Anda di halaman 1dari 7

MANAJEMEN RISIKO

BENCANA TANAH
LONGSOR DI DESA
BATUKANDIK, NUSA
PENIDA, KLUNGKUNG

OLEH :
INTAN, DAYU, DIAN, AYU
RESITA, NITA

SEKILAS DESA
Desa : Batukandik
Kecamatan : Nusa Penida
Kabupaten : Klungkung
Luas Wilayah : 2.056,860 Ha
Jumlah Penduduk:4.584(Jiwa)
Laki : 2.184(Jiwa)
Perempuan : 2.400(Jiwa)

PEMETAAN BENCANA

IDENTIFIKASI RISIKO
Identifikasi risiko berdasarkan
1. Hazard : penggalian batu kapur
2. Kerentanan/Vulnerability : Harta benda,
lingkungan dan masyarakat yang berada dekat
sekitar tebing penggalian batu kapur desa
Batukandik
3. Kapasitas/Capacity : Memberi edukasi atau
penyuluhan kepada masyarakat sekitar Desa
Batukandik terutama yang berada di area dekat
penggalian batu kapur mengenai tanda-tanda
terjadinya tanah longsor, membuat peta evakuasi

IDENTIFIKASI KELOMPOK
RENTAN
Penggali Batu Kapur
Pengendara kendaraan

ANALISIS RISIKO
NO.
1.

VARIABEL

KEBAKARAN

FREKUENSI

INTENSITAS

DAMPAK

KELUASAN

ULURAN WAKTU

12

KERENTANAN

FISIK

SOSIAL

EKONOMI

TOTAL
3.

KEKERINGAN

BAHAYA

TOTAL
2.

TANAH
LONGSOR

MANAJEMEN

KEBIJAKAN

KESIAPSIAGAAN

Langkah-langkah yang dilakukan dalam Mitigasi Bencana.

Bencana Tanah Longsor


Pembangunan permukiman dan vasilitas utama lainnya menghindari
daerah rawan bencana.
Menyarankan relokasi.
Menyarankan pembangunan pondasi tiang pancang untuk
menghindari bahaya liquefation.
Menyarankan pembangunan pondasi yang menyatu, untuk
menghindari penurunan yang tidak seragam (differential settlement).
Menyarankan pembangunan utilitas yang ada di dalam tanah harus
bersifat fleksibel.
Mengurangi tingkat keterjalan lereng.
Pengenalan daerah rawan longsor
Pembuatan tanggul penahan untuk runtuhan batuan
Meningkatkan K3 dalam wilayah kerja