Anda di halaman 1dari 59

SISTEM PENCERNAAN

Oleh :
Akhmad Rizani

SISTEM PENCERNAAN
SALURAN PENCERNAAN :
Proses
Pengunyahan
Penelanan
Pencairan dan pencernaan
Penyerapan

SUSUNAN SALURAN
PENCERNAAN

Mulut (Oris)
Faring (Tekak)
Osofagus (Kerongkongan)
Ventrikulus (Lambung)
Intestinum minor (Usus halus) :
Intestinum mayor (Usus besar)
Rektum
Anus

ORIS (MULUT)
Luar yang sempit/vestibula :
ruang diantara gusi, gigi, bibir dan pipi.
Dalam/cavum oris/rongga mulut :
rongga yang dibatasi sisi-sisinya oleh os
maksilaris, palatum, lidah dan mandibularis
dibelakang bersambung dengan faring.

BIBIR
Otot yang ditutupi oleh kulit dan bagian
dalam dilapisi selaput lender (mukosa) :
Menutup : otot orbikularis oris
Mengangkat : levator anguli oris
Menekan : depressor anguli oris

PALATUM
Palatum durum (keras)
Tersusun atas tajuk palatum dari depan os
maksilaris ke belakang.
Palatum mole (lunak)
Bagian belakang yang merupakan lipatan
menggantung yang dapat bergerak.

PIPI
Bagian dalam ---- dilapisi mukosa yang
mengandung papilla
Bagian luar ---- membentuk sisi wajah (otot
buksinator)
menyambung dari sisi hidung ke sudut
mulut melalui naso labial.

GELIGI
Gigi sulung :
6 bulan 2,5 tahun lengkap 20 buah
Gigi tetap :
6 18 tahun lengkap 32 buah

LIDAH
Lidah ---- otot serat lintang dilapisi
oleh selaput lendir.
- Radiks : pangkal
- Dorsum : punggung
- Apeks : ujung

KELENJAR SALIVA
Kelenjar parotis : sekretnya dituangkan ke
dalam mulut melalui saluran stensen
(bermuara dipipi bagian dalam berhadapan
dengan geraham kedua atas).
Kelenjar submandibularis : terletak dibawah
kedua sisi tulang rahang. Sekretnya
dituangkan kedalam mulut melalui saluran
Wharton, yang bermuara didasar mulut.
Kelenjar sub lingualis : terletak dikanan kiri
frenulum linguae dan sekretnya melalui
muara-muara kecil.

JENIS KELENJAR SALIVA


Sekresi serosa, mengandung
ptyalin untuk pencernaan pati.
Sekresi mukosa, untuk
pelumasan.

SEKRESI KELENJAR SALIVA


Rangsang kecap dan taktil dari lidah
diatur oleh impuls Nuklei Salivatorius
yang terletak dekat perbatasan
medulla oblongata dan pons.

Rangsang bau makanan.


Respon refleks lambung dan usus bagian
atas --- iritasi.

FARING

Tabung berbentuk kerucut terbalik


Dimulai dasar tengkorak
Setinggi vertebra cervikalis ke 6
Bagian dorsal dibatasi oleh columna
vertebra cervikalis
Bagian ventral oleh muara rongga mulut
bagian posterior (fauses)
Panjang faring lebih kurang 7 cm.

PEMBAGIAN FARING
Nasofaring : mulai bagian atas palatum
mole sampai ke basis cranii
Orofaring : antara palatum mole dan
ujung epiglottis
Laringofaring : dibawah tepi atas
epiglotis sampai ke laring.

OSOFAGUS

Dari hipofaring ke kardia lambung


Letak : posterior terhadap jantung dan trachea, anterior
terhadap vertebra
Fungsi : menghantarkan makanan dari faring
kelambung.
Atas : spinkternya muskolus cricofaringeus yang terdiri
dari serabut-serabut otot rangka.
Normal : tonik/kontraksi, kecuali menelan.
Bawah : secara atomatis tidak nyata. Sebagai barier
terhadap refluks isi lambung ke dalam osofagus.
Normal : menutup, kecuali makanan ke lambung
muntah.

