Anda di halaman 1dari 84

JENIS DAN BAGIANBAGIAN

SERTA PEMERIKSAAN PADA


UNIT PENCAMPUR ASPAL (AMP)

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM


BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

PUSLITBANG JALAN DAN JEMBATAN

JENIS-JENIS
ALAT UNIT PENCAMPUR ASPAL (AMP)
JENIS TAKARAN /TIMBANGAN (BATCH TYPE)
JENIS MENERUS (CONTINUOUS TYPE)
JENIS DRUM (DRUM MIX TYPE)

Unit Pencampur Aspal (AMP) jenis takaran/timbangan


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

Bin dingin (cold bins)


Pintu pengatur pengeluaran agregat dari bin dingin (cold feed gate)
Sistem pemasok agregat dingin (cold elevator)
Pengering (dryer)
Pengumpul debu (dust collector)
Cerobong pembuangan (exhaust stack)
Sistem pemasok agregat panas (hot elevator)
Unit ayakan panas (hot screening unit)
Bin panas (hot bins)
Timbangan Agregat (weigh box)
Pencampur (mixer atau pugmill)
Penyimpanan bahan pengisi (mineral filler storage)
Tangki aspal (hot asphalt storage)
Sistem penimbangan aspal (aspal weigh bucket)

Unit Pencampur Aspal (AMP) jenis menerus

Unit Pencampur Aspal (AMP) jenis drum (drum mix)

7
7

Drum Dryer Mixer

PEMERIKSAAN KOMPONEN
UNIT PENCAMPUR ASPAL
(UPCA / AMP)
SEBELUM

PELAKSANAAN PENCAMPURAN

KOMPONEN UTAMA AMP


tipe timbangan dan menerus yang perlu
mendapat perhatian untuk diperiksa
1. Bin dingin (cold bin)
2. Pengering (dryer)
3. Pengumpul debu (dust collector)
4. Saringan panas (hot screen)
5. Bin panas (hot bin)
6. Timbangan(balance)
7. Unit pengontrol aspal (asphaltcontrol unit)
8. Pencampur (mixer,pugmill)
10

1. Bin dingin (cold bins)

Lakukan pemeriksaan kondisi semua bin

Periksa kondisi dinding pemisah antara bin

Periksa kondisi dan fungsi kerja sistim


pengeluaran

Periksa lebar loader terhadap mulut bin

Periksa alat penggetar pada tiap bin


dingin/ban berjalan/ apron pada tiap bin
dingin apakah sudah sesuai dengan rencana

Periksa kondisi dan fungsi ban berjalan


pemasok ke pengering
11

tipikal
bin dingin
(cold bins)
12

Jenis dari komponen


pasokan agregat dari bin dingin

Bin dingin jenis ban


Bin dingin jenis getar

berjalan

13

Bin dingin jenis apron

Jenis dari komponen


pasokan agregat dari bin dingin

JENIS GETAR

JENIS BAN BERJALAN

14

15

15

KALIBRASI BIN DINGIN


(COLD BINS)

16

Peralatan Kalibrasi bukaan


pintu pengeluar agregat pada bin dingin
peralatan uji kadar air
- timbangan
- wadah benda uji
- oven
wadah untuk agregat kapasitas 15 liter (3 buah).
stop watch (1 buah).
timbangan kapasitas 20 kg (1 buah).
peralatan bantu lainnya seperti; kunci pas, obeng
dan palu.
17

PERSIAPAN PEKERJAAN

terlebih dahulu semua material yang ada pada tiap


bin dingin harus dikosongkan

isi masing-masing bin dingin dengan agregat yang


akan digunakan dalam campuran (AK; AS; AB;Pasir)

pastikan pintu pengeluar agregat pada bin dingin


berfungsi dengan baik.

pastikan alat getar pada bin dingin berfungsi dengan


baik.

pastikan kecepatan ban pengatur pengeluaran


berfungsi dengan baik.

sediakan formulir

18

Pengosongan bin dingin

Pencatatan skala bukaan

19

PROSEDUR KALIBRASI BIN DINGIN


1.

Catat angka atau ukuran bukaan pada pintu pengeluar


bin dingin (inch atau cm) tiap cold bins.

