Anda di halaman 1dari 35

PENETAPAN PRIORITAS KEGIATAN

PMKP
Dr.
Luwiharsih,MSc

PENINGKATAN MUTU DALAM


STANDAR AKREDITASI VERSI
2012

UNIT
UNIT
KERJA
KERJA
TKP 5.5
TKP 5.5

Komisi Akreditasi Rumah Sakit

PRIORITA
PRIORITA
S
S
PMKP
PMKP
1.2; 2.1;
1.2; 2.1;
3.1; 3.2;
3.1; 3.2;
3.3
3.3

PEMILIHAN INDIKATOR DAN


PENGUMPULAN DATA

Standar PMKP.3.
Pimpinan rumah sakit menetapkan indikator kunci
dalam struktur rumah sakit, proses-proses, dan hasil
(outcome) untuk diterapkan di seluruh rumah sakit
dalam rangka peningkatan mutu dan rencana
keselamatan pasien.

Standar PMKP.3.1
Pimpinan rumah sakit menetapkan indikator kunci
untuk masing-masing struktur, proses dan hasil
(outcome) setiap upaya klinis.

Standar PMKP.3.2.
Pimpinan rumah sakit menetapkan indikator kunci
untuk masing-masing struktur, proses-proses dan hasil
manajerial.

Standar PMKP.3.3.
Komisi Akreditasi Rumah Sakit
Pimpinan rumah sakit menetapkan indikator kunci

PEMILIHAN INDIKATOR DAN PENGUMPULAN


DATA

Standar PMKP.3.1

Pimpinan rumah sakit menetapkan indikator kunci untuk masingmasing struktur, proses dan hasil (outcome) setiap upaya klinis.
Elemen Penilaian PMKP.3.1.
1.

Pimpinan klinis menetapkan indikator kunci untuk setiap area


klinis (pelayanan) yang disebut di 1) sampai 11) di Maksud dan
Tujuan.

2.

Paling sedikit 5 dari 11 indikator klinis harus dipilih (Sesuai dng


internatioanl library)

3.

Pimpinan RS memperhatikan muatan ilmu (science) dan bukti


(evidence) untuk mendukung setiap indikator yang dipilih.

4.

Penilaian mencakup struktur, proses dan hasil (outcome)

5. Cakupan, metodologi dan frekuensi ditetapkan untuk setiap


indikator

luwi 1 sept 2014

PEMILIHAN INDIKATOR DAN


PENGUMPULAN DATA

Standar PMKP.3.2.

Pimpinan rumah sakit menetapkan indikator kunci untuk masingmasing struktur, proses-proses dan hasil manajerial.
Elemen Penilaian PMKP.3.2.
1.

Pimpinan manajemen menetapkan indikator kunci untuk setiap


area manajerial yang diuraikan di a) sampai i) dari Maksud
dan Tujuan.

2.

Pimpinan menggunakan landasan ilmu dan bukti (evidence)


untuk mendukung masing-masing indicator yang dipilih

3.

Penilaian meliputi struktur, proses dan hasil (outcome)

4. Cakupan, metodologi dan frekuensi ditetapkan untuk setiap


penilaian
5.

Data penilaian manajerial dikumpulkan dan digunakan untuk


luwi 1 sept 2014

mengevaluasi efektivitas dari peningkatan

PEMILIHAN INDIKATOR DAN PENGUMPULAN


DATA
Standar PMKP.3.3.
Pimpinan rumah sakit menetapkan indikator kunci
untuk masing-masing sasaran keselamatan pasien (lihat
Kelompok III)
Elemen Penilaian PMKP. 3.3.
1.

Pimpinan manajerial dan klinis menetapkan indikator


kunci untuk menilai setiap Sasaran Keselamatan Pasien.

2.

Penilaian Sasaran Keselamatan Pasien termasuk area-area


yang ditetapkan di Sasaran Keselamatan Pasien I sampai
VI

3.

Data penilaian digunakan untuk menilai efektivitas dari


peningkatan

luwi 1 sept 2014

BAGAIMANA MENETAPKAN
PRIORITAS KEGIATAN
PROGRAM PMKP ?

