Anda di halaman 1dari 47

PENGGUNAAN BALANCED SCORECARD

(BSC)
PADA PERUSAHAAN KECIL

SUB BAB
1.
2.
3.

Abstract
Introduction
Bagian I:
-. Konsep BSC dan Model BSC
-. BSC sebagai Sistem Pengukuran Kinerja,
-. BSC sebagai Sistem Manajemen Strategis Stategic,
-. 4 bidang perspektif BSC,
-. Penggunaan BSC pada Entitas Kecil,
-. Kritik terhadap BSC
4. Bagian II : Metode Pengumpulan Data, Lingkup Survei, dan Keterbatasan
Survei
5. Bagian III Hasil Survei
-. Hasil /Temuan Survey di UK
-. Hasil /Temuan Survey di Cyprus
-. Perbandian Temuan Survei di UK dan Cyprus
-. Keterbatasan Survey
-. Kesimpulan Survei

ABSTRACK
BSC adalah sebuah pengukuran kinerja dan sistem manajemen strategis yang penggunaannya cocok untuk
segala jenis dan ukuran sebuah usaha.
Keunggulan dari BSC adalah kemampuannya untuk menggabungkan ukuran-ukuran baik ukuran keuangan
maupun non keuangan secara bersama melalui pengukuran baik pengukuran kinerja strategis maupun kinerja
usaha dalam 4 (empat) perspektif yang saling berkaitan.
Banyak study menunjukkan bahwa BSC dapat secara sukses diterapkan dalam perusahaan dan organisasi
berskala besar. Namun, bukti empiris terkait dengan penggunaan BSC dalam organisasi kecil masih sangat
terbatas.
Study ini untuk memperkaya literature yang sudah ada dengan melaporkan hasil dari investigasi yang komparatif
atas kesadaran dan penggunaan BSC dalam perusahaan-perusahaan kecil yang berlokasi di UK dan Cyprus.
study ini menguji alasan-alasan bagi perusahaan kecil untuk tidak mengadopsi BSC dan apakah perusahaanperusahaan ini menggunakan ukuran-ukuran kinerja yang mirip dengan BSC model.
Data penelitian didapatkan dari kuesioner yang telah diisi secara mandiri yang didistribusikan kepada 500
perusahaan di UK dan Cyprus.
Penemuan survei mengisyaratkan bahwa mayoritas perusahaan kecil, khususnya di UK, tidak menyadari adanya
BSC dan tingkat penggunaan BSC sangat rendah.
Beberapa responden tertentu percaya bahwa BSC bukan merupakan alat yang cocok untuk perusahaan kecil
sehingga impementasinya jauh dari pemahaman sumber daya yang tersedia di perusahaan kecil tersebut.
Namun, penemuan juga mengisyaratkan bahwa walaupun sangat sedikit perusahaan kecil yang menggunakan
BSC, banyak diantara perusahaan tersebut menggunakan ukuran-ukuran kinerja dan indikator yang setipe
dengan yang digunakan dalam BSC model.

INTRODUCTION
Menurut Kaplan dan Norton, penemu BSC, alat ini dapat menyeimbangkan baik ukuran keuangan
maupun ukuran non keuangan yang digunakan oleh sebuah perusahaan.
Menurut Gumbus dan Lussier (2006), BSC dapat digunakan di perusahaan kecil maupun besar
jika para pegawainya berkerja untuk mencapai target dan tujuan strategis yang sama.
Banyak survey memberikan bukti atas popularitas dari BSC dan penggunaan yang luas oleh
berbagai macam tipe organisasi (rigby and Bilodeau, 2011);
a.

Tahun 2009, survei oleh the international institute of Banking and Finance Services (IIBS) untuk
The Chartered Institute of Management Accounting (CIMA) : BSC terus menerus menjadi alat
management paling popular dan paling banyak diadopsi oleh banyak perusahaan.

b.

Tahun 2011, survei oleh Bain and Company, menemukan bahwa BSC adalah salah satu dari 25
alat manajemen dan teknis yang paling popular, serta penggunaannya diperkirakan akan terus
meningkat.

. BSC telah memberikan intangible benefit untuk banyak organisasi besar yang telah memilih untuk
mengimplementasikannya.
. Para pakar memperkirakan bahwa perusahaan kecil akan mendapatkan keuntungan yang sama jika
menggunakan BSC.
. Masih sangat sedikit bukti empiris tentang penggunaan BSC di Perusahaan Kecil
. Untuk tujuan study saat ini, istilah small company hanya merujuk pada perusahaan kecil baik di
UK maupun Cyprus.