2.

Jalankan ban berjalan pemasok agregat dari bin dingin;

3.

hidupkan pemasok yang tersedia pada bin dingin sampai


agregat keluar

4.

bila keluarnya agregat dari bin dingin sudah konstan,


tandai ban berjalan yang berisi agregat dan pada saat
yg sama hidupkan stop watch;

5.

Hentikan ban berjalan dan pemasok setelah diberi


tanda yang kedua pada ban berjalan yang berisi agregat
dan pada waktu yang sama hentikan stop watch
20

21

20

Pencatatan kecepatan ban berjalan

Pengambilan contoh Agregat

22

PROSEDUR KALIBRASI BIN DINGIN

6.

agregat yang ada pada ban berjalan dan telah diberi


tanda ditimbang;

7.

uji kadar air dari agregat yang ditimbang;

8.

lakukan proses seperti diatas paling sedikit 3 kali,


untuk masing-masing material agregat minimum pada
4 bukaan pintu bin;

9.

pada bin dingin sistim ban atau apron, bukaan pintu


bin dipertahankan tetap yang diperlakukan sebagai
variabel kecepatan ban atau apron;

23

PROSEDUR KALIBRASI BIN DINGIN

6.

tentukan panjang agregat yang ada pada ban


berjalan dan pada saat bersamaan matikanstop
watch;

7.

Ukur panjang ban berjalan yang berisi agregat dan


catat waktunya;

8.

hasil pengukuran digambarkan dalam grafik,

24

PROSEDUR KALIBRASI BIN DINGIN


grafik hubungan besar bukaan dan banyaknnya agregat yang keluar

25

2. Drum pengering (dryer)


1.

Periksa kemiringan drum pengering

2.

Periksa demensi dan kecepatan. putaran drum pengering,.

3.

Periksa kondisi dari ring penggerak (ring gear) pada drum pengering, rollroll penggerak termasuk mounting blok, roda spoket, rantai roller, gigi
pinion, trunion roller bearing,

4.

Periksa kebersihan bagian dalam drum pengering.

5.

Periksa posisi dan kondisi burner, nozzle, turbo blower, burner box, burner
cone, katup pengontrol tekanan, pompa minyak, strainer, dan termometer

6.

Periksa kondisi dan fungsi penyemprotan bahan bakar

7.

Periksa kondisi dan sistem pengaturan udara serta tempat semburan api.

8.

Periksa kondisi atau tingkat kerusakan dan fungsi dari lubang pemasukan
(charging chute) dan lubang pengeluaran (discharging chute) agregat.

9.

Periksa fungsi termometer

10.

Periksa kondisi nozel penyemprot aspal, khusus untuk jenis drum.

11.

Periksa fungsi pengeluaran agregat dari elevator panas

12.

Periksa kondisi sudu-sudu (flight cup),

26

Tipikal pengering (dryer)

27

28
28

29
29

Sudu-sudu
di dalam drum pengering

30

3. Pengumpul debu (dust collector)


Periksa kondisi dan fungsi kerja dari
dumper gate atau weight dumper.
Periksa kondisi dan fungsi kerja dari fan.
Periksa kondisi dan fungsi kerja dari
bantalan
Periksa kondisi dan fungsi kerja fan belt.
Periksa kondisi dan fungsi kerja dari
corong (duct) pada pengumpul debu,
apakah terjadi penyumbatan.
31

32
32

33
33

34
34

4. Ayakan Panas (hot screen)


1.

Periksa kondisi dan fungsi kerja dari elevator panas


termasuk cashing, bukaan atas (upper chute), tutup
elevator.

2.

Periksa kondisi dan fungsi kerja dari wheel,


bantalan, roda sproket, rantai roller, motor roda gigi,
dan pin-pin penghubung.

3.

Periksa kondisi dan fungsi kerja serta kebersihan


dari ayakan getar, lubang ayakan dan kawat ayakan
(wire net).

4.

