Anda di halaman 1dari 53

1.

1 DESKRIPSI TUGAS

Judul Tugas
Lebar.

A.LOKASI TAPAK

: Bangunan Umum Berbentang

Tujuan penugasan : Mampu merancang bangunan


dengan
kompleksitas cukup tinggi
( fungsi ganda )
dalam ruang dan bentuk,
dengan komunitas
majemuk, dengan
menggunakan sistem
struktur ber-bentang
besar ( Lebar ) 25 m x
40 m secara
komprehensif pada kawasan
tropis sub
urban atau urban tertentu sesuai
dengan
prinsip prinsip perancangan
arsitektur,
struktur dan
utilitas yang baik dan
benar.

Indonesia merupaka
Suatu
negara di bagian asia yang
kaya akan budaya dan sumber
daya alamnya.

Jawa
barat
merupakan
bagian
dari
negara
Indonesia

Fungsi Bangunan : Gedung Olah Raga


Visi Bangunan
: Merancang bangunan olah
raga yang
sesuai dengan
kaidah kaidah arsitektur

JL. Pelajar Pejuang, Turangga,


kecamatan Lengkong ,kelurahan
turangga , Bandung , Jawa Barat
indonesia.

Bandung merupakan ibukota


dari Jawa barat , memiliki serta
menciptakan berbagai sarana
wisata yang mampu menarik
perhatian umum.

B. BATASAN SITE

Rogers
Retail

ABUBA

ABG

Horison

Apartemen

Rumah makan
Kedai mangga
Jalan
Maskumamba
ng

Area komersial
Site dari arah
timur

SMK

DPW PPP

Hotel

1.2 REGULASI TEMPAT

LUAS TOTAL SITE ADALAH 7.479 M2

SIFAT PROYEK : Fiktif


LOKASI
:
Jl.Pelajar
pejuang
(Gedung
Golkar), Lingkar Selatan,
Bandung

LUAS SITE : 7.479 m2

REGULASI TAPAK
- KDB/BCR : 60 %
Luas yang dapat dibangun
60 % X 7479m2 = 4487.4 m2

- GSB : Jalan Utama 3.5 m


Jalan Sekunder 2.5 m

- GST : 2 m
- KLB/FAR : 3x 7479m2 = 22437 m2
22437 m2 / 4487.4 m2 = 5 lantai
- Ketinggian bangunan : 6 Lantai

BATAS SITE/TAPAK
Utara
: Hotel Benua, Dinas
Tenaga
Kerja,
Satpol pp, Seskoad
Selatan : Piset Square, Hotel
Horison
Timur
: Restoran Sederhana,
Abuba
Steak,
Rogers Salon
Barat
: BPPKB, Rumah warga

Ukuran site

STUDI LITERATUR
1.1 SIRKULASI MANUSIA

1.2 PARKIR KENDARAAN

1.3 JENIS PERBANDINGAN


LAPANGAN

1.1 BANGUNAN BENTANG LEBAR


Bangunan bentang lebar merupakan bangunan
yang memungkinkan penggunaan ruang bebas
kolom yang selebar dan sepanjang mungkin.
Bangunan bentang lebar secara umum terdiri dari 2
yaitu bentang lebar sederhana dan bentang lebar
kompleks.
(
sumber
:
A.KLASIFIKASI
BANGUNAN
BENTANG LEBAR
http://adampriyadi.wordpress.com/2013/05/24/
)
1.
Bentang lebar sederhana
Bentang lebar sederhana berarti bahwa konstruksi
bentang lebar yang ada dipergunakan langsung
pada bangunan berdasarkan teori dasar dan tidak
dilakukan modifikasi pada bentuk yang ada.
2. . bentang lebar kompleks
Bentang Lebar Kompleks merupakan bentuk struktur
bentang lebar yang melakukan modifikasi dari
bentuk
dasar,
bahkan
kadang
dilakukan
penggabungan terhadap beberapa sistem struktur
bentang lebar.
B.FUNGSI BANGUNAN BENTANG LEBAR.
(
sumber
:
Guna dan fungsi bangunan bentang lebar
http://adampriyadi.wordpress.com/2013/05/24/ )
dipergunakan
untuk
kegiatan-kegiatan
yang
membutuhkan ruang bebas kolom yang cukup
besar, seperti untuk kegiatan olah raga berupa
gedung stadion, pertunjukan berupa gedung
pertunjukan, audiotorium dan kegiatan pameran
atau gedungexhibition.

1.2 BANGUNAN OLAH RAGA

A. BANGUNAN OLAH RAGA


- Bangunan:
Bangunan adalah struktur buatan manusia
yang terdiri atas dinding dan atap yang
didirikan secara permanen di suatu tempat.
Bangunan juga biasa disebut dengan rumah
dan gedung, yaitu segala sarana, prasarana
atau infrastruktur dalam kebudayaan atau
kehidupan manusia dalam membangun
peradabannya
(
https://id.wikipedia.org/wiki/Bangunan)
- Olahraga : Olahraga adalah aktivitas untuk
melatih
tubuh seseorang, tidak hanya secara
jasmani tetapi juga secara rohani
(https://id.wikipedia.org/wiki/Olahraga)
B. TUJUAN
- Fungsional: Sebagai tempat berolahraga
- Ekonomis : Sebagai tempat komersial yang
dapat
menghasilkan profit
C. VISI BANGUNAN
- Merancang bangunan auditorium yang sesuai
dengan
kaidah kaidah arsitektur

Why ?
Untuk
mempermudah
masyarakat sekitar dalam
mengadakan
atau
mengunjungi
suatu
pertunjukan baik itu dalam
bidang seni olah raga dan
sebaginya
dalam
bentuk
bangunan berbentak lebar
fungsi gedung olah raga.
Sebagai sarana dan tempat
para
olahragawan
dalam
menyalurkan kegiatannya.
Sebagai sarana bagi para
pengusaha
dalam
bidang
How
:
arsitektur
khususnya
Mebangun
sebuah
bangunan
bangunan komersial.
yang aman serta nyaman yang
memiliki jenis multifungsi dan
mampu memenuhi syarat syarat
dalam bangunan bentang lebar
fungsi gedung olah raga.

What ?
Sebuah tempat atau sarana
menyalurkan bakat olah raga.
Sebagai tempat yang aman serta
nyaman
untuk
memenuhi
kebutuhan jasmani yaitu sebagai
sarana atau tempat berolah raga.

