Anda di halaman 1dari 21

Respiratory Distress Syndrome

Brianka Yudha N.

15.710.365

Pembimbing: dr. Made

Macam Respiratory Distress Syndrome : RDS pada dewasa  Acute RDS (dulu Adult RDS) RDS pada
Macam Respiratory Distress
Syndrome :
RDS pada dewasa  Acute RDS
(dulu Adult RDS)
RDS pada bayi baru lahir 
Hyaline membrane disease
ARDS = Acute RDS Cedera akut dan parah pada sebagian besar atau kedua belah paru Ditandai
ARDS = Acute RDS
Cedera akut dan parah pada sebagian
besar atau kedua belah paru
Ditandai dengan kegagalan
pernafasan dan pasien sering
membutuhkan bantuan ventilasi
Tidak spesifik, tapi parah dan umumnya
berkaitan dengan kondisi patologis lain
seperti pneumonia, shock, sepsis,
trauma, dll.
Definisi Suatu cedera parenkimal paru yang bersifat menyebar, yang terkait dengan edema paru nonkardiogenik, yang menyebabkan
Definisi
Suatu cedera parenkimal paru yang
bersifat menyebar, yang terkait dengan
edema paru nonkardiogenik, yang
menyebabkan kegagalan pernafasan
yang parah dan hipoksemia
Tanda patologis utama : kerusakan
alveolar yang bersifat menyebar
Prognosis

• Kematian karena ARDS kurang lebih 70 % • Perbaikan fungsi paru bagi “survivor” membutuhkan minimal waktu 3 bulan

ETIOLOGI  Trauma fisik atau kondisi mengancam nyawa lainnya (perdarahan)  Disebabkan karena hipoksia atau kegagalan

ETIOLOGI

Trauma fisik atau kondisi mengancam nyawa lainnya (perdarahan)

Disebabkan karena hipoksia atau kegagalan sirkulasi

acute lung injury (ALI/ARDS) karena paparan iritant paru akut

Keracunan paru secara langsung - rokok, gas kimia berbahaya, dll.

SARS -- severe acute respiratory disorder

(SCoV coronavirus infection) ~25% kasus

SARS dapat berkembang menjadi kondisi seperti ARDS ( ‘atypical pneumonia’)

Penyebab Clinical Disorder associated with the development of ARDS lain Direct Lung Injury Indirect Lung injury
Penyebab
Clinical Disorder associated with the development of ARDS
lain
Direct Lung Injury
Indirect Lung injury
Common Causes
Common causes
Pneumonia
Sepsis
Aspiration of gastric
Severe trauma with
content
shock and multiple
transfusion
Less Common
Less Common
Causes
Causes
Pulmonary
Cardiopulmonary
Fat contusion
bypass Drug
emboli
Acute overdose
Near-
Inhalational drowning
Transfusion pancreatitis of blood
product
Reperfusion injury
pulmonary edema
After lung
transplantation or

ulmonar

Ada 3 fase dalam patogenesis ARDS  Fase eksudatif : fase permulaan, dengan cedera pada endothelium

Ada 3 fase dalam

patogenesis ARDS

Fase eksudatif : fase permulaan, dengan cedera

pada endothelium dan epitelium, inflamasi, dan

eksudasi cairan. Terjadi 2-4 hari sejak serangan akut

Fase proliferatif : terjadi setelah fase eksudatif, ditandai dengan influks dan proliferasi fibroblast, sel tipe II, dan miofibroblast, menyebabkan penebalan dinding alveolus dan perubahan eksudat perdarahan menjadi jaringan granulasi seluler/ membran hialin

Merupakan fase menentukan : cedera bisa mulai sembuh atau menjadi menetap, ada

resiko terjadi lung rupture (pneumothorax)

Fase fibrotik/recovery : Jika pasien bertahan sampai 3 minggu, paru akan mengalami b

d

li

d

fib

i

i

Gambaran Radiologi

Mula-mula tidak ada kelainan jelas pada foto dada. Setelah 12-24 jam tampak infiltrat tanpa batas-batas yang tegas pada seluruh lapangan paru, mirip dengan edema paru pada gagal jantung tetapi tanpa tanda-tanda pembesaran jantung dan tanda bendungan lainnya. Infiltrat tersebut biasanya meluas dengan cepat dan simetris dalam beberapa jam/hari sehingga mengenai seluruh lapangan paru tetapi kedua sinus kostofrenikus masih tetap normal (bilateral white-out). Infiltrat dapat juga bertambah secara lambat dan asimetris.

