Anda di halaman 1dari 35

Anastesi Spinal pada Pasien Appendisitis

dengan Ventrikel Ekstra Sistol Bigemini

Oleh :
Yessy Paramita
Pembimbing :
dr. Desy Januarrifianto, SpAn

IDENTITAS PASIEN
Nama

: Ny. WM

Umur

: 49 tahun

Jenis Kelamin

: Perempuan

Ruang

: Matahari Dua

No RM

: 009485xx

Dokter Bedah : dr. Andoko, SpB


Dokter Anestesi

: dr. Desy Januarrifianto, SpAn

ANAMNESIS
Keluhan Utama :

Nyeri perut sejak 1 hari SMRS

Riwayat Penyakit Sekarang

Os datang ke RS dengan keluhan nyeri perut hebat yang


mendadak sejak + hari SMRS. Pasien juga mengeluhkan demam,
mual dan muntah 1 hari SMRS, serta tidak nafsu makan. Keluhan
seperti ini dirasakan sudah 1 bulan terakhir tapi hilang timbul

Riwayat Penyakit Pasien

Riwayat penyakit diabetes mellitus, hipertensi, asma, jantung,


hepatitis disangkal oleh pasien.

Riwayat Penyakit Keluarga


Riwayat keluarga menderita sakit yang sama disangkal.
Hipertensi, diabetes mellitus, asma disangkal.
Riwayat Psikososial
Pasien tidak merokok, tidak minum alkohol. Pasien jarang
olahraga rutin.
Riwayat Pengobatan
Pasien sedang tidak mengkonsumsi obat-obatan rutin
apapun

Riwayat Alergi
Riwayat alergi obat, makanan, debu, dingin disangkal.
Riwayat Operasi
Riwayat operasi sebelumnya disangkal oleh pasien.
Riwayat Lain-lain
Pasien tidak menggunakan alat bantu dengar dan tidak memakai gigi
palsu. Pasien belum pernah melakukan pemeriksaan HIV
Puasa
Pasien mengaku tidak makan dan minum sejak 6 jam sebelum
operasi

Tidak ada batuk, demam, pilek

Nyeri dada, sesak nafas,

Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum
Kesadaran

: Tampak sakit sedang

: Composmentis (E4, V5, M6)

Tanda Vital :
TD
: 120/80 mmHg
N : 80 x/mnt
RR
: 16 x/mnt

Antropometri

: BB 50 kg

TB 155cm
IMT = 20,81 (normoweight)

Pemeriksaan Fisik
Status Generalis
Kepala : Normochepal, rambut hitam
Mata

: CA (-/-), SI (-/-), pupil bulat isokor (3mm/3mm)

Hidung

: Deviasi septum (-), epistaksis (-)

Mulut

: Mukkosa bibir kering, mallapati II

Pemeriksaan Fisik
Status Generalis
Leher : Pembesaran KGB (-), pembesaran kelenjar tiroid(-), leher
pendek(-), gangguan mobilisasi leher (-)
Thorax
Pulmo : Simetris, tidak ada retraksi, palpasi focal fremitus ka = ki,
perkusi sonor ka = ki, auskultasi vesikuler (+/+) wh -/-, rhonki (-/-)
Cor : Ictus cordis tidak terlihat, BJ I dan II normal, murmur (-),
gallop (-).
Abdomen : Supel, auskultasi BU (+) , perkusi timpani di seluruh
lapang abdomen, palpasi NT (+)
Ekstremitas : Akral hangat, CRT < 2 detik, edema (-/-)

PEMERIKSAAN LAB (30 Agustus 2016)


Pemeriksaan

Hasil

Satuan

Nilai rujukan

Hemoglobin

11,9

g/dL

11,7-15,5

Jumlah leukosit

6,22

ribu/L

4.50-13.00

Jumlah trombosit

358

ribu/L

154-442

Hematokrit

37

35-47

Eritrosit

4,47

10 ^6/L

4.4-5.9

MCV/VER

77 (L)

fL

80-100

MCH/HER

25 (L)

Pg

26-34

MCHC/KHER

32

g/dL

32-36

Hematologi

Faal hemostasis
Masa pendarahan

3.00

Menit

1.00-3.00

Masa pembekuan

5.00

Menit

4.00-6.00

Ureum darah

21

Mg/dL

10-50

Kreatinin darah

0,9

Mg/dL

<1,4

Kimia klinik

Hepatitis
HBsAg

(-) Negatif

(-) Negatif

Asesment pra induksi


Diagnosis pra-bedah
: Appendisitis
Jenis Pembedahan : Appendictomy
Jenis Anestesi
: Regional anestesi
Tehnik Anestesi
: Spinal

