Anda di halaman 1dari 79

PENGETAHUAN

PERALATAN
PRODUKSI MIGAS

1. Peralatan Atas Permukaan (Surface


Equipment)
Terdiri Dari :
A. Well Head (Kepala Sumur)
B. X - Mastree (Silang Sembur)
C. Peralatan Proses Produksi
2. Peralatan Bawah Permukaan (Sub Surface
Equipment)

Terdiri Dari :
A.Casing
B.Tubing, Sambungan/Coupling
C.Packer (Penyekat Annulus)
D.Peralatan Metoda Produksi. Flowing, Gas
Lift, Sucker Rod, Esp
E.Formation Completion
3

2. PERALATAN BAWAH PERMUKAAN (SUB


SURFACE EQUIPMENT)

TERDIRI DARI :

A.CASING
B.TUBING, SAMBUNGAN/COUPLING
C.PACKER (PENYEKAT ANNULUS)
D.PERALATAN METODA PRODUKSI.
FLOWING, GAS LIFT, SUCKER ROD,
ESP
E.FORMATION COMPLETION

PERALATAN ATAS PERMUKAAN


(SURFACE EQUIPMENT)

TERDIRI DARI :
A. WELL HEAD (KEPALA
SUMUR)
B. X - MASTREE (SILANG
SEMBUR)
C. PERALATAN PROSES
PRODUKSI

A. WELL HEAD (KEPALA SUMUR)

Well head atau kepala sumur adalah :

Kumpulan atau susunan beberapa


casing head dan tubing head yang
dipasang dan digunakan pada suatu
sumur
Fungsi Well Head :

Tempat kedudukan BOP / PSL saat


program pengeboran
Kedudukan X-mastree saat sumur
migas siap diproduksikan
6

Gambar :
Well head untuk
7
kedudukan BOP

TUBING
MANOMETER
MANOMETER COCK
TOP CONNECTION

TOP
VALVE

WING
VALVE
TUBING
VALVE
BEAN HOLDER

MASTER VALVE
CASING MANOMETER

TUBING
HEAD SPOOL
CASING VALVE
FLOWLINE
CELLAR
CHECK VALVE
BOTTOM
FLANGE

Gambar :
Well head tempat
8
kedudukan X-

KEGUNAAN WELL HEAD YANG LAIN


ADALAH :

Tempat menggantung casing


(pada casing hanger)
Meniadakan hubungan dengan
annulus, antara casing yang satu
dengan lainnya dengan bantuan
seal assembly
Tempat bergantungnya tubing
Sebagai sarana pekerjaan killing
job, melalui saluran kill line dan
choke line pada sumur yang sudah

SPEC 6A SPESIFICATION
FOR WELL HEAD EQUIPMENT
MWP
(Psi)

900
2000
3.000
5.000
10.000
15.000
20.000

PRESSURE
SERIE API Hydrostati
s TEST
300
600
900
1.500
2,500
-

1.440
4.000
6.000
15.000
22.000
10

11

TUBING
HANGER
TUBING
HEAD (10 X
6)
SEAL
ASSEMBLY
CASING
HANGER
CASING
SPOOL 16 x
10

16 BOTTOM FLANGE
16 SURFACE CASING
10 INT. CASING
7 PRODUCTION
CASING
2 7/8 TUBING

SUSUNAN
WELL HEAD
16 X 10 X
12
7

Bagian-bagian Well
Head

1. Top Flange (Flensa atas)

Merupakan flensa penutup sumur


Merupakan penurun ukuran (reducer)
dari ukuran besar ke ukuran yang lebih
kecil (dari flensa 10 - 6)
2. Tubing Head

Merupakan tempat bergantungnya


tubing
Meniadakan hubungan antara
annulus casing dengan tubing.