Differential diagnosis

- Infeksi paru yang luas - Gagal jantung kongestif

Tujuan terapi Terapi  Tidak ada terapi yang dapat menyembuhkan  umumnya bersifat suportif  Terapi

Tujuan terapi

Terapi

Tidak ada terapi yang dapat menyembuhkan umumnya bersifat suportif

Terapi berfokus untuk memelihara oksigenasi dan perfusi jaringan yang adekuat

mencegah komplikasi nosokomial (kaitannya dengan infeksi)

Strategi Terapi  Non-farmakologi - ventilasi mekanis  dgn berbagai teknik pemberian, menggunakan ventilator, mengatur PEEP

Strategi Terapi

Non-farmakologi

  • - ventilasi mekanis dgn berbagai teknik pemberian, menggunakan ventilator, mengatur PEEP (positive-end

expiratory

pressure)

-pembatasan cairan -pemberian surfaktan tidak

dianjurkan secara rutin

 Farmakol ogi Inhalasi NO dan vasodilator lain  kortikosteroid (masih kontroversial : no benefit, kecuali

Farmakol

ogi

Inhalasi NO 2 dan vasodilator lain

kortikosteroid (masih kontroversial : no benefit, kecuali bagi yang inflamasi eosinofilik)

Ketoconazole : inhibitor poten untuk sintesis tromboksan dan menghambat biosintesis leukotrienes mungkin bisa digunakan untuk mencegah ARDS

Infant RDS atau Hyaline Membrane Disease (HMD) Supine chest radiograph demonstrates a bell shaped thorax with
Infant RDS atau
Hyaline Membrane
Disease
(HMD)
Supine chest radiograph demonstrates a bell shaped thorax
with diffuse and symmetrical ground glass infiltrates.
Apakah IRDS ?  Merupakan gangguan pada bayi baru lahir, terutama yang lahir prematur  karena

Apakah IRDS ?

Merupakan gangguan pada bayi baru lahir, terutama yang lahir prematur karena kekurangan surfaktan

Surfaktan mulai diproduksi oleh janin pada usia kehamilan 34 minggu, dan pada umur kehamilan 37 minggu jumlahnya sudah cukup untuk pernafasan normal

Puncak keparahan terjadi pada 24-

48

jam,

akan

membaik

dalam

waktu

72-96

jam

(tanpa

terapi

surfaktan)

tergantung

dari

maturitas bayi

Gejala dan tanda  Beberapa jam setelah kelahiran, bayi menunjukkan pernafasan cepat dan dangkal (> 60/menit)

Gejala dan tanda

Beberapa jam setelah kelahiran, bayi menunjukkan pernafasan cepat dan dangkal (> 60/menit)

Penggunaan accessory neck

muscle untuk bernafas Mendengkur, takikardia, sianosis

Terjadi retensi cairan, edema, dan oliguria pada 48 jam pertama

Gambaran radiologi

  • - Peningkatan Gambaran opak

  • - Air bronchogram +

  • - Penurunan volume paru

  • - Pola retikulogranular

Penatalaksanaan Non-farmakologi:  Jaga kecukupan oksigen dengan ventilasi mekanik  dengan ventilator, jaga CPAP (Continuous Positive

Penatalaksanaan

Non-farmakologi:

Jaga kecukupan oksigen dengan ventilasi mekanik dengan ventilator, jaga CPAP

(Continuous Positive Airway Pressure)

Jaga bayi tetap hangat, jika perlu gunakan topi bayi

Terapi Farmakologi :  Terapi surfaktan  surfaktan sintetik diberikan melalui sisi pada tube endotracheal dalam

Terapi Farmakologi :

Terapi surfaktan surfaktan sintetik

diberikan melalui sisi pada tube endotracheal dalam 2 x suntikan bolus, contoh: Exosurf, Infasurf, Alveofact Nitric Oxide inhalasi Narkotik/benzodiazepin mengurangi nyeri dan ketidaknyamanan pada bayi contoh: Lorazepam, Fentanyl Sodium bicarbonat untuk metabolic acidosis Diuretik untuk mengurangi odema, perlu