Anda di halaman 1dari 23

SUMBER AJARAN

ISLAM
KELOMPOK 3:

AZZA MUSLICHA

M. SANDY IRIANTO

LARASATI P

ANINDHITA V.J

ISMI I.Y

NARITA A.L

SUMBER AJARAN ISLAM ADALAH SEGALA SESUATU YANG MELAHIRKAN


ATAU MENIMBULKAN ATURAN YANG MEMPUNYAI KEKUATAN YANG BERSIFAT
MENGIKAT YANG APABILA DILANGGAR AKAN MENIMBULKAN SANKSI YANG
TEGAS
DAN
NYATA.
DENGAN DEMIKIAN SUMBER AJARAN ISLAM IALAH SEGALA SESUATU YANG
DIJADIKAN DASAR, ACUAN, ATAU PEDOMAN SYARIAT ISLAM.

SISTEMATIKA SUMBER AJARAN AGAMA


ISLAM
AL-QURAN

NORMA DAN NILAI

AL-SUNNAH
QIYAS

SUMBER AJARAN
AGAMA ISLAM

OPERASIONAL

IJMA

AL-RAYU
/IJTIHAD

ISTIHSAN
Mushalat

Murshalah
Sududz Dzariah,
dll

AL-QURAN
ETIMOLOGIS

DARI BAHASA ARAB YANG BERARTI BACAAN


(KARENA MERUPAKAN KITAB YANG WAJIB DIBACA
DAN DIPELAJARI) ATAU HIMPUNAN (KARENA
MERUPAKAN HIMPUNAN FIRMAN-FIRMAN ALLAH
SWT/WAHYU).

DEFINISI

TERMINOLOGIS

FIRMAN ALLAH YANG MENGANDUNG MUKJIZAT,


DITURUNKAN KEPADA RASUL MUHAMMAD SAW
DALAM BAHASA ARAB, TERTULIS DI DALAM
MUSHAF YANG DIAWALI SURAH AL-FATIHAH DAN
DIAKHIRI SURAH AN-NAS, DISAMPAIKAN SECARA
MUTAWATIR DAN MEMBACANYA BERNILAI IBADAH

Alquran sumber agama (juga ajaran) Islam pertama dan utama yang memuat
firman-firman (wahyu) Allah, sama benar dengan yang disampaikan oleh Malaikat
Jibril kepada Nabi Muhammad sebagai Rasul Allah sedikit demi sediki selama 22
tahun 2 bulan 22 hari, dari Mekah ke Medinah.
Sesuai dengan firman Allah SWT :

Artinya :
Dan Kami turunkan kepadamu Al-Quran, agar kamu menerangkan pada umat
manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka
memikirkan.
(QS. An-Nahl : 44)

Pokok-pokok kandungan dalam Alquran antara


lain:
1.Petunjuk mengenai akidah yang harus diyakini oleh manusia.
2.Petunjuk mengenai syariah yaitu jalan yang harus diikuti manusia dalam
berhubungan dengan Allah dan dengan sesama insane
3.Petunjuk tentang akhlak
4.Kisah-kisah umat manusia di zaman lampau
5.Berita tentang zaman yang akan datang
6.Benih dan Prinsip-prinsip ilmu pengetahuan.
7.Hukum yang berlaku bagi alam semesta.

Keutamaan-Keutamaan Al Quran
Al-Quran adalah Cahaya
Al-Quran adalah Petunjuk
Al-Quran Rahmat dan Obat
Al-Quran Menentramkan
Hati
Al-Quran dan Pahala Yang
Berlipat-Lipat
Al-Quran dan Syafaat

1. Hukum Itiqadiah

2. Hukum Amaliah

3. Hukum Khuluqiah

3 KOMPONEN
HUKUM
DASAR ALQURAN

1.Hukum Itiqadiah,yakni hukum yang mengatur hubungan rohaniah


manusia dengan Allah SWT dan hal-hal yang berkaitan dengan akidah/keimanan.

2.Hukum Amaliah, yakni hukum yang mengatur secara lahiriah hubungan


manusia dengan Allah SWT, antara manusia dengan sesama manusia, serta
manusia dengan lingkungan sekitar.

3.Hukum Khuluqiah, yakni hukum yang berkaitan dengan perilaku normal


manusia dalam kehidupan, baik sebagai makhluk individual atau sosial.

AL-SUNNAH

AL-SUNNAH = AL-HADITS ?

