Anda di halaman 1dari 31

PENDAHULUAN

TUJUAN
Mahasiswa dapat mengerti serta dapat
menguraikan secara jelas tentang pemuliaan
tanaman dan perkembangannya, ruang
lingkup kajian dan sumbangan pemuliaan
tanaman terhadap kemajuan pertanian
Mahasiswa mampu menguasai dengan benar
dasar genetik dan teknik dasar perbaikan sifat
tanaman, serta menyusun program pemuliaan
tanaman dengan saling mengaitkan antara
cara perkembanganbiakan tanaman dengan
metode pemuliaan yang sesuai.

WHAT IS PLANT BREEDING?


PLANT BREEDING IS THE ART AND
SCIENCE OF CHANGING AND
IMPROVING THE HEREDITY OF
PLANTS

ILMU PEMULIAAN TANAMAN


Ilmu (science) yang mempelajari
tentang perubahan susunan genetik
(genotip/sifat-sifat) tanaman sehingga
diperoleh tanaman baru yang
bermanfaat bagi manusia
Seni (art) yaitu kemampuan dalam
merakit tanaman baru yang memiliki
sifat-sifat atau penampilan (fenotip)
sesuai dengan tujuan yang diinginkan
pemulianya (breeder)

ILMU-ILMU PENUNJANG
GENETIKA : MEMPELAJARI PEWARISAN
SUATU SIFAT
BOTANI : MEMPELAJARI SIFAT MORFOLOGI,
FISIOLOGI TANAMAN
STATISTIKA : UNTUK PERHITUNGAN DAN
EVALUASI SIFAT TANAMAN
ILMU HAMA DAN PENYAKIT : MEMPELAJARI
KETAHANAN TERHADAP FAKTOR BIOTIK
AGRONOMI DAN HORTIKULTURA :
MEMPELAJARI PRODUKSI TANAMAN

PROGRAM BAKU PEMULIAAN


TANAMAN
1. Penentuan tujuan pemuliaan tanaman
2. Penyediaan materi pemuliaan
(membuat keragaman)
3. Seleksi melalui penilaian genotip
atau populasi untuk dijadikan varietas
harapan
4. Pengujian genotip atau varietas
harapan (uji pendahuluan, uji lanjutan)
5. Pelepasan Varietas harapan menjadi
varietas baru (uji multilokasi)

Proses umum

Plasma Nutfah
Bahan Pemuliaan
Varietas Baru

Plasma Nutfah
Jenis Liar
Jenis Lokal

Mutan
Hasil
Persilanga
n

Galur
Harapan
Varietas
yg sudah
Ada

1. TUJUAN PEMULIAAN TANAMAN


TUJUAN JANGKA PANJANG
Mengantisipasi perubahan iklim (global
warming), misalnya :
varietas toleran cekaman genangan
Varietas toleran cekaman kekeringan

Mengembangkan pertanian
berkelanjutan (sustainable agriculture),
misalnya :
Varietas yang respon terhadap pertanian
organik

1. TUJUAN PEMULIAAN TANAMAN


TUJUAN JANGKA PENDEK
Memenuhi keinginan konsumen
perbaikan kualitas produk yang dihasilkan :
perbaikan ukuran semangka, pepaya kecil
Warna semangka kuning, anggrek
kandungan bahan tertentu golden rice
ketahanan simpan bunga potong
keindahan & keunikan tan. hias: mawar,
dahlia, anggrek, dll
Memenuhi kebutuhan petani/produsen
Peningkatan hasil panen (kuantitas)
Umur genjah, tahan hama dan penyakit dll
Memenuhi kebutuhan industri
Meningkatkan kandungan curcumin pada
temulawak
pembuangan sifat2 yg tdk disukai oleic acid

2. Penyediaan materi pemuliaan


Materi pemuliaan harus mempunyai
keragaman genetik yang tinggi
Peningkatan keragaman genetik dapat
dihasilkan melalui
Domestikasi
Introduksi
Hibridisasi (persilangan buatan)
Mutasi
Poliploidi
Bioteknologi (rekayasa genetik)

Penyediaan materi pemuliaan


Domestikasi

ialah
proses
pemilihan
tanaman yang dikehendaki dari populasi
tanaman yang tumbuh liar untuk dibudidayakan
secara menetap dan berlanjut

Introduksi

ialah proses mendatangkan suatu


kultivar tanaman ke suatu wilayah yang baru

Hibridisasi

ialah penggabungan beberapa


sifat dengan cara menyilangkan antar tanaman
yang berbeda , bisa antar varietas dalam satu
spesies atau antar spesies dalam satu genus

Proses kegiatan persilangan buatan


atau hibridisasi meliputi:
Emaskulasi pembuangan
benang sari pada tetua betina
untuk mencegah penyerbukan
sendiri.
Pencegahan kontaminasi
dengan cara membungkus
bunga yang telah diemaskulasi
Polinasi meletakkan polen
tetua jantan keatas kepala
putik tetua betina.
Pelabelan

Proses Emaskulasi
(sumber:www.hellebores.
org)

Poliploidi
Poliploidi ialah organisma yang memiliki
kromosom lebih dari dua set (2N).
Kelipatan n euploid : monoploid (N), triploid
(3N), tetraploid (4N) pentaploid (5N) dst
Bukan kelipatan n uneuploid : nullisomic (2n2), monosomic (2n-1), doublesonic (2n-1-1),
trisomic (2n+1), double trisomis (2n+1+1),
tetrasomic (2n+2) dst
Poliploidi dapat terjadi secara alami dan buatan.
Autopolyploidi : penggandaan kromosom
secara langsung (buatan dengan cholcisine)
Allopolyploidi: hasil persilangan antar tanaman
dengan genom berbeda dapat steril atau fertil

