan mineral jika perlu.
Jika didapati terjadinya gejala superinfeksi akibat bakteri maka diperlukan
antibiotika atau diberikan antibiotika dosis rendah sebagai pencegahan.
Simptomatik (AB, antipiretik, antiseptik dan antihistamin)

PROGNOSIS
Prognosis pada HFMD merupakan penyakit yang bersifat self-limited disease
yang sembuh dalam kisaran 7-10 hari dan prognosisnya baik, tapi pada
beberapa pasien tertentu seperti pengguna imunosupresan atau neonatus,
infeksi dapat berkembang menjadi komplikasi yang mengancam jiwa.

PENCEGAHAN
- Virus masih dapat berada di dalam tinja penderita hingga 1 bulan.
- Isolasi pasien sebenarnya tidak diperlukan, namun perlu istirahat untuk
pemulihan dan
pencegahan penularan lebih luas.
- Selalu mencuci tangan dengan benar untuk mengurangi resiko penularan.
- Jangan memecah vesikel.
- Mencegah kontak dengan cairan mulut dan pernafasan antara penderita
dengan anggota
keluarga yang lain.
- Meningkatkan kekebalan tubuh dengan sebisa mungkin makan makanan
bergizi, sayur
sayuran berkuah, jus buah, segera setelah rasa nyeri di mulut berkurang.

KESIMPULAN
Penyakit KTM adalah penyakit yang disebabkan oleh virus coxsackie A16
dan enterovirus 71.
Pencegahan utama yang dilakukan adalah pemutusan rantai penularan
penyakit dengan mencegah kontak dari satu penderita ke penderita yang
lain.
Pengobatan secara simptomatik terutama dilakukan untuk menekan rasa
nyeri di mulut, mempercepat penyembuhan ulser di mulut, penekan demam,
dan pencegahan infeksi sekunder.