LAPISAN OSOFAGUS
Mukosa bagian dalam
Bentuk epitel berlapis pipih/gepeng, seperti faring
Perubahan yang menyolok pada batas osofagus dan
lambung (garis Z) menjadi epitel silenders.
Sub mukosa
Yaitu sel-sel sekretoris menghasilkan mukosa
membantu mempermudah jalan makanan waktu
menelan dan melindungi mukosa dari cedera zat kimia.
Lapisan otot
Bagian luar : otot tersusun longitudinal (memanjang/membujur)
Bagian dalam : tersusun sirkular.
Lapisan luar
Jaringan fibrosa yang menebal.

PERSARAFAN OSOFAGUS
Simpatis dan parasimpatis system saraf otonom.
Ekstrinsik : Parasimpatis dibawa oleh nervus vagus
sebagai motorik osofagus. Simpatis kurang diketahui.
Saraf intramural intrinsik : terdapat antara lapisan otot
sirkular dan longitudinal yaitu fleksus Auerbach yang
berperan mengatur peristaltic osofagus normal.

DISTRIBUSI DARAH
Atas : arteri thyroidea dan arteri subclavia.
Tengah : segmental aorta dan arteri bronchialis.
Sub diafragmatika : arteri gastrika sinistra dan arteri
phrenica inferior.
Kembalinya : dari vena osofagus leher ----mengalirkan darah ---- ke vena azygos dan vena
hemiazygos ---- diteruskan dibawah diafragma vena
osofagus ---- kedalam vena gastrica sinistra.

PUSAT MENELAN

Medulla oblongata
melalui aferen N.5, N.10, N.12.

FASE MENELAN
Fase oral :
Di dorong lidah ---- menyentuh dinding
posterior faring.
Fase faringeal :
Palatum mole dan uvula bergerak refleks
menutup rongga hidung ---- laring terangkat menutup
faring sehingga nafas terhambat.
Fase osofageal :
Muskolus cricofaringeus relaksasi ---- bulus
masuk osofagus. Gelombang peristaltic
primer berjalan sepanjang osofagus ---- mendorong
bolus ke spinkter osofagus distal yang merelaksasi
spinkter ini sehingga bolus masuk lambung.

SEKRESI OSOFAGUS
Seluruhnya bersifat mukoid, berfungsi :
Memberikan pelumasan untuk
menelan.
Mencegah ekskoriasi mukosa oleh makanan.
Melindungi dinding osofagus dari
getah lambung yang mengalami
refluks.

LAMBUNG

Letak :
Miring dari kiri ke kanan melintasi
abdomen bagian
atas antara hati dan diafragma di
atas dan colon transversus di bawah.

LAPISAN LAMBUNG
Serosa ---- paling luar
Dibentuk oleh peritoneum.
Menutupi muka lambung dan melipat pada kulvatura
mayor dan minor.
Otot
Otot longitudinal ---- luar
Otot sirkular ---- tengah. Merupakan lapisan paling continue
dan kuat dan menjadi tebal ---- membentuk spinkter piloros.
Otot Obliq ---- di dalam. Merupakan lanjutan otot sirkular osofagus
dan paling tebal didaerah fundus.
Sub Mukosa
Bergerak sama gerak peristaltic.
Mengandung plexus-plexus saraf, pembuluh darah dan limfe.
Mukosa ---- paling dalam
Tersusun dalam lipatan-lipatan longitudinal (rugae) ---memungkinkan merenggang.

KELENJAR MUKOSA
Kelenjar kardia ---- dekat lobang kardia.
Fungsi : mensekresi mukosa
Kelenjar fundus dan gastric ---- pada fundus dan
sebagian besar pada korpus lambung.
Sel-sel zimogenik/chief cells

Fungsi : mensekresi pepsinogen dan diubah


menjadi pepsin dalam lingkungan asam.
Sel Parietal

Fungsi : mensekresi HCL dan H2O


Sel neck cells --- pada leher kelenjar

Fungsi : mensekresi mucus.


Kelenjar pylorus ---- letak pada daerah pylorus
lambung.
Fungsi : menghasilkan gastrin.

PERSARAFAN LAMBUNG
Saraf parasimpatis :
- Melalui nervus vagus
- Trunkus vagus mempercabang ramus gastrikus,
pilorikus, hepatikus dan coeliakus.
Saraf simpatis :
- Melalui nervus splanknikus major dan ganglia
coeliakum.
Persarafan intrinsic dinding lambung :
- Pleksus nervus auerbach dan meissner.
Fungsi : mengkoordinasi aktifitas motorik dan
sekresi
mukosa lambung.

