Anda di halaman 1dari 32

Company

LOGO

Henoch-Schoinlein Purpura
oleh: dr. Ade Riza Widyanti

Pembimbing: dr. Windy Saufia Apriyanti Sp.A, Msc


Pembimbing: dr. Windy Saufia A Sp.A

Data Pasien
www.themegallery.com

Nama
Umur
Jenis Kelamin
Agama
Alamat
RM
Tanggal Masuk

: An. H
: 4 tahun 5 bulan
: Perempuan
: islam
: PT. KORINDO
: 154894
: 17 November 2014

Company Logo

www.themegallery.com

Identitas Ibu
Nama : Ny.M
Umur : 32 tahun
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Ibu
Rumah Tangga

Identitas Ayah
Nama : Tn.S
Umur : 35 tahun
Pendidikan : SMA
Pekerjaan :
karyawan PT
KORINDO
Alamat
: PT
KORINDO
Company Logo

Data Utama
www.themegallery.com

Anamnesis
Keluhan utama : bintik-bintik merah di kaki
RPS (Alloanamnesis dari ibu pasien) :
1 bulan SMRS ini muncul bintik-bintik di kedua kaki,
awalnya bintik muncul tiba-tiba di kedua betis
berukuran kecil, tidak gatal, bintik menyebar sampai ke
perut, ukuran bervariasi, berwarna merah tua,
perabaan tebal. Kedua kaki tampak bengkak disertai
linu-linu pada kedua sendi kaki. Pasien juga mengeluh
nyeri perut, mual dan muntah.
Sakit pinggang, kencing warna merah, dan demam
disangkal.
Dibawa periksa ke dokter kulit diberi obat ? Tapi tidak
ada perbaikan poli anak RSSI P.Bun
Company Logo

www.themegallery.com

RPD: sakit serupa (-), ISPA(+) 1 minggu


sebelumnya, diare (-)
Riwayat keluarga: disangkal
Riwayat persalinan:
Riwayat antenatal: ibu kontrol teratur di bidan, tidak
pernah sakit selama hamil.
Lahir dari ibu P2A0 usia 27 tahun spontan di tolong
bidan, lahir langsung menangis, BB lahir 3000 gram,
PB 45 cm. Riwayat kuning, biru, perawatan post natal
disangkal.

Riwayat makan minum ASI ekslusif sampai usia


6 bulan
Company Logo

www.themegallery.com

Riwayat tumbuh kembang sesuai dengan usia


Riwayat imunisasi dasar lengkap
Riwayat sosioekonomi cukup

Company Logo

www.themegallery.com

Pemeriksaan fisik

Keadaan umum
Kesadaran
GCS
Tanda vital

Tekanan Darah
Nadi
Suhu
Respirasi
Berat badan
Tinggi badan

: lemah
: komposmentis
: E4 V5 M6
:
:
:
:
:
:

120/80 mmHg
100 /menit, kuat angkat
36,6 C
24 x/menit
20 kg
105 cm

Company Logo

www.themegallery.com

Kepala Leher:

Thorak

: simetris (+/+), Rh (-/-), Wh (-/-)


: S1=S2 tunggal, bising (-), thrill (-)

BU (+) normal, tampak supel, nyeri tekan (-), timpani


(+), H/L/M tidak teraba

Ekstremitas :

pulmo
cor

Abdomen

konjuntiva anemis (-/-),sklera ikterik (-/-)


faring hiperemis (-), tonsil T2/T2 , > KGB (-), >JPV (-)

akral hangat

++

++

, edem

+ + , eritem - -

++

- Company Logo

www.themegallery.com

Integumentum
Eritema (+)
Pupura palpable
(+)
Petechie (+)

