Anda di halaman 1dari 18

KARAKTERISTIK ANAK

BERKEBUTUHAN KHUSUS

IK

ID

IK

HOTMIAN SINAGA
SANNA OKTAVIA LUBIS
TOGA HARIANJA SINAGA
ELITA ERAWATI SILABAN
YOHANA K GULTOM
HARTINI APRIYANI
PANGGABEAN

LATAR BELAKANG
Tidak setiap anak mengalami perkembangan
normal. Banyak di antara mereka yang dalam
perkembangannya mengalami hambatan,
gangguan, kelambatan, atau memiliki faktorfaktor resiko sehingga untuk mencapai
perkembangan optimal diperlukan penanganan
atau intervensi khusus. Kelompok inilah yang
kemudian dikenal sebagai anak berkebutuhan
khusus. Keragaman anak berkebutuhan khusus
terkadangmenyulitkan guru dalam upaya
menemu kenali jenis dan pemberian layanan
pendidikan yang sesuai. Namun apabila guru telah
memiliki pengetahuan dan pemahaman

ANAK
BERKEBUTU
HAN
KHUSUS

BERKELAIN
AN FISIK

TUNANETR
A

TUNARUNG
U

TUNADAKS
A

BERKELAIN
AN EMOSI

TUNAWICA
RA

TUNALARA
S

ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS


BERKELAINAN FISIK
A. Anak Tunanetra
1. Klasifikasi Anak Tunanetra
Berdasarkan Tingkat Ketajaman Penglihatan
a.Penderita adakalanya masih dapat melihat
gerakan-gerakan
tangan
b.Hanya dapat membedakan gelap dan terang.
Berdasarkan Adaptasi Pedagogis
a.Kemampuan melihat sedang(moderate
visual disability),
b.Ketidakmampuan melihat taraf
berat(severe visual disability).
c.Ketidakmampuan melihat taraf sangat
berat(profound visual
disability).

2. Karakteristik Anak-Anak Tunanetra


Segi Fisik
adanya kelainan pada organ penglihatan/mata
Segi Motorik
tunanetra kurang mampu melakukan orientasi
lingkungan,anak tunanetra harus belajar
bagaimana berjalan dengan aman dan efisien
dalam suatu lingkungan dengan berbagai
keterampilan orientasi dan mobilitas.
Perilaku
menunjukkan perilaku stereotip
Akademik
Keadaan ketunanetraan berpengaruh pada
perkembangan keterampilan akademis, khususnya
dalam bidang membaca dan menulis
Pribadi dan Sosial
anak tunanetra perlu mendapatkan latihan
langsung dalam bidang pengembangan

B. ANAK TUNARUNGU
1. Klasifikasi Anak Tunarungu
Tunarungu terdiri atas 2 tingkatan yaitu umum dan khusus:
1.Tunarungu secara umum
a) The deaf atau tuli, yaitu peyandang tunarngu berat dan
sangat berat dengan tingkat ketulian di atas 90 dB.
b) Heard of hearing, atau kurang dengan yaitu penyandang
tunarungu ringan atau sedang dengan derajat ketulian 2090 dB.
2.Tunarungu secara khusus.
2. Karakteristik Anak Tunarungu
1.Segi Fisik
Cara berjalannya kaku dan agakmembungkuk.
Pernapasannya pendek, dan tidak teratur.
Cara melihatnya agak beringas.
2.Segi Bahasa
Miskin akan kosa kata
Sulit mengartikan kata-kata yang mengandung ungkapan,
atau idiomatic

3.Intelektual
Perkembangan akademiknya lamban akibat keterbatasan
bahasa. Seiring terjadinya kelambanan dalam perkembangan
intelektualnya akibat adanya hambatan dalam berkomunikasi,
maka dalam segi akademiknya juga mengalami keterlambatan.
4.Sosial-emosional
Sering merasa curiga
Sering bersikap agresif.

C. Tunadaksa
Anak tunadaksa adalah kelainan yang meliputi cacat tubuh atau
kerusakan tubuh, kelainan atau kerusakan pada fisik dan
kesehatan dan kelainanan atau kerusakan yang disebabkan oleh
kerusakan otak dan saraf tulang belakang (Hargeo, 2012:47)
1. Klasifikasi Anak Tunadaksa
Klasifikasi anak tunadaksa terdiri dari kelainan pada sistem
serebrai (cerebral sistem disorders). Penyebabnya kelahiran
yang terletak pada sistem saraf pusat. Cerebral palsy
digolongkan menjadi tiga yaitu: derajat kecacatan, topografi
dan fisiologi kelaianan gerak.
1.Penggolongan cerebral palsy menurut derajat kecacatan
2.Golongan cerebral palsy menurut topografi monoplegia,
adalah kecacatan
satu anggota gerak, kaki kanan
3.Golongan menurut fisiologi