Persiapan
Anestesi
Dilakukan asesmen pre anestesi kepada pasien
Dilakukan pemeriksaan kembali identitas pasien, persetujuan
operasi, lembaran konsultasi anestesi, obat-obatan dan alatalat yang diperlukan
Mengganti pakaian pasien dengan pakaian operasi
Jalur intravena terpasang dari ruangan, Infus dengan RA
500ml
Pasien dibaringkan di meja operasi dengan posisi telentang
Manset tekanan darah terpasang di tangan kiri, pulse
oxymeter terpasang di digiti IV manus sinistra, elektroda EKG
terpasang.
BB : 55 Kg
TD : 150/80 mmHg
N : 80 x/m
RR : 16 x/m
T : 36,2 oC
- Status Fisik ASA : 3

Tatalaksana Anestesi

Pre Operatif
Setelah dilakukan pemasangan alat monitoring tanda
vital :
Ditemukan ventrikel ekstra sistol pada hasil rekam
jantung

Induksi
Aritmia

: Amiodaron 150mg iv

Premedikasi : Sedacum 2,5 mg; Fentanyl 0,005mg


Pasien diposisikan duduk, kemudian dilakukan perabaan pada kedua krista
iliaka untuk menentukan tempat penyuntikan obat anestesi spinal
Sterilkan daerah tempat penyuntikan dan sekitarnya menggunakan
betadin dan alcohol
Dilakukan penyuntukan pada tulang punggung lumbal 3-4, anestesi spinal
menggunakan Bupivacaine 20mg
Hipertensi

: Catapres

Nilai refleks bulu mata


Berikan O2 dengan Face mask 3 liter/menit
Amati tanda vital pasien
Tunggu Trias Anestesi tercapai

INTRA OPERATIF
Jenis pembedahan : Appendectomy
Mulai anestesi : 08.40
Mulai operasi : 08.55
Jenis anestesi : Regional anestesi
Premedikasi : Sedacum 2,5mg. Fentanyl 0,05mg
Medikasi :
1. Sedacum
2. Amiodaron
3. Bunascant (Bupivacaine)
4. Catapres
5. Fentanyl
6. Ondancentron
7. Ketorolac
8. Tiaryt
9. Clopedin (Petidine HCl)

INTRA OPERATIF
Maintenance
: O2 4L/menit
Respirasi
: Spontan
Posisi
: Terlentang
Infus durante operasi : Ringer Asetat 500ml
Perdarahan
: 5ml
Selesai operasi : 09.25
Lama pembedahan : 30 menit
Catatan
: VES bigemini Tiaryt 150mg iv

Kebutuhan Cairan
Maintenance
BB : 50 kg
10 kg I : 10 x 4 cc/kgBB/jam = 40 cc/jam
10 kg II : 10 x 2 cc/kgBB/jam = 20 cc/jam
Sisanya 30 x 1 cc/kgBB/jam

= 30 cc/jam

Total = 90 cc/jam
Puasa
6 jam x maintenance = 6 jam x 90 cc/jam = 540 cc
Stress Operasi
Operasi sedang (6cc/kgBB/jam)
: 6 cc x 50 = 300cc/jam

Pemberian cairan
Jam I : puasa + maintenace + stress operasi
: ( x 540) + 90 cc/jam + 300 cc/jam
: 660 cc
Jam II : puasa maintenance + stress operasi
: ( x 540) + 90 cc/jam + 300 cc/jam
: 525 cc
Total kebutuhan cairan :
= Jam I + jam II + perdarahan + urin output
= 550 cc + 525 cc + 5 cc + (-)
= 1080 cc

Pasca Anestesi :
Pasien dipindahkan ke Recovery Room,
diberikan O2 3 liter / menit, monitoring tanda
vital dan scoring pemulihan.