Periksa kemampuan muat,


kapasitas ayakan (t/jam).

ukuran

(mm)

dan
35

Ayakan Panas (hot screen)

5. Periksa kondisi dari dek ayakan, jika


rusak atau robek harus diganti.
6. Periksa kondisi dan fungsi kerja dari
penggetar, jika terdapat bunyi yang tidak
normal periksa bantalannya.
7. Periksa kondisi dan fungsi kerja dari
motor penggerak, fan belt dan tutup belt,
tutup seal debu dan pegas ellips.

36

4. SARINGAN PANAS (Hot Screen)

a. Saringan Panas
b. Letak saringan Panas di AMP

SUSUNAN DAN LETAK SARINGAN PANAS

37

Tipikal Ayakan panas (hot screen)

38

Skema keluarnya agregat dari


Ayakan panas (hot screen)

ga
e
r
Ag

tH

s
alu

iat
d
e
m
r
nte

at
g
gre
a
e
ium
d
Me

at
g
e
r
Ag

s
ka

ar

at
g
gre

r
sa
a
K
39

40

40

41
41

Kalibrasi saringan panas (hot screen)


Kalibrasi saringan dilakukan dengan mengukur lubang
saringan dan jumlahnya.
Peralatan
- Jangka sorong (sigmat), meteran, penggetar dan
tachometer.
Persiapan
- buka penutup saringan.
- bersihkan saringan.
Prosedur
- Ukur lubang saringan dengan jangka sorong.
- Lebar dan luas saringan.
- Sesuaikan lubang saringan dan jumlah lubang dengan
spesifikasi saringan.

42

Kalibrasi saringan panas (hot screen)

Penggetar saringan panas


- Ukur getaran alat penggetar
dengan tachometer.
- Sesuaikan getaran dengan
manual alat penggetar.
43

5. bin panas (hot bin)


Periksa kondisi, keausan dan fungsi kerja dari
semua bak bin panas, dijamin tidak terjadi
kebocoran
Periksa kondisi, keausan dan fungsi bukaan:

- pipa pengeluaran agregat berlebih (over flow)


- pipa pengeluaran agregat berukuran
>ukuran saringan terbesar (over size) dijamin
tidak terjadi penyumbatan
44

Gambar tipikal
Bin panas (hot bin) AMP jenis timbangan

45

Gambar tipikal
Bin panas AMP jenis menerus

46

47

6. Timbangan

48

49
49

Pemeriksaan Weigh Box

50

51
51

7. Unit pengontrol aspal


(asphaltcontrol unit)

52

Pemanas Oli, untuk Menjaga Agar


Temperatur Aspal Tetap Konstan

53

Sistem pemasok aspal dan unit


penyemprotan

Periksa kondisi, fungsi kerja dan kapasitas dari


pompa aspal (transfer pump).
Periksa kondisi dan fungsi kerja dari pompa
penyemprot aspal (spray pump).
Periksa kondisi dan fungsi kerja tangki aspal dan
pemanasnya.
Periksa kondisi dan fungsi kerja semua termometer,
apakah sudah dikalibrasi.
Periksa kerataan distribusi aspal kedalam ruang
pencampur.
54

Pompa aspal
Peralatan
stop watch, wadah aspal 5 kgm, timbangan kapasitas 20 kg, termometer

Persiapan
- tentukan beberapa tekanan pompa aspal.
- tentukan temperatur untuk mencapai kekentalan aspal 170 10 Cts
Prosedur
- panaskan aspal sampai temperatur yang sesuai perencanaan;
- hidupkan pompa dan atur tekanannya sesuai yang diinginkan
- normalkan aliran aspal;
- setelah pengeluaran stabil menampung aspal dan hidupkan stop watch;
- setelah aspal mencapai 5 kg pindahkan aspal dan matikan stop watch;
- catat selang waktu pengalirannya, dan timbang aspal yang tertampung diwadah
- ulangi kalibrasi dengan kecepatan pompa yang lain;
- Gambarkan kurva hubungan tekanan pompa dengan berat aspal yang keluar
dari pompa.
55

56
56

57
57

8. Pencampur
(pugmill/mixer)

58

59
59

Gambar tipikal
alat pencampur

Campuran terlalu
banyak

Campuran terlalu sedikit


60

61
61

Sistem pemasok bahan pengisi

Periksa kondisi dan fungsi kerja dari elevator


bahan pengisi.
Periksa kondisi dan fungsi kerja dari bin
penampung bahan pengisi (filler storage bin).
Periksa kondisi dan fungsi kerja dari pemasok
bahan pengisi (fiiler feeder) dan screw feeder.

