Anda di halaman 1dari 78

WACANA CL-2

Bagaimana Menata Indonesia

Oleh:
Home Group 1
MPKT B-04 kelas S.301
Cindy Yunitasari
Nisrina Hanan
Nabila
Ramadhanti
M. Alief
M. Fathur Risyad
Rahma Latifa
Dewi
Sarah Vania

DAFTAR ISI
Pendahuluan
Teori Pokok Bahasan
Poin-poin penting dalam
wacana CL-2
Keterkaitan poin-poin penting
dengan teori-teori LSPB
Kesimpulan
Refleksi terhadap kelompok
Referensi

Pendahuluan

Latar Belakang
Wilayah negara Indonesia, yang
sangat luas dari Sabang hingga
Merauke menyajikan kekayaan hayati
maupun nonhayati yang dapat
dimanfaatkan untuk menyejahterakan
rakyat. Namun, kita menghadapi
berbagai persoalan seperti kesehatan,
krisis lingkungan, yang berdampak
pada ketidakseimbangan ekosistem.

Tujuan
Memberikan informasi tentang
keterkaitan teori LSPB dengan
wacana CL-2
Memberikan informasi tentang
makanan sehat, persoalan
kesehatan lingkungan, air yang
tercemar, kepadatan penduduk dan
kebutuhan pangan, pembangunan
infrstruktur serta krisis lingkungan
sebagai penyebab bencana alam
Memberikan kesadaran pada

Teori Pokok
Bahasan

Teori Pokok Bahasan


Manusia, sebagai makhluk yang
berakal, bertanggung jawab untuk
memanajeri
hal-hal berikut:
Tubuh kita sendiri
Kesehatan lingkungan
Alam sekitar
Alam global
Pembangunan infrastruktur
Penanggulangan bencana

WACANA CL-2
LENGKAP
&
PENANDAAN
POIN-POIN
PENTING

Bagaimana Menata
Indonesia?
Wilayah Indonesia, terbentang dari
Pulau Weh sampai Papua, dengan
sejumlah pulau besar maupun
pulau-pulau kecil. Kekayaan sumber
daya alam, baik hayati maupun
nonhayati, yang melimpah belum
mampu menyejahterakan rakyat
secara menyeluruh. Dilihat dari sisi
sumber daya manusia, ada banyak
masalah yang harus dihadapi
bangsa Indonesia. Salah satunya
problem kesehatan.

(Lanjutan)
Akhir-akhir ini, muncul berbagai
penyakit, yang dipicu oleh asupan
makanan yang tidak sehat seperti
aneka sayuran dan buah yang
mengandung residu pestisida,
aneka makanan yang mengandung
pengawet berbahaya, aneka
makanan yang mengandung
pewarna toksik (pewarna cat,
pewarna tekstil yang digunakan
untuk pewarna makanan).

(Lanjutan)
Contoh, baru-baru ini diketahui ada pabrik saus yang
menggunakan pewarna cat, atau industri rumah
tangga yang mengolah kulit atau kikil menjadi
kerupuk kulit,menggunakan formalin. Penyakit juga
dapat muncul akibat penggunaan kosmetik yang
mengandung bahan berbahaya. Persoalan
kesehatan pun juga dijumpai di lingkungan.
Artinya lingkungan yang tidak sehat baik
tanah, air, maupun udara yang tercemar.
Lingkungan yang tidak sehat akan berdampak
pada manusia atau organisme yang lain dan
ujung-ujungnya akan berdampak pada ketidak
seimbangan ekosistem.

(Lanjutan)
Krisis lingkungan juga telah terjadi di
beberapa wilayah seperti di Pulau jawa.
Pulau Jawa berada di ambang krisis, daya
dukung
lingkungannya
sudah
mengkhawatirkan.
Namun,
ijin
penambangan masih diberikan dengan
mengonversi
daerah
tangkapan
air,
hutan, dan kawasan pertanian. Dari 2003
2013, ijin usaha pertambangan di jawa
mencapai 1000an dengan total wilayah yang
akan dikonversi 471.378 ha.

