Anda di halaman 1dari 24

DEFINISI

Drs. Mohammad
Kanzunnudin, M.Pd.

Definisi
1. Kata, frasa atau kalimat yang mengungkapkan
makna, keterangan, atau ciri utama dari orang
benda, proses, atau aktivitas.
2. Batasan arti.
3. Rumusan tentang ruang lingkup dan ciri-ciri
suatu
konsep
yang
menjadi
pokok
pembicaraan atau studi.
4. Uraian pengertian yang berfungsi membatasi
objek, konsep, dan keadaan
berdasarkan
waktu dan tempat suatu kajian.

Ciri Umum Definisi


1.Adanya unsur kata atau
istilah
yang
didefinisikan
yang disebut definiendum.
2. Adanya unsur kata, frasa,
atau kalimat yang berfungsi
menguraikan
pengertian
yang disebut definiens.
3. Pilihan kata

Pilihan Kata
a. Definiens dimulai dengan kata
benda, didahului kata adalah.
Mahasiswa
adalah
pelajar
diperguruan tinggi.
b. Definiens dimulai selain kata
benda
(misalnya
kata
kerja)
didahului kata yaitu. Setia yaitu
merasa terdorong untuk mengakui,
memahami,
menerima,
menghargai,
menghormati,

c.

Definiens
memberikan
pengertian rupa atau wujud
diawali kata merupakan.
Mencintai
merupakan
tindakan
terpuji
untuk
mengakhiri
konflik.
D. Definiens berupa sinonim
didahului kata ialah. Cinta
ialah kasih sayang. Pria ialah

Jenis Definisi
1.Nominal.
2.Formal.
3. Kerja atau
operasional .
4. Paradigmatis
5. Luas.

Definisi Nominal
Berupa pengertian singkat. Ada 3
jenis.
(1)Sinonim
atau padanan.
Manusia ialah orang. Perempuan
ialah wanita.
(2)Terjemahan dari bahasa lain.
Kinerja
ialah
perfomance.
Pengembang ialah developer.
(3) Asal-usul sebuah kata.

Definisi Formal
Disebut juga definisi terminologi, yaitu
definisi yang disusun berdasarkan logika
formal yang terdiri dari tiga unsur.
Struktur definisi ini berupa kelas, genus,
dan pembeda (deferensiasi). Ketiga unsur
tersebut harus tampak dalam definiens.
Struktur formal diawali dengan klasifikasi,
diikuti dengan menentukan kata yang
akan dijadikan definiendum, dilanjutkan
dengan menyebutkan genus, dan diakhiri
dengan kata-kata atau deskripsi pembeda.

Contoh
(2) Genus : makhluk
(1) Kelas : manusia
Kelas : hewan
(3) Pembeda:
Pembeda:
berakal, berbudi
insting

(1)

(3)
naluri,

Syarat Definisi Formal


1. Definiendum dan definiens bersifat
koterminus, mempunyai makna yang
sama.
2. Definiendum dan definiens bersifat
konvertabel, dapat dipertukarkan
tempatnya.
3.
Definiens tidak berupa sinonim,
padanan
kata,
terjemahan,
etimologi, bentuk populer, atau
pengulangan definiendum.

Contoh
Manusia adalah orang
yang berakal budi (salah).
(2) Manusia adalah insan
yang berakal budi (salah).
(3) Manusia adalah ciptaan
Tuhan
yang
paling
sempurna.
(1)

Lanjutan
4. Definiens bukan kiasan, perumpamaan,
atau pengandaian.
(a) Manusia adalah ibarat makhluk yang
selalu ingin dekat kepada pencipta-Nya
(salah).
(b) Manusia adalah bagaikan hewan yang
tidak pernah merasa puas (salah).
(c) Manusia adalah ciptaan Tuhan yang
diperintahkan untuk beribadah kepadaNya (benar).