KRITERIA PERUSAHAAN KECIL


Di UK, menurut section 382, company act 2006, kriteria
perusahaan kecil, yaitu:
a. Turnover tidak lebih dari 6.5 juta pundserling
b. Neraca menunjukkan asset tidak lebih dari 3.26 juta
pundsterling
c. Tidak lebih dari 50 pegawai
. Di Cyprus, ministry of Commerce Industry and Tourism,
mendefinisikan sebuah perusahaan kecil jika pegawainya tidak
lebih dari 10 orang.
. Anderson, Cobbold and Lawrie, 2001 : Perusahaan kecil biasanya
memiliki struktur organisasi yang sederhana dan system
manajemennya dikendalikan oleh pimpinan langsung, biasanya
adalah pemiliknya, dengan bantuan beberapa manajer.

MAKSUD DAN TUJUAN SURVEI


Maksud dari Survei:
1) menggali apakah BSC diketahui dan digunakan oleh perusahaan
kecil.
2) menyediakan informasi tentang alasan-alasan yang menyebabkan
mengapa perusahaan-perusahaan kecil (UK & Cyprus) ini tidak
menggunakan BSC.
3) focus pada investigasi tentang BSC sebagai system manajemen
kinerja strategis yang diciptakan oleh Kaplan dan Norton
(1992:1996a, 1996b, 1966) dan dibagi ke dalam 4 perspective yang
mana adalah customer perspective, internal bisnis perspective,
Innovation and learning perspective dan financial perspective.
4) Penemuan dan hasil dari studi menyediakan banyak informasi yang
dibutuhkan tentang seperti apa penggunaan BSC oleh perusahaan
kecil.

MAKSUD DAN TUJUAN SURVEI


Study ini memilik 4 tujuan utama, yaitu:
1) Menginvestigasi apakah menajemen di perusahaan kecil
menyadari adanya model BSC.
2) Mengidentifikasi tingkat penerapan BSC di dalam perusahaan
kecil
3) Menggali alasan-alasan tidak ada penerapan BSC oleh
perusahaan kecil
4) Menguji apakah perusahaan kecil menggunakan ukuran-ukuran
kinerja yang mirip dengan yang digunakan dalam BSC.

Bagian I :
- Konsep BSC dan Model BSC,
- BSC sebagai Sistem Manajemen
Strategis
- BSC sebagai Sistem Pengukuran Kinerja
- Penggunaan BSC pada Entitas Kecil,
- Kritik terhadap BSC

KONSEP BSC
BSC adalah sebuah sistem pengukuran kinerja yang dikembangkan oleh Kaplan and
Norton di tahun 1992, agar dapat mengatasi keterbatasan penggunaan sistem
tradisional dalam pengukuran kinerja keuangan. (Kaplan and Norton, 1992).
Ukuran-ukuran akuntansi keuangan yang secara umum digunakan oleh perusahaan
mencakup return on investment (ROI) dan earning per share (EPS).
Kaplan dan Norton menyatakan (1992) : ukuran-ukuran (ROI dan EPS) merupakan
hasil dari kinerja-kinerja sebelumnya.
Dalam lingkungan usaha yang kompetitif saat ini, jenis informasi keuangan/ ukuranukuran keuangan mungkin akan memberikan penafsiran yang salah/tidak cukup,
khususnya pada bidang yang berkaitan dengan pengembangan dan inovasi
perusahaan.
Karakterisik utama dari BSC adalah, BSC menggunakan baik ukuran-ukuran keuangan
maupun non keuangan agar dapat memberikan sebuah pengamatan yang lengkap
terkait dengan kinerja perusahaan (Kaplan and Norton, 1992;1996a)
Selama bertahun-tahun, BSC telah mengalami perkembangan dan kemajuan sebagai
sebuah system pengukuran, tapi lebih dari itu menjadi sebuah system management
strategis.

BSC MODEL
BSC model, menggunakan kombinasi yang tepat atas leading dan lagging
performance indicator untuk mengukur kinerja melalui 4 perspektif yang
saling berkaitan.
adanya hubungan sebab akibat antara ukuran-ukuran keungan dan non
keuangan
Pemilih ukuran kinerja ini ditentukan dengan menjawab pertanyaan dasar
tentang masing-masing 4 perspektif tersebut:
1) Customer perspective how do customers see us ?
2) Internal business perspective What must we excel at ?
3) Innovation and learning perspective Can we continue to improve and
create value ?
4) Financial Perspective how do we look to shareholders ?