Company Logo

www.themegallery.com

Pemeriksaan
laboratorium dasar
Pemeriksaan

Hasil

Nilai Rujukan

Satuan

Hematologi
Hemoglobin

13,0 gr%

P 13-18, W 12-16

g/dl

Leukosit

15.400

4.0 11

Ribu/ul

Eritrosit

4.50 6.00

Juta/ul

Hematokrit
Tombosit

42,3

P 40-50, W 37-45

Vol%

530.000

150 400

Ribu/ul

Basofil

0-1

Eosinofil

1-2

Stab

2-6

segmen

46

50-70

limfosit

48

20-40

monosit

2-8

Hitung Jenis

Company Logo

www.themegallery.com

Pemeriksaan

Hasil

Urine Rutin
Warna
Berat Jenis
pH
Kimia

Kuning muda

Epitel: gepeng
1-2 / LPK

1.015

Leukosit: 0-1 /
LPB

7,0
Protein: Reduksi: -

Sedimen

Eritosit: - /
negatif
Kristal: urat
amorf (+) 2
positif
Cilinder /
jamur / bakteri:
Company Logo

www.themegallery.com

Diagnosis Kerja:
Henoch Schonlein Purpura
Hipertensi Grade I
Diagnosis Bnading:
Sindrom nefrotik
GNA Post Streptococcus

Company Logo

www.themegallery.com

Penatalaksanaan
Farmakologis

IVFD D51/4 10 tpm


Inj. Metilprednisolon 3 x 15 mg
Inj. Ranitidine 3 x 20 mg
Inj. paracetamol 200 mg k/p
Inj. furosemid 2 x 10 mg
Oral sukralfat syrup 3 x 1 cth

Nonfarmakologis
Bed rest
Elevasi tungkai
Diet lunak
Company Logo

Follow up
November 2014

www.themegallery.com

Pemeriksaan

17

18

19

20

21

22

Demam

Batuk

<

Pilek

<

Sesak

Sakit perut

<

<

Nyeri sendi

<

Kaki bengkak

<

<

BAB/BAK

120/80

100/70

110/60

100/60

110/60

100/60

90 x/mnit

92 x/mnt

90 x/mnt

93 x/mnt

92 x/mnt

90 x/mnt

RR

20 x/mnt

23 x/mnt

20 x/mnt

21 x/mnt

22 x/mnt

21 x/mnt

36,9

36,7

36,6

36,8

36,9

36,6

Petechie

Purpura tebal

<

Purpura menipis

Subjective

Objective
TD

T
UKK

Company Logo

www.themegallery.com

Pemeriksaan

November 2014
17

18

19

20

21

22

IVFD D51/4 10 tpm

Inj. Metilprednisolon 3 x 15 mg

Inj. Ranitidine 3 x 20 mg

Inj. paracetamol 200 mg k/p

Inj. furosemide 2 x 10 mg

Oral metilprednisolon 3 x 15 mg

Oral sukralfat syr 3 x 1 cth

Oral furosemid 2 x 10 mg

Assasment
HSP
Planning

Company Logo

www.themegallery.com

Hari ke-1

Hari ke-2
Company Logo

www.themegallery.com

Hari ke-3

Hari ke-4
Company Logo

www.themegallery.com

Hari ke-5

Hari ke-6

Company Logo

Company

LOGO

DISKUSI

www.themegallery.com

Henoch-Schonlein Purpura (HSP) adalah


sindroma klinis vaskulitis pembuluh
darah kecil sistemik lesi kulit spesifik
purpura nontrombositopenik,
artritis/atralgia, nyeri abdomen atau
perdarahan saluran cerna, nefritis atau
hematuria

Company Logo

www.themegallery.com

Insidensi
Rata-rata hampir 75% HSP terjadi pada anak usia 211 tahun dan 50% terjadi dibawah usia 5 tahun.
Rasio perbandingan laki-laki dan perempuan 1.2 : 1.0

Etiologi
Penyebab penyakit ini masih belum jelas jelas tetapi
ada yang menghubungkan dengan kejadian infeksi
(bakteri, viral, parasit), obat-obatan, vaksinasi, tumor (
non-small cell ca paru, ca prostat, dan keganasan
hematologi), kekurangan alpha-1-antitripsin dan
Familial Mediteranean Fever.

Company Logo

www.themegallery.com

Kriteria diagnosis HSP:


EuLAR/PReS (2006)

ACR (1990)

Kriteria utama : palpable purpura

Tiga atau lebih dari kriteria


Ditambah minimal 1 kriteria berikut:
-onset usia < 20 tahun
berikut:
-palpable purpura
-nyeri abdomen yang difus
-deposit IgA pada berbagai -nyeri abdomen akut dengan
perdarahan gastrointestinal
pemerikasaan biopsi
jaringan
yang
-biopsi
-artritis / atralgia
keterlibatan
ginjal memperlihatkan granulosit pada
-adanya
dinding pembuluh darah arteiol
(hematuria / proteinuria)
kecil dan pembuluh vena pada
lapisan superfisial kulit.