14

TUBING HEAD
Top Flange
Lock Screw
Tubing
Hanger
Side Outlet

Seal

Bottom
Flange

Prod. Casing
Tubing

Seal Ring
Grove

15

TUBING HEAD DOUBLE STRING


CLAMP

API UPSET

PACKING
SLIPS

BONNET

TUBING 2 3/8

16

Circulating
Device

Packer

Blast Joint

Circulatin
g Device
Packer

Gambar :
Dual Completion Double
String - Double Packer
17

Gambar: Triple String Steam Injector Wellhead

18

1 Top

Plug
Conection

4. Tubing
Head

2. Mandrel

6.
Tubing
Hanger

5. Tubing

3. Bottom Plug
Conection

Gambar :
ESP
Tubing
19
Head

3. TUBING HANGER
BAGIAN TERATAS DARI RANGKAIAN TUBING

DISAMBUNG PADA PENGGANTUNG TUBING


ATAU TUBING HANGER
TUBING HANGER DIPASANG PADA TUBING
HEAD.
4. CASING HEAD (KEPALA SELUBUNG)
CASING HEAD MERUPAKAN PERANGKAI
YANG MENGHUBUNGKAN RANGKAIAN CASING
PERTAMA
MEMBERIKAN HOUSE ASSEMBLY DAN SEAL
GUNA MELETAKKAN CASING HANGER AGAR
ANNULUS TERISOLASI.
20

TUBING HANGER
TYPE
BOLD

Seal

Back Pressure Valve

Seal ring

Tread
Body

API
External
Upset
tread

Valv
e
Sprin
g
stem

Tubing hanger Back


Pressure valve Tread

TYPE FLANGE

21

5. CASING OUTLET VALVE


PADA METODA SEMBUR ALAM JUMLAH
KATUP YANG DIPASANG UMUMNYA 1
(SATU) BUAH.
KATUP TERSEBUT JUGA DISEBUT KATUP
SONOLOG, KARENA KATUP TERSEBUT
DIGUNAKAN SAAT MELAKUKAN
PENGUKURAN FLUID LEVEL DIDALAM
ANNULUS
22

CASING SPOOL
1. TOP FLANGE
2. SIDE OUTLET

3. BIT PILOT
4. BOTTOM FLANGE

8. PLASTIC 7. RING GROOVE


PACKING PORT

6. SEAL RING

5. HIDRAULIC
PRESSURE TEST PORT

23

MANUAL CASING HANGER


Lock screw

Seal

Slip

24

Seal/ring
External lock
screws
Slip

25

X-MASTREE (SILANG SEMBUR)


MERUPAKAN SUSUNAN VALVE DAN
FITTING
DIPASANG DIATAS TUBING HEAD
SELAIN UNTUK PENGAMAN SUMUR,
JUGA
UNTUK MENGATUR PRODUKSI
DICIRIKAN DENGAN JUMLAH SAYAP
(WING)
JEPITAN DIPASANG PADA RUMAH
JEPITAN (CHOKE HOUSING)

26

SUSUNAN X-MASTREE
(KATUP INDUK) MASTER VALVE.
KATUP INDUK MERUPAKAN KATUP
GESER
ATAU GATE VALVE YANG DIPASANG
SECARA TEGAK.
KATUP INI MERUPAKAN KATUP UTAMA
BILA DIADAKAN PENUTUPAN SUMUR.
27

TUBING
MANOMETER
MANOMETER COCK

GAMBAR :
SUMUR FLOWING DOUBLE
WING

TOP CONNECTION

TOP
VALVE
WING VALVE
TUBING VALVE
BEAN HOLDER

MASTER VALVE
CASING
MANOMETER

TUBING HEAD
SPOOL
CASING VALVE
FLOWLINE
CELLAR
CHECK VALVE
BOTTOM
FLANGE

28

MANOMETER.
PADA WELL HEAD DAN SILANG SEMBUR
TERDAPAT
DUA ALAT UKUR TEKANAN (MANOMETER)
UNTUK MENGUKUR TEKANAN CASING (PC)
TEKANAN TUBING (Pt).
KATUP SAYAP (WING VALVE).
TERLETAK SEBELAH CHOKE HOUSING ATAU
BEAN BOX
MERUPAKAN KATUP PENJURUS ALIRAN,
APAKAH ALIRAN DILEWATKAN KE SAYAP KIRI
ATAU SAYAP KANAN.
29

TOP VALVE/SWAB VALVE


KATUP SWAB MEMPUNYAI UKURAN SAMA
BESAR DENGAN UKURAN KATUP INDUK.
SANGAT BERGUNA SEWAKTU PEKERJAAN
SWABING ATAU PERAWATAN SUMUR.
TOP CONNECTION

MERUPAKAN PENGHUBUNG ALAT


UNTUK MEMASUKKAN SESUATU
KEDALAM SUMUR
MERUPAKAN TURUNAN DARI 3 ATAU
30
2 KE UKURAN .