Komisi Akreditasi Rumah Sakit

proses-proses utama
yang kritikal, risiko
tinggi, cenderung
bermasalah yang

PRIORITAS
?

langsung terkait
dengan mutu asuhan
dan keamanan

lingkungan.
tas pada proses-proses
utama yang kritikal,
risiko tinggi,
cenderung bermasalah
yang langsung terkait
Komisi Akreditasi
Rumah Sakit
dengan
mutu asuhan

Unggulan RS

Prioritas di
evaluasi

Program/
kegiatan
PMKP di area
prioritas
Penetapan :
- PPK & CP pd yan
unggulan
- IAK, IAM, ISKP
utk yan unggulan
- RR IKP
Komisi Akreditasi Rumah Sakit

Mutu
meningkat

DASAR PERTIMBANGAN
PENETAPAN PRIORITAS

Dalam menetapkan prioritas ada beberapa

pertimbangan yang harus diperhatikan, yakni:


1. Besarnya masalah yang terjadi
2. Pertimbangan biaya
3. Persepsi Pemberi pelayanan asuhan
4. Bisa tidaknya masalah tersebut diselesaikan

Dalam menetapkan prioritas prioritaskan pada prosesproses kegiatan utama yang kritikal, risiko tinggi,
cenderung bermasalah yang langsung terkait dengan
mutu asuhan dan keamanan lingkungan
Komisi Akreditasi Rumah Sakit

PENETAPAN PRIORITAS
1. Penetapan prioritas adalah suatu proses
yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan
menggunakan metode tertentu untuk
menentukan urutan prioritas dari yang paling
penting sampai yang kurang penting
2. Penetapan prioritas dapat dilakukan secara
kualitatif dan kuantitatif

Komisi Akreditasi Rumah Sakit

PENETAPAN PRIORITAS
3. Cara pemilihan prioritas masalah banyak
macamnya. Secara sederhana dapat
dibedakan menjadi dua macam, yaitu
Scoring Technique (Metode
Penskoran)
Non Scoring Technique

Teknik Non-Skoring
Bila tidak tersedia data, maka cara menetapkan
prioritas masalah yang lazim digunakan adalah
dengan teknik non-skoring
1. Metode Delbeq
2. Metode Delphi

CARA MENENTUKAN
AREA PRIORITAS YANG
AKAN
DIPERBAIKI/DIEVALUASI

TERSEDIA DATA
SCORING TECHNIQUE
METODE BRYANT

KARS

TIDAK TERSEDIA DATA


NON SCORING
TECHNIQUE METODE
DELBEQ;DELPHI

Metode Delbeq
Menetapkan prioritas masalah menggunakan
teknik ini adalah melalui diskusi kelompok
namun peserta diskusi terdiri dari para peserta
yang tidak sama keahliannya, maka
sebelumnya dijelaskan dahulu sehingga mereka
mempunyai persepsi yang sama terhadap
masalah-masalah yang akan dibahas.
Hasil diskusi ini adalah prioritas masalah yang
disepakati bersama.

Caranya
1. Peringkat masalah ditentukan oleh sekelompok ahli yang
berjumlah antara 6 sampai 8 orang
2.

Mula-mula dituliskan pada white board masalah apa yang akan


ditentukan peringkat prioritasnya

3.

Kemudian masing-masing orang tersebut menuliskan


peringkat urutan prioritas untuk setiap masalah yang
akan ditentukan prioritasnya

4.

Penulisan tersebut dilakukan secara tertutup

5.

Kemudian kertas dari masing-masing orang dikumpulkan dan


hasilnya dituliskan di belakang setiap masalah

6.

Nilai peringat untuk setiap masalah dijumlahkan, jumlah


paling kecil berarti mendapat peringkat tinggi (prioritas
tinggi).

TO
N
O
C H

Metode Delbeq
MASALAH YG
SUDAH
DIIDENTIIKASI
OLEH
KELOMPOK
AHLI

PESERTA DELBEQ

TOTAL

RANGKING
PRIORITAS

II

III

IV

VI

MASALAH A

10

MASALAH B

12

II

MASALAH C

15

III

MASALAH D

27

IV

MASALAH E

29

MASALAH F

34

VI

Komisi Akreditasi Rumah Sakit

Delbeque menyarankan dilakukan satu kali lagi


pemberian peringkat tersebut, dengan harapan
masing-masing orang akan mempertimbangkan
kembali peringkat yang diberikan setelah
mengetahui nilai rata-rata
Tidak ada diskusi dalam teknik ini, yaitu
untuk menghindari orang yang dominan
mempengaruhi orang lain