When ?
Ketika
para
olahragawan
menginginkan suatu tempat
untuk
menyalurkan
dan
mempertunjukan olahraganya.
Ketika
masyarakat
menginginkan suatu aktivitas
dan memerlukan tempat untuk
bertanding.
Who ?
Where ?
site berada di
(gedung Masyarakat
bandung
dan
golkar) , JL. Palajar Pejuang,
Sekitarnya.
di
luar
kota
Turangga, Lengkong, Bandung , Masyarakat
Jawa Barat, Indonesia.
bandung.
Masyarakat dari luar negeri.

1.1 LATAR BELAKANG

SKEMA
PEMIKIRAN
LATAR BELAKANG
ASPEK PERMASALAHAN
TUJUAN
KONSEP DAN LINGKUNGANNYA
LITELATUR
KAWASAN
SO

STUDI PRESEDENT
STUDI
BANDING

SURVEY

KONDISI SITE

PERDA

ANALISI TAPAK

PLANNINGALUR
PROGRAMINGKBTHN

PRSRTN
RUANG

UTILITAS

KESIMPULA
RUANG
N

KNP UTILITAS

KESIMPULAN

KONSEP
KEGIATAN

KONSEP DESAIN
PENGEMBANGAN DALAM KONSEP
KNP
ARSITEKTUR
KNP TAPAK
KNP RUANG

BANGUNAN
KNP
STRUKTUR

PRA RENCANA
DESAIN DEVELOPMENT
PRODUK PERANCANGAN

LAPORAN
PERANCANGAN
MODEL MAKET

GAMBAR KERJA
POSTER

Pertumbuhan dan perkembangan penduduk di


Indonesia
setiap
tahun
selalu
meningkat.
Bandung sebagai ibukota dari provinsi Jawa Barat
memiliki kekuatan magis yang mampu menyedot
warga desa, sehingga terjadi migrasi penduduk
dari desa ke kota Bandung. Begitu pula dengan
kebutuhan setiap orang baik keperluan jasmani
maupun rohani.
Oleh karena itu, dibutuhkan suatu fasilitas
yang menunjang kebutuhan masyarakat saat ini.
Misalnya, seperti pasar, mall, apartemen,
bangunan olah raga, retail, dan lain-lain.

1.2 VISI
FUNGSI
BANGUNAN
BERBENTANG
LEBAR
FUNGSI
BANGUNAN OLAH
RAGA
SECARA
UMUM :
A. Menampung
atau
sebagai
tempat
yang
dapat
di
gunakan
berbagai
aktifitas
olah
raga.
B. Sebagai sarana
dan
tempat
para
olahragawan
dan sebagainya
untuk
meyalurkan
bakat
dan
minat.
C. Sebagai tempat
untuk
mendapatkan
hiburan
dan
mampu
menampung
banyak orang.

1.3 TUJUAN
FUNGSI BANGUNAN
BERBENTANG LEBAR
(BANGUNAN
OLAH
RAGA)
DARI
SEGI
ARSITEKTUR
:
(Khusus
bagi
Mahasiswa
Arsitektur)
Secara Subyektif
Sebagai pedoman
dalam perencanaan dan
perancanganbangunan
berbentang lebar fungsi
bangunan olah raga
dan
Midlle
Rise
memiliki fungsi sebagai
tempat
berkunjung
masyarakat baik untuk
aktivitas
olah
raga
mapun aktivitas lain
seperti sebagai sarana
tempat
berkunjung,berkumpul
dll.
Secara Obyektif
Dapat bermanfaat
sebagai
pengetahuan
dan
wawasan
bagi
mahasiswa
dalam
merancang
banguna
berbentang lebar

TUJUAN FUNGSIONAL :
TUJUAN PERANCANGAN
sebagai
sarana
bagi
para
:
Mampu
olahragawan
maupun
yang
merancang
terkait
lainnya
dalam
bangunan
dengan
mengapresiasikan
minat
dan
kompleksitas
cukup
bakat dalam suatu gedung olah
tinggi ( fungsi ganda)
raga yang mempu mewadahi
dalam ruang dan bentuk
segala apresiasi .
dengan
komunitas
sebagai tempat beraktivitas ,
majemuk
,
dengan
tempat menonton.
menggunakan
sistem
untuk
memberikan
peluang
struktur
berbentang
usaha bagi masyarakat di sekitar
besar ( lebar) 25 40 m
jalan pelajar pejuang.
secara
komprehensif
menjalin
kerjasama
antara
pada kawasan tropis
pemilik usaha dengan investor
sub urban atau urban
menunjang
kebutuhan
tertentu sesuai dengan
masyaarakat kota Bandung akan
prinsip

prinsip
adanya
tempat
olah
raga,
perancangan arsitektur,
hiburan dan tempat olahragawan
struktur
dan
utilitas
yang mampu memberikan nilai
yang baik.
TUJUAN
mutu tersendiri.
Merancang
bangunan
EKONOMI
:
auditorium yang
sesuai
Mendatangkan
penghasilan
yang
dengan kaidah kaidah
bersumber
dari
tourist
lokal
arsitektur.
maupun mancanegara
`

1.4 SASARAN

Suatu desain banguan


berbentang lebar fungsi
midlle rise yang sesuai
dengan
perinsip-prinsip
dasar arsitektur maupun
sesuai dengan konsep
arsitektur
ramah
lingkungan dan arsitektur
lokal. Serta sesuai dengan
struktur dan utilitas yang
baik dan benar.

Tersusunnya
Landasan
Program Perencanaan Dan
Perancangan
Arsitektur
berbentang lebar fungsi
midle rise ( Bangunan olah
raga ) yang dapat menjadi
pedoman dalam desain
kedepan.

1.1 ASPEK
MANUSIA
Aspek manusia menjadi fokus
utama dalam menunjang suatu
desain,
karena
bagaimana
caranya agar desain tersebut
memenuhi kebutuhan manusia
dalam kehidupannya sehari-hari.
Dimana
kebutuhan
manusia
dibagi dua menjadi yang fisik dan
non fisik. Kebutuhan fisik berupa
barang-barang sehari-hari yang
digunakan
seperti
pakaian,
makanan, gadget, dll.
Sedangkan kebutuhan fisik berupa kebutuhan
manusia akan aktivitas dan suasana yang
dapat melepaskan mereka dari kepenatan
hidup di kawasan perkotaan. Hal tersebut
menyangkut psikologis tiap masing-masing
manusia. Aspek manusia juga dibagi-bagi
sesuai dengan golongan umurnya, bayi, balita,
anak-anak, remaja, dewasa, dan lansia.).
Hubungan
antara
golongan
manusia
berdasarkan umurnya menjadi tolak ukur atas
rencana desain bangunan bentang lebar fungsi
bangunan olah raga yang akan di rancang.