(Lanjutan)
Jumlah itu belum termasuk lahan
yang dikuasai blok minyak,
serbuan baru pabrik semen,
ekstraksi perusahaan air, konversi
untuk properti dan kawasan
industri baru, serta infrastruktur
industri internasional seperti
pelabuhan Cilamaya. Konversi
lahan besar-besaran itu,membuat
situasi Jawa ke depan dapat
dipastikan makin mengerikan dan
sangat rentan konflik

(Lanjutan)
Data Kompas 2014,menunjukkan sejumlah
perusahaan semen dari dalam dan luar
negeri telah dan siap masuk di Jawa, di
antaranya Siam Cement (Thailand) di Jawa
barat, Semen Merah Putih (Wilmar) di
banten, Ultratech di Wonogiri, dan Jui Shin
Indonesia di Jawa Barat. Adapun semen
Puger akan beroperasi di Jember, dan semen
Panasia di Jawa tengah. Belum, yang akan
masuk ke Luar Jawa.

(Lanjutan)
Padahal, RPJMN (Rencana pembangunan
Jangka Menengah Nasional) 2015-2019
mengatakan pembangunan harus
didorong untuk meningkatkan
kedaulatan pangan, tidak boleh
merusak daya dukung lingkungan
dan mengganggu keseimbangan
ekosistem.

(Lanjutan)
Jawa, tidak hanya dibebani industri ekstraktif, tetapi
juga kepadatan penduduk yang mencapai 1.057
jiwa per km dengan bangunan serta gedung
yang semakin tidak teratur dan tidak sehat.
Lebih dari 50% penduduk Indonesia tinggal di
Pulau Jawa. Problem batu akik pun, harus dicermati,
sebab dapat berdampak pada overeksploitasi bahan
tambang.

Sumber: Kompas, Rabu 11 Maret 2015

Data Kuantitatif
pada
Poin-Poin Penting
dalam Wacana

Data Kuantitatif
Makanan
- Kalori yang diperoleh
dari
Sehat

KARBOHID
RAT

karbohidrat disarankan
sebanyak 45%-60%
dari
seluruh kebutuhan
kalori
- Namun, saat ini ratarata
penduduk Indonesia
mengonsumsi 70%80%
karbohidrat.

Data Kuantitatif
Makanan Sehat

PROTEI
N

Berat protein dalam tubuh sekitar


1/6 dari berat badan seseorang,
oleh karena itu protein merupakan
komponen kedua terbesar pada
tubuh manusia setelah air.
Setiap hari, kebutuhan manusia
akan kalori adalah sebanyak 1 gram
untuk setiap 1 kg berat seseorang

Data Kuantitatif
Makanan Sehat
Satu gram lemak dapat
menghasilkan sekitar 90
kalori.
LEMAK

Lemak harus dipenuhi


sekitar 20%-30% dari total
kebutuhan kalori
seseorang.

Data Kuantitatif
Makanan Sehat
Buah dan sayur merupakan

VITAMIN,
MINERAL
DAN
SERAT

sumber vitamin, mineral


dan serat.
Sayur dapat dikonsumsi

sebanyak 3-5 porsi. Satu


porsi sayur kurang lebih
sebanyak 100 gram, buah
2-3 porsi dalam sehari.