Contoh tanaman poliploidi: semangka tanpa biji


(sumber: www. ar-kusuma.blogspot.com)

Mutasi
Mutasi ialah suatu kegiatan merubah susunan genetic pada
suatu tanaman dengan cara pemberian perlakuan
menggunakan mutagen
Mutasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu :
1. Mutasi somatis yaitu mutasi yang terjadi pada jaringan
tubuh menyebabkan terjadinya perubahan pada bagian
tertentu dari tanaman yang dapat dilihat tetapi perubahan
ini tidak diwariskan dan
2.Mutasi sel generatif yaitu mutasi yang menyebabkan
perubahan menyeluruh pada tanaman dan merupakan
perubahan genetic, artinya perubahan ini diwariskan.
Penyebab mutasi yaitu:
Radiasi : sinar X, gamma, beta, neutron
Non radiasi : ultra violet
Kimia : EMS, NMU, NTG

jeruk tanpa biji hasil mutasi (kiri),


jeruk berbiji (kanan)
(sumber : lindsayjpatterson.com)

Bioteknologi
Kendala pada persilangan secara konvensional
yaitu jika tidak ada sumber keragaman
genetik dari tanaman sejenis atau persilangan
dilakukan apabila bahan merupakan kerabat
jauh maka persilangan tidak dapat dilakukan.
Kendala tersebut dapat diatasi dengan
metode pemuliaan secara bioteknologi.
Metode-metode yang dapat digunakan yaitu:
Transformasi Genetik
Variasi Somaklonal
Fusi Sel

Golden Rice hasil rekayasa genetika


(sumber:www.goldenrice.org)

3. Seleksi
Proses memilih genotip unggul dari
populasi yang memiliki keragaman genetik
tinggi
Metode seleksi yang diterapkan tergantung
pada cara perkembangbiakan tanaman
(generatif (sendiri/silang) dan vegetatif)
Metode seleksi tanaman menyerbuk
sendiri, yaitu : massa, galur murni,
pedigree, bulk, SSD, backcross
Metode seleksi tanaman menyerbuk silang
yaitu : galur murni, massa, ear to row,
recurrent selection

4. Pengujian genotip harapan


Genotip unggul merupakan calon varietas
yang diharapkan (varietas harapan)
Calon varietas perlu diuji lapang untuk
mengetahui keunggulannya
Pengujian dilakukan secara bertahap (uji
pendahuluan dan uji lanjut)
Uji pendahuluan dilakukan di satu lokasi
dan uji lanjutan dilakukan di beberapa
lokasi

Uji multilokasi

(sumber :www. shs-regional3.com)

5. Pelepasan Varietas
Pelepasan varietas dilakukan melalui
sidang pelepasan varietas.
Varietas
harapan
yang
terbukti
unggul
berdasarkan
hasil
uji
multilokasi
dan
memenuhi
persyaratan dapat dilepas menjadi
varietas baru
Calon varietas yang lulus dalam
sidang pelepasan dapat dilepas
menjadi varietas baru melalui SK
Menteri Pertanian.

Calon Varietas
Penyusunan Deskripsi
Uji Daya Hasil , Uji
Multilokasi

Khusus hortikultura

Sidang Pelepasan
Varietas

Pendaftaran varietas

UJI BUSS (Beda Unik, Seragam dan


Stabil) = DUS (Different, Unique,
Stable)
HAK PERILINDUNGAN VARIETAS
TANAMAN

Sumbangan pemuliaan tanaman


terhadap kemajuan pertanian
Menghasilkan varietas baru dengan sifat
unggul:
Hasil tinggi hibrida
Tahan hama atau penyakit
Rasa enak
Umur pendek
Spesifik lokasi
Estetika tinggi
Kandungan nutrisi tertentu

Pelestarian plasma nutfah (koleksi)

Kacang panjang ungu UB


D'Baltro (durian Balitbu Tropika)
(sumber:www.kuswanto.lecture.ub.ac.id) (sumber: www. debaltro.blogspot.com)

Padi Hibrida
(sumber:

catatanpertanian.blogspot.com)

Jagung Hibrida
(sumber: puslittan.bogor.net)

Tanaman Jeruk: A: Tidak tahan virus CVPD, B: Tahan virus


CVPD
(Sumber: fp.unud.ac.id)

Tomat Hibrida
Sumber: saranaagri.wordpress.com)
Varietas-varietas mawar
hibrida ( Hybrid Tea )
(Sumber: yanxberwarna.blogspot.com)

REFERENSI
Allard, R,W. 1999. Principle of Plant Breeding : Second Edition.John
Wiley and Sons. Inc. USA
Brown, J and Peter, C. 2008. An Introduction to Plant Breeding.
Blackwell Publishing Ltd
Daryanto dan Siti,S.1982. Biologi Bunga dan Teknik Penyerbukan
Silang Buatan.Gramedia
Hagedoorn, L. 2008. Plant Breeding. Fournier Press
Mangoenendidjojo, W. 2003. Dasar-Dasar Pemuliaan Tanaman.
Kanisius. Jogjakarta
Poehlman, and Borthakur. 1977. Asian Breeding Field Crop: With
Special Reference to Crops of India. Oxford & IBH Pub. Co.
Michigan University
Stansfield, W and Susan, E. 2000. Genetic: Fourth Edition. Schaum
Outline