BSC MODEL
Figure 1. The four perspectives of the balanced
scorecard

BSC Sebagai
Sistem Pengukuran Kinerja

BSC adalah alat yang dinamis yang dapat digunakan untuk menerapkan
strategi perusahaan dari teori ke dalam praktek.
Menurut Kaplan dan Norton (1992), BSC mencakup sejumlah ukuran-ukuran
yang memungkinkan manajer memiliki pengamatan cepat namun lengkap
dari kondisi perusahaan.
BSC mengartikan misi dan strategi organisasi ke dalam seperangkat ukuranukuran kinerja yang komprehensif, yang mampu menyediakan kerangka bagi
sebuah sistem managemen dan pengukuran yang strategis. (Kaplan and
Norton, 1996a, p.2)
BSC memiliki kemampuan untuk menghubungkan proses-proses manajemen
sebuah bisnis dan memberikan penekanan pada penerapan strategi jangka
panjang.

BSC : SISTEM MANAJEMEN STRATEGIS


BSC memiliki kemampuan untuk memungkinkan para manajer menciptakan
dan mengenalkan 4 proses manajemen baru yang dapat digunakan secara
sendiri-sendiri atau secara kombinasi, agar dapat menghubungan strategis
jangka panjang dengan tindakan jangka pendek.
4 proses manajemen dapat diidentifikasikan sebagai:
a) penerjemahan visi/strategi bisnis
b) Mengkomunikasikan dan menghubungkan visi/strategi dari bisnis dengan
para pegawainya
c) Perencanaan bisnis untuk mencapai visi/strategi
d) umpan balik dan pembelajaran dalam mengevaluasi dan menyesuaikan
strategi yang ada.

BSC : SISTEM MANAJEMEN STRATEGIS


Figure 2. The four processes of
the BSC

4 PERSPEKTIF DARI BSC


1. Perspektif Bisnis Internal (internal business Perspective)
fokus pada kegiatan-kegiatan sebuah organisasi yang dilakukan
guna memuaskan pelanggan.
Contohnya: dalam organisasi manufaktur, merakit sebuah produk
merupakan proses bisnis internal
2. Perspektif Pembelajaran dan Inovasi (Innovation and Learning
Perspektif )
. Focus pada kemampuan dan kealihan utama yang harus dimiliki
perusahaan, agar dapat mencapai proses bisnis internal yang
superior, yang dapat menciptakan nilai di mata pelanggan dan
shareholders.
. Beberapa ukuran-ukuran kinerja yang mungkin digunakan untuk
mengukur inovasi dan pembelajaran mencakup tingkat keahlihan
pendidikan para pegawai, kepuasan pegawai dan tingkat retensi.

4 PERSPEKTIF DARI BSC


3. Perspektif pelanggan (Customer Perspective)
Focus pada opini pelanggan terhadap perusahaan, dan bagaimana
perusahaan ingin dilihat oleh pelanggan. (norreklit, 2000)
Kepuasan pelanggan adalah sebuah prioritas bagi banyak bisnis,
khususnya pada saat ini dimana lingkungan usaha lebih kompetitif,
dan dapat juga berfungsi sebagai indikator kinerja yang sangat
penting dalam usaha agar sebuah bisnis berhasil.
Pelanggan biasanya memiliki 4 pertimbangan utama terkait dengan
produk/jasa yang ditawarkan sebuah bisnis : Time, Quality,
Performance and Service, and Cost.
Untuk itu, perusahaan harus dapat menghubungkan targetnya sesuai
dengan 4 elemen tersebut, dan secara berkesinambungan
mengubah target ini ke dalam ukuran-ukuran yang lebih spesifik.