Data Kuantitatif
Kepadatan Penduduk
Kepadatan 1.057 jiwa/km
> 50% Penduduk Indonesia tinggal di Jawa

www.fokusbisnis.com

Tahun
2003 2013

terdapat 1000an usaha


tambang
dengan
471.378 Ha
wilayah yang
dikonversi
(tercantum
dalam wacana)

Data
Kuantitatif
Krisis
Lingkungan
Tahun
2015

Konsentrasi
gas CO2 di
Jakarta bulan
September
menembus
angka 400
ppm

Konsentrasi
setinggi itu
terakhir kali
terjadi pada era
Pliocene, 3-5
juta tahun
silam.
(Badan Atmosfer
dan Kelautan
Nasional AS 5
oktober 2015)

Keterkaitan
Poin-Poin
Penting Dalam
Wacana dengan
teori LSPB

Keterkaitan Wacana dan LSPB


Poin Poin Penting

Teori LSPB yang Terkait

Makanan Sehat

Manajer Tubuh Sendiri


(Healthy Food)

Persoalan Kesehatan
Lingkungan

Manajer Kesehatan
Lingkungan (Kesehatan
Lingkungan)

Air yang Tercemar

Manajer Alam Sekitar


(Metode Pembuangan
Limbah)

Kepadatan Penduduk dan


Kebutuhan Pangan

Manajer Alam Global


(Pertumbuhan Populasi
Manusia dan Logistik)

Pembangunan Infrastruktur

Manajer Pembangunan
(Pengembangan Infrastruktur
secara Berkelanjutan)

Krisis Lingkungan Penyebab

Manajer dalam

Paragraf 1 (baris 3-10)


Dilihat dari sisi sumber daya manusia, ada
banyak masalah yang harus dihadapi
bangsa Indonesia. Salah satunya problem
kesehatan. Akhir-akhir ini, muncul
berbagai penyakit, yang dipicu oleh
asupan makanan yang tidak sehat seperti
aneka sayuran dan buah yang
mengandung residu pestisida, aneka
makanan yang mengandung pengawet
berbahaya, aneka makanan yang
mengandung pewarna toksik (pewarna
cat, pewarna tekstil yang digunakan untuk
pewarna makanan). Contoh, baru-baru ini
diketahui ada pabrik saus yang

LSP
B1

Teori LSPB 1 Manajer Tubuh Kita Sendiri


(Makanan Sehat)

Makronutri
en
Diet
Seimban
g
Mikronutrie
n

Nutrisi yang
dibutuhkan oleh
tubuh dalam
jumlah banyak
Sumber utama
untuk
memproduksi
energi
Nutrisi yang
dibutuhkan oleh
tubuh dalam jumlah
sedikit

MAKRONUTRIEN

Sumber: www.depkes.go.id

Teori LSPB 1
Sumber Utama Makronutrien
Sumber karbohidrat adalah pati, gula, serat, dsb.

sumber: healthguidance.org

Teori LSPB 1
Sumber Utama Makronutrien
Protein ditemukan pada daging, susu,
telur, dsb. Hampir semua asam amino
esensial ditemukan pada daging.

sumber: healthguidance.org

Sumber Utama Makronutrien


Lemak terdiri dari dua jenis utama asam
lemak yang berbeda, sehingga terdapat
Lema
dua kategori lemak yaitu:
Lemak
k
Jenu
h ditemukan
dalam lemak
hewani

www.ahlikolestrol.co

Tak
Jenuh
ditemukan
dalam lemak
nabati

www.agaricpro.com

Teori LSPB 1
Makanan Sehat
Mikronutrien
Mikronutrien adalah zat gizi yang
dibutuhkan dalam jumlah lebih sedikit
seperti vitamin, mineral, dan antioksidan.

www.reps-id.com

Keterkaitan Wacana dengan


Teori LSPB 1
Asupan makanan yang mengandung bahanbahan berbahaya seperti:
1. Sayuran dan buah-buahan tercemar residu
pestisida
2. Mengandung pengawet berbahaya
(formalin)
3. Mengandung pewarna toksin (pewarna
tekstil)
Dapat menyebabkan munculnya penyakitpenyakit seperti alergi, gangguan pencernaan,
hingga kanker.