SUPLAI DARAH LAMBUNG


Dari arteri coeliaca atau trunkus coeliacus ---- yang
mencabang
mensuplai kalvitura mayor dan minor
Arteri gastroduodenalis dan arteri
pankreatikoduodenalis ---- berjalan sepanjang
bulbus posterior duodenum. Tukak ini dapat
mengerosi arteri dan menyebabkan perdarahan.
Venanya : melalui vena porta.

FUNGSI LAMBUNG
Sebagai fungsi motoris terdiri atas :
Penyimpanan
Pencampuran
Menghaluskan makanan oleh peristaltic lambung
dan getah lambung
Pengosongan kimus ke dalam duodenum.
Getah lambung yang dihasilkan :
Pepsin
Asam garam (HCl)
Renin

SEKRESI LAMBUNG
Fese Sefal :
Sekret terjadi dan makanan belum masuk
Akibat melihat, mencium, memikirkan dan merasakan
makanan
Diperantarai nervus vagus dan dihilangkan dengan vagotomi
Tanda neurogenik : berasal dari korteks serebri (pusat nafsu
makan)
Impuls eferen dihantarkan oleh nervus vagus ke lambung
Akibatnya : kelenjar gastric dirangsang mensekresi asam,
pepsinogen dan mucus.
Merupakan 10 % sekresi lambung.

Fese Gastrik/Fase Hormonal :

Mulai bila makanan mencapai antrum pylorus


Hormon gastrin dikeluarkan dari antrum dan dibawa oleh aliran darah ke
kelenjar gastric ---- menyebabkan sekresi
Dirangsang nervus vagus oleh peregangan antrum menyebabkan refleks
local dan refleks vasovagal ke medulla oblongata dan melalui eferen
vagus kembali
lagi ke lambung merangsang pengeluaran gastrin dan merangsang
kelenjar-kelenjar gastric.
Gastrin diserap dalam darah dan diangkut ke kelenjar gastric ---merangsang sel parietal ---- meningkatkan kecepatan sekresi asam dan
meningkatkan kecepatan sekresi enzim.
Pengeluaran gastrin ---- merupakan rangsang utama
sekresi asam.
Sekresi asam juga : oleh pH alkali, garam-garam empedu dalam antrum
dan protein makanan dan alcohol.
Merupakan 2/3 sekresi lambung, sekitar 2000 ml.

Fese Intestinal :

Terjadi bila makanan masuk duodenum dan menyebabkan


lambung mensekresi getah lambung dalam jumlah sedikit.
Fase ini bersifat hormonal.
Peregangan usus halus menimbulkan refleks mientrikus,
saraf simpatis dan vagus yang menghambat sekresi dan
pengosongan lambung.
Adanya asam (pH : 2,5), lemak dan hasil pemecahan
protein menyebabkan pengeluaran beberapa hormon
usus.
Sekretin dan kolesistokinin pankreozimin ---- mempunyai
efek inhibisi moderat terhadap sekresi lambung.

SEKRESI PANKREAS
Pengaturan Saraf
Fase sefalik dan gastric sekresi lambung terjadi ---impuls parasimpatis ---- nervus vagus ---- ke pancreas
---- sekresi enzim-enzim pancreas.
Pengaturan Hormonal
Setelah makanan masuk usus halus ---- sekresi
pancreas meningkat akibat respons hormone sekretin
---- hormone kolesistokinin.

USUS HALUS
Berpangkal dari pylorus dan
berakhir pada seikum
Panjangnya sekitar 6 meter
Terdiri dari duodenum sekitar 25 cm
Jejenum 2/5 dari sisa & Ileum 3/5 nya

MEMPERDARAHI USUS
HALUS
Arteri :
Arteri mesenterika superior mendarahi usus halus,
kecuali duodenum :
arteri gastrodeudenalis dan cabang-cabangnya
serta arteri pankreatiko deudenalis superior.

Vena :

Vena mesenterika superior


Vena lienalis
Vena porta.

PERSARAFAN USUS HALUS


Simpatis : menghambat pergerakan
Parasimpatis : merangsang aktifitas sekresi
dan pergerakan
Intrinsik : pleksus Auerbach ---- dalam lapisan
mukosa dan pleksus Miessner ---- dalam sub
mukosa.