Company Logo

www.themegallery.com

Patofisiologi

Company Logo

www.themegallery.com

Gejala Klinis
Kulit
- Purpura
- urtikaria
- edem
subkutan

Saluran cerna
-Nyeri perut
-Mual &
muntah
-Perdarahan
intestinal
-Intususepsi
-pankreatitis

Ginjal

Sendi

Lain-lain

-Hematuria
( mikro/gros)
- proteinuria
-Hipertensi
-Gagal ginjal

-Atralgia
-Artritis
-Periartikular
edem
( ankles/knee
)

-Nyeri kepala
-Orkitis
-Torsio testis
-Perdarahan
paru

Company Logo

www.themegallery.com

Hipertensi dinyatakan sebagai rerata TDS dan/atau TDD


> persentil 95 menurut jenis kelamin, usia dan tinggi badan
pada > 3 kali pengukuran

Company Logo

www.themegallery.com

Pemeriksaan penunjang
Darah lengkap: untuk menyingkirkan kemungkinan
trombositopenia karena kebanyakan penderita HSP
mengalami trombositosis. Anemia mungkin terjadi hal
ini dapat menjadi indikasi adanya perdarahan saluran
cerna atau hematuria berat.
Fungsi ginjal: pemeriksaan ini sangat penting untuk
mengidentifikasi progresivitas penyakit gromerular.
LED: akan meningkat rata-rata 60% pada penderita
HSP, tapi tidak spesifik untuk petanda inflamasi.
Level IgA akan meningkat pada 25-50% pasien.
Level albumin: diperlukan pada kasus sindrom
nefrotik atau protein-losing enteropathy yang mungkin
terjadi.
Company Logo

www.themegallery.com

ASTO titer mungkin


meningkat pada beberapa
penelitian tapi sedikit
membantu dalam
diagnostik dan prognosis
Occult faecal blood 25%
sering muncul.
Skin biopsy: pemeriksaan
ini berguna untuk kasus
yang tidak khas untuk
melihat tipe
leucocytoclastic vasculitis
dengan necrosis dinding
pembuluh darah dan
inflammasi sel infiltrat,
disertai deposit IgA dermal.
Company Logo

www.themegallery.com

Biopsi mukosa gaster:


ditemukan hipersensitivitas
vaskulitis
Biopsi ginjal: diindikasikan
bila dicurigai terjadi
kerusakan ginjal jangka
panjang dan diperlukan
terapi agresif.

Company Logo

www.themegallery.com

Penatalaksanaan
Steroid: di indikasikan pada pasien dengan purpura
berat, adanya edema, kolik abdomen yang berat
(dengan atau tanpa mual muntah), adanya gangguan
ginjal, scrotal dan testikuler. Dosis yang digunakan 12 mg/kg/hari diberikan selama 1-2 minggu dan
diturunkan bertahap 0,5 mg/kg/hari. Pada pasien ini
digunakan injeksi metylprednisolon 3 x 15 mg selama
1 minggu perawatan dan dilanjut dengan
metylprednisolon oral 3 x 12 mg dosis diturunkan
bertahap.
Asetaminofen/NSAID dapat digunakan sebagai terapi
simptomatik untuk rash dan gejala artritis pada pasien
ini digunakan terapi infus sanmol 250 mg.
Company Logo

www.themegallery.com

Antihipertensi:

Dosis diuretik furosemid yang digunakan 0,5 mg 2 mg /kg/ hari


Pada pasien ini digunakan furosemid / lasix 2 x 10 mg

Company Logo

www.themegallery.com

Prognosis
Pada umumnya baik, dapat sembuh spontan dalam 4
minggu setelah onset.
Rekurensi terjadi pada 50% kasus.
Prognosis buruk ditandai dengan penyakit ginjal
dalam 3 minggu setelah onset.

Company Logo

Company

LOGO

www.themegallery.com