Paragraf 1 (baris 11-13)


Persoalan kesehatan pun juga
dijumpai di lingkungan. Artinya
lingkungan yang tidak sehat
baik tanah, air, maupun udara
yang tercemar. Lingkungan
yang tidak sehat akan
berdampak pada manusia atau
organisme yang lain dan ujungujungnya akan berdampak
pada ketidak seimbangan
ekosistem

LSP
B2

Teori LSPB 2 Kita sebagai


Manajer
Kesehatan Lingkungan
(Persoalan Kesehatan
10 ZatLingkungan)
Kimia di Lingkungan yang
Berbahaya bagi Kesehatan
Masyarakat
- Polusi
udara
- Arsenik
- Asbes
- Benzene
-Cadmium

- Dioxin
- Fluor dengan
kadar tidak
tepat
- Merukuri
- Pestisida yang
berbahaya
- Timah

Teori LSPB 2 Kita sebagai


Manajer
Kesehatan Lingkungan
Sekitar 2.6 milyar orang di dunia tidak
memiliki akses untuk kebersihan (sanitasi)
yang cukup.
Bila kecenderungan ini berlangsung terus,
pada tahun 2015 akan terdapat 2.7 milyar
orang tanpa akses ke sanitasi/kebersihan
dasar.
Daerah dengan sanitasi terendah adalah
kawasan subSahara di Afrika (31%), Asia
selatan (36%) dan Oseania (53%) (seluruh
poin terdapat dalam wacana)

Teori LSPB 2 Kita sebagai


Manajer Kesehatan
Lingkungan

Kesehatan lingkungan merupakan salah


satu hal penting dalam kehidupan kita.
Ciri-ciri
lingkungan
Ciri-ciri
tidak sehat
lingkungan sehat
Udara yang kotor
Memiliki
Berdebu dan
tumbuhan hijau
berpolusi
Tanah yang subur
Sumber air
Udara yang
bermasalah
bersih
Sampah
bersebaran

Teori LSPB 2 Kita sebagai


Manajer Kesehatan
Lingkungan
Contoh bahan kimia yang biasa
berada di sekitar kita dalam
kehidupan sehari-hari
contohnya: flour, dioxin,
merkuri, polusi udara, pestisida
berbahaya, arsenik dll.
Berbagai bahan kimia tersebut
sering dijumpai pada makanan,
kosmetik, bahkan berada dalam

Teori LSPB 2 Kita sebagai


Manajer Kesehatan Lingkungan
Penyakit utama akibat zat kimia
yang menjadi faktor pembahaya
bagi kesehatan masyarakat antara
lain diare, infeksi saluran napas
bawah, berbagai bentuk
perlukaan yang tidak disengaja
(unintentional injuries) dan
malaria.

Teori LSPB 2
Upaya Mengatasi
Penyebaran Penyakit
Dimulai dari diri sendiri terlebih
dulu, seperti:
membuang sampah pada
tempatnya,
merawat kebersihan
lingkungan,
tidak mengkonsumsi makanan
yang mengandung zat kimia
berlebihan (MSG, pewarna
sintetis, dll)

www.clipcools..c
om

Paragraf 1 (baris 12-13)


Persoalan kesehatan pun
juga dijumpai di lingkungan.
Artinya lingkungan yang
tidak sehat baik tanah, air,
maupun udara yang
tercemar.

LSPB
3

Teori LSPB 3
Air yang Tercemar
Air adalah kebutuhan
untuk melangsungkan
hidup

memiliki beragam masalah,


seperti:
Di atas 40%

1,1 M jiwa
kekurangan air
minum

2,2 M jiwa
tidak memiliki
sarana sanitasi
yang baik

populasi dunia
tinggal di
negara yang
kebutuhan
airnya lebih
besar daripada
suplai

Teori LSPB 3
Sumber Air
Air hujan
Air permukaan: sungai, danau, situ, air es,
mata air
Air tanah: air tanah dangkal, air tanah
dalam