4 PERSPEKTIF DARI BSC


4. Perspektif Keuangan (Financial Perspective)
Perspective ini merujuk pada tinjauan keuangan perusahaan yang dihadirkan
kepada para shareholder dan apakah penerapan strategi perusahaan,
berkontribusi pada bottom-line improvement. (Kaplan and Norton, 1992)
Ukuran kinerja keuangan menyediakan informasi yang didasarkan pada hasil
dari peristiwa yang telah lalu, misalnya : gross margin percentage, cost
reduction in key areas, return on investment, and return on capital
employed.
indikator keuangan tidak mempengaruhi kepuasan pegawai dan pelanggan
sehingga sebuah bisnis seharusnya tidak menggunakannya sebagai standar
untuk mengarahkan ukuran keuangan sebagai visi strategis mereka. (Kaplan
and Norton)
bisnis seharusnya tidak hanya menggunakan data keuangan tapi juga
bentuk-bentuk strategi dan pengukuran yang menekankan pada seluruh
strategi usaha.

PENGGUNAAN BSC PADA ENTITAS KECIL


Bain and Company mengeluarkan survey tahunan management tools and
technique yang mencakup data tentang popularitas dan penggunaan
BSC baik di perusahaan besar maupun kecil.
Survey terakhir tahun 2011 dan meliputi data dari 1.230 manajemen
executive pada beberapa industri di berbagai negara, dengan hasil sbb:
a) perusahaan yang besar menggunakan 30 % lebih alat-alat managemen
dibandingkan perusahaan kecil,
b) perusahaan kecil secara rata-rata menggunakan 9 alat menajemen selama
tahun 2008 dan tahun 2010 (Rigby and Bilodeau, 2011).
c) BSC merupakan 1 dari 25 alat managemen yang poling popular selama
tahun 2011 dan level penggunaannya meningkat dari 47% menjadi 63 %
diantara tahun 2010 ke 2011.
d) Analisis lebih jauh menunjukkan bahwa BSC telah naik dari peringkat
13 ke 6 sebagai alat management paling populer selama periode 2004-10
(Rigby and Bilodeau, 2011).
e) BSC memiliki total pengguna 48% dari total perusahaan partisipan survei

PENGGUNAAN BSC PADA ENTITAS KECIL


Di tahun 2009, sebuah survey oleh International Institute of
Banking and Finance (IIBS), perihal penggunaan 100 alat
akuntansi manajemen dan alat terkait lainnya):
a. melibatkan 439 responden, dari bebagai sektor, wilayah, dan
ukuran organisasi.
b. BSC adalah alat paling popular dan diperhitungakan sebagai
alat yang paling cepat diadopsi.
c. BSC pada umumnya digunakan oleh perusahaan besar dari
pada perusahaan kecil.
d. hampir 60% dari perusahaan yang sangat besar dan 40%
perusahaan besar menggunakan BSC sebagai alat
manajemen kinerja.
e. hanya 25 % dari perusahaan kecil yang menggunakan BSC
model sebagai alat pengukuran kinerja

PENGGUNAAN BSC PADA ENTITAS KECIL


Menurut Hudson, Smart and Bourne, :
BSC awalnya didesain agar dapat digunakan oleh perusahaan
menengah dan besar.
Hal ini karena berdasarkan kenyataan bahwa perusahaan kecil
memiliki karakteristik yang berbeda yang memisahkan mereka
dari mayoritas perusahaan besar.
Perusahaan kecil mungkin menggunakan struktur yang sama
atau beberapa perspektif dari BSC sebagai ukuran kinerja tanpa
menyadarinya.

KRITIK TERHADAP BSC


Norreklit (2000) berpendapat bahwa hubungan sebab akibat antara ukuranukuran dari 4 perspektif BSC yang dijelaskan oleh Kaplan dan Norton, adalah
bermasalah, karena:
a) BSC tidak mempertimbangkan dimensi waktu;

Dampak dari ukuran-ukuran akan muncul pada waktu yang berbeda,


dan ini karena akibat dari masing-masing bidang yang berbeda memiliki
skala waktu yang berbeda juga.
b) BSC tidak memperhitungkan kompetisi dan pengembangan teknologi
dimana hal tersebut merupakan factor penting bagi perusahaan
belakangan ini

Fakta bahwa BSC tidak mempertimbangkan pengujian yang


berkelanjutan atas langkah-langkah para pesaing dan pengembangan
teknologi, membuat BSC tersebut statis, padahal alat yang baik
seharusnya dinamis.

BAGIAN II
Metode Pengumpulan Data,
Desain quesioner
Lingkup Survei, dan
Keterbatasan Survei

Metode Pengumpulan Data


Data primer dikumpulkan melalui kuesioner yang
dikirimkan
kepada
responden
di
perusahaanperusahaan kecil di UK dan Cyprus.
Untuk project penelitian ini, metode yang dipilih untuk
penyebaran kuesioner adalah survey online, yang
relative tidak mahal dan lebih sedikit waktu yang
diperlukan untuk mengadminsitrasikan dibandingkan
metode lainnya.

