Anda di halaman 1dari 38

Sistem pencernaan

Makanan
Mardiana, S.KM, M.Si

Universitas Negeri
Semarang

IDENTITAS MATA KULIAH


1.

NAMA MATA KULIAH : Sistem Pencernaan Makanan

2. CAPAIAN PEMBELAJARAN LULUSAN

Mampu mengkaji dan menganalisis situasi


kesehatan masyarakat
3. CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH

Mahasiswa mengerti dan mampu menjelaskan


prinsip-prinsip dasar zat-zat gizi yang
dibutuhkan tubuh baik zat gizi makro maupun
mikro, masalah gizi di Indonesia, metode
penilaian status gizi, Angka Kecukupan Gizi,
serta gizi dalam daur kehidupan manusia
4. DOSEN PENGAMPU :
Mardiana, S.KM, M.Si

DAFTAR MATERI
PERTEMUAN

MATERI POKOK

Karbohidrat

Lemak dan Protein

Vitamin

Mineral

Pedoman Gizi Seimbang

Antropometri

Metode biokimia, klinis dan biofisik

Ujian Tengah Semester

Survei konsumsi

10

Faktor ekologi dan statistik vital

11

Kurang Energi Protein dan kurang vitamin A

12

Gizi bumil, gizi menyusui, dan bayi

SUMBER

MATERI
Sistem Pencernaan
Makanan

Pendahuluan
Tahap pertama proses pencernaan
adalah :
- memakan
- mengunyah
- menelan apa yg masuk
Tahap selanjutnya adalah proses
transportasi dan
penyerapan/absorpsi, dan ekskresi

Pengaturan proses memakan timbul


karena adanya rasa lapar dan rasa
kenyang.
Rangsangan terjadi karena dua hal
yaitu internal (rasa lapar) dan
eksternal (aroma makan, pandangan
mata , lingkungan dan sosial
Rasa lapar terjadi karena adanya
pengosongan lambung disertai
kontraksi otot lambung dan

GASTRO INTESTINAL TRACT

Pencernaan
Proses perubahan molekul
kompleks (pangan) menjadi
molekul sederhana (zat-zat gizi
atau bagian-bagiannya)

Mekanis & Kimia

Peran Sistem Pencernaan


Menghancurkan makanan dari mulai
mulut hingga lambung
Menyerap sari-sari makanan oleh
selaput lendir usus
Mengeluarkan sisa-sisa makanan
melalui dubur

Ada 2 aktivitas yang terlibat dalam


proses pencernaan
1. Aktivitas mekanik atau otot dalam
bentuk pergerakan otot
gastrointestinal
2. Aktivitas kimia atau enzim sekret
gastrointestinal yang berperan
dalam reaksi kimia.

Aktivitas otot dibantu oleh sejumlah


neuromuskular
Proses ini dilakukan bersama-sama
untuk mendorong komponen
makanan sepanjang saluran
cernaterjadi proses penghancuran,
penguraian dan absorpsi zat gizi ke
tempat tujuan

Sekresi Gastrointestinal

Enzim
HCl dan ion buffer
Mukus
Air dan elektrolit

Mekanisme Pencernaan
1. Mulut
terjadi kerjasama antara gigi,
lidah, pipi dalam, dan rahang atas
terjadi aktivitas mekanik dan
kimiawi
mekanik ( mengunyah,
menghancurkan)
kimiawi ( kelenjar ludah
mengeluarkan enzim amilase/
ptyalin utk memecah polisakarida

Makanan dipecah di dalam rongga


mulut disebut bolus
Setelah terbentuk bolus maka terjadi
proses menelan dan disorong ke
esophagus.

2. Lambung
Fungsi lambung : menyimpan,
mencampur, dan mengontrol pd saat
terjd kekosongan
Terdapat 2000 ml cairan yang
dikeluarkan oleh dinding lambung setiap
harinya
Bolus masuk ke lambung melalui
saluaran esofagus
Sfingter kardiak menutup setelah bolus
masuk
Bolus bercampur dg cairan lambung,
digiling halus menjadi cairan namanya

Gambar lambung

Bagian Lambung
Kardia berbatasan dengan
kerongkongan
Fundus berisi gas
Korpus berisi makanansetengah
cair
Antrum menampung bubur
makanan (kim)
Pilorusberbatasan dgn duodenum,
terdapat sfinger pilori

3. Usus halus
Kimus melewati lubang saluran empedu
Kimus menuju duodenum, jejunum,
ileum
Sebagian besar pencernaan diselesaikan
di duodenum

