Anda di halaman 1dari 22

Journal Reading

Oleh :
Rulli Eka Prananda
&
Asep Hidayat
Pembimbing :
Letnan kolonel CKM dr. Firmansyah, Sp.B
Kepaniteraan Klinik Departemen Ilmu Bedah
RST TK. II Moh. Ridwan Meuraksa Jakarta
Periode 6 Januari 15 Maret 2014
FK UPN Veteran Jakarta FK YARSI

Management of
Haemorrhoids A
Personal Local
Experience.
P.G Jani M.MED., F.R.C.S.,
Department of Surgery,
University of Nairobi.

Manajemen Hemoroid
Pada Praktek Klinis Pribadi

P.G Jani M.MED., F.R.C.S.,


Department of Surgery,
University of Nairobi.

Pendahuluan
Hemoroid adalah pembesaran pada sekitar anus,
pada lapisan ano-rektal dan di bawahnya terdapat
pembesaran pada pleksus pembuluh darah, pada
jaringan ikat longgar
Hemoroid internal pembuluh darah vena pada
pleksus hemoroid superior terlapisi oleh membran
mukosa
Hemoroid eksternal pembuluh darah vena pada
pleksus hemoroidalis inferior terlapisi oleh epitel dan
kulit dibawah junction mukokutan dan dapat beredar
ke sirkulasi sistemik

Sering
Sering
ditemukan
ditemukan
Penonjolan
Penonjolan
discharge
discharge
rektum
rektum
perianal
perianal
(prolaps)
(prolaps)
dengan
dengan
yang melalui
yang melalui
didahului
didahului
anus
anus
pruritus
pruritus
merupakan
merupakan
pada
pada
gejala lanjut
gejala lanjut
hemoroid
hemoroid
pada
pada
yang
Perdarahan hemoroid.
yang
Biasanya
Perdarahan hemoroid.
mengalami Biasanya
merupakan
mengalami tidak
merupakan
tidak
prolaps.
gejala awal
prolaps.
terdapat
gejala awal
Diperkirakan
terdapat
yang
Diperkirakan
nyeri,
yang
hampir
pada
nyeri,
biasanya
hampir
pada
kecuali
pada
biasanya
50%
kecuali
pada
sering
50%
beberapa
sering
populasi
beberapa
ditemukan
populasi
kasus
dan
ditemukan
mengalami
kasus
dan
mengalami
komplikasi
hemoroid
komplikasi
hemoroid
tertentu
pada usia 50
tertentu
pada usia 50
tahun
tahun

Diagnosis hemoroid internal ditegakkan dengan


proktoskopi, sedangkan pada hemoroid eksternal
dapat dengan inspeksi pada anus.
Hemoroid internal yang mengalami perdarahan
dan prolaps diklasifikasikan berdasarkan derajat di
bawah ini:
Derajat I : hemoroid dengan perdarahan namun
tidak terjadi prolaps
Derajat II : hemoroid dengan prolaps dan
berkurang secara spontan
Derajat III: hemoroid dengan prolaps dan
membutuhkan reduksi dengan digital
Derajat IV: mengalami prolaps yang tidak bisa
direduksi

Hemoroid eksternal biasanya tidak mengalami


perdarahan trombus dan nyeri akut yang
muncul dikenal dengan hematoma dengan
disertai nyeri akut pada daerah perianal

Hipokrates mendeskripsikan
penggunaan spekulum untuk
memeriksa pasien, dan
mengobati hemoroid dengan
obat suppositoria, kauterisasi,
dan eksisi

Saat ini ligasi arteri hemoroidalis dengan


bantuan transduser Doppler, menjadikan
pilihan dalam penatalaksanaan hemoroid
derajat ringan tidak bersifat invasif
Mukosektomi dengan staples, seperti yang
dijelaskan oleh Longo biasanya hemoroid
derajat III dan IV
Di negara berkembang sebagian besar pada
pasien hemoroid dilakukan skleroterapi atau
ligasi dengan karet untuk hemoroid derajat
rendah, atau hemoroidektomi untuk derajat
berat atau hemoroid intero-eksternal

METODE
PENELITIA
N

Sampel dan Metode

Desain : analisis retrospektif


Sampel : semua pasien yang ditangani
oleh penulis artikel sendiri total 300
catatan medik pasien
Dianalisis
berdasarkan