DESAIN KUESIONER
Bagian 1 :
a) mencakup 6 pertanyaan umum tentang perusahaan, seperti rata-rata turnover tahunan, jumlah
pegawai, kegiatan dasar perusahaan.
b) Mayoritas pertanyaan adalah tertutup kecuali 1 pertanyaan terbuka tentang peran dari responden di
dalam perusahaan mengingat sebuah jawaban yang khusus dibutuhkan.
c) ada 2 pertanyaan tambahan yang dijawab dengan memilih salah satu pilihan melalui five point likert
scale
d) ada penjelasan singkat tentang konsep BSC dan responden ditanya apakah mereka mengetahui akan
konsep BSC dan apakah digunakan diperusahaannya.
Bagian ke-2
e) Kuesioner hanya dijawab oleh responden yang perusahaannya benar-benar menerapkan BSC.
f)
Responden ditanya tentang seberapa lama perusahaan mereka menggunakan BSC.
g) ada 16 pertanyaan tentang pengaruh dari BSC di dalam perusahaan mereka.
h) Agar dapat mengukur opini dari responden, 5 point likert rating scale digunakan
Bagian ke-3
i)
Dijawab oleh responden yang sadar atas BSC tapi perusahaan mereka tindak menggunakannya.
j)
diberikan sebuah pertanyaan tentang alasan tidak menggunakan BSC, kemudian ditanya labih lanjut
pada kuesioner di bagian 4.
Bagian ke-4
a. Dijawab oleh 2 tipe responden yaitu, responden yang tidak memiliki pengetahuan tentang BSC dan
responden yang dengan kesadaran konsep BSC tapi tidak menggunakannya saat ini.
b. Responden ditanya 2 pertanyaan untuk mengidentifikasikan focus bidang perusahaan mereka dan apa
indikator kinerja utama yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan mereka.

PEMILIHAN SAMPEL PERUSAHAAN KECIL


DI UK DAN CYPRUS
Agar dapat memilih sample yang relevant di perusahaan-perusahaan
UK,
peneliti menggunakan Financial Analysis Made Easy (FAME)
website:
Fame mencakup 10 tahun informasi keuangan perusahaan yang terdaftar
di UK dan Irlandia sehingga memungkinkan untuk mengidentifikasi
seperangkat data dari perusahaan-perusahaan UK yang memenuhi 2
persyaratan utama untuk dapat diklasifikasikan sebagai sebuah
perusahaan berukuran kecil.
Perusahaan Cypriot diidentifikasikan melalui Cyprus chamber of
Commerce and Industry (CCCI).
CCCI adalah lembaga korporasi swasta yang beroperasi dibawah UU
khusus tanpa campur tangan pemerintah.
Melalui ini CCCI ini, diperoleh informasi yang berguna tentang
perusahaan-perusahaan yang merupakan anggota dari CCCI seperi
nama, alamat, rincian kontak, dan kegiatan bisnis mereka (CCCI, 2008).

Bagian III Hasil Survei


- Hasil Survei pada Perusahaan Kecil di UK
- Hasil Survei Pada Perusahaan Kecil di Cyprus
- Perbandingan Temuan survei di Cyprus and
the UK
- Keterbatasan Survei
- kesimpulan

500 kuesioner diemail ke perusahaan kecil


di UK dan Cyprus.
Tingkat respons 8% (40 respon, masingmasing 20 respon per Negara);

HASIL SURVEI DI UK
semua perusahaan di UK yang disurvei, menjawab bahwa mereka
memiliki turnover 6,5 juta poundsterling dan tidak lebih dari 50 pegawai.
hasil ini sesuai dengan kriteria dari definisi perusahan
berukuran kecil di UK.
Kegiatan utama :
a) 65% perusahaan adalah pemberian jasa,
b) 15% adalah wholesalers, dan
c) sisanya adalah konstruksi dan perusahaan manufaktur.
) ditanya tentang peran mereka di dalam perusahaan (validitas
informasi):
a) 50% adalah General Manager,
b) 15% direktur, dan
c) sisanya adalah akuntan, pengedali keuangan atau pemilik perusahaan
itu sendiri.