FUNGSI USUS HALUS


Pencernaan dan absorpsi bahan-bahan
gizi yang telah dicernakan dan air lainnya
mengatur dan mempermudah proses ini.
Bikarbonat dalam secret pancreas
membantu menetralkan asam dan
memberikan pH optimal bagi kerja enzimenzim.

HORMON PENCERNAAN USUS


Kolesistokinin, berperan lemak
yang bersentuhan dengan mukosa
duodenum yang menyebabkan kandung
empedu kontraksi.
Pankreozimin, hasil pencernaan partial
protein yang bersentuhan dengan
mukosa duodenum merangsang sekresi
getah pancreas.

ABSORPSI DINDING USUS


Fe dan Ca diabsorpsi di duodenum dan
Ca perlu vitamin D
Vitamin A D E K diabsorpsi perlu garam empedu
Asam folat dan juga vitamin2 dalam air
Gula, asam amino dan lemak diabsorpsi menjelang
kimus mencapai jejenum
Vitamin B 12 diabsorpsi dalam ileum terminalis.

SIRKULASI ENTEROHEPATIK
GARAM EMPEDU
Asam-asam empedu --- dikeluarkan kandung
empedu --- ke doudenum untuk membantu
pencernaan
lemak --- reabsorpsi dalam ileum terminalis
--- masuk kembali kehati.

LAPISAN DINDING USUS HALUS


Serosa ---- paling luar ---- dibentuk
peritoneum.
Lipatan peritoneum yang lebar : mesenterium
dan menyokong pembuluh darah.
Otot : longitudinal dan sirkular ---- membantu
gerak peristaltic.
Lapisan sub mukosa : terdiri atas jaringan
penyambung.
Lapisan mukosa : tebal dan mengandung
pembuluh darah dan kelenjar.

SEKRESI USUS HALUS


Rangsang Lokal
Pengaturan sekresi oleh refleks meinterik local
Peregangan usus halus menyebabkan sekresi
dari Kripti Lieberkuhn.

Pengaturan Hormonal
Hormon enterokinin yang diekstrak
dari mukosa usus halus.

USUS BESAR
Merupakan tabung muskular
berongga dengan panjang sekitar 1,5
meter
Terbentang dari saekum sampai
kanalis ani
Diameter rata-rata sekitar 2,5 cm
paling sempit dan sekitar 7,5 cm
paling lebar.

BAGIAN USUS BESAR


Saekum
Mengandung katup ileosaekal
2 atau 3 inch pertama usus besar
Colon
Colon asendent
Colon transversum
Colon desendent
Colon sigmoid
Rectum
Terbentang dari colon sigmoid dengan usus.
Beberapa inch bagian terminal rectum
dinamakan kanalis ani dan dilindungi oleh
sfinkter ani eksternus dan internus.
Panjang rectum dan kanalis ani sekitar 15 cm.

SUPLAI DARAH USUS BESAR


Arteri mesenterika superior :
- Bagian saekum
- Colon asende
- 2/3 proksimal colon transversum.
Arteri mesenterika inferior :
- 1/3 distal colon transversu
- Colon desenden dan sigmoid
- Bagian proksimal rectum.
Yang lainnya pada rectum :
- arteri hemoroidalis berasal dari aorta abdominalis
- arteri iliaka interna.
Venous rectum dari colon dan rectum superior melalui :
- Vena mesenterika superior inferior dan vena hemoroidalis
superior, yang merupakan bagian dari system porta yang
mengalirkan darah ke hati.
- Vena hemoroidalis media dan inferior mengalirkan darah
ke vena iliaka dan merupakan bagian dari sirkulasi

PERSARAFAN USUS BESAR


Usus besar oleh system saraf autonom.
Kecuali spinkter eksterna oleh system volunter.
Parasimpatis :
- Melalui nervus vagus ke bagian tengah colon
transversum.
- Nervus pelvikus berasal dari daerah sacral
mensuplai bagian distal.
- Meningkatkan sekresi, kontraksi dan
perangsangan spinkter rectum.
Simpatis :
- Meninggalkan medulla spinalis melalui nervus
splangnikus untuk mencapai colon.
- Menghambat sekresi, kontraksi dan
perangsangan spinkter rectum.

