Anda di halaman 1dari 18

Tablet Salut

Sholichah Rohmani,M.Sc.,Apt

Penyalutan tablet adalah pelapisan sediaan obat dengan suatu pelapis baik
cairan maupun padatan yang umumnya bersifat inert.

Syarat tablet inti yang baik

Bentuk tablet secembung mungkin


Kekerasan tablet baik / tinggi
Kerapuhan sekecil mungkin
Mempunyai waktu hancur yang cepat

Syarat tablet yang telah disalut :


Permukaan tablet salut harus halus
Lapisan penyalut harus stabil, tidak mudah retak
Pewarnaan harus rata
Kenaikan berat tablet sekecil mungkin
Zat aktif tetap stabil, dan mempunyai ketersediaan hayati yang baik
Bentuk dan besar tablet sedemikian rupa sehingga mudah ditelan

Penyalutan dg Lapisan Gula

Penyalutan dengan lapisan gula dikenal dengan proses drageifikasi.


Bahan penyalut berupa larutan gula atau suspensi campuran gula dan bahan pengisi
Penguapan solven bisa dipercepat dengan penyemprotan udara panas

Keuntungan penyalutan dengan gula :


1. Bahan baku tidak mahal dan mudah diperoleh
2. Komponen penyusun dapat diterima dengan baik
3. Tingkat kekritisan proses tidak setinggi spt pada penyalutan lapisan tipis
4. Pada kondisi kelembapan yang tinggi lebih stabil bila dibandingkan dengan sediaan yang disalut
lapisan tipis
Keterbatasan :
1. Ukuran dan bobot tablet akhir meningkat scr bermakna
2. Perlu ketrampilan untuk mendapatkan hasil akhir yang menarik
3. Sulit untuk diprinting

Tahapan proses penyalutan dengan gula


1. Sealing
Bertujuan untuk menghalangi penetrasi air ke dalam core
Memperkeras permukaan tablet
Bahan : cellulosa acetate phthalate (CAP), HPMC, HPC (umumnya digunakan 15-30% dalam pelarut organik)
Untuk mencegah perlekatan tablet selama proses dapat digunakan talk
Pada tahap ini tebal lapisan yang diperlukan sekitar 2-6 lapis
Jenis dan jumlah lapisan pelarut ditentukan oleh bentuk tablet, higroskopisitas tablet inti, sensitifitas tablet inti
thd air
2. Subcoating
Berfungsi untuk menutup permukaan sisi tablet shg berbentuk elips/bundar
Ada 2 cara : penyalut ditambahkan dalam bentuk suspensi, atau ditambahkan scr bergantian antara larutan
penyalut dan serbuk penabur.
Pada subcoating bisa terjadi permukaan tablet mjd kasar, hal ini karena :
Adanya kelebihan serbuk penabur yg dapat terdeposit dalam bentuk aglomerat pada permukaan tablet
Tablet berputar tll lama sesudah penambahan penabur
Pemakaian larutan penyalut untuk membentuk lapisan penutup tidak cukup untuk membasahi seluruh tablet

Contoh bahan subcoating :


R/ PGA R/ Calcium carbonat
Gelatin
Kaolin
Gula
Dekstrin
Air
Gula
Talkum
Amilum
3.

Smoothing
Untuk menghaluskan permukaan tablet setelah subcoating
Bahan : gula, PGA, dan air
Dapat timbul bintik pada permukaan drage karena migrasi kelembapan ke permukaaan
sesudah proses penyalutan selesai.
Selama proses penyalutan dengan sirup, tablet jangan dibiarkan tll lama dalam keadaan statis

4. Coloring
Bertujuan untuk mewarnai permukaan tablet dengan bahan pewarna terpilih
Bahan : gula, PGA, air, bahan pewarna
Warna drage akan terbentuk dengan baik jika lapisan zat warna terdiri dari bbrp lapisan.
Penambahan zat warna pada sirup dilakukan setelah tablet yang disalut menunjukkan
penampilan yang licin

Keuntungan penggunaan zat warna tidak larut air :


1. Tidak larut air
2. Tetap berada pada warna asal pada tempat dimana zat warna tidak
larut air terdeposit
3. Tidak ikut bermigrasi dengan pelarut
4. Lebih stabil terhadap cahaya
5. Waktu penyalutan relatif lebih singkat
6. Di pasaran lak tersedia dalam bentuk suspensi.

5. Polishing
Bertujuan untuk mengkilapkan permukaan tablet
Bahan yang umum digunakan untuk mengkilapkan : sera karnauba, sera alba, sera
flava
6. Printing
Bertujuan untuk mengidentifikasi produk akhir, misalnya dengan nama produk,
kekuatan dosis, logo, atau nama perusahaan.
Proses printing dapat dilakukan sebelum atau sesudah polishing.

Penyalutan dengan Lapisan Tipis


o Dikenal dengan penyalutan film atau film coating
o Ada 3 macam penyalutan dengan lapisan tipis :
a) Salut film konvensional
b) Salut film untuk modifikasi pelepasan
c) Salut enterik
o Keuntungan :
a) Bentuk yang dapat disalut lebih beraneka ragam
b) Proses penyalutan lebih cepat
c) Penambahan berat untuk penyalutan lebih kecil
d) Dapat dilakukan otomatis atau semi otomatis
o Bahan : polimer pembentuk lapisan tipis, pelarut, plasticizer, dan pewarna.