HASIL SURVEI DI UK
Hasil survei terkait dengan pentingnya faktor keuangan dan nonkeuangan :
a. 75% perusahaan menjawab kenaikan keuntungan merupakan faktor yang
sangat penting.
b. 60% perusahaan menjawab penjualan, pendapatan dan kepuasan
pelanggan adalah sangat penting.
c. 50% perusahaan menjawab : Berkembangya kualitas produk dan kenaikan
produktivitas sebagai faktor yang sangat penting
d. 45-55% menjawab meningkatnya jumlah pelanggan, keahlihan pegawai,
kepuasan dan kualitas produk dipertimbangan sebagai faktor yang
penting.
e. 15% menjawab not very important dan 30% menjawab unimportant
sehingga market share tidak menjadi peringkat yang tinggi,
(terkait market share, hasil ini secara relative tidak mengejutkan mengingat
semua perusahaan yang disurvei adalah perusahaan kecil dan beroperasi
dalam sebuah pasar nasional yang besar. Sehingga mengukur dan
menargetkan market share adalah susah untuk dicapai dan diilihat sebagai

HASIL SURVEI DI UK
Terkait pertanyaan tentang pentingnya ukuran kinerja
keuangan dan non keuangan dalam perusahaan mereka:
a) 85% responden menyatakan : penggunan ukuran keuangan
very important, dan
b)35 % menyatakan ukuran non keuangan very
important.
c) 55 % responden menyatakan Ukuran Non-keuangan
important
d) 10 % percaya bahwa ukuran non keuangan slightly
important dan
e) 5 % menyatakan ukuran non keuangan unimportant

HASIL SURVEI DI UK
Terkait awareness atas keberadaan Model BSC, hasilnya sbb:
a) 80 % = unaware/tidak sadar apa itu BSC sebenarnya, hasil ini
mengindikasikan sebuah ketidaktahuhan yang signifikan atas
BSC
b) 20 % = aware dan pertama kali mendenganya dari berbagai
media meliputi literature akademis, textbook, seminar atau
kuliah.
c) 25 % = aware of BSC dan menggunakannya. Hasil ini
mengartikan bahwa 1 dari 4 perusahaan kecil sadar
tentang konsep BSC.

HASIL SURVEI DI UK
1 (satu) Perusahaan kecil yang telah menerapkan BSC, berpendapat:
a) Mereka menggunakan BSC untuk mengembangkan strategi;
b)percaya bahwa BSC merupakan sistem pengukuran kinerja yang efektif, relevan untuk
digunakan dalam perusahaan kecil.
c) Perusahaan puas dengan penggunaan BSC dan mempertimbankannya sebagai sebuah
alat sederhana yang memungkinkan para pegawai memahami strategi dan visi dari
perusahaan
d)BSC menyediakan informasi yang dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, waktu
pengiriman produk/jasa, menaikkan keuntungan, dan mengurangi biaya-biaya, tetapi
TIDAK untuk meningkatkan kualitas produk/jasa, tingkat keahlihan dan kepuasan para
pegawai serta menaikkan market share.
e)kegunaan utama dari BSC adalah untuk menjaga organisasi tetap focus pada
para stakeholder utama terlibat dalam bisnis.
) 3 (tiga) perusahaan kecil lainnya yang sadar BSC tapi tidak menggunakannya,
responden mengindikasikan bahwa mereka telah menggunakan alat pengukuran
kinerja dan mereka tidak melihat BSC sebagai alat yang relevan untuk digunakan di
perusahaan kecil. Alasan ini sesuai dengan tinjauan literature survei ini.

HASIL SURVEI DI UK
Bagian terakhir dari kuesioner ditujukan bagi perusahaan-perusahaan yang TIDAK
SADAR atas BSC dan tidak menggunakan teknik-teknis seperti BSC.
Pertanyaan apakah mereka secara resmi mengukur kinerja pada area-area bisnis
tertentu yang penting (unsur dari 4 perspektif BSC), hasilnya adalah:
a)

Bidang Keuangan : 90% perusahaan menilai kinerja keuangan, paling


penting

b)

Bidang Customer : 53 % perusahaan mengukur customer area

c)

Bidang bisnis Internal : 58 % perusahaan mengukur internal business area.

d)

Bidang innovation and learning : 16% Perusahaan mengukurnya

) Hasil ini sesuai dengan jawaban pertanyaan berikutnya tentang seberapa sering
mereka menggunakan ukuran-ukutan kinerja tertentu, dan semunya menjawab
bahwa Revenue Growth, sebuah indikator terkait dengan bidang keuangan,
sebagai salah satu indikator kinerja kunci yang paling sering digunakan sedangkan
jumlah produk baru tidak digunakan oleh lebih dari setengah responden.