1.2 ASPEK ARSITEKTURAL


Mengarahkan bentuk sesuai dengan konsep
yang akan dibuat dapat diterapkan pada site
yang telah ditentukan. Pertimbangan pada
berbagai aspek menciptakan beberapa konsep
sehingga diperlukan observasi dan analisa
yang kuat, terutama dalam proses mendesain
dan merancang. Merencanakan fasilitas yang
dibutuhkan bagi para pengunjung .
Mengantisipasi adanya rasa tidak nyaman pada
bangunan bentang lebar fungsi bangunan olah
raga, menyelaraskan desain bangunan dengan
kondisi lingkungan sekitar. Mendesain ruangan
yang sesuai dengan kebutuhan dan membuat
sirkulasi yang sesuai serta nyaman bagi
penhunjung.

1.3 ASPEK BANGUNAN


keterkaitan
antara
rencana
konsep dan penerapannya pada
desain bangunan nanti sehingga
tercipta suatu sarana dengan
fungsi yang sesuai. Masyarakat
umum dapat menilai bangunan
bentang lebar fungsi bangunan
olah raga yang didesain, apakah
sudah sesuai dengan aspek-aspek
khusus

1.5 ASPEK UTILITAS


Pendistribusian air bersih dan
pengelolaan air kotor serta listrik
dan berbagai hal utilitas lain
perlu
diperhatikan
karena
bangunan auditorium ini adalah
bangunan yang bersifat komersil
sehingga rentan banyak orang
yang terlibat didalam bangunan.

1.4 ASPEK STRUKTUAL


Struktur serta dinding bangunan
sangatlah vital. Kekuatan dan
kekokohan
sebuah
bangunan
terlihat
pada
struktur
yang
menjaga bangunan,
menjadi berdiri dan juga mampu membuat
bangunan tahan terhadap segala kemungkinan
perubahan cuaca beban yang di topang oleh
bangunan tersebut. Kondisi dilapangan: tanah
yang cukup baik berupa tanah keras dan
berjenis tanah merah, merupakan lahan yang
cocok untuk menopang bangunan berlantai
lebih dari 2. Namun untuk mencegah terjadinya
penurunan kondisi tanah karena disekitar site
terdapat kali kecil, maka dibuat tanggul dan
dilakukan pemadatan tanah.

1.6 ASPEK FISBANG


Kenyamanan termal didalam bangunan harus
diperhatikan, terutama bangunan berada
dikawasan tropis. Kebutuhan cahaya matahari
pada siang hari tercukupi, desain yang perlu

1.7 ASPEK LINGKUNGAN


Penempatan lokasi merupakan pertimbangan
dari banyaknya masyarakat yang melewati
kawasan lokasi site begitu banyak yang
memasuki kawasan sekitar site karena site
memang berada di kawasan strategis dan
macet oleh kendaraan.,

Bangunan di daerah tropis harus di desain


khusus sesuai iklim tropis dengan mendesain
ruang-ruang yang tinggi. Sedangkan lahan
yang berada di daerah tropis basah ataupun
musim hujan harus mempersiapkan secara
matang
bagaimana
mana
bangunan
menerima air hujan dan dapat mengalirkan
ke bawah dengan baik.

Vegetasi menjadi aspek terpenting yang


berada di site untuk menunjang kenyamanan
bangunan yang direncanakan

Penempatan
lokasi
berdekatan
dengan
bangunan Hotel Horison yang menjadi penada
yang menguntungkan bangunan di bangun di
sebelah bangunan horison.

1.8 ASPEK KEAMANAN


Tingkat keamanan terutama
yang
terdapat
didalam
bangunan bangunan olah raga
menjadi
prioritas,
jangan
sampai terjadi aksi kejahatan,
karena
perlu
diperhatikan
pengunjung
yang diperhatikan,
datang dari
sehingga keamanan
juga perlu
kalangan,
tidak adanyaberbagai
sudut ruang
yang gelap pada
desain bangunan yang dapat mengundang
kejahatan, ditambah dengan adanya pos
jaga atau bantuan CCTV pada bangunan.

1.9 ASPEK RUANG

Dikarenakan bentukan site


yang
memanjang,
ada
kemungkinan
bentukan
pola denah adalah linier.

1.10 ASPEK KETEKNIKAN


Mampu menganalisis sistem
struktur pada gedung dan
merancang pola penyaluran
gaya
dari
sumber
beban
hingga tanah pendukungnya.
Mampu
mengintegrasikan
desain Arsitektur,
struktur dan utilitas (pra instalasi/persiapan
instalasi) secara kumulatif dalam desain
bangunan yang utuh, mampu berfikir secara
integrated palnning
Mampu mendesain dan menggambarkan
sistem dan detail kontruksi pada gedung
serta keterkaitannya dengan sistem sistem
lain yang mendukung secara jelas dan
informatif.

1.10 SOLUSI PERTIMBANGAN


Masalah
Arsitektural
:
Mengekspresikan
bentuk
desain
yang
dapat ditempatkan dan
sesuai pada site yang
akan dipilih.

Masalah
Struktural
:
Bangunan
Bentang
Lebar
fungsi bangunan
olah
raga
memerlukan
struktur
yang
kuat
sehingga
dapat menopang
beban bangunan
secara
merata,
sehingga tercipta
bangunan
yang
kuat dan aman.

Masalah
Fisika
Bangunan
:
penyaluran udara,
penerimaan
cahaya yang baik
harus dapat dibuat
senatural mungkin
dengan desain.

Dalam tatanan desain,


beberapa permasalahan muncul
dariMasalah
berbagai
aspek-aspek
Fungsi
:
diatas.
Bangunan olah
raga
merupakan
banguna
yang
bersifat
komersil
sehingga
pengguna
bangunannya
banyak.
Oleh
karena
itu
dibutuhkan banyak
ruangan
yang
lebih luas namun
berfungsi dengan
baik. Diminimalisir
ruangan-ruangan
yang tidak perlu.

Masalah Utilitas :
Utilitas sangat penting
demi
menunjang
kenyamanan pengguna
ketika
didalam
bangunan.
Permasalahan jaringan
air
ditoilet
perlu
memiliki
shaft;
permasalahan
pada
listrik perlu memiliki
ruangan
sendiri;
permasalahan jaringan
sampah.