8/10

Post - operatif
Pasien dipindahkan ke ruang pemulihan
Pasien dapat bernafas spontan
Obervasi aktivitas motoric, pernafasan, dan
kesadaran (8/10)
Pasien dipindahkan ke ruangan dengan instruksi
pasca anestesi :

IVFD RL 1500 cc/24jam


Ketorolac 3x30 mg iv
Ondancetron 3x4m mg iv
Tirah baring 6 jam post op

ANALISA KASUS
Perempuan, 49 tahun. Rencana operasi appendectomi, dengan
ASA II karena pasien
Dilakukan regional anestesi , teknik anestesia spinal anestesi
setinggi L III- IV jarum No. 26 liquor (+) jernih Lama
pembedahan : 30 menit

PEMBAHASAN

Anamnesis

Pada anamnesis penting untuk mengetahui apakah ada halhal yang perlu mendapat perhatian khusus, misalnya alergi,
mual muntah, nyeri otot, gatal-gatal atau sesak nafas pasca
bedah

Pemeriksaa
n Fisik

Keadaan gigi geligi, tindakan buka mulut, lidah relative besar


sangat penting untuk mengetahui apakah akan menyulitkan
tindakan laringoskopi intubasi
Kesadaran apsien komposmentis, konjungtiva tidak anemis,
sclera tidak ikterik, mukosa bibir lembab, suara nafas
vesicular di, dan derajat mallapati II, status gizi normoweight

Pemeriksaa
n Penunjang

Pemeriksaan penunjang yang dianjurkan sebagai persiapan


ore operasi adalah Hb, leukosit, masa perdarahan dan masa
pembekuan

Masukan Oral

Teori
Semua pasien yang
dijadwalkan untuk dioperasi
harus dipantangkan dari
masukan oral atau
dipuasakan selama periode
tertentu. Pada pasien
dewasa umumnya
dipuasakan 6-8 jam, anak
kecil 4-6 jam, dan pada bayi
3-4 jam

Kasus
Pasien dalam kasus ini
mengaku tidak makan
dan minum selama 6 jam
sebelum operasi,
dianggap puasa selama 6
jam untuk kepentingan
operasi, pasien menjalani
anestesi spinal

Pre Medikasi

Teori
Pemberian obat 1-2 jam
sebelum induksi anestesi
dengan tujuan untuk
melancarkan induksi,
rumatan dan bangun dari
anestesi

Kasus

Pada pasien dalam kasus


diberikan premedikasi
Fentanyl dan sedacum

Anestesi Spinal
Teori
Analgesia spinal
(intratrakeal, intradural,
subdural,subaraknoid) ialah
pemerian obat anastesi local
ke dalam ruanga
subaraknoid. Anestesi spinal
diperoleh dengan cara
menyuntikan anestetik local
kedalam ruang subaraknoid

Kasus
Obat yang digunakan
dalam anestesi ini adalah
Bupivacaim. Mula kerja
dari Bupivacain ialah
lambat dibandingkan
dengan lidokain, tetapi
lama kerja hingga 8 jam.
Setelah suntikan kaudal,
epidural atau infiltrasi,
kadar plasma puncak
dicapai dalam 45 menit
kemudian menurun
perlahan-lahan dalam 38jam

Analisis Kasus
Teori

Kondisi tekanan darah


tinggi dan dapat
mengakibatkan kondisi
lain seperti penyakit
jantung.

Kasus

Pada pasien ini sebelum


dilakukan pembedahan
memiliki tekanan darah
150/80 mmHg, termasuk
dalam hipertensi stage 1.
Dan pasien diberikan
Catapres sesaat
dilakukan anestesi.

Analisis Kasus
Teori
Ventrikel
Ekstra Sistol (VES)

Adalah gelombang ventrikel


yang tiba-tiba muncul pada
gelombang sinus. Ini muncul
karena pacemaker ventrikel
tiba-tiba lebih kuat dari NSA
dalam memproduksi impuls
listrik. Jika ada Ekstra Sistole
yang muncul, dimana R dari
Ekstra Sistol tersebut berada
di gelombang T sebelumnya,
maka ini disebut fenomena R
on T.
Ventrikel Ekstra Sistol
Bigemini adalah, setiap satu
kompleks normal diikuti satu
VES.

Kasus

Obat yang digunakan pada pasien


ini adalah amiodarone. Obat antiarrhythmic yang mempengaruhi
irama detak jantung. Amiodarone
digunakan untuk membantu
menjaga jantung berdetak dengan
normal pada orang yang memiliki
gangguan irama jantung tertentu
pada bilik jantungnya (bilik
jantung yang lebih kecil yang
membiarkan darah mengalir keluar
jantung)

TERIMA KASIH