TO
N
O
C H

MASALAH YG
SUDAH
DIIDENTIIKASI
OLEH
KELOMPOK
AHLI

Metode Delbeq
PESERTA DELBEQ

TOTAL

RANGKING
PRIORITAS

II

III

IV

VI

MASALAH A

MASALAH B

12

II

MASALAH C

16

III

MASALAH D

24

IV

MASALAH E

32

MASALAH F

34

VI

Komisi Akreditasi Rumah Sakit

TTOO
NN
O
O
CC HH

Metode Delbeq

MASALAH YG SUDAH
DIIDENTIIKASI OLEH
KELOMPOK AHLI

TOTAL I

TOTAL KE
II

TOTAL
(I+II)

Priorit
as

MASALAH A

10

18

MASALAH B

12

12

24

II

MASALAH C

15

16

31

III

MASALAH D

27

24

31

IV

MASALAH E

29

32

61

MASALAH F

34

34

68

VI

Komisi Akreditasi Rumah Sakit

KELEMAHAN
1. Menentukan siapa yang seharusnya ikut dalam
menentukan peringkat prioritas tersebut
2. Penentuan peringkat bisa sangat subyektif
3. Cara ini lebih bertujuan mencapai konsensus
dari interest yang berbeda dan tidak untuk
menentukan prioritas atas dasar fakta

Metode Delphi
Masalah-masalah didiskusikan oleh sekelompok
orang yang mempunyai keahlian yang sama.
Melalui diskusi tersebut akan menghasilkan
prioritas masalah yang disepakati bersama.
Pemilihan prioritas masalah dilakukan melalui
pertemuan khusus.

Setiap peserta yang sama keahliannya dimintakan


untuk mengemukakan beberapa masalah pokok,
masalah yang paling banyak dikemukakan adalah
prioritas masalah yang dicari

Caranya
1.

Identifikasi masalah yang hendak/ perlu diselesaikan

2.

Membuat kuesioner dan menetapkan peserta/para ahli yang


dianggap mengetahui dan menguasai permasalahan

3.

Kuesioner dikirim kpd para ahli, kmdn menerima kembali


jawaban kuesioner yang berisikan ide dan alternatif solusi
penyelesaian masalah

4. Pembentukan tim khusus utk merangkum seluruh respon


yg muncul & mengirim kembali hasil rangkuman kpd
partisipan
5.

Partisipan menelaah ulang hasil rangkuman, menetapkan


skala prioritas/ memeringkat alternatif solusi yg
dianggap terbaik dan mengembalikan kepada pemimpin
kelompok/pembuatan keputusan

Teknik Skoring
Pada cara ini pemilihan prioritas dilakukan dengan memberikan
score (nilai) untuk berbagai parameter tertentu yang telah
ditetapkan. Parameter yang dimaksud adalah:
1. Prevalensi penyakit (prevalence) atau besarnya masalah
2. Kenaikan atau meningkatnya prevalensi (rate of increase)
3. Keinginan masyarakat untuk menyelesaikan masalah
tersebut (degree of unmeet need)
4. Keuntungan sosial yang diperoleh bila masalah tersebut
diatasi (social benefit)
5. Teknologi yang tersedia dalam mengatasi masalah
(technical feasibility)
6. Sumber daya yang tersedia yang dapat dipergunakan untuk
mengatasi masalah (resources availibility)

Metode Bryant
Terdapat beberapa kriteria yang harus
dipenuhi
1. Prevalence

Besarnya masalah yang dihadapi

2. Seriousness

Pengaruh buruk yang diakibatkan oleh


suatu masalah dalam RS dan dilihat dari
besarnya angka kesakitan dan angka
kematian, data IKP

akibat masalah

kesehatan tersebut
2. Seriousness

Kemampuan

untuk

mengelola

dan

berkaitan dengan sumber daya


4. Community

:Sikap

dan

perasaan

concern

terhadap masalah kesehatan tersebut


Komisi Akreditasi Rumah Sakit

masyarakat

Parameter diletakkan pada baris dan masalahmasalah yang ingin dicari prioritasnya diletakkan
pada kolom. Kisaran skor yang diberikan adalah
satu sampai lima yang ditulis dari arah kiri ke
kanan untuk tiap masalah. Kemudian dengan
penjumlahan dari arah atas ke bawah untuk
masing-masing masalah dihitung nilai skor
akhirnya. Masalah dengan nilai tertinggi dapat
dijadikan sebagai prioritas masalah. Tetapi
metode ini juga memiliki kelemahan, yaitu hasil
yang didapat dari setiap masalah terlalu