HASIL SURVEI DI CYPRUS


- Semua perusahaan di Cyprus yang disurvei memiliki pegawai kurang dari 10
orang sehingga memenuhi kriteria sebagai perusahaan kecil
- Kegiatan usaha :
a.30% perusahaan menyediakan JASA
b.25 % adalah perusahaan manufaktur dan Wholesalers
c.Sisanya adalah perusahaan konstruksi dan asuransi.
-. Peran responden di dalam perusahaan:
a.40 % = general manager
b.35% = director
c.Sisanya = pengendali keuangan, pemilik dan peran lainnya.

HASIL SURVEI DI CYPRUS


Terkait dengan 10 faktor keuangan dan non keuangan, hampir semua
perusahaan menyatakan bahwa semua faktor sangat penting khususnya
kenaikan penjualan dan improvement produk/jasa, rincian hasil survei sbb:
a. 80% responden menyatakan penggunaan ukuran keuangan very
important
b. 20 % percaya ukuran keuangan important
c. 40 % percaya bahwa ukuran non-keuangan very important
d. 25 % percaya bahwa ukuran non-keuangan important
e. 20 percaya bahwa ukuran non-keuangan slightly important
f. 10 % menyatakan bahwa ukuran non-keuangan not very important
g. 5 % menyatakan bahwa ukuran non-keuangan unimportant
h. kenaikan jumlah pelanggan dan kepuasan pegawai merupakan 2 faktor
yang dianggap merely important,

HASIL SURVEI DI CYPRUS


Terkait awareness terhadap BSC, hasilnya sbb:
a. 55% responden belum pernah mendengar BSC
b. 45 % (9 perusahaan) tahu BSC dan menemukannya dari literature akademis atau textbook,
seminar, konsultan, dan satu responden belajar BSC dari sebuah jurnal professional.
c.
Dari 9 perusahaan menyadari BSC tersebut, dan hanya
22%
(2 perusahaan)
menggunakannya;
. 2 perusahaan yang telah menggunakan BSC tersebut, menjawab:
a. telah menggunakan BSC lebih dari 3 tahun.
b. setuju bahwa BSC adalah sistem pengukuran kinerja yang efektif untuk perusahaan mereka
dan membantu para pegawai untuk memahami lebih baik strategi perusahaan mereka.
c. Setuju bahwa BSC menyediakan informasi yang membantu manajer untuk meningkatkan
kepuasan pelanggan dan kualitas secara umum dari produk/jasa.
d. Untuk sisa pertanyaan, jawaban keduanya berbeda:
. Perusahaan ke-1, setuju bahwa BSC alat revelan untuk perusahaan kecil sedangkan Perusahan
ke-2, antara tidak setuju atau setuju
. Perusahaan 1, setuju bahwa dengan BSC memudahkan pencapaian tujuan perusahaan dan
meningkatkan keahlihan pegawai sedangkan Perusahaan 2, antara setuju dan tidak.

HASIL SURVEI DI CYPRUS


Terkait alasan mengapa mayoritas perusahaan tidak menggunakan BSC,
hasilnya adalah:
a. 57 % = karena telah menggunakan pengukuran kinerja alternative
b. 29 % = karena BSC tidak cocok untuk perusahaan kecil
c. 14 % = karena tidak ada alasan untuk menerapkan BSC
d. 14 % = BSC memakan banyak waktu untuk diterapkan dan digunakan
. Bagi responden yang tidak menggunakan/tidak sadar BSC, mereka ditanya
apakah mengukur kinerja melalui 4 bidang bisnis seperti dalam BSC, hasilnya
adalah:
a. 89 % = mengukur Kepuasan Pelanggan
b. 50 % = mengukur internal business perspective
c. 61 % = mengukur innovation and learning.
d. 94 % = mengukur Financial Area

HASIL SURVEI DI CYPRUS


Pada Perusahan yang tidak menggunakan BSC,
menunjukkan bahwa
a. Revenue Growth and On-time Deliveries adalah
paling luas digunakan sebagai key performance
indicator (KPI)
b. Sebaliknya, ukuran kinerja untuk Enviromental
and Social Responsibility, revenue from new
product and number of new product tidak
digunakan atau jarang digunakan