FUNGSI USUS BESAR


Colon sebelah kanan : absorpsi air dan
elektrolit.
Colon sigmoid : reservoir untuk
dehidrasi massa feses sampai defekasi
berlangsung.

SEKRESI USUS BESAR


Sekresi Mukos :
Diatur oleh rangsang taktil langsung sel goblet pada
permukaan usus, oleh refleks mienterik local.
Perangsangan nervi erigentis (parasimpatis)
meningkatkan sekresi.
Sekresi air dan elektrolit akibat rangsangan :
Bila iritasi hebat :
- Mengencerkan factor iritan.
- Menyebabkan pergerakan feces yang cepat.

PERGERAKAN USUS HALUS


Kontraksi Pencampur (Kontraksi Segmentasi)
Peregangan oleh kimus menimbulkan kontraksi
konsentrik local seperti cincin dengan interval
sepanjang usus. Kontraksi ritmik berlangsung dengan
kecepatan 11-12/menit dalam duodenum dan secara
progresif kecepatan makin lambat sampai sekitar
7/menit dalam ileum terminalis.

Gerakan Pendorong
Kimus didorong melalui usus halus oleh
gelombang peristaltic. Bergerak ke arah anus
dengan kecepatan 0,5 sampai 2 cm/detik.
Lebih cepat pada usus proksimal dan lebih
lambat pada usus terminal.
Dalam keadaan normal dibutuhkan 3-5 jam
untuk jalannya kimus dari pylorus ke valva
ileosaekal.

KATUP ILEOSAEKAL
Prinsip kerjanya :
Pada usus halus, tekanan dan iritasi kimia
merelaksasi spinkter dan meningkatkan
peristaktik.
Pada usus halus, fluiditas isi mempermudah
pengosongan.
Pada usus besar, tekanan atau iritasi kimia
menghambat peristaltic ileum dan merangsang
spinkter.

Fungsi Katup Ileosaekal :


Mencegah aliran balik feces
dari kolon ke dalam usus halus.
Mencegah masuknya makanan pada
usus halus kedalam colon sebelum waktunya.

PERGERAKAN USUS BESAR


Pergerakan Pencampur (Haustrasi)
Pada setiap tempat sekitar 2,5 cm terjadi
kontraksi otot sirkular yang menyempitkan
lumen usus. Saat yang sama terjadi kontraksi
otot longitudinal yang terkumpul dalam tiga
pita longitudinal tineae koli.

Pergerakan Pendorong (Mass Movement)


Tempat kontraksi terjadi pada tempat dalam kolon
yang teregang atau teriritasi. Dapat terjadi pada setiap
bagian kolon. Bila mass movement mendorong feces
ke rectum, maka terasa keinginan untuk defekasi :
- Pengaruh hormone gastrin.
- Iritasi dalam kolon.
- Perangsangan kuat system saraf parasimptis atau
peregangan berlebihan.

HEPAR
Kelenjar tbesar dalam tubuh, sifat lunak dan
lentur dg berat sekitar 1,5 kg
Berada pada regio hypokondrium kanan
sampai regio epigastirum
Diperdarahi oleh vena porta, arteri hepatika
dan vena hepatika

Fungsi hepar :
Menghasilkan getah empedu
Mensintesa protein dan tempat
penimbunan glikogen
Proses detoksikasi

KANDUNG EMPEDU
Bentuk buah per pd viseral hati, panjang
sekitar 8 cm berisi 40-50 cc empedu
Terdiri dari saluran/duktus hepatikus,
sistikus dan koledukus
Berfungsi sbg tempat persediaan getah
empedu

PANKREAS
Organ lunak, berlobus, terletak pd dinding
posterior abdomen dibelakang peritonium
Bagian eksokrin kelenjar menghasilkan enzim
m hidrolisis protein, lemak & KH
Bagian endokrin m hslkan insulin & glukagon
utk metabolisme KH

LIMPA/LIEN
Massa jaringan limfoid tunggal tbesar,
warna merah, bentuk oval pd regio
hipokondrium kiri, sbelah dlm iga IX, X
dan XI kiri
Merup depot utama sel2
retikuloendotelial mmecahkan Hb sel
darah mrh

PERITONIUM
Membran serosa tipis yg mbatasi dinding
abdomen & pelviks dg 2 lapis yi parietal
& viseral
M cegah pergesekan organ2 dalam
rongga abdomen