Cunningha
m, 2007

Teori LSPB 3
Pengolahan Air
Pengolahan air penting untuk dilakukan
untuk mencegah terjadinya dan meluasnya
penyakit bawaan air (waterborne disease)
seperti:
- Cholera oleh bakteriVibrio cholerae
- Typhus abdominalis oleh bakteriSalmonella
typi
- Hepatitis Adisebabkan oleh virusHepatitis A
- Dysentry Amoebadisebabkan oleh protozoa
bernamaEntamoeba hystolytica

Persyaratan Air Siap Minum

Jernih
Tidak berwarna
Tidak berbau
Tidak berasa
Tidak mengandung
zat-zat berbahaya
Tidak mengandung
kuman penyakit

www.artefak.or
g

PARAMETER KUALITAS AIR


Parameter Fisik
Meliputi suhu, kekeruhan, warna, daya hantar
listrik, jumlah zat padat terlarut, rasa, bau.
Parameter Kimia
Meliputi kandungan Besi, Fluorida, Chlorida,
Mangan, Nitrat, Nitrit, Sulfat, Kalium, zat
organik yang terlarut, kesadahan dan pH
Parameter Biologis
Meneliti jumlah bakteri Coliform dalam tes
laboratorium dengan ambang batas normal 50/
100 mililiter.

Keterkaitan Wacana dengan


Teori LSPB 3
Air merupakan salah satu faktor yang
sangat penting bagi kehidupan manusia
dan alam. Namun, dewasa ini air sudah
tercemar.
Ciri-ciri air yang tercemar :
Perubahan suhu
Perubahan keasaman
Air berbau dan berasa
Adanya mikroorganisme

Keterkaitan Wacana
dengan
Teori LSPB 3
Dampak dari pencemaran air :
1. Dampak jangka pendek :
. Gangguan pencernaan
(diare dan disentri)
2. Dampak jangka panjang :
. Perubahan kromosom (mutasi genetik)
. Gangguan kecerdasan

Paragraf 2 (baris 15-18)


Jawa, tidak hanya dibebani industri
ekstraktif, tetapi juga kepadatan
penduduk yang mencapai 1.057 jiwa
per km dengan bangunan serta
gedung yang semakin tidak teratur
dan tidak sehat. Lebih dari 50%
penduduk Indonesia tinggal di Pulau
Jawa. Problem batu akik pun, harus
dicermati, sebab dapat berdampak
pada overeksploitasi bahan
tambang.

LSPB
4

Teori LSPB 4
Kepadatan Penduduk
dan
Kebutuhan Pangan
Pertumbuhan populasi atau penduduk
terjadi karena beberapa faktor:
Faktor
Penyeb
ab

Faktor
Pengham
bat

Faktor
Pengur
ang

Faktor faktor Penyebab


Kepadatan Penduduk
Faktor Kelahiran
Semakin tinggi angka kelahiran, maka
akan semakin padat penduduk di suatu
wilayah
Faktor Urbanisasi
Masyarakat desa banyak yang datang ke
kota dengan tujuan mencari pekerjaan
dan
kehidupan yang lebih layak

Faktor Penghambat
Kepadatan Penduduk
Jangka pendek: kemarau panjang, gangguan
pasokan energi, wabah penyakit
Jangka menengah: terjadinya padang pasir
(desertification), polutan, berkurangnya
suplai
sumber yg tak terganti (air, minyak bumi
dll)
Jangka panjang: Erosi tanah, berkurangnya
air
tanah, perubahan iklim

Faktor-Faktor yang
Mengurangi
Kepadatan Penduduk
Faktor Mortalitas
Semakin tinggi angkat mortalitas karena
berbagai hal seperi penyakit atau kualitas hidup
yang tidak baik, maka akan berdampak pada
menurunnya kepadatan penduduk
Faktor Emigrasi
Jika penduduk berpindah ke tempat lain dari
tinggalnya semula, maka akan menurunkan
kepadatan penduduk di wilayah tersebut

Metode Peramalan Populasi


Pertumbuhan Eksponensial

Metode peramalan
populasi ini
dapat dipakai apabila terjadi
kecepatan pertumbuhan yang
konstan dalam setiap periode dan
menghasilkan kurva
pertumbuhan berbentuk J.