5. Definiens menggunakan makna


paralel dengan definiendum, tidak
menggunakan kata di mana, yang
mana,
jika,
atau
misalnya.
(a) Manusia adalah makhluk yang
mana merupakan ciptaan Tuhan
(salah).
(b) Pendidikan adalah proses
pendewasaan peserta didik melalui
pengajaran dan pelatihan (benar).

lanjutan
6. Definiens menggunakan bentuk positif,
kalimat negatif; tanpa kata negatif:
tidak, bukan.
a. Pendidikan karakter tidak lain adalah
penanaman nilai-nilai yang mengarah
pembentukan manusia insan kamil.
(salah)
b. Pendidikan karakter adalah penanaman
nilai-nilai yang mengarah pembentukan
manusia insan kamil. (benar)

lanjutan
7.
Pembeda
(deferensiasi)
pada
definiens harus mencakupi sehingga
menghasilkan makna yang tidak bias
(samar) dengan kelas yang lain.
a. Manusia adalah ciptaan Tuhan.
(pembeda tidak lengkap)
b. Manusia adalah ciptaan Tuhan yang
paling sempurna. (benar)

Definisi Operasional
Batasan pengertian yang dijadikan
pedoman untuk melakukan suatu
kegiatan atau pekerjaan, misalnya
penelitian. Disebut juga definisi kerja
karena dijadikan pedoman untuk
melaksanakan suatu penelitian atau
pekerjaan tertentu.
Disebut juga
sebagai definisi subjektif karena
disusun berdasarkan keinginan orang
yang akan melakukan pekerjaan.

Ciri
1.

Mengacu pada target


pekerjaan yang hendak
dicapai.
2.
Berisi
pembatasan
konsep,
tempat,
dan
waktu.
3. Bersifat aksi, tindakan,

Contoh
(1) Penelitian ini merupakan upaya untuk
mengetahui pengaruh indeks prestasi kumulatif
terhadap
kecerdasan
mahasiswa
jurusan
keperawatan Stikes Muhammadiyah Kudus
Angkatan 2012.
(2) Prestasi mahasiswa adalah indeks prestasi
kumulatif yang diperoleh sejak awal kuliah
sampai dengan akhir perkuliahan.
(3) Prestasi atlet bulutangkis adalah sejumlah
medali
yang
diperoleh
pada
setiap
pertandingan sejak awal karier bermain
bulutangkis sampai akhir.

Definisi Paradigmatis
Bertujuan untuk mempengaruhi
pola pikir orang lain. Ciri-cirinya
sebagai berikut.
1. Disusun berdasarakan paradigma
(pola pikir) nilai-nilai tertentu.
2. Berfungsi untuk mempengaruhi
sikap, perilaku, atau tindakan
orang lain.
3.
Bertujuan
agar
pembaca

4. Berkaitan dengan nilai-nilai tertentu,


misalnya bisnis, etika, budaya, ajaran,
falsafah,
tradisi,
adat
istiadat,
pandangan
hidup.
5. Fungsi definisi paradigmatis (a) untuk
menegembangkan
pola
pikir;
(b)
mempengaruhi sikap pembaca atau
pendengar; (c) mendukung argumentasi
atau pembuktian; dan (d) memberikan
efek
persuasif.

Contoh
1. Globalisasi bisnis adalah usaha lebih banyak
melampaui
batas-batas
negara
untuk
mendapatkan uang, barang, dan konsumen.
2. Pendidikan adalah upaya mendewasakan
anak didik.
3. Budaya merupakan modal pengembangan
kreativitas bisnis yang bernilai ekonomi
tinggi.
4. Kekayaan laut merupakan potensi alam
yang
dapat
memenuhi
dua
pertiga
kebutuhan hidup bangsa.

Definisi Luas
Batasan pengertian yang
sekurang-kurangnya
terdiri atas satu paragraf.
Definisi ini hanya berisi
satu gagasan yang
didefinisikan.

Ciri
1. Terdiri sekurang-kurangnya satu
paragraf.
2.
Berisi
sata
gagasan
yang
merupakan definiendum.
3. Tidak menggunakan kata kias.
4. Setiap kata dpat dibuktikan atau
diukur kebenarannya.
5. Menggunakan penalaran yang
jelas.

contoh
Globalisasi bisnis adalah usaha komersial
yang melampaui batas-batas negara
bertujuan untuk mendapatkan uang,
barang, dan konsumen. Globalisasi ini
dilakukan dengan melakukan konsentrasi
penjualan produk ke negara lain. Kegiatan
ini dilakukan dengan menjalin kerja sama
antarproduk,
antarpengusaha,
dan
antarnegara.
Misalnya,
imbal
beli,
patungan, atau murni mengekspor produk.