DARI SEGI SUBYEK (SUMBERNYA, YAITU RASULULLAH) DAN OBYEK


(PENULISANNYA) SERTA KEDUDUKANNYA SEBAGAI SUMBER HUKUM ISLAM
MAKA KEDUANYA MEMANG IDENTIK

TETAPI JIKA DILIHAT DARI SEGI MAKNA DAN ESENSINYA, MAKA KEDUANYA
MEMILIKI BEBERAPA PERBEDAAN

SUNNAH
ETIMOLOGIS

DEFINISI
TERMINOLOGIS

JALAN HIDUP YG DILALUI ATAU


DIBIASAKAN
SESUATU YANG DIDAPAT DARI NABI SAW
YG TERDIRI DARI UCAPAN, PERBUATAN,
PERSETUJUAN, SIFAT FISIK ATAU BUDI,
ATAU BIOGRAFI PD MASA SEBELUM
KENABIAN MAUPUN SESUDAHNYA
(AHLI HADITS)

1. SUNNAH SEBAGAI SUMBER


2. SUNNAH SEBAGAI STATUS HUKUM

HADIST
ETIMOLOGIS

DEFINISI
TERMINOLOGIS

KABAR/BERITA DAN BARU

SEGALA PERKATAAN, PERBUATAN, DAN


PERSETUJUAN NABI SAW YANG
BERKAITAN DG HUKUM (ULAMA USHUL
FIQH)

BERITA TENTANG SUNNAH NABI ATAU


CATATAN TTG SEGALA PERBUATAN,
PERKATAAN, DAN PERSETUJUAN NABI
SAW YANG BERKENAAN DG AJARAN
AGAMA ISLAM

HADIST
Al-Hadis adalah sumber kedua agama dan ajaran Islam. Sebagai sumber agama
dan ajaran Islam, al-Hadis mempunyai peranan penting setelah Al-Quran.
Ada 3 peranan al-Hadis terhadap al-Quran sebagai sumber agama dan ajaran Islam,
yakni sebagai berikut :
1.Menegaskan lebih lanjut ketentuan yang terdapat dalam al-Quran.
2.Sebagai penjelasan isi Al-Quran.
3.Menambahkan atau mengembangkan sesuatu yang tidak ada atau samarsamar ketentuannya di dalam Al-Quran.

AL-SUNNAH

FUNGSI

Bayan al-Taqrir (penjelasan memperkuat apa yang telah ditetapkan dalam AlQuran).
Dalam hal ini, hadis hanya berfungsi untuk memperkokoh isi kandungan Al-Quran.
Suatu hadis yang diriwayatkan muslim dari Ibnu Umar, yang berbunyi sebagai
berikut :


( )





Apabila kalian melihat (ruyah) bulan, maka berpuasalah, juga apabila melihat
(ruyah) itu maka berbukalah. (HR. Muslim)
Hadis ini datang men-taqrir ayat al-Quran di bawah ini yang artinya :
Maka barang siapa yang mempersaksikan pada waktu itu bulan, hendaklah ia
berpuasa... (QS. Al-Baqoroh [2]: 185)

Bayan al-Tafsir (menjelaskan dan menafsirkan ayat-ayat yang terdapat dalam AlQuran).
CONTOH : kita diperintahkan shalat, namun Al-Quran tidak menjelaskan
bagaimana tata cara shalat, tidak menerangkan rukun-rukunnya dan kapan waktu
pelaksanaannya. Semua ayat tentang kewajiban shalat tersebut dijelaskan oleh
Nabi Muhammad SAW dengan sabdanya :

( )

Sholatlah sebagaimana engkau melihat aku shalat. (HR. Bukhari)


Hadis ini menjelaskan bagaimana mendirikan shalat. Sebab dalam Al-Quran tidak
menjelaskan secara rinci. Salah satu ayat yang memerintahkan shalat adalah :
Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang
ruku'. (QS. Al-Baqoroh[2]: 43)

Bayan al-Tasyri (mewujudkan suatu hukum atau ajaran-ajaran yang tidak didapati dalam AlQuran hanya terdapat pokok-pokoknya (ashl) saja).
Hadits bayan at-tasyri ini merupakan hadits yang diamalkan sebagaimana dengan hadits-hadits
lainnya. Ibnu Al-Qayyim pernah berkata bahwa hadits-hadits Rasulullah Saw itu yang berupa
tambahan setelah Al-Quran merupakan ketentuan hukum yang patut ditaati dan tidak boleh
kitaa tolak sebagai umat Islam.
Suatu contoh dari hadits dalam kelompok ini adalah tentang hadits zakat fitrah yang berbunyi :



Artinya:
Rasulullah Saw telah mewajibkan zakat fitrah kepada umat Islam pada bulan Ramadhan satu
sukat (sha) kurma atau gandum untuk setiap orang, baik merdeka atau hamba, laki-laki atau
perempuan.
Hadits yang termasuk bayan Tasyri ini wajib diamalkan sebagaimana dengan hadits-hadits yang
lainnya.