2. Karakteristik Tuna Daksa


Gangguan Motorik
Gangguan motoriknya berupa kekakuan,
kelumpuhan, gerakan-gerakan yang tidak dapat
dikendalikan, gerakan ritmis dan gangguan
keseimbangan.
Gangguan Tingkat Kecerdasan
Gangguan Sensorik
Pusat sensoris pada manusia terletak pada otak,
mengingat anak cerebral palsy adalah anak yang
mengalami kelainan di otak
Kemampuan Berbicara
Anak cerebral palsy mengalami gangguan wicara
yang disebabkan oleh kelainan motorik otot-otot
wicara terutama pada organ artikulasi seperti lidah,
bibir, dan rahang bawah
Emosi dan Penyesuaian Sosial
Respon dan sikap masyarakat terhadap kelainan
pada anak cerebral palsy, mempengaruhi
9
pembentukan pribadi anak secara umum. Emosi

D. Tunawicara

tuna wicara adalah apabila seseorang mengalami kelainan baik dalam pengucapan
(artikulasi) bahasa maupun suaranya dari bicara normal, sehingga menimbulkan kesulitan
dalam berkomunikasi lisan dalam lingkungan.
1. Klasifikasi Tuna Wicara
a) Keterlambatan bicara (Delayed speech),Yaitu seseorang yang mengalami
keterlambatan dalam perkembangan bicaranya jika dibandingkan dengan anak
seusianya.
b) Gagap (stuttering), Yaitu:kelainan dalam memulai pembicaraan dapat berupa:

a.Pemanjangan fonom atau suku kata depan (prolongation),


b.Pengulangan suku kata depan ( repetition ),
c.Gerak mulut berbicara namun tidak keluar suara ( silent struggle )
d.Anak dengan kekacauan dalam berbicara (cluttering), biasanya berupa bicara
terlalu cepat, struktur kalimat tidak karuan, repitisi berlebihan.
c)

d)

Kehilangan kemapuan berbahasa(disphasia), Yaitu kehilangan kemampuan


berbahasa mulai dari kesalahan dalam inti pembicaraan sampai tidak dapat
bebicara sama sekali.

Kelainan suara(voice disorder)

10

2. Hambatan yang dialami Anak Tuna Wicara


Anak tunawicara memiliki keterbatasan dalam berbicara atau komunikasi
verbal, sehingga mereka memiliki hambatan dan kesulitan dalam
berkomunikasi dan menyampaikan apa yang ingin mereka rasakan.
Kesulitan dalam berkomunikasi akan semakin parah apabila anak
tunawicara ini menderita tungarungu juga.Adapun hambatan - hambatan
yang sering ditemui pada anak tuna wicara :
a.Sulit berkomunikasi dengan orang lain
b.Sulit bersosialisasi.
c.Sulit mengutarakan apa yang diinginkannya.
d.Perkembangan pskis terganggu karena merasa berbeda atau minder.
e.mengalami gangguan dalam perkembangan intelektual, kepribadian,
dan kematangan sosial.

11

Anak Berkebutuhan Khusus Berkelainan


Emosi (Tunalaras)
Istilah tunalaras berasal dari kata tuna yang berarti kurang dan laras yang
berarti sesuai. Jadi, anak tunalaras berarti anak yang bertingkah laku kurang/
tidak sesuai dengan lingkungan. Perilakunya sering bertentangan dengan
norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat tempat ia berada. Anak
tunalaras sering disebut dengan anak tuna sosial karena tingkah laku mereka
menunjukkan pertentangan yang terus menerus terhadap norma-norma
masyarakat yang berwujud seperti mencuri, mengganggu dan menyakiti orang
lain.

12

Klasifikasi Anak Tunalaras


1.Menurut jenis ganguan atau hambatan
Gangguan emosi
Gangguan sosial
2. Karakterisitk Anak Tunalaras
Anak yang mengalami kekacauan tingkah laku
Anak yang sering merasa cemas dan menarik diri
Anak yang kurang dewasa
Anak yang agresif bersosialisasi
3. Karakteristik dari segi akademik,sosial/emosional,dan fisik/kesehatan