PERBANDINGAN HASIL PENEMUAN SURVEI


N
o

UK

CYPRUS

Tingkat awareness atas BSC

20%

(45 %)

Tingkat Penggunaan BSC

20%

22%

BSC menyediakan system


pengukuran kinerja yang efektif
untuk perusahaan mereka

setuju

setuju

relevansi dan keefektifan BSC pada


perusahaan Kecil*

Setuju

alasan kenapa tidak menerapkan


BSC

- Telah menggunakan sebuah system pengukuran


kinerja yang efektif
- Tidak cocok digunakan perusahaan kecil

Sama seperti di UK

Perush ke-1 : setuju


Perush ke-2 : tidak

Bidang yang paling banyak diukur oleh perusahaan yang tidak menggunakan/sadar BSC
Pengukuran Financial

Mayoritas

Mayoritas

Pengukuran Customer Perspective

sebagian

mayoritas

Pengukuran Learning and Innovation

16%

61%

Pengukuran Revenue Growth

mayoritas

mayoritas

On-time Delivery sebagai KPI


Kurang dari 50%
Lebih dari 50%
*) Dari survey hanya ditemukan 3 perusahaan yang menggunakan BSC, 1 dari UK dan 2 dari Cyprus

KETERBATASAN SURVEI
Data yang diperoleh dari tiap negara (UK & Cyprus) tidak cukup besar
akan lebih bermanfaat jika penelitian masa depan, terkait hal yang sama,
dilakukan dengan
menggunakan sampel yang lebih besar dari perusahaanperusahaan kecil, dengan menguji perusahaan kecil tidak hanya di UK dan
Cyprus tapi juga di Negara lain.
Keterbatasan lainnya adalah semua data penelitian diperoleh dari kuesioner.
Pemahaman lebih dalam mungkin dapat diperoleh tentang pengukuran
kinerja dan
kesadaran tentang BSC, malalului wawanca langsung dengan
manajemen perusahaan kecil.

KESIMPULAN
Banyak literatur yang menggali penggunaan BSC di perusahaan besar namun masih sedikit yang
membahas penggunaan BSC di perusahaan kecil.
studi ini menguji apakah perusahaan kecil di UK dan Cyprus sadar adanya BSC dan apakah
perusahaan-perusahaan ini menerapkan dan menggunakan teknik BSC.
studi ini berusaha mengidentifikasi alasan-alasan mengapa perusahan-perusahan kecil tidak
menggunakan BSC untuk pengukuran kinerja.
Penggunaan data yang dikumpulkan melalui kuesioner yang di kirim ke UK dan Cyprus, hasilnya
mengindikasikan bahwa perusahaan di UK dan Cyprus nampaknya fokus pada pengukuran aspek
Keuangan untuk menilai kinerja mereka
Indikator kinerja keuangan lebih lazim digunakan di perusahaan di UK dan Cyprus dan dianggap lebih
penting dibanding ukuran non keuangan, dalam rangka pengambilan keputusan.
Mayoritas perusahaan di UK dan Cyprus tidak secara resmi mengguna BSC
Salah satu alasan adalah banyak perusahaan kekurangan pengetahuan yang rinci dan kesadaran atas
BSC.
Kesadaran atas BSC lebih tinggi di Cyprus, walaupun secara keseluruhan tingkat tingkat kesadaran di
kedua Negara kurang dari 50%.
Mayoritas dari perusahaan kecil dengan kesadaran BSC, mereka memilih untuk tidak mengadopsinya
karena adanya persepsi bahwa BSC tidak cocok digunakan oleh perusahaan kecil.
Secara total, hanya 3 dari 40 perusahaan di UK dan Cyprus yang menggunakan BSC
hasil survey mengindikasikan bahwa perusahaan-perusahaan yang tidak menggunakan BSC atau tidak
sadar keberadannya, mungkin sesungguhnya menggunakan pendekaran pengukuran kinerja yang
serupa dengan yang dipakai oleh BSC.
mereka mungkin secara umum mengukur beberapa atau semua 4 area bisis yang dirumuskan dalam

LAMPIRAN KUESIONER

LAMPIRAN KUESIONER

LAMPIRAN KUESIONER

LAMPIRAN KUESIONER

LAMPIRAN KUESIONER