62

63

63

Elevator Filler.

64

Sistem kontrol operasi


Periksa kondisi, fungsi dari ruang sistem
kontrol, distribution board, dan panel
pengontrol.
Periksa kondisi dan fungsi dari sistem kontrol
kompresor, selinder udara (air cylinder), filter
udara, pelumas dan sistem kontrol baik sistem
paneumatic maupun electrik
Periksa timer untuk pengendalian lamanya
waktu pencampuran pada alat pencampur
65

65
66

67

66

Ruang Kontrol (Control Room)

a. Automatis

b. Semi Automatis

c. Manual

68

Termometer
yang perlu dikalibrasi
1.
2.
3.
4.

Termometer
Termometer
Termometer
Termometer

pada dryer
pada hot bin.
pada tangki aspal
pada teknisi

69

Termometer di AMP dan di Lapangan

a. Pengukuran Temperatur Agregat dari

b. Pengukuran Temperatur Aspal

70
c. Pengukuran Temperatur di Atas Dum Truck

d. Pengukuran Temperatur di Sebelum Pemadatan

PROSES PENCAMPURAN

71

SUPPLY MATERIAL KE AMP

72

PEMERIKSAAN
SAAT DAN SETELAH
PENCAMPURAN

73

PENCAMPURAN

Check lamanya waktu pencampuran


Check pedal dari pencampur
Check pencampur tidak bocor
Check hasil campuran

74

75

76

PEMERIKSAAN HASIL
PRODUKSI/CAMPURAN

Penyelimutan aspal pada agregat


Kondisi dari campuran
Warna asap campuran
Bentuk timbunan campuran dalam bak truk
Temperatur campuran

Uap dari campuran


Lakukan pengambilan sampel untuk laboratorium
77

Pengujian Pengendalian Mutu Produksi


Campuran Beraspal
Analisa ayakan (cara basah), paling sedikit dua
contoh agregat dari setiap penampung panas
setiap produksi 250 m3 ( min 2 pengujian per
hari).
Temperatur campuran saat pengambilan contoh
di instalsi pencampur aspal (AMP) maupun di
lokasi penghamparan (satu per jam).
Kepadatan Marshall Harian, stabilitas, Marshall
quotient dengan detil dari semua benda uji
yang diperiksa setiap produksi 200 ton (min. 2
pengujian per hari)

78

Kadar aspal dan gradasi agregat yang ditentukan dari hasil


ekstraksi kadar aspal setiap produksi 200 ton (min. 2
pengujian per hari). Bilamana cara ekstraksi sentri-fugal
digunakan maka koreksi abu harus dilaksanakan seperti
yang disyaratkan SNI 03-3640-1994.

Rongga dalam campuran pada kepadatan membal (refusal),


yang dihitung berdasarkan Berat Jenis Maksimum
campuran perkerasan aspal (AASHTO T209-90).

Kepadatan hasil pemadatan di lapangan dan persentase


kepadatan lapangan relatif terhadap Kepadatan Campuran
Kerja (Job Mix Density) untuk setiap benda uji inti (core).

79

Generator set
Periksa kondisi dan fungsi kerja dari
generator.
Periksa kapasitas (KVA) bahan bakar,
sistem kabel, dan jumlah generator.

80

LAKUKAN PEMERIKSAAN KONDISI DI SEKITAR


UNIT PENCAMPUR ASPAL (AMP)

1. DRAINASE
2. MATERIAL YANG TERCECER, ASPAL DAN AGREGAT
3. MATERIAL YANG SUDAH TERBUANG HARUS KELUAR DARI
LINGK. AMP
82 81

KONTROL CAMPURAN BERASPAL


DI AMP DAN LAPANGAN

KONDISI
CAMPURAN
BERASPAL

82

Periksa hal-hal lain yang diperlukan,


lakukan pemeriksaan dan
pemeliharaan semua komponen sesuai
buku petunjuk yang dikeluarkan oleh
pabrik pembuat.

83

84

Anda mungkin juga menyukai