Metode Peramalan Populasi


Pertumbuhan Logistik
- Populasi akan meningkat saat jumlahnya sedikit
dengan kurva yang meningkat dengan tajam;
- Kemudian laju pertumbuhan akan menurun secara
bertahap hingga populasi mencapai batas populasi
tertinggi untuk mencapai kapasitas daya tampung
logistik;
- Sebelum suatu populasi mencapai titik balik
(inflection point) saat kecepatan pertumbuhan
menurun, kita tak dapat meramalkan ukuran akhir
populasi.

Metode Peramalan Populasi


Pertumbuhan Logistik
Tidak realistis untuk populasi manusia karena:
Angka kematian akan menurun terus
dengan adanya perbaikan pemeliharaan
kesehatan dan penyediaan
pangan.
Padahal, populasi harus melalui
suatu transisi demografik yaitu tahaptahap
untuk mencapai populasi yang stabil.

Transisi Demografi
Tahap I Angka kelahiran dan kematian tinggi
seperti saat industrialisasi menurunkan angka
kematian
Tahap II selisih angka kelahiran dan kematian
kecil sehingga pertumbuhan populasi tinggi
Tahap III angka kelahiran menurun ke arah
angka kematian dan pertumbuhan populasi
menurun

Keterkaitan Wacana dengan


Teori LSPB 4
Dengan demikian, pertumbuhan
eksponensial tidak dapat dibiarkan
berlangsung begitu saja, karena
penduduk akan kekurangan pangan
atau tidak seimbang dengan
pertumbuhan logistik

www.shutterstock.c
om

Paragraf 2 (baris 12-15)


Padahal, RPJMN (Rencana
pembangunan Jangka Menengah
Nasional) 2015-2019
mengatakan pembangunan
harus didorong untuk
meningkatkan kedaulatan
pangan, tidak boleh merusak
daya dukung lingkungan dan
mengganggu keseimbangan
ekosistem

LSPB
5

Teori LSPB 5 Kita sebagai


Manajer Pembangunan
Pada LSPB 5, membahas
mengenai infrastruktur yang
berkelanjutan, yang berarti
berkaitan erat dengan
pembangunan yang harus
ditingkatkan untuk
meningkatkan kedaulatan
pangan

Teori LSPB 5 Kita sebagai


Manajer Pembangunan

Teori LSPB 5 Kita sebagai


Manajer Pembangunan

Paragraf 2 (baris 2-6)


Krisis lingkungan juga telah
terjadi di beberapa wilayah
seperti di Pulau jawa. Pulau
Jawa berada di ambang krisis,
daya dukung lingkungannya
sudah mengkhawatirkan. Lahan
yang dikuasai blok minyak,
tambang, serbuan baru pabrik
semen, ekstraksi perusahaan
air, konversi untuk properti dan
kawasan industri baru, serta

LSPB
6

Keterkaitan Wacana dengan


Teori LSPB 5
Pembangunan harus didorong
untuk meningkatkan
kedaulatan pangan, tidak
boleh merusak daya dukung
lingkungan dan mengganggu
keseimbangan ekosistem

Teori LSPB 6
Manajer dalam
Penanggulangan Bencana
Mitigasi bencana ialah
upaya mengurangi risikorisiko yang disebabkan oleh
bencana alam dengan
pembangunan fisik maupun
penyadaran dan peningkatan
daya dukung lingkungan.

Keterkaitan Wacana
dengan
Teori LSPB 6
Krisis lingkungan merupakan salah
satu faktor penyebab bencana yang
dapat merugikan kehidupan manusia,
antara lain
Menimbulkan korban jiwa,
Kerusakan lingkungan,
Kerusakan harta benda,
Dan dampak psikologi

Keterkaitan Wacana
dengan
Teori LSPB 6
Oleh karena itu, diperlukan upaya
mitigasi bencana dalam bentuk:
1. Pencegahan,
2. Tanggap darurat, dan
3. Rehabilitas dalam mengatasi
gangguan-gangguan serius untuk
mengembalikan keberfungsian
daya dukung lingkungan.