Masalah
Zoning
Area : Bangunan
yang memiliki jenis
bangunan publik dan
bersifat
komersil
harus
diperhatikan
pembagian
zoning
area antara yang
Private-area; Publicarea;
atau
Semi
Public-area. Sehingga
tidak
ada
kesenjangan
yang
terlalu terasa ketika
berada
didalam
bangunan

1.1 HIDROLOGI
A. AIR TANAH
Umumnya air tanah di kota bandung di Cekungan
Bandung, sudah turun drastis akibat penyedotan
air tanahyang kurang terkendali.
Sumber:(Pikiran Rakyat, Selasa 1 Februari 2005)
Muka air tanah di area site proyek di JL. Palajar
Pejuang 45, Turangga , 119 kecamatan
Lengkong ,kelurahan turangga , 40264 Bandung ,
Jawa Barat adalah rata-rata 3-5 m.
Sumber ( Proyek apartment sebelah Hotel
B. POTENSI AIR PERMUKAAN
Horison )
Menurut Fachrudin (1996) :
Curah hujan rata-rata di CAT Bandung 2142
mm/tahun
Limpasan permukaan : 668 mm/tahun
Evapotranspirasi aktual : 993 mm/tahun
Base flow sebesar 441 mm/tahun
Imbuhan airtanah ke dalam CAT Bandung 481
mm/tahun (22 % curah hujantahunan)Eksfiltrasi
(Base flow) 26.72 m3/det mengalir ke Sungai
Citarum

Menurut Muhammad (1995) air hujan masuk ke


Cekungan bandung (14.88m3/det) melalui :
Aliran air permukaan (sungai) : 268 juta m3/thn
(8.61 m3/det).
Airtanah dangkal (0 - 30 m): 78 juta m3/thn
(2.51 m3/det) , airtanah dalam (kedalaman 40 250
m) : 117 juta m3/thn (3.76 m3/det).
C. ZONA KEKRITISAN RESAPAN
LAHAN

Lokasi site agak kritis dari segi


resapan lahan

D.TINGKAT PEMAKAIAN AIR TANAH KOTA


BANDUNG
F.SUMBER AIR
PDAM Kota Bandung, Melayani sekitar 65 % Debit air
baku yang diolah 2.555 l/detik 80 juta m3/tahun.
Pengambilan Air Tanah (2415 Smr Bor) 51,4 juta
m3/tahun (2005)
Total Kebutuhan 512 juta m3/tahun
Defisit 361,6 juta m3/tahun
SUMUR BOR
G.PEMANFAATAN

E.SUMBER AIR PDAM

SUMBER AIR SUNGAI CITARUM DAN WADUK


SAGULING

PSDA, 2008, data pemakaian air oleh industri dari


942 industri yang tercatat hanya 87 industri yang
memakai air permukaan.
Rata-rata pemakaian air permukaan 755.667,7
m3/bln air tanah
2.570.262 m3/bln .Sedangkan untuk hotel 68 hotel
dan pemukiman yang tercatat yang menggunakan
air tanah hanya 1 buah. Debit pengambilan air
permukaan 19.440 m3/bln sedangkan air tanah
78.640
m3/bln.
H.KESIMPULAN
Prospek pengembangan air permukaan di Bandung
sangat
bagus
sebagai
upaya
mengurangi
penggunaan air tanah.
Potensi pengembangan pemanfaatan air
permukaan berasal dari Sungai sungai di cekungan
Bandung, namun perlu ditingkatkan dulu kualitasnya
mengingat selama ini sungai dijadikan sebagai
tempat untuk membuang limbah.

1.2 GIOLOGI

KEDALAMAN TANAH KERAS


Kedalaman tanah keras di sekitar area proyek di JL. Palajar Pejuang, Turangga,
kecamatan Lengkong ,kelurahan turangga, Bandung , Jawa Barat Rata-rata
8 m 10 m
Sumber ( Proyek apartment sebelah Hotel Horison )

A. Lokasi proyek di JL.


Palajar
Pejuang,
Turangga
,kecamatan
Lengkong
,kelurahan
turangga, Bandung , Jawa
Barat
B. Jenis tanah pumiceous
tuff (Tuff (dari tufo Italia)
adalah jenis batuan yang
terdiri dari abu vulkanik
konsolidasi
dikeluarkan
dari
ventilasi
selama
letusan gunung berapi. Tuff
kadang-kadang
disebut
tufa,
terutama
bila
digunakan sebagai bahan
konstruksi, meskipun tufa
juga
mengacu
pada
sebuah batu yang sangat
berbeda.
Batuan
yang
mengandung lebih dari
50% tuff dianggap tufaan.
Tuff dapat diklasifikasikan
sebagai batuan sedimen
atau
beku.
Mereka
biasanya dipelajari dalam
konteks petrologi beku,
meskipun mereka kadangkadang
digambarkan
menggunakan
istilah
sedimentological.

1.3
KLIMATOLOGI
A. ORIENTASI MATAHARI

B. ARAH ANGIN
Barat laut

Bar
at

3
0
Tim
ur

Site mengarah memanjang dari arah


barat ke timur. Kendala yang di hadapi
adalah site bagian utara dan selatan
sudah terbangun oleh banguna lain yang
cukup tinggi sehingga kurang dapat
memaksimal kan sinar matahari dari
segala
arah
.Potensi
dapat
memaksimalkan bukaan cahaya di bagian
timur saat pagi hari

Hembusan angin yang tidak terlalu terasa pada


permukaan, datang dari dataran tinggi yang
berada di sebelah utara site. Jika hanya untuk
satu atau dua tingkat, maka angin tidak akan
terlalu terasa pada bangunan karena bangunan
bangunan di depannya sudah dapat menjadi
buffer angin dari arah utara. Namu bila
bangunan memiliki ketinggian lebih dari itu,
maka angin akan lebih terasa pada tingkat atas
bangunan. Angin yang bisa menjadi potensi
untuk site dapat dimanfaatkan dengan cara
memberi banyak bukaan pada bangunan untuk
mengurangi panasnya matahari.

