Anda di halaman 1dari 41

Dr.

Faiza Munabari

Sangat informative dalam menunjang


diagnosa penyakit renal (pre renal dan post
renal)
Bahan pemeriksaan yang mudah didapat
Cara pemeriksaan relatif sederhana

Urin segar (fresh urin )


Dianjurkan urine pertama pagi oleh karena :
- banyak mengandung bahan pelarut
- Ph terendah sebagai pengawet
- variasi volume dari 1 orang dengan yang
lain sedikit.

Hasilnya sebanding dengan biopsi


Jika tidak segera dilakukan sedimen urin
harus diawetkan.
Dengan cara dimasukan lemari es
Menambah pengawet : Toluen (terbaik &
memberi lapisan diatas urin sehingga tidak
terjadi kontaminasi), thymol kristal,
formalina (40%) hanya untuk pengawet
bahan berbentuk serbuk

Air (1200-1500 cc)


Bahan padat 60 gr/24 jam urin:
35 gr organic : urea, uric acid, creatinine, dll
25 gr anorganik : chlorida, phosphate,
sulphate, amoniak, dll

Protein
Karbohidrat
Hemoglobin
Bilirubin
Dll
Hormon : HCG dan Chorio carcinoma

Cleaned voided mid steam


Catherisasi
Suprapubic
Container (tempat)
Bersih kering
Jika perlu untuk cultur harus steril

Jumlah
Warna
Bau
Buih
Kejernihan
PH
Bj

Protein
Glukosa
Bilirubin
Urobilin
Keton bodies
dll

Eritrosit
Lekosit
Ephitel
Torak
Cylinder
Cast
kristal

Spermatozoa
Parasit Trycomonas
Yeast
Tissue
Debris
dll

1.
2.

N= 1200 -1500 cc/hr (dewasa)


750 1200 cc/hr (anak)
Oliguria : < 500 cc/hr
definitif oliguria : Anuria : 30 cc/hr
- pada kasus : Diare /muntah muntah yang
berat.
- febris kurang cairan
- gangguan Ginjal
- payah jantung
- Uremia

Produksi urin bertambah dan sering kencing


Didapat pada :
Banyak intake cair
Absorsi cairan oedemia
Kegagalan ginjal menahun
Dingin , gelisah.
Diabetes insipidus ( 2-5 L/hr)
Diabetes Melitus

N: kuning seperti jerami, oleh karena


urobilin.
Encer lebih pucat, kental lebih kuning.
Warna non patologis:
Kuning : carotene, santonin, atebrin,
ribloplavin, pyridium
Hijau : acriflavin
Biru : metilin blue, cupri sulfat.
Merah : phenol phtalein, mercuri chrome,dll

Kuning kecoklatan : bilirubin


Merah coklat : urobilin dan porpyrine
Merah dengan kabut coklat : darah dan
hemoglobin
Coklat kehitaman : asam homogentisik
(alkaptonuria)
Milky (spt susu) : chiyle

Urine dikocok ada buih


Adanya protein buih meningkat.
N: buih warna putih
Kuning : bilirubin, phenillazodia minopyridin

N: urin jernih
Dibiarkan lama akan keruh oleh karena
proses bakterial timbul garam2 alkali dan
pertumbuhan kuman

Posphat Amorf:
- endapan putih pada urin
- dengan pemanasan hilang
- tidak mempunyai arti klinis
- makin alkalis makin besar
Darah : merah berkabut
Kuman : kekeruhan tetap walaupun
disaring/ dicentrifus, pada GO nampak
benang2 halus

Urat Amorf :
- warna kuning coklat
- pada urin asam
- pada pemanasan hilang
Nanah ( pus ):

Seperti susu
Hilang setelah disaring
Makin asam kekeruhan bertambah

Normal :
- dipengaruhi makanan
- asam asam yang mudah menguap
- dibiarkan menguap, bau keras oleh karena
ammonia .
Penderita DM :
- manis, aceton
Perforasi usus ( vesico rectal fistule)
- busuk seperti abses
- urin bau busuk mencurigakan adanya infeksi

Urin disimpan bersifat Alkalis


Proses bacterial ureum : ammonia
Urin asam :
- DM, Acidosis , starvation, diarhoea, febris.
Alkalis :
- muntah muntah
- alkalosis
- infeksi saluran kencing

N :1,015 1,020 (1,003 1,030)


Dipengaruhi:
- bahan bahan yang terlarut
- protein, glukosa, obat contras
Kegunaan kekeruhan BJ:
1. Diagnosa test fungsi tubuli, pada GGK
menahun BJ = 1,010

2. DDX : anuria / oliguria


dehidrasi : BJ tinggi
GGK : Bj rendah ( isostenuria)
3. Monitoring terapi cairan :
Bj masih tinggi pemberian carian kurang
BJ urin < 1,008 = hypostenuria
- Dibetes Inspidus
- gangguan jiwa(compulsive water
dringking)

Protein:
-protein urea
-protein urea menyatakan albumin dan
globulin
Non patologis :
Ortostatic peroteinuria
Kontak udara atau air dingin lama
Setelah makan protein meningkat
Masa masa akhir kehamilan
Setelah latihan berat
1.

Gangguan fungsi nefron.


Penyakit penyakit ginjal primer( akibat
kerusakan ginjal)
- mikrocystic diasease
- Neoplasma
- Nephritis
Penyakit diluar ginjal yang mempengaruhi
ginjal:
- febris tinggi, SLE, heart failure.