Refleksi Kelompok
terhadap Wacana
Bagi pribadi masing-masing:
Makan makanan 4 sehat 5
sempurna dan sedapat
mungkin berasal dari
masakan di rumah
Pilih-pilih dalam memakai
kosmetik dan konsultasi pada
dokter kulit agar bahan kimia
yang ternyata berbahaya
tidak masuk ke dalam tubuh
www.clipart-

(Lanjutan)
Pemerintah harus
memperketat
perizinan untuk
membuka usaha
tambang agar tidak
terjadi eksploitasi
berlebihan
Dir.coolclips.com

(Lanjutan)
Sebagai calon-calon insinyur,
lakukanlah penghematan
energi tak terbarukan dan
pembangunan dengan
memerhatikan faktor
lingkungan, contohnya:
Menggunakan teknologi
ramah lingkungan (panel
surya, kereta listrik, dll.)
Pengolahan limbah secara
bertanggung jawab seperti
menggunakan
Neutralization Tank untuk
limbah cair industri dan

www.bmwblog.co
m

Alat Pengolah Limbah


Neutralization Tank
juga disebut tangki
cairan
Menerima, mencairkan
dan menetralisir residu
kimia korosif dan
berbahaya sebelum
materi tersebut akan
dibuang ke selokan
publik atau lingkungan
cocok untuk fasilitas
terpusat untuk
menetralkan

www.tanksuperstore.
com

Alat Pengolah
Limbah
Incenerator
Merupakan alat
pemusnahan limbah
padat medis dengan
bahan bakar solar
yang bertemperature
1200 derajat Celcius
Diberi cerobong asap
yang tingginya 12
meter dengan
kapasitas
pembakaran 0,3
m3/jam dan

Eng.krico1985.co
m

Proses Kerja Incinerator


Tahap 1:
Limbah medis ditimbang
dimasukkan ke ruang
feeding
untuk melalui proses
pembakaran chamber I
Tahap 2:
Setelah limbah medis
melewati tahap 1 limbah
terdorong menuju chamber
II menjadi partikel kecil /
berabu.

Tahap 3:
Limbah yang telah
menjadi partikel kecil
mengendap pada
chamber III dan
terdorong oleh burner II
menuju blower dan
sampai di dust out III.
Tahap 4:
Hasil pembakaran yang
mengendap di dust out III
dapat dimanfaatkan

Kesimpulan
Kita harus bisa menata Indonesia
dengan baik, dimulai dari manajer diri
sendiri hingga menjadi manajer bagi
lingkungan sekitar.
Hal tersebut harus dilakukan dari
berbagai aspek, dari aspek kesehatan
hingga pembangunan yang menunjang
keberlangsungan hidup manusia.

DAFTAR PUSTAKA
http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/517-porsitepat-nutrisi-tubuh.html
http://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/842
http://sains.kompas.com/read/2013/05/13/17553132/Ka
dar.CO2.Capai.Titik.Tertinggi.dalam.3.Juta.Tahun
http://metro.tempo.co/read/news/2011/09/29/05735902
2/bakteri-e-coli-cemari-air-baku-pdam-bekasi-danjakarta
http://reps-id.com/kebutuhan-makronutrien-danmikronutrien-dalam-olahraga/
http://www.suyotohospital.com/index.php?
option=com_content&view=category&id=27&layout=bl
og&Itemid=27

TERIMA KASIH

Pertanyaan
Fernando : Alternatif selain panel
surya?
Rafif : Dampak dari populasi yang
terus membludak?
Albert : Apa maksudnya perubahan
kromosom pada pencemaran air?
Firhan : Langkah apa yang harus
dilakukan dalam merubah mindset
mengenai penggunaan karbohidrat
secara berlebih?