C. VEGETASI

Tengah
sekitar
12.00

hari
pukul

o
30

o
18
Pagi hari sekitar pukul
06.00
Angin yang melewati site bertiup dari
arah tenggara menuju barat laut.
Namun pada saat pergantian musim
angin dapat berubah arahnya hingga 180
derajat yang artinya bertiup dari arah
sebaliknya

Vegetasi yang berada di jajaran jalan pelajar


pejuang . Jenis vegetasi adalah pohon palem
( adalah pohon pengarah )
vegetasi
yang
berada
di
jalan
maskumambang. Jenis vegetasi adalah jenis
pohon dan tumbuhan namun di daerah
sekitar site ini vegetasi tidak terlalu banyak
sehingga terasa panas saat siang hari.

1.4
INFRASTRUKTU
A. DRAINASE
DI SEKITAR SITE
R

Sistem
drainase
menggunakan
underground.
Dan di alirkan ke Riol kota.

B. JARINGAN
JALAN

sistem

Terdapat
lampu
jalan di dalam area
sekitar site, karena
site
berada
di
tanah
yang
terdapat bangunan
berfungsi
komersial.

Terdapat
lampu
jalan pada jalan
sekitar site yaitu
di jajaran jalan
pelajar
pejuang
yang
menjadi
jaringan
pencahayaan
pada
jalan
di
sekitar
site
memudahkan
dalam
penerangan
Lebar Jalan : 8,2
lalulintas sekitar
kendaraan
site pada malam
yang akan
hari.
memasuki site
dengan
kecepatan
lambat
60km/jam

C. TRANSPORTASI DAN LALU LINTAS

D. KENDARAAN UMUM MELAWATI JL. PELAJAR


PEJUANG

CIJERAH CIWASTRA

Site ini memiliki 2


path
Menuju jalan pelajar pejuang
Menuju jalan laswi
Rush hour terjadi pada jam 07-09:00 serta 1517:00

BUS DAMRI

GEDEBAGE ST HALL

BUS DAMRI

DIPATIUKUR JATINANGOR KEBON KALAPA TANJUNG SARI

VIA. TOL MOHAMAD TOHA


E. KENDARAAN UMUM MELAWATI RAA.MARTANEGARA

ABDUL MUIS (Kebon Kelapa)


CICAHEUM via BINONG (01)

BUAH BATU - SEDERHANA

BUS SEKOLAH KORIDOR 3

1.5 ARSITEKTUR
LINGKUNGAN

A.VISTA
( site memiliki jalur vital, batas wilayah )
Vista memiliki hubungan dengan path, yaitu jalur
yang vital atau utama,seperti jalur transportasi
berupa jalan utama,sekunder.
Vista memiliki hubungan dengan edge, yaitu batasan
wilayah site yang dapat berupa dinding/benteng dan
kali.
Vista memiliki hubungan dengan distric, yaitu setiap
area dikawasan kota baru memiliki kemiripan pola
dan bentuk baik bagi perumahan dan kawasan
perniagaannya,
yaitu berupa cluster dan grid.
vista memiliki hubungan dengan NODE, yaitu
site
dipilih berdasarkan adanya titik temu dari 2 jalur
berbeda dan dari 2 arah yang berbeda kerena
berhadapan pada jalur putar.

B. FOCAL POINT
Adalah sebagian titik acuan dalam sebuah area/ kawasan.
Focal point menjadi suatu kawasan fresh karena danya
pemecahan
konsentrasi
atau
kemonotona
yang
membosankan. Dalam konteks ini, bangunan sundial
iptek bisa dijadikan focal point juga, namun bangunan
tersebut menjadi lebih mudah diingat dan berubah
menjadi landmark kota baru parahyangan sendiri.

C. TAPAK EKSTERNAL
VIEW DARI DALAM KE LUAR

Rogers
Retail

ABUBA

ABG

Horison

Apartemen

Rumah
makan
Kedai
mangga

Jalan
Maskumam
bang

Area
komersial
Site dari arah
timur

SMK

DPW PPP

Hotel

D. TAPAK INTERNAL
VIEW DARI LUAR KE DALAM

1.1 GOR C-TRA ARENA

GOR C-Tra arena merupakan tempat sarana olahraga yang


berada di sebelah timur pusat Kota Bandung, tepatnya
sebelah Timur Taman Makan Pahlawan Cikutra. GOR ini
sering digunakan pertandingan bola basket Nasional,
pertandingan karate, volleyball dan sering juga digunakan
latihan para pemanjat.
GOR C-Tra Arena merupakan GOR yang memiliki tempat yang cukup
bagus untuk taraf nasional, di dalam GOR ini terdapat beberapa
fasilitas olahraga dan multifungsi. GOR C-Tra Arena merupakan
sarana olahraga yang sering digunakan untuk pertandingan nasional
dan sering digunakan pula sebagai tempat pertunjukan musik.
GOR ini sering dipakai untuk olahraga Liga Basket Nasional dan Liga
Voli Nasional, bahkan sering juga di pakai untuk pertandingan Karate
se-Indonesia. Para Event Organizer tak ayal sering menggunakan
GOR ini sebagai tempat pertunjukan musik dengan menampilkan
artis-artis ternama di Indonesia.

1.2 SPORT HALL BIALYSTOK

Dalam mencari bentuk arsitektur dan


tata ruang dalam sebuah desain gedung
olahraga yang dirancang oleh Studio EL
di Biaystok, melalui investigasi tipologi
ruang/fasilitas yang digunakan gedung
olahraga, mereka memutuskan untuk
menggunakan jenis desain ditandai
dengan kesegaran, ters (rapi) dan
koherensi antara bentuk dan fungsi.
Desain terdiri dari dua-lengkung , dualapis, strruktur menggunakan space
frame yang melindungi lapangan yang
ada di bawahnya yang manumpu pada
kolom.
sportyang
hall dirancang
tersebut adalah
Gedung Luas
olah raga
berada
5ha.
dalam tata guna lahan perencanaan kota
yang telah ditentukan oleh pemerinta
setempat , jalan raya dan pesedtrian way
dari arah jalan Ciokowski satu sumbu
dari timur ke barat . Tata letak komposisi
hall terdiri dari dua elemen : semakin
tinggi dan mendominasi massa hall , dan
massa yang lebih rendah menandakan
sebuah fungsi komunal.