TO
N
O
C H

Metode Bryant
KRITERIA

SKORING (1-5)
Masalah A

Masalah B

Masalah C

Masalah D

Prevalence

Seriousness

Manageability

Community
concern

TOTAL SKOR

16

18

19

20

PRIORITAS

IV

III

II

Komisi Akreditasi Rumah Sakit

TO
N
O
C H

PENETAPAN AREA
PRIORITAS

Dilakukan pembobotan terhadap beberapa area perbaikan


High Risk

High Volume

Problem Prone

(nilai x bobot = skor) (nilai x bobot = skor) (nilai x bobot = skor)

Area Prioritas

Rentang Nilai = 1 - 5

Rentang Nilai = 1 - 5

Rentang Nilai = 1 - 5

Bobot = 50

Bobot = 30

Bobot = 20

Jumlah

ICU

50

200

30

90

20

80

370

IGD

50

150

30

90

20

60

300

IBS

50

250

30

90

20

60

400

Rawat Inap

50

150

30

150

20

60

360

FARMASI

50

200

30

150

20

60

310

Area Prioritas Perbaikan IBS

Akreditasi Versi 2012

28

TO
N
O
C H

PENETAPAN YAN
PRIORITAS

Dilakukan pembobotan terhadap beberapa area perbaikan


High Risk

High Volume

Problem Prone

(nilai x bobot = skor) (nilai x bobot = skor) (nilai x bobot = skor)

Pelayanan Prioritas

Rentang Nilai = 1 - 5

Rentang Nilai = 1 - 5

Rentang Nilai = 1 - 5

Bobot = 50

Bobot = 30

Bobot = 20

Jumlah

AMI

50

200

30

90

20

100

390

STROKE

50

200

30

90

20

80

370

DBD

50

150

30

150

20

60

360

THYPOID

50

150

30

150

20

60

360

APPENDICITIS

50

150

30

150

20

60

360

Pelayanan Prioritas Perbaikan AMI

Akreditasi Versi 2012

29

LANGKAH-LANGKAH PENETAPAN PRIORITAS


(PMKP 1.2)
1. Identikasi masalah-masalah di pelayanan
. Data Insiden Keselamatan Pasien (Sentinel, KTD,
KNC)
. Komplain pasien
. Hasil capaian indikator mutu, dll
2. Tetapkan yang ingin diperbaiki areanya/unitnya dan
atau fokus ke pelayanan yang ingin diperbaiki.
3. Lakukan penetapan prioritas masalah melalui
metode non skoring atau skoring

Komisi Akreditasi Rumah Sakit

LANGKAH-LANGKAH PENETAPAN PRIORITAS


(PMKP 1.2)
4. Setelah prioritas ditetapkan maka tetapkan kegiatan
PMKP nya yaitu :
. Penggunaan PPK dan CP standarisasi asuhan
klinis
. Penerapan indikator mutu area klinis, area
manajemen
. Penerapan SKP dan monitoring nya
5.

Buat SK Penetapan Prioritas

Komisi Akreditasi Rumah Sakit

Kegiatan PMKP di Unit Rawat Inap


(Area Prioritas)
1. Penggunaan PPK CP (Standarisasi
proses asuhan klinis)

CONTO
H

Penyusunan PPK dan Clinical


Pathway AMI
Audit Pra implementasi

Sosialisasi ke Pemberi Pelayanan


Asuhan DPJP, perawat, dan nutrisi
Audit paska implementasi
Komisi Akreditasi Rumah Sakit

Kegiatan PMKP di Unit Rawat Inap


(Area Prioritas)

2. Pemilihan indikator mutu area klinik yang


terkait AMI
Asesmen pasien (IAK 1) Asesmen DPJP
lengkap dalam waktu 24 jam

CONTO
H

Penggunaan obat (IAK 5) aspirin

Medication error dan KNC (IAK 6)

Rekam medis (IAK 9) Kelengkapan


resume pasien

PPI (IAK 100) IADP


Komisi Akreditasi Rumah Sakit

Kegiatan PMKP di Unit Rawat Inap


(Area Prioritas)

3. Pemilihan indikator area manajemen

Pengadaan obat aspirin/obat utk AMI 100 %


terpenuhi
4. Penerapan SKP

Identiikasi pasien melalui pemasangan

gelang

Komunikasi

Penggunaan obat high alert

Hand hygiene

Pasien risiko
Jatuh
Komisi Akreditasi Rumah Sakit

CONTO
H

TERIMA KASIH

Komisi Akreditasi Rumah Sakit