Anda di halaman 1dari 18

PIPI BENGKAK

PEMICU 3
KELOMPOK 5

KETUA : Calvina Winarta (140600144)


SEKRETARIS : Bernard (140600143)
ANGGOTA:
o Karisha Hanna S
(140600136)
o Juliana Fang
(140600137)
o Khairun Nisah
(140600138)
o Theresia Retta D.R.
(140600139)
o Jasmine
(140600140)
o Lady Ade Irma
(140600141)
o Dessy Apriliana Harahap
(140600142)
o Michelle Nathalie G
(140600145)
o Sherly Kurniawan
(140600146)
o Nia Veronica Sipayung
(140600147)
o Erlinda Agrianthy
(140600148)
o Nabila
(140600149)
o Istaria Iskandar
(140600190)
o Dina Hudiya Nadana L
(140600191)
o Rahmadita M. Tarigan
(140600192)
o Riezky Amalia Hesy N
(140600193)
o Intan Dyahtami Harahap
(140600194)
o Cut Siti Rahma F
(140600195)
o Juan Putra Pratama
(140600196)

SKENARIO
Seorang pasien perempuan 45 tahun datang dengan
keluhan sakit dan bengkak di pipi sebelah kiri. Hasil
anamnesis diketahui bahwa keluhan timbul tiba-tiba
disertai demam, tidak berkurang sejak 4 hari sebelumnya,
meluas sampai ke telinga kiri dan semakin bertambah
parah ketika mengunyah. Pasien memiliki riwayat pernah
mengalami keluhan di lokasi yang sama beberapa kali
selama 5 tahun belakangan. Pasien juga mengaku
menyikat giginya sehari sekali karena sakit dan pasien
juga memiliki kebiasaan suka mengunyah hanya pada
sisi kanan.

Pemeriksaan ekstra oral menunjukkan wajah asimetris,


terdapat pembengkakan yang difus pada sepertiga bawah
sebelah kiri dan ketika dipalpasi terasa keras ( Gambar A).
Pemeriksaan intra oral menunjukkan pembesaran dan eritema
pada muara duktus parotis sebelah kiri (Gambar B), ketika
dipalpasi keluar pus dan terasa sakit. Konsistensi saliva kental
dan keruh. Edentulous gigi 34, 35, 36. OHIS 4,8.

1. Jelaskan anatomi kelenjar saliva dan kelenjar saliva mana


yang terlibat kasus tersebut! (BO)
a. Kelenjar Saliva Mayor
i. Kelenjar Parotid Terbesar
Letak : Lateral wajah (preaurikula sampai ke
posterior mandibula dan berada dalam jaringan
subkutis)
Duktus : Stenson
Muara : Vestibulus oris pada lipatan antara
mukosa pipi dan gingiva m2 atas.

ii. Kelenjar Submandibularis kedua terbesar


Letak : di medial dan inferior ramus mandibula dan
di sekeliling muskulus mylohioid membentuk lobus
superfisial dan profunda.
Duktus : Wharton
Muara : sebelah lateral frenulum lingual dasar
mulut.
iii. Kelenjar Sublingualis terkecil
Letak : antara dasar mulut dan muskulus (anterior
glandula submandibularis)
Duktus : Bhartolin dan Rivinus
Muara : - Bhartolinsepanjang lipatan subligualis
- Rivinus duktus Whartoni

b. Kelenjar Saliva Minor


Jumlah kelenjar : sekitar 600-1000
Tersebar di daerah bukal, labium, palatum, serta lingual.
Suplai darah : dari arteri sekitar rongga mulut

Kelenjar saliva yang terlibat pada kasus adalah kelenjar parotid.