Bayan al-Nasakh (menghapus, menghilangkan, dan mengganti ketentuan yang


teradapat dalam Al-Quran).
Salah satu contoh hadits yang biasa diajukan oleh para ulama adalah hadits :

Artinya :
Tidak ada wasiat bagi ahli waris.
Hadits ini menurut mereka me-nasakh isi Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 180
yang artinya :
Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda)
maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk ibu-bapak dan karib
kerabatnya secara ma'ruf, (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang
bertakwa.(QS:Al-Baqarah:180)

Macam-macam As-Sunnah:
a.Ditinjau dari bentuknya
1)Sunnah qauliyah, yaitu semua perkataan Rasulullah
2)Sunnah filiyah, yaitu semua perbuatan Rasulullah
3)Sunnah taqririyah, yaitu penetapan dan pengakuan Rasulullah
4)Sunnah hammiyah, yaitu sesuatu yang telah direncanakan akan dikerjakan tapi tidak sampai dikerjakan
b.Ditinjau dari segi jumlah orang-orang yang menyampaikannya
1)Mutawatir, yaitu yang diriwayatkan oleh orang banyak
2)Masyhur, diriwayatkan oleh banyak orang, tetapi tidak sampai (jumlahnya) kepada derajat mutawatir
3)Ahad, yang diriwayatkan oleh satu orang.

c.Ditinjau dari kualitasnya


1)Shahih, yaitu hadits yang sehat, benar, dan sah
2)Hasan, yaitu hadits yang baik, memenuhi
pembawaannya yang kurang baik.
3)Dhaif, yaitu hadits yang lemah
4)Maudhu, yaitu hadits yang palsu.

syarat shahih, tetapi dari segi hafalan

IJTIHAD
Ijtihad berasal dari kataijtihadayang berarti mencurahkan tenaga dan pikiran atau bekerja
semaksimal mungkin. Sedangkan ijtihad sendiri berarti mencurahkan segala kemampuan berfikir
untuk mengeluarkan hukum syari dari dalil-dalil syara, yaitu Alquran dan hadist. Hasil dari ijtihad
merupakan sumber hukum ketiga setelah Alquran dan hadist. Ijtihad dapat dilakukan apabila ada
suatu masalah yang hukumnya tidak terdapat di dalam Alquran maupun hadist,
Macam-macam ijtidah yang dikenal dalam syariat islam, yaitu
1)Ijma
2)Qiyas
3)Istihsan
4)Mushalat Murshalah
5)Sududz Dzariah
6)Istishab.
7)Urf

KEDUDUKAN IJTIHAD
Berbeda dengan al-Quran dan as-Sunnah, Ijtihad sebagai sumber hukum Islam yang
ketiga terikat dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Yang ditetapkan oleh Ijtihad tidak melahirkan keputusan yang absolut, sebab
Ijtihad merupakan aktivitas akal pikiran manusia yang relatif. Sebagai produk pikiran
manusia yang relatif, maka keputusan Ijtihad pun relatif.
2. Keputusan yang diterapkan oleh Ijtihad mungkin berlaku bagi seseorang, tetapi
tidak berlaku bagi orang lain. Berlaku untuk satu masa / tempat, tetapi tidak berlaku
pada masa / tempat yang lain.
3. Keputusan Ijtihad tidak boleh bertentangan dengan al-Quran dan as-Sunnah.
4. Berijtihad mempertimbangkan faktor motivasi, kemaslahatan umum,
kemanfaatan bersama dan nilai-nilai yang menjadi ciri dan jiwa ajaran Islam.
5. Ijtihad tidak berlaku dalam urusan Ibadah Makhdah.

HASIL IJTIHAD

Fatwa
(Keputusan bersama para ulama dan
ahli agama yang berwenang untuk
diikuti seluruh umat).

THANK YOU..