Parking lot berada di sisi timur,


barat dan selatan. Akses dibagi
dua menuju hall
yaitu untuk
pejalan kaki yang memakai akses
lorong dari timur ke barat dan
dari tempat parkir. Akses tersebut
membawa mereka menuju balkon
kemudian melalui jalan , tangga
dan lift yang mengarah kepada
pedestrian way yang terletak 4 ,
20 m di atas mereka

Sistem pelapisan dengan daya tarik yang


unik
diimplementasikan
dengan
ringan/mudah, mudah untuk merakit , dan
memiliki konstruksi dengan estetika tinggi .
Coating struktur dibagi menjadi dua helai :
sisi sayap dicoating penuh; corrugated sheet,
wol mineral , insulasi air , coating panel dari
lembaran aluminium ; dan median strip
terdiri dari downlighter di bagian atas arena
dan panel sandwich termal di sisi, ditutupi
secara
kolektif
dengan
lapisan
Semi
Transparan Photovoltanic Glass , aplikasi
Resolusi ini berfungsi sebagai perbaikan
yang akan menjadi faktor utama dalam
ekologi dalam merancang sebuah fasilitas
mengurangi biaya.
olahraga . Downlighter sendiri akan dibangun
menggunakan sistem Kalwall , yang memiliki
parameter tertentu ketika ketikamemasuki
termal isolasi listrik dan sun control, melalui
hamburan sinar matahari . Selain itu di atas
strip dari space frame menerapkan sistem
penggelapan
otomatis , roller blinds
horizontal. Resolusi ini akan memberikan
Untuk yang
sisiterang,
timur
,
stasiun
ruang
menarik
, dan atraktif dari
transformator , pintu masuk ke
sebuah design gedung olahraga
arena , komersial dan teknis parsial
dan di utara dari sisi jalan layanan
terutama untuk program komersial
dan sebagian untuk program teknis
.

1.1 STUDI KELAYAKAN


LANDASAN TEORI GELANGGANG OLAHRAGA

KLASIFIKASI GELANGGANG OLAHRAGA


Menurut Buku Standar Tata Cara Perencanaan Teknik
Bangunan
OlahragaOlahraga
yang dikeluarkan
Departemen
Pekerjaan
1.Gedung
Gelanggang
Tipe Aoleh
adalah
Gelanggang
Olahraga
Umum, Gelanggang Olahraga dibagi menjadi 3 tipe, yaitu :
yang dalam penggunaannya melayani wilayah Propinsi /
Daerah
Tingkat I.

2. Gelanggang Olahraga Tipe B adalah Gelanggang


Olahraga yang
dalam penggunaannya melayani wilayah Kabupaten /
Kotamadya.

3. Gelanggang Olahraga Tipe C adalah Gelanggang


Olahraga yang
dalam penggunaannya hanya melayani wilayah
Kecamatan.
Klasifikasi
Gelanggang
Olahraga
direncanakan berdasarkan ketentuan ketentuan
sebagai berikut :
1. jenis cabang olahraga dan jumlah lapangan olahraga untuk
pertandingan serta latihan seperti pada tabel 1 ;

2. ukuran efektif matra ruang Gedung


Olahraga harus

Type A
menyediakan minimal:

memenuhi

1 lapangan bola basket

ketentuan seperti pada tabel 2 ;

1 lapangan bola voli


5 lapangan buku tangkis
1 lapangan tennis

ukuran minimal hall : 50 x 30 dengan tinggi 12,5 m

Type B

kapasitas penonton : diatas 3.000 orang


menyediakan minimal:
1 lapangan bola basket
1 lapangan bola voli

3. kapasitas penonton Gedung Olahraga harus


memenuhi

3 lapangan buku tangkis

ketentuan seperti pada Tabel 3 ;

ukuran minimal hall : 32 x 22 dengan tinggi 12,5 m


kapasitas penonton : 1000 - 3.000 orang

Type C
menyediakan minimal:
1 lapangan bola basket

BERDASARKAN SKALA
1 lapangan bola voli
PELAYANANNYA,

Sumber :
KONI

GEDUNG
OLAH

ukuran minimal hall : 24 x 16 dengan tinggi 9 m


RAGA
DIBAGI ATAS :
Fasilitas olah raga ini menampung atau melayani
kapasitas
penonton : 1000 orang.
1.
Skala Nasional
kegiatan-kegiatan

di antaranya kpmpetisi utama, pertandingan, latihan dan


mengajar dengan standar internasional seperti PON, Sea
Games, dan sejenisnya.
Contoh : Gedung Istora Senayan Jakarta

2. Skala Regional
Fasilitas olah raga yang melayani satu atau beberapa
daerah denga populasi sebesar 200.000 sampai dengan

350.000 penduduk dan merupakan fasilitas


pelengkap di suatu daerah atau wilayah.
Contoh : Gelanggang Olah Raga Penjaringan

3. Skala Lingkungan
Fasilitas olah raga yang melayani satu
lingkungan, dalam hal ini lingkungan pemukiman
dngan populasi 2.000
Gelanggang Olah Raga Grogol.

sampai dengan 10.000 orang, dan biasannya disediakan

dalam suatu kompleks perumahan sebagai satu


pelengkap sarana.
Contoh : Kelapa Gading Sport Club di kompeks perumahan
Kelapa Gading.
Bimantara Sport Club di kompleks perumahan Green

4. Skala Sekolahan
Village.
Fasilitas olah raga ini melayani olah raga di suatu
sekolahan,
berbentuk
aula,
serbaguna
Persada Sportbiasanya
Centre di kompleks
AURI
Halim.
dan dapat berbentuk lapangan terbuka serta
digunakan hanaya untuk latihan olah raga standar
saja.
5. Skala Khusus
Fasilitas olah raga yang menangani olah raga jenis
tertentu yang sifatnya komersial atau yang
diperuntukkan khusus bagi penyandang cacat,
biasanya dibentuk oleh pihak swasta.

Sumber : KONI

Dalam sebuah ruang Olahraga indoor terdapat beberapa


fasilitas
seperti :

Area olahraga utama : terdiri dari lapangan olahraga,


area penonton (tribun), area official (petugas garis, wasit,
pelatih, lain- lain), ruang peralatan olahraga, ruang
teknik, ruang pelatih,
ruang ganti, kamar mandi, toilet, janitor, dan sebagainya.

Area olahraga indoor meliputi tempat latihan


bulutangkis, bola voli, billyard dan tempat latihan
kebugaran
( fitness centre).

Area administrasi meliputi ruang receptionist, kantor pengelola,

ruang rapat pengelola, pantry, gudang, dan ruang arsip.

Area Penerimaan Tamu meliputi : front office, loket


penjualan tiket, loket pendaftaran keanggotaan atau
penyewaan, entrance hall, lobby, dan toilet umum.

Area Rekreasi : Cafetaria, Taman Bermain, Sport Shop dan

Kolam Renang.