Pada kasus, pemeriksaan klinis pembesaran dan eritema muara
dukutus parotis kiri & OH buruk , mengunyah hanya sisi kiri
plak bakteri di kiri lebih banyak infiltrasi bakteri melalui duktus

2. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi saliva


yang menjadi kental ! (OM)
Faktor yang dapat mempengaruhi kekentalan saliva, antara
lain :
a. Faktor Mekanik
b. Faktor Neuronal
c. Faktor Psikis
d. Inflamasi Duktus
e. Kondisi Fisik Pasien
f. Radiasi
g. Obat Obatan

3. Jelaskan etiologi dan patogenesis kasus


tersebut ! (OM)
Etiologi
o Idiopatik
o Obstruksi mekanik karena abnormalitas kelenjar
saliva sehingga mengurangi produksi saliva
o Sjogren Syndrome
o Alergi
o Oral hygiene buruk
o Obat obatan
o Bakteri

Patogenesis
Saliva berkurang Self-cleansing berkurang
Penumpukan plak bakteri Kalsifikasi menjadi kalkulus
Penumpukan bakteri semakin banyak Inflamasi
saliva (lama) Penyumbatan duktus

4. Jelaskan bakteri yang berperan di dalam kasus


tersebut ! (BO)
Bakteri Utama :
o Bakteri Staphylococcus aureus
o Staphylococcus pyogens
o Streptococcus viridans
Bakteri pendukung :
o E.coli
o S. pneumonia
o H. Influenza

5. Jelaskan tahapan penegakkan diagnosis kasus


tersebut ! (OM)
i.

Anamnesis : identitas pasien, keluhan pasien dengan


sacred seven, riwayat medis, riwayat dental.
ii. Pemeriksaan klinis : ekstra oral dan intra oral
iii. Pemeriksaan penunjang :
o Sialografi
o CT Scan
o Sialoendoscopy
o Kultur bakteri aerob dan anaerob

6. Jelaskan diagnosis kasus tersebut ! (OM dan


Perio)
Sialadenitis Bakterial Kronis
= episode berulang sialadenitis akut yang berjalan dalam
waktu yang lama dengan tipe unilateral pada kelenjar
saliva mayor dan bersifat episodik.
o Sumbatan kronis berkurangnya serus acini atau
mukus pembentukan jaringan parut (fibrosis)
interstisial pada kelenjar aliran saliva sangat
berkurang
Periodontitis kronis
o Saliva : efek self-cleansing
o Kurangnya rangsangan pada sisi kiri efek selfcleansing regio kiri berkurang plak kalsifikasi
menjadi kalkulus

7. Jelaskan diagnosis banding kasus tersebut ! (OM)


Sjogren Syndrome : lebih parah
o Perbedaan : adanya symptom okular dan oral
o Pemeriksaan : histopatologi, radiografi ,
immunologik
Viral sialadenitis (mumps)
o Lebih sering pada anak-anak (usia <14 tahun)
o Tidak ada pus, malaise, menggigil, pembengkakan
bilateral atau unilateral.
o Pemeriksaan lebih lanjut antigen S dan V serta
antigen hemaglutination

Sialosis
o Bengkak pada pipi
o Umumnya pada kelenjar parotis
o Perbedaan dengan sialadenitis bakterial : faktor etiologi
sialosis idiopatik, tanpa peradangan dan bilateral.
o Sering karena obat-obatan
o Pemeriksaan penunjang : pemeriksaan hematologi
Sialolithiasis (salivary stone)
o Gambaran klinis : asimetris wajah, sakit bengkak, sering
pada kelenjar submandibularis.
o Pemeriksaan : radiografi baik sialografi, plain radiografi,
foto anterposterior atau film oklusal
Buccal sellulitis
o Gambaran klinis : bengkak pada pipi
o Penyebab : infeksi gigi bagian bukal

8. Jelaskan pengaruh kebiasaan mengunyah satu sisi


pada rongga mulut! (Perio)
Akibat mengunyah satu sisi:
i.
ii.
iii.
iv.
v.

sisi lain tidak mendapatkan efek self-cleansing


penumpukan plak kalkulus
Mukosa mulut terasa kering
Pencernaan terganggu karena kurangnya enzim
Karies, gingivitis, periodontitis, sialadenitis
bakterial
Gangguan pada sendi rahang sakit rahang
hingga kepala akibat otot mastikasi tidak
bekerja seimbang atrofi bagian yang tidak
digunakan kelainan TMJ rahang asimetris,
memperparah oklusi

9. Jelaskan rencana perawatan kasus tersebut ! (OM &


Perio)
Edukasi
Drainase pus
Pemberian antibiotik dan obat anti-inflamasi
Scalling
Parotidektomi (bila diperlukan)
Pembuatan protesa
Pemberian cairan asam untuk merangsang produksi
saliva
Obat analgesik
Instruksi