FUNGSI BEAN / CHOKE


a)MENGATUR LAJU PRODUKSI (Q)
b)EFEK SAMPING DARI PERUBAHAN
DIAMETER CHOKE ADALAH TEKANAN
TUBING (Pt) DAN TEKANAN ALIR
DASAR SUMUR (Pwf)
31

JENIS CHOKE DIBAGI 2 (DUA) ;


1. POSITIVE CHOKE
2. ADJUSTABLE CHOKE

a) DIAMETER ORIFICE DAPAT DIATUR


b) MERUPAKAN KATUP JENIS JARUM
(NEEDLE)
c) MENGATUR BESAR KECILNYA CHOKE
DILAKUKAN TANPA MEMBONGKAR
CHOKE HOLDER
d) UKURAN CHOKE DINYATAKAN PER 64
32
(/64)

33

2. PERALATAN BAWAH PERMUKAAN (SUB


SURFACE EQUIPMENT)

TERDIRI DARI :

A.CASING
B.TUBING, SAMBUNGAN/COUPLING
C.PACKER (PENYEKAT ANNULUS)
D.PERALATAN METODA PRODUKSI.
FLOWING, GAS LIFT, SUCKER ROD,
ESP
E.FORMATION COMPLETION

34

A. CASING (PIPA SELUBUNG)


SECARA UMUM BERFUNGSI:

1)MENCEGAH DINDING LUBANG BOR


AGAR TIDAK RUNTUH
2)TEMPAT PEMASANGAN BLOW OUT
PREVENTER (BOP)
3)BERSAMA SEMEN MEMPERKUAT
DINDING LUBANG BOR
4)MENCEGAH KONTAMINASI AIR TAWAR
DENGAN LUMPUR PENGEBORAN
35

( = 20)

( = 13 3/8)

( = 10 3/4)
( = 7)

AGAR MIGAS DAPAT


MENGALIR, CASING
PRODUKSI DI LUBANGI
(PERFORASI)

Gambar :
Urutan
Pemasangan

36

CASING DIBEDAKAN MENJADI:

a)
b)
c)
d)

CONDUCTOR CASING
SURFACE CASING
INTERMEDIATE CASING
PRODUCTION CASING

FUNGSI CONDUCTOR CASING:


a)MELINDUNGI AIR TAWAR AGAR TIDAK
TERKONTMINASI LUMPUR PEMBORAN
b)MERUPAKAN JANGKAR BAGI BOP STACK
SELAMA PENGEBORAN.
c)DUDUKNYA CASING HEAD DAN TUBING
HEAD
d) MENAHAN RUNTUHNYA DINDING LUBANG37
BOR

CASING 9.5/8, 40# ; R3 (12 MTR), K-55


Fungsi : Mencegah runtuhnya dinding lubang bor

38

INTERMEDIATE CASING
a)KADANG DIPAKAI DAN KADANG TIDAK,
TERGANTUNG PERLU ATAU TIDAK.
b)MENJAGA AGAR LUBANG BOR TIDAK RUSAK
UNTUK PENGEBORAN SELANJUTNYA
c)BERSAMA-SAMA SEMEN MENUTUP LAPISAN
BERTEKANAN TINGGI/RENDAH
d)BERSAMA SEMEN MENUTUP FORMASI YANG
MENYEBABKAN LOST CIRCULATION
e) MENUTUP LAPISAN KOROSIF.
39

PRODUCTION CASING
a)MERUPAKAN CASING TERDALAM.
b)UNTUK MEMISAHKAN LAPISAN
PRODUKTIF DENGAN LAPISAN LAIN
c)DIPASANG SARINGAN / SCREEN
ATAU DILUBANGI/PERFORASI

40

API CASING DIMENSION


1. PANJANG CASING ( LENGTH ) ;
RANGE 1, PANJANG = 16 FT 25 FT
RANGE 2, PANJANG = 25 FT 34 FT
RANGE 3, PANJANG = 34 FT KEATAS.