1.5.3 PERSYARATAN FASILITAS - FASILITAS

Area Pendidikan : Perpustakaan buku buku Olahraga.

Keamanan : faktor keamanan terhadap api,


PADA
keributan/kerusuhan, dan kecelakaan.

dan ruang tempat wudhu.


Area Ibadah : Musholla
GELANGGANG
OLAHRAGA

Fasilitas Gelanggang Olahraga dibagi menjadi 2 bagian


yaitu :
Fasilitas Utama yaitu fasilitas fasilitas yang menjadi
keutamaan dalam lingkup bangunan Gelanggang
Olahraga.
Contoh: Lapangan Badminton, Hall Basket, dan
sebagainya. Fasilitas Penunjang yaitu fasilitas yang
menjadi pelengkap daripada fasilitas fasilitas

Contoh : Cafetaria, Perpustakaan Olahraga, Sport shop, dan


sebagainya.
Fasilitas fasilitas yang ada di Gelanggang Olahraga memiliki

beberapa persyaratan yang harus dipenuhi baik untuk


persyaratan teknis maupun persyaratan non teknis

Badminton /
Bulutangkis
Adapun hal hal yang harus diperhatikan dalam
dalam
perencanaan dan perancangan lapangan Badminton adalah :

PERSYARATAN FASILITAS - FASILITAS

Ukuran lapangan badminton dan area diluar


permainan, yaitu area aman di sekitar lapangan.

UTAMA PADA GELANGGANG

Ketinggian plafon, penghawaan dan penerangan di


seluruh ruangan.

OLAHRAGA
A. ARENA OLAHRAGA
AdaUkuran
beberapa
faktor yang
harus
lapangan
basket
dan diperhatikan
area bebas
dalam
perencanaan dan perancangan lapangan
diluar
Basket, antara
lapangan.
lai
n Ketinggian ruangan.
Kebutuhan ruang
adala
h ruang.
Sirkulasi antar manusia.
Fasilitas keamanan dan kenyamanan
penonton. Pencahayaan dan penghawaan
baik secara alami
dan buatan.

Sumber : KONI

Lantai anti-licin dan tidak boleh berwarna cerah


dan menimbulkan pantulan cahaya dan
permukaan lantai tidak dari batu bata, beton tetapi
harus dari kayu atau karpet sintesis.

Voli

Baske
t

DIMENSI PLAYING AREA


STADION

Sumber : KONI

STRUKTUR ORGANISASI DAN KEBUTUHAN


RUANG
SO. GEDUNG LAUTAN
Kep ala Pengelola
Gedung Lau tan Api

Pengelola Bangunan
Gedung Lautan Api

Sekretariat

Kelo mpok
Jabatan Fun gsional

API

Sub. Bagian
Penyusun
Program

Bagian
Pengembangan
Olah Raga

Seksi
Olah RagaRekreasi
Volley

Basket

Sub. Bagian
Keuangan

Sub. Bagian
Umum

Bagian
Saranadan Prasarana
Olah Raga

Seksi
Olah RagaPrest asi
Badmint on

Fut sal

TenisM eja

Bagian
Pengembangan
Sarana danPrasarana

Bagian
Pemanf aatan dan
Pengendalian

KEBUTUHAN RUANG

SEMI PUBLIK

PRIVAT
SERVIS

AKUSTIK

PENGHAWAA
N

VIEW

SATUAN

RASIO

FAKTOR KUALITATIF
PENCAHAYAA
N

100
709.4
11000
4
50
2

STANDAR
SATUAN

NILAI

PENGELOL
A

PENYEWA

KAPASITAS

ORANG
0.8
M2
M2
1
M2
ORANG
0.6
M2
ORANG
3
M2
ORANG 1.25 M2
ORANG
0.8
M2
TOT
AL
TICKET BOX
2
ORANG
2
M2
RUANG PERS
10
ORANG 1.25 M2
RUANG KONFERENSI
20
ORANG
0.8
M2
PERS PEMAIN
RUANG
20
ORANG 1.25 M2
RUANG BRIEFING
20
ORANG
0.8
M2
RUANG BRIEFING
10
ORANG
1.4
M2
PENGELOLA
TOILET
PENGELOLA
2
ORANG
2
M2
RUANG MEDIS/P3K
2
ORANG
2
M2
TOT
AL
RUANG BILAS
8
ORANG
1.8
M2
TOILET PEMAIN
8
ORANG
2
M2
RUANG GANTI + LOCKER
20
ORANG
1.8
M2
RUANG STAFF
5
ORANG
4
M2
RUANG PENGELOLA
1
ORANG
4
M2
RUANG KONTROL
4
ORANG
2
M2
TOT
AL
TOILET UMUM
3
ORANG
2
M2
MUSHOLA
8
ORANG 0.96 M2
PANTRY
2
ORANG 1.25 M2
GUDANG
2
ORANG
0.8
M2
DAPUR CAF
4
ORANG 1.25 M2
JANITOR
2
ORANG
2
M2
TOT
AL
BASEME
NTLUAS
TOTAL
BANGUNAN
SIRKULASI
TOTAL LUAS BANGUNAN20%
+ 20% SIRKULASI + AREA PARKIR ( (M2)

PUBLIK

ENTRANCE HALL
LAPANGAN
TRIBUN (REG+VIP)
ADMINISTRASI
CAF
RETAIL SHOP

OFFICIAL

NAMA RUANG

PEMAIN

ZON
A

PENONTON

PENGGUNA

JUMLAH
UNIT
ORANG
1
1000
1
1
2
2
1
1
2
2
1
2
1
8
8
1
1
1
2
9
2
2
2
1
2

TOTAL
LUAS
RUANG M
80
709
60
12
0
62.
5
3
1467
8
12
16
50
32
14
8
4
136
123
12
8
36
20
4
16
327
54
15
5
3
5
8
90
1462
2421
404
4287

ATLET.
buang air
datang
datang

masuk lobby

istirahat

ganti baju

pemanasan

parkir

latihan

PELATIH.
datang
datang

masuk lobby

tanding

istirahat

buang air
briefing

pulang

tanding

parkir

latihan

WASIT.

buang air
datang
datang

masuk lobby
parkir

persiapan

memimpin pertandingan

pulang

pulang

WARATAWAN(PERS).

buang air
datang
datang

masuk lobby

meliput pertandingan

registrasi

pulang

parkir

PENONTON VIP.

buang air
datang
datang

masuk lobby

beli tiket

menonton pertandingan

pulang

parkir

PENONTON.