4. Usus besar (kolon)

Kimus menuju usus besar


Terdapat katup ileosekal
Melewati apendiks
Menuju acending colon, transverse
colon, dan descending colon masuk ke
rektum

5. Rektum
Air yang terdapat pada kimus diperas
Terdapat sisa semi padat ditahan oleh
rektum
Otot rektum mengendor dan sisa
makanan dikeluarkan melalui anus

Proses pencernaan
1. Peristaltik
Gerakan bergelombang dari kontraksi
otot dinding saluran cerna (gerakan
otot melingkar dan memanjang)
Gerakan ini mendorong makanan pada
sepanjang saluran cerna

2. Proses di dalam lambung


Lambung memiliki dinding tebal, otot
melingkar, memanjang, diagonal
Gerakan otot mendorong kimus ke
bawah yang tertahan oleh spingter
pilorus
Terdapat cairan lambung
Bila kimus menjadi cairan halus,
spingter pilorus membuka sedikit demi
sedikit menuju duodenum

Faktor-faktor yang mempengaruhi


sekresi getah lambung
1.

FASE SEFALIK : RANGSANGAN DARI DALAM


KEPALA, BAU, MENGUNYAH DAN MENELAN
MAKANAN

2.

FASE GASTER : PEREGANGAN LAMBUNG


MERANGSANG MELALUI N. VAGUS (N X) DAN
REFLEKS LOKAL

3.

FASE INTENSINAL : KHIME PADA BAGIAN


PROKSIMAL USUS MELAMBATKAN SEKRESI ASAM
LAMBUNG

3. Segmentasi
Alat pencernaan tidak semata
mendorong makanan
Getah pencernaan dan sel dinding usus
bersentuhan dengan isi saluran cerna

4. Kontraksi sfingter
Otot sfingter mencegah arus balik isi
saluran cerna
Sfingter kardiak
Sfingter pilorus
Sfingter ileosekal
Sfingter anus

5. Sekresi getah pencernaan


Berupa air dan enzim yang dikeluarkan
organ :
Kelenjar ludah
Lambung
Pankreas
Hati melalui kantong empedu
Usus halus

6. Cairan ludah
Kelenjar ludah mengeluarkan mukus
(lendir), garam-garam dan enzim
pencernaan

7. Cairan lambung
Sel-sel lambung mengeluarkan enzimenzim, asam khlorida
Suasana asam kuat membantu
pencernaan protein, mencegah
pertumbuhan bakteri

8. Cairan pankreas dan enzim usus


Pankreas mensekresi enzim yang
berperan pada pencernaan karbohidrat,
lemak dan protein
Cairan pankreas bersifat basa untuk
menetralkan kimus yang bersifat sam

9. Cairan empedu
Cairan empedu dikeluarkan oleh hati ke
duodenum
Disimpan di kantung empedu
Berperan sebagai emulsifier lemak
sehingga menjadi suspensi dalam air

10. Faktor-faktor pelindung


Sifat netral memungkinkan
pertumbuhan bakteri yang
menguntungkan pembentukan
vitamin B dan K

Absorpsi
1. Anatomi sistem absorpsi
Absorpsi terutama terjadi pada
permukaan usus halus
Panjang 6 m, diameter 2,5 cm
Tiap lipatan mempunyai ribuan vili
Tiap vili memiliki ratusan sel mikrovili

2. Sistem absorpsi
Zat gizi diserap oleh vili usus masuk
sistem peredaran darah dan sistem
limfe
Vili usus juga mencerna zat gizi yang
sesuai dengan enzim yang dikeluarkan
vili usus
Untuk produk lemak diemulsikan dulu,
diikat oleh protein khusus membentuk
kilomikron masuk sistem limfe

Cara absorpsi
Absorpsi pasif
Tanpa menggunakan alat angkut
(carrier) dan energi
Konsentrasi zat gizi dalam saluran
cerna lebih tinggi daripada sel yang
mengabsorpsi

Absorpsi fasilitatif
Menggunakan alat angkut protein
Tanpa energi
Penyerapan fruktosa

Absorpsi aktif
Menggunakan alat angkut protein dan
energi
Ada kompetisi zat gizi
Contoh besi alat angkutnya protein
transferin
Vitamin A alat angkutnya RBP

Pengaturan Pencernaan dan


Absorpsi
1. Pengaturan pH lambung
2. Pengaturan pembukaan sfingter
pilorus
3. Pengaturan pengeluaran bikarbonat
oleh pankreas

Ringkasan Proses
Pencernaan
Organ

Sekresi eksokrin

Fungsi

Mulut dan faring

Mengunyah,
perangsang reflek
menelan