Perbedaan tablet salut gula dan salut film


Ciri-ciri

Tablet salut film

Tablet salut gula

penampilan

Mempertahankan bentuk asli tablet

Tablet dibulatkan dg penyalutan


berulang

Peningkatan bobot tablet

2-3%

20-50%

Break line

Memungkinkan untuk diberi logo/


garis bagi

Tidak memungkinkan untuk garis


bagi, logo hanya dapat diperoleh
dengan pencetakan tulisan

Pelatihan operator

Murah

Perlu diperhitungkan

Tahapan proses

Satu tahap

Banyak tahap

Fungsi penyalutan

Dapat untuk pelepasan terkontrol

Tidak untuk pelepasan terkontrol

Polimer yang umum digunakan dalam penyalutan lapisan tipis


Polimer

Keterangan

Metilselulosa (MC)

Larut dalam air dingin, larutan lambung, dan dlm bbrp


lart.organik

Etilselulosa (EC)

Larut dlm pelarut organik, tdk larut dlm air dan cairan
lambung, digunakan tunggal dalam formula pelepasan
termodifikasi, dan dikombinasi dengan selulosa yang
larut air untuk formula leas cepat

Hidroksietilselulosa (HEC)

Larut dalam air dan cairan lambung

Methilhidroksietilselulosa (MHEC)

Larut dlm air dan cairan lambung. Memiliki sifat


pembentuk lapisan tipis yang mirip dengan HPMC tapi
kurang larut dalam pelarut organik

Hidroksipropil selulosa

Larut dalam air dingin, cairan lambung, dan pelarut


polar. Menjadi lengket ketika kering shg tidak sesuai
digunakan sendiri, sering digunakan dalam kombinasi
dg polimer lainnya untuk mengoptimalkan adhesivitas
penyalutan.

Hidroksipropil metilselulosa
(HPMC)

Larut dalam air dingin, cairan lambung, alkohol dan


hidrokarbon terhalogenasi. Pembentuk lapisan tipis
yang sangat baik, dan merupakan polimer yang sangat
banyak digunakan. Dapat digunakan bersama laktosa
untuk meningkatkan adhesivitasnya.

Natrium karboksimetilselulosa
(CMC Na)

Larut dalam air dan pelarut polar

Polimer yang umum digunakan untuk salut enterik


Polimer

Profil kelarutan

Keterangan

Shellac

Di atas pH 7

Digunakan pada salut gula. Nilai pH


yang tinggi diperlukan untuk disolusi,
mungkin menyebabkan penundaan
pelepasan

Selulosa asetat ftalat

Di atas pH 6

Nilai pH yang tinggi diperlukan untuk


disolusinya (keterbatasan). Membentuk
lapisan tipis yang rapuh, shg perlu
dikombinasikan dengan polimer yang
lain.

Polivinilasetat ftalat
(PVAP)

Di atas pH 5

Hidroksipropil
metilselulosa ftalat
(HPMCP)

Di atas pH 4,5

Polimer dari asam


metakrilat dan bentuk
esternya

Disolusi terjadi di atas


pH 5

Profil disolusi yang optimal untuk salut


enterik

Perubahan komposisi pelarut selama proses penyalutan, jika :


1. Pelarut / campuran pelarut baik maka tidak dijumpai kesulitan
2. Pelarut / campuran pelarut bukan pelarut yang baik maka selama penguapan terjadi
pergeseran kesetimbangan termodinamika yang menyebabkan polimer mengendap
sebelum terbentuk lapisan tipis.
Pelarut organik, memiliki sifat :
1. Mudah memperoleh tablet salut yang sangat resisten
2. Teknik mudah
3. Mudah menguap
4. Mahal
5. Pencemaran lingkungan
6. Sisa pelarut pada tablet akhir harus dipantau
Pelarut air, selama penyalutan perlu kondisi yang lebih kompleks dan sulit karena air
lebih sulit menguap yang dapat berpengaruh pada stabilitas obat.

Bahan pelentur atau pemlastis (plasticizer) adalah bahan tambahan yang digunakan
untuk memperbaiki sifat lapisan tipis penyalut.
Pemilihan pemlastis dipengaruhi oleh jenis polimer, pelarut, bentuk tablet inti, dan teknik
aplikasi.
Terdapat 2 macam proses penambahan pemlastis :
1. Internal plasticization
2. Eksternal plasticization
Penggolongan pemlastis :
1. Golongan poli-ol, contoh. Gilserin, propilen glikol, polietilen glikol
2. Golongan ester-ester organik, contoh ester ftalat (dietil, dibutil), ester-ester sitrat
3. Golongan minyak / gliserida, contoh minyak jarak

Permasalahan dalam pembuatan tablet salut lapisan tipis


1. Blistering / wrinkling
yaitu kerutan pada permukaan tablet salut, dapat disebabkan karena terkelupasnya lapisan penyalut
dari permukaan tablet
2. Chipping
terkelupasnya lapisan film penyalut pada tepi tablet
3. Cratering
terkelupasnya lapisan tablet / penyalut sehingga membentuk lubang/ kawah
4. Picking
kerusakan lapisan penyalut yang diakibatkan karena saling menempelnya tablet inti yang apabila
kemudian terpisah akan menyebabkan lapisan penyalut terlepas dari salah satu tablet dan melekat
pada tablet yang lainnya.
5. Pitting
kerusakan lapisan penyalut berupa lubang kecil dipermukaan tablet salut
6. Blooming
lapisan penyalut mjd tdk mengkilap bila disimpan pada suhu tinggi

7. Blushing
bintik-bintik putih atau kabur pada lapisan penyalut film
8. Colour variation
tidak ratanya warna pada lapisan penyalut
9. Infilling
kerusakan karena terbentuk gelembung pada saat penyemprotan
10. Orange peel/roughness
permukaan tablet kasar menyerupai kulit buah jeruk
11. Cracking/splitting
lapisan film pada bagian mahkota tablet pecah

Evaluasi tablet salut :

Efisiensi penyalutan ( E )

pertambahan bobot setelah disalut


total berat penyalut yang digunakan