Usia
Jenis
kelamin
Gejala klinis
yang
muncul

Hasil
dari
tindakan
Penatalaksan
aan

Setelah diperiksa dan ditegakkan


diagnosis di tindak lanjuti segera
atau dengan permintaan pasien

Sedasi
Intravena

ligasi
karet
pada
hemoroid
eksternal

hemoroidekto
mi pada
hemoroid
interoeksternal
Grade III &
IV

Meningkatkan asupan serat dan air,


pelunak feses, dan obat-obatan
supositoria

HASIL
PENELITIA
N

Hasil
Dari 300 pasien
72 pasien ras
kaukasian
58 asia
170 pasien ras
afrika
Rasio jenis kelamin
laki-laki :
perempuan
2,15 : 1

Tabel 1.

Gejala
Hematokezia

Jumlah Pasien
127

Massa/bengkak
pada anus

45

Discharge/pruritus

39

Nyeri/tidak

41

nyaman pada anus

Perubahan

93

kebiasaan BAB
lainnya

11

Diagnosis
pasien hematom
perianal dengan
trombus, hemoroid
intero-eksternal dan
hemoroid eksternal

inspeksi anal pada


24,6%
Pada pasien hemoroid
internal

pemeriksaan
proktoskopi 266 pasien
(75,3%)

Keseluruhan, 288 (96%) pasien dilakukan


kolonoskopi 60cm untuk menyingkirkan adanya
lesi pada bagian proksimal kolon pada 8
pasien (2,8%) ditemukan Malignansi pada
rektum
Kehamilan, sebagai penyebab sekunder dari
hemoroid ditemukan pada 39 pasien (41%)
dari 95 (31,7%) pasien perempuan yang
diperiksa
9 pasien
terdapat
gejala
hemoroid
yang
disertai
sakit
saat
mikturis

74 pasien
(24,5%)
mengalami
hemoroid
yang
berhubunga
n dengan
konstipasi

235 pasien
(78,3%)
pasien
dengan
hemoroid
internal

11
pasien
(3,7%)
dengan
hemoro
id
ekstern

54 pasien
(18%)
dengan
hemoroid
interoeksternal

Tabel 2.

Hemoroid

Pasien

Derajat I

35

14,9

Derajat II

191

81,3

Derajat III

3.0

Derajat IV

0.8

235

100

Total

9 dari 11 pasien hemoroid eksternal


menunjukkan gejala trombus, 7 orang
diantanya memerlukan evakuasi hematoma
segera untuk meringankan nyeri akutnya
Sisanya ditanganin secara konservatif
karena tidak menunjukkan gejala yang
berat. Tidak ada pasien yang mengalami
komplikasi.

hemoroidektomi
2 diantaranya
mengalami
komplikasi.
1 pasien
mengalami
perdarahan
post-operatif
dan dilakukan
pembedahan
ulang,
dan pasien
lainnya
mengalami
striktur postoperatif yang

29 diantaranya
mengalami komplikasi
minor
16 dari 181 pasien
memerlukan pengikatan
ulang karena terlepas dan
terjadi hemoroid lagi
2 dari 16 pasien tersebut
memerlukan
hemoroidektomi untuk
menghilangkan gejala
yang muncul.
8 orang mengalami
retensi urin sehingga
memerlukan kateterisasi,
dan lainnya ditangani
dengan cara mandi air
hangat.
5 pasien mengalami nyeri

PEMBAHAS
AN

Lebih dari 50% (61,7%) pasien berusia di bawah 50 tahun. Pada


negara berkembang dengan populasi yang lebih banyak orang
muda nya lebih sering ditemukan berdampak pada keadaan
ekonomi pasien tersebut.

Diagnosis hemoroid dapat dilakukan dengan hanya melakukan


inspeksi anal pada seperempat populasi yang dijadikan sampel.

75% lainnya didiagnosis dengan proktoskopi, meskipun


seharusnya dilakukan rectal touche pada seluruh pasien
hemoroid.

Sebagai tambahan dapat dilakukan pemeriksaan lesi kolorectal


proksimal untuk menentukan apakah hemoroid tersebut
merupakan primer atau sekunder.