41

2. DIAMETER CASING (OD)


CONDUCTOR: 20, 16
SURFACE

: 13 3/8, 10 , 9 5/8, 8 5/8

INTERMEDIATE : 10 3/4, 9 5/8, 8 5/8, 7 5/8


PRODUCTION

: 7, 5 , 4

42

3. GRADE CASING
GRADE

MIN. YIELD STRENGTH

F - 25

25.000 PSI

H - 40

40.000 PSI

J - 55

55.000 PSI

N - 80

80.000 PSI

P -110

110.000 PSI
43

5. THREAD & COUPLING


a) 8 ROUND THREAD STC
b) 8 ROUND THREAD LTC
c) BTC (BUTRESS THREAD & COUPLING)
d) EXTREME LINE

44

GAYA YANG BEKERJA PADA


CASING
COLLAPSE PRESSURE (TEKANAN
DARI LUAR)
BURSTING PRESSURE (TEKANAN
DARI DALAM)
YIELD STRENGTH (KETAHANAN
TERHADAP TARIKAN)
45

CLEARANCE ANTARA BIT DAN


CASING
BIT CASING INTERVAL
(INCH)
(INCH)
DEPTH (M)
36
30
20

JENIS CASING
STOVE

26

20

250

CONDUCTOR

17

13 3/8

600

SURFACE

12

9 5/8

1500

INTERMEDIATE

3000

PRODUCTION
46

Casing Shoe
/Float Shoe
9.5/8
Berfungsi sebagai
sepatu casing
dipasang diujung
casing dalam rangka
persiapan
penyemenan (dalam
posisi runing)

47

Nama

: Top Plug
13.3/8
Fungsi: mendorong
bubur semen di
casing 13.3/8.

Bottom Plug 13.3/8


Fungsi : mendorong
semen di casing
13.3/8
48

Nama :
Centralizer 7
Fungsi : menempatkan
casing di tengah lubang
bor.
Yg dipakai 15 pcs

Metal Petal Basket


Fungsi : menahan
guguran dinding
lubang bor.

Nama :
Stop Ring 9.5/8
Fungsi : menahan centralizer
pada body casing.

49

50

TUBING (PIPA SEMBUR)


ADALAH PIPA YANG BERADA DIDALAM
SUMUR
BERADA DIDALAM PRODUCTION CASING
UNTUK MENGALIRKAN FLUIDA DARI DALAM
SUMUR SAMPAI KEPERMUKAAN
DIAMETER LUAR MAKSIMUM = 4

1. PANJANG TUBING

RANGE I : 20 24 FEET
RANGE II : 28 32 FEET

51

2. DIAMETER
TUBING

OD = DIAMETER LUAR, INCH


ID = DIAMETER DALAM, INCH
DD = DRIFT DIAMETER, INCH

52

3. GRADE TUBING
GRADE

MIN. YIELD STRENGTH

F - 25

25.000 PSI

H - 40

40.000 PSI

J - 55

55.000 PSI

N - 80

80.000 PSI

P -105

105.000 PSI
53

DISPLACEMENT OF API NON-UPSET


TUBING
WITH OPEN AND CLOSED ENDS
DISPLACEMENT OF TUBING
API
SIZE,
INCH

NOM.
WEIGHT,
LBS/FT

O.D.
INCH

I.D.
INCH

1.90
0

2.75

1.900

4.60

2.375

1.61
0

2.37
5
2.87
5
3.50
0
3.50

6.40

2.875

9.20

3.500

10.20

3.500

12.60

4.500

OPEN ENDS

CLOSED ENDS

PER 100 FT
CU. FT

PER M,
LITERS

PER 100 FT
CU.FT

PER M,
LITERS

0.57

0.53

1.98

1.84

0.91

0.85

3.07

2.85

1.26

1.17

4.51

4.19

2.44
1

1.80

1.67

6.68

6.21

2.04

1.90

6.69

6.22

2.99
2

2.50

2.32

11.04

10.26

1.99
5

2.92

54

DISPLACEMENT OF API EXTERNAL UPSET


TUBING WITH OPEN AND CLOSED ENDS
DISPLACEMENT OF TUBING
API
NOM.
SIZE, WEIGHT,

O.D.