Fraksi globulin
BM : 40.000 50.000
Menggumpal pada suhu 45 60 C
Larut kembali pada suhu kamar dan suhu
mendidih

Penunjang Dx Diabetes Melitus


Sebagai tes penyaring
Sebagai follow up pengobatan DM
N: glukosa dalam urin 25mg/dl tidak
terdeteksi dengan cara cara penentuan
biasa,
Test glukosa + disebut GLUCOSURIA
Konfirmasikan dengan test darah karena
tidak setiap glucosuria sama dengan DM

Kehamilan
Nephrotic Syndrome
Penyakit endokrin lain:
- hyperpiturisme
- Tyrotoxicosis
- Cushing Syndrome
- phacochromacytoma
Setelah injeksi adrenalin

N: 180 mg%
Usia lanjut
Macam2 metode penentuan glukosa dalam
urin: dari tes reduksi sampai enzimatik yang
paling spesifikasi , Hexokinase.
Test lain yang mempengaruhi oleh:
Reduktor non glukosa:
- Saligilat, vit C , PABA, Camphor ,
amidopyrine, chlora Hydrat, dll

Fruktosa
Galactosa
Lactosa
Pentosa
dll

Keto bodies : aceton, diaceic acid, beta OH


Butirie acid.
Keto bodies terjadi akibat metabolisme dari
lemak.
Ketonuria ditemukan pada:
1. penderita DM = Diabetik ketonuria
ketonuria + pd DM dapat menyebabkan
koma Diabetikum
Sering pada Juveniele DM
Jika penderita DM dengan ketonuria ibu hamil
dapat terjadi IUFD (intra Uterine Feethal Death)

2. Non diabetik Ketonuria


- setelah kontak hawa dingin yang lama
- starvation
- pada penyakit penyakit tertentu :
Eclampsin, Hyperemesis gravidarum,
penyakit Von Gierke (Glykogen Starage
Diasease) energi bukan dari pemecahan
glycogen tapi dari lemak, sisa
metabolismenya menjadi KETOBODIES

Berasal dari pemecahan HB dalam jaringan


RES
Dalam darah terikat albumin masuk dalam
hati mengalami proses konjugasi dengan
GLUCORONIC ACID bilirubin glucoronat
( conjugated bilirubin) dikeluarkan dalam
kandung empedu dikeluarkan dalam usus
halus , diubah menjadi STERCOBILINOGEN
(UROBILINOGEN) yang memberi warna
kuning pada feses / urin ( sebagian kecil )

Tekanan intra canaliculer meningkat


Dapat oleh karena :

obstruksi saluran empedu


Keradangan peri portal
Pembengkakan sel sel hati
Kerusakan sel hati

Sebagai pemeriksaan rutin


Deteksi dini jaundice. Bilirubin sudah terjadi
warna kuning di sekitar mata/ mukosa (+)
DDx jaundice :
penyebabnya proses haemolytic
bilirubinuria(-)
parenchymatous jaundice
obstructive jaundice
Deteksi jaundice yang lain

N: dalam urin 0,5 4 mg/24 jam


Pada kerusakan sel hati urobilinogen
meningkat dalam urin
Obstruksi total saluran empedu
stercobilinogen/ urobilinogen (-)
hemolityc

- bill dalam plasma meningkat


- urobilinogen (+) meningkat dalam urin

N : (-)
Pada proses hemolitic terjadi hemoglobinuria
(oleh karena jaringan tidak mampu
metabolisme). Jika kadar > 100 mg% maka akan
terjadi hemoglobulinuria.
Hb urea timbul jika terjadi proses hemolitik :
Intravaskuler :
- congenital hemolytic
- missmated transfusion
- paroxysmal nocturnal
- hemoglobulinuria (PNH)

Ekstravaskuler
- combusio
- hematom luas
- mismatch transfusion
- black water fever
Pemeriksaan dengan :
- Guaiae test
- Occultest table
- hemastix test

Syarat:
Urin segar dan tercampur dengan baik dan
rata
Bila tidak segera diperiksa urin dapat dibagi
2, satu bagian untuk pemeriksaan kimia dan
yang lain diberi pengawet untuk sedimen.
Dianjurkan urin pertama pagi oleh karena:
- banyak bahan terlarut
- ph rendah sebagai pengawet
- BJ terbaik = 1,018

Urin pagi pertama


Aduk merata
Ambil 8 cc putar 2000 rpm selama 5 menit
Buang supernatan sisakan - 1 cc
resuspensi
Teteskan pada obyekglas , tutup dengan
cover glas
Amati dibawah mikroskop objek 10 x
Lakukan perhitungan dengan 40x, 10
lapang pandang dan dibuat rata2

Bahan bahan
berbentuk:
- eritrosit
- lekosit
- epitel
- torak / cast/
cylinder
- kristal kristal

Lain lain:
- spermatozoa
- parasit
- benda asing
- tissue debris
- yeast/ ragi
- amorf

N : 0 jarang
Eri tersebut masuk melalui proses diapedesis.
Bila jumlah eri meningkat disebut HEMATURIA
(gross hematuria mikroskopic hematuria)
Berbeda dengan darah tepi (biconcave) pada
sedimen bentuk globuller kadang kadang
Erenated, warna kehijauan .
DDX: butir butir lemak : indeks bias LB tinggi,
sudan III (+) , sel ragi/ yeast : double contour,
asia budding.