13

1. Karakteristik Akademik
2. Karakteristik Sosial/Emosional, Karakteristik social/emosional
1.Karakteristik social
a.Masalah yang menimbulkan gangguan bagi orang lain, dengan cirri-ciri: perilaku
tidak diterima oleh masyarakat dan biasanya melnggar norma budaya, dan perilaku
melanggar aturan keluarga, sekolah, dan rumah tangga.
b.Perilaku tersebut ditandai dengan tindakan agresif, yaitu tidak mengikuti aturan,
bersifat mengganggu, mempunyai sikap membangkang atau menentang, dan tidak
dapat bekerja sama.
2.Karakteristik emosional
a.Adanya hal-hal yang menimbulkan penderitaan bagi anak, seperti tekanan batin dan
rasa cemas.
b.Adanya rasa gelisah, seperti rasa malu, rendah diri, ketakutan, dan sangat sensitive
atau perasa.
3. Karakteristik Fisik/Kesehatan
mudah mendapat kecelakaan, merasa cemas terhadap kesehatannya, merasa seolah-olah
sakit. Kelainan lain yang berwujud kelainan fisik, seperti gagap, buang air tidak terkendali,
sering mengompol dan jorok

14

4. Perkembangan Kognitif, Kepribadian, Emosi, dan Sosial Anak Tunalaras


Perkembangan Kognitif Anak Tunalaras
Perkembangan Kepribadian Anak Tunalaras
Perkembangan Emosi Anak Tunalaras
Perkembangan Sosial Anak Tunalaras

15

REFLEKSI
Anak tunanetra
a.Klasifikasi anak tunanetra
Anak tunanetra adalah anak-anak yang mengalami kelainan atau gangguan fungsi
penglihatan, yang dinyatakan dengan tingkat ketajaman penglihatan atau visus
sentralis diatas 20/200 dan secara pedagogis membutuhkan layanan pendidikan
khusus dalam belajarnya di sekolah.
b. Yang menjadi karakteristik anak-anak tunanetraantara laindapat dilihat darisegi
fisik, segi motorik, perilaku, akademik, pribadi dan sosial.
Anak tunarungu
Tunarungu adalah istilah yang menunjuk pada kondisi ketidakfungsian organ
pendengaran atau telinga seseorang anak. Kondisi ini menyebabkan mereka memiliki
karakteristik yang khas, berbeda dari anak-anak normal pada umumnya.
Yang menjadi karakteristikanak-anaktunarunguantara lain dapat dilihat dari segi
fisik, segi bahasa, intelektual, sosial-emosional.

16

Anaktunadaksa
Anak tunadaksa adalah kelainan yang meliputi cacat tubuh atau kerusakan tubuh,
kelainan atau kerusakan pada fisik dan kesehatan dan kelainanan atau kerusakan yang
disebabkan oleh kerusakan otak dan saraf tulang belakang.
a. Klasifikasi anak tunadaksa meliputi beberapa golongan antara lain:
1. Penggolongan cerebral palsy menurut derajat kecacatan.
2. Golongan cerebral palsy menurut topografi monoplegia, adalah kecacatan satu
anggota gerak, kaki kanan.
3. Golongan menurut fisiologi.
b.Yang menjadi karakteristik anak tunadaksa adalah: gangguan motorik, gangguan
sensorik, gangguan tingkat kecerdasan, kemampuan berbicara, emosi dan
penyesuaian sosial.
Tuna wicara
Tunawicara
komunikasi

adalah individu yang mengalami gangguan atau hambatan dalam dalam


verbal sehingga mengalami kesulitan dalam berkomunikasi.

17

a. Faktorpenyebab tuna wicaradapat terjadi karenagangguanketika: gangguan pre natal,


gangguan neo natal, gangguan pos natal.
b. Tunawicarasecara umum diklasifikasikan menjadi 4 bagian,yaitu: keterlambatan bicara
(Delayed speech), gagap (stuttering), kehilangan kemapuan berbahasa(disphasia), kelainan
suara(voice disorder).
c. Yang merupakan karakterisktik anak tunawicara adalah :Karakteristik bahasa, kemampuan
intelegensi,Penyesuaian emosi,sosial dan perilaku.
Sedangkan anak berkebutuhan khusus berkelainan emosi (Tunalaras)
Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang mengalami gangguan/ hambatan emosi dan tingkah
laku sehingga tidak/ kurang menyesuaikan diri dengan baik, baik terhadap lingkungan, sekolah,
maupun masyarakat.
1.Klasifikasi anak tunalaras
d. Menurut jenis ganguan atau hambatan yaitu Gangguan emosi, Gangguan sosial.
e. Klasifikasi berat-ringan nya kenakalan yaitu Besar-kecilnya gangguan emosi, Frekuensi
tindakan, Berat-ringan nya pelanggaran atau kejahatan yang dilakukan.
f.

Yang menjadi karakteristik anak tunalaras antara lain:Anak yang mengalami kekacauan
tingkah laku, merasa cemas dan menarik diriAnak yang kurang dewasa, anak yang agresif
bersosialisasi.

18