I.D.

INCH

INCH

PER M,

PER 100 FT

PER M,

CU. FT

LITERS

CU.FT

LITERS

1.380

0.47

0.44

1.52

1.41

1.900

1.610

0.57

0.53

1.99

1.85

4.70

2.375

1.995

0.92

0.85

3.11

2.89

6.50

2.875

2.441

1.28

1.19

4.56

4.24

9.30

3.500

2.992

1.83

1.67

6.77

6.20

12.75

4.500

3.958

2.53

2.42

11.17

10.37

LBS/FT

1.66
0

2.40

1.660

2.90

2.37
5
2.87
5
3.50

CLOSED ENDS

PER 100 FT

INCH

1.90
0

OPEN ENDS

55

TUBING 2.7/8, 6.50# , R2 (9 MTR), J-55

56

DIMENSI TUBING

57

DIMENSI TUBING

58

DIMENSI TUBING

59

60

Formation Completion
a) Open Hole Completion
b) Liner Completion
c) Perforated Completion
d) Gravel Packed Completion
61

Well Completion System

a). Open Hole Completion


Batuan reservoir kompak
Tidak ada masalah dengan pasir
Pemboran sampai puncak lapisan
produktif, kemudian pasang
casing.
Di bor lagi sampai menembus
lapisan produktif.
Dilakukan awal industri migas
62

OPEN HOLE
COMPLETION
Well is drilled to top of
formation, run casing
and cemented. Drilling
is continued to
penetrate productive
zone
FIGURE : OPEN HOLE COMPLETION

63

Advantages :
Prevent Formation
damage
No perforation
Can be altered to
liner and
perforation
completion
TVD can be drilled
deeper.
Full diameter
64

Disadvantages :
Difficult to manage
or control of gas and
water production
(GOR, WOR).
Difficult to determine
selective of acidizing
and fracturing area.
65

Well Completion System

b). Liner Completion


Batuan reservoir tidak kompak
Batuan cukup kompak, tetapi ada
problem kepasiran
Dinding liner dibuat ber-lubang2
memanjang (slot) atau bulat
(liner)
66

Well Completion System

c). Perforated Completion


Komplesi yang banyak digunakan
Dapat mengontrol produksi
minyak, air dan gas
Dapat dipakai untuk
memproduksi beberapa lapisan
secara terpisah
Mudah untuk work over dan
acidizing
67

68

FIGURE : CASING
PERFORATED

69

PERFORATED
COMPLETION
Drilling penetrate
the productive
layer, run casing,
cementing and
perforating.

70

FIGURE : CASING

ADVANTAGES :
Easier to control
toward water and
gas production.
Most probable to
selective
stimulation
Logging data and
core sample is
available to
consider running

71

ADVANTAGES :
Full diameter in
productive layer.
Possible to drill
TVD deeper.
Sand control and
changing the
technique are
easier.
Possible to
execute multiple

72

DISADVANTAGES :
Perforation as
additional cost
Formation damage
will be occurred

73

Gbr. 4.15 Perforating

74

75

Well Completion System

d). Gravel Pack Completion


Dilakukan karena screen liner
tidak mampu mengatasi
terproduksinya pasir
Dipasang disekeliling formasi
produktif
Fluida akan tertahan oleh pasir
yang membentuk barrier
dibelakang gravel.

76

WELL SAFETY EQUIPMENT


1)SURFACE SAFETY VALVE (SSV)
2)SUB CONTROL SURFACE SAFETY
VALVE (SCSSV)

77

78

79

80