Pada 2,8% kasus penelitian ini hemoroid sekunder disebabkan


oleh adanya karsinoma rektum yang semakin mempertegas
bahwa semua pasien hemoroid seharusnya dilakukan
sigmoidoskopi atau kolonoskopi 60cm dasar untuk melakukan

Karena penelitian ini dilakukan dalam setting praktek


pribadi mayoritas pasien adalah hemoroid derajat rendah
yang dapat ditangani dengan tindakan ligasi ikatan karet.
Tindakan tersebut lebih disukai dibandingkan dengan
hemoroidektomi alasan nyeri yang ditimbulkan, efikasi
perawatan dan komplikasi yang mungkin muncul
Pada penelitian ini sebagian besar pasien yang dilakukan
ligasi tidak terdapat komplikasi mayor, sedangkan 2 dari 21
pasien dengan hemoroidektomi mengalami komplikasi
mayor.
Ligasi hemoroid dapat dilakukan dengan mudah pada
pasien rawat jalan dan dapat dilakukan tanpa menggunakan
sedasi. Ligasi pada pasien rawat jalan terbukti aman dan
efektif pada hemoroid derajat I, II, dan III dengan angka
morbiditas yang minimal

Referensi
1.
2.
3.

4.
5.

6.
7.
8.

9.
10.
11.
12.
13.

14.

Sardinha TC, Corman ML. Hemorrhoids. Surg Clin North Am 2002; 82:1153- 67, vi.
Orlay George. Haemorrhoids-a review. Australian family physician, 2003; 32: 523-6.
Hetzer FH, Wildi S, Demartines N. (New modalities and concepts in the treatment of hemorrhoids) Neus
in der differenzierten Behandlung des Hamorrhoidalleidens. Schweizerische Rundschau fur Medizin
Praxis. 2003; 92 (38): 1579-83.
Muller-Lobeck H. (Ambulatory hemorrhoid therapy) Ambulante Hamorrhoidaltherapie. Der Chirurg;
Zeitschrift fur alle Gebiete der operativen Medizen. 2001; 72: 667-76.
Finco Cristiano, Sarzo Giacomo, Parise Paolo, Savastano Silvia, Merigliano Stefano. (Advantages of
surgical treatment of hemoeehoids with mechanical sutures) Vantaggi del trattamento chirurgico della
malattia emorroidaria consuturatrice meccanica. Chirurgia Italiana 2002; 54: 835-9.
Lehur PA, Gravie JF, Meurette G. Circular stapled anopexy for haemorrhoidal disease: results. Colorectal
Dis. 2001; 3: 374-9.
Orrom W, Hayashi A, Rusnak C, Kelly J. Initial experience with stapled anoplasty in the operative
management of prolapsing hemorrhoids and mucosal rectal prolapse. Am J Surg. 2002; 183: 519-24.
Law WL, Tung HM, Chu Kw, Lee FCW. Ambulatory stapled haemorrhoidectomy: a safe and feasible
surgical technique. Hong Kong medical journal = Xianggang yi xue za zhi / Hong Kong Academy of
Medicine. 2003; 9: 103-7.
Gupta Pj, Novel technique: radiofrequency coagulation a treatment alternative for early-stage
hemorrhoids. MedGenMed 2002; 4:1.
Uba AF, Ihezue CH, Obekpa PO, Iya D, Legbo JN. Open haemorrhoidectomy revisited. Nigerian journal of
medicine journal of the National Association of Resident Doctors of Nigeria. 2001; 10: 185-8.
Cheetham MJ, Phillips RK. Evidencebased practice in haemorrhoidectomy. Colorectal Dis. 2001; 2: 12634.
Perez VF, Fernandez FA, Arroyo SA,
Serrano PP, Costa ND, Candela PF, Ferrer RR, Oliver GI, Lacueva GFj, Calpena RR. Effectiveness of
rubber band ligation in haemorrhoids and factors related to relapse. Revista Espanola de enfermedades
digestivas organo official de la Sociedad Espanola de Patologia Digestiva. 2003; 95:110-4, 105-9.
Vrzgula A, Bober J, Valko M, Franko J, Lukacova Z, Seginak V, (Rubber band ligation of hemorrhoids in
ambulatory care) Elasticka ligutura hemoroidalnych uzlov v ambulantnej praxi. Rozhledy v chirurgii

TERIMAKA
SIH