buang air
datang
datang

masuk lobby
parkir

beli tiket

menonton pertandingan

pulang

HUBUNGAN RUANG DAN ANALISIS TAPAK


HUBUNGAN
RUANG

ANALISIS TAPAK

ASPEK
1 TATA
GUNA
LAHAN

2 Orientas
i
bangun
an

3 SIRKULASI

KRITERIA

POTENSI
&KENDALA
Berada dilokasi
yang sesuai
dengan
tataguna lahan
dari pemerintah
setempat
Dengan KLB
60% lahan yang
dapat dibangun
cukup luas
untuk fungsi
sebuah stadium
yaitu
7479 m x 60% =

Fungsi
bangunan
yang
dibangun
dilahan sesuai
dengan
regulasi
setempat.
KDB menjadi
acuan luas
maksimal
lantai dasar
banguna
n
jumlah lantai
4487.4 m
bangunan
Lahan terbuka hijau
sesuai dengan
ketentuan KLB
yang dapat
Garis sepadan
bangunan(meru
Pada
dibangun
Orientasi
pak an batas
perencanaan
bangunan ke
hanya 40%.
wilayah lahan
bangunan
arah ruang
yang
tidak
Lahan
master plan
dapat
terbuka
boleh dibangun
Orientasi
diorientasikan
berada di dekat
bangunan ke
ke satu titik
arah dalam
kawasan
utama yang
sehingga tidak
menjadi pusat
pemukiman
memberikan
Orientasi
respon yang
bangunan
maksimal keluar
dapat
site
diarahkan ke
pusat / ke
dalam
Pola sirkulasi
Sirkulasi pada
dalam
tapak
site atau
ke luar site
tapak yang
teratur
Arah masuk
dan
keluar
pengguna

ANALIS
A

Lahan site dirancang lingkar dalam kota


sehingga memberikan nilai plus untuk
aspek ekonomi yaitu passive income dari
peminjaman lapangan untuk latihan.

Orientasi bangunan ke arah jalan


pelajar pejuang

KESIMPULAN

Pebandingan lahan yang


dapat dibangun dengan
lahan yang diolah untuk
ruang terbuka hijau ialah
3:2 dari 7479 m atau
sekitar 4487.4 m dan 2100m
untuk ruang terbuka .

Dibagian arah selatan site


dijadikan zoning bangunan
publik karena orientasi
bangunan ke arah dalam
site

yang

direncanakan
dibagi menjadi
sehingga terdapat

dua alternatif
2
sirkulasi
parkir
kendaraan

jalan didesain

direncanakan

untuk

disekeliling

memudahkan

masterplan, hal

SIRKULASI PRIMER SIRKULASI


SEKUNDER

Sirkulasi keluar masuk


menuju site dua arah dari
arah barat dan timur

ANALISIS TAPAK

4 PENCAPAIAN Pencapaian
AKSESIBILIT
menuju site harus
AS
mudah
dilalui,aman dan
nyaman
Jalan aksesibilitas
untuk kendaraan
juga pedestrian
untuk pejalan
kaki harus
difasilitasi

5 BUKAAN

Meminimalisir
cahaya matahari
langsung pada
bangunan

Memaksimalka
n penghawaan
dan
pencahayaan
alami pada
bangunan.

Akses yang
dapat dilalui
untuk
mencapai site
bisa melalui
dua arah
Lokasi site
dekat dengan
entrance
utama
Aksesibilitas
main entrance
harus melaluin
jalan pelajar
karena
pejuang
Site memanjang
orientasi
ke arah barat
bangunan
dan timur,
kedalam
site
memudahkan
untuk
memaksimalkan
bukaan dari
arah utara dan
selatan.

Entrance dibagi menjadi


dua sesuai dengan arah
pencapaian yang
direncanakan pada
masterplan

MASSA
BANGUNAN

Bukaan bangunan
kedan
arah utara
6 VEGETASI

Vegetasi
merupakan
keistimewaan fisik
alamiah yang
sebaiknya
dipertahankan
eksistingnya
karena memiliki
benefit yang
sangat besar untuk
site
data mengenai
lokasi vegetasi
dibutuhkan untuk
pereancanaan
tapak, vegetasi
selain memiliki
peran sebagai
buffer, penahan

Pada lahan
eksisting sudah
banyak vegetasi
yang tumbuh
mengelilingi site
Vegetasi
tumbuh secara
tidak teratur
sehingga perlu
dilakukan
penataan ulang
Umur dan
kondisi vegetasi
yang berbeda
sehingga
diperlukan
seleksi vegetasi
mana yang akan
di pertahankan

selatan

Vegetasi disekeliling
masterplan bisa
dipindahkan ke dalam site
utama selain sebagai
buffer sinar matahari,
penahan air tanah, juga
sebagai penunjuk arah ke
dalam site.

ANALISIS TAPAK

7 Tipolo
gi
tanah

Jenis tanah pada


Kedalaman
berbagai ketingian
tanah keras
permukaan yang
pada site < dari
berbeda-beda
12m
dibawah
Tipe pondasi yang
permukaan dan
daya dukung nya.
digunakan bukan
Pemilihan jenis
pondasi dangkal
pondasi
disesuaikan
melainkan pondasi
dengan kedalaman
dalam setara
tanah keras
dengan
tiang pancang

Kedalaman tanah keras < dari 12m

Kondisi kekerasan tanah

Kedalaman tanah keras > dari 12m

berbeda-beda,karena tanah

(sekitar 18m)

pada

Kedalaman tanah keras -+ dari 12m

pembangunan
site ada yang di(saat
pakai sebagai
masih pada saat belum ada
kolam

pacuan kuda)

KONSEP DAN ANALISIS BANGUNAN


KONSEP
ANALOGI
Tugu Bandung Lautan Api
lokasi site sejalan dengan tugu Bandung Lautan Api, ada keselarasan
antara site dengan tugu tersebut, dimana sejarah Bandung itu sendiri
adalah Bandung Lautan api, maka dijadikan bangunan diatas site
tersebut dengan nama Gedung Lautan Api

Terdapat dua entrance untuk akses


masuk kedalam bangunan
Hirarki pada atap bangunan, menyampaikan
bahwa bagian yang beratap lebih tinggi
memiliki fungsi yang lebih
utama

1 ORIENTAS
I
BANGUNA
N

TEORI , STANDAR &


KRITERIA

POTENS
I

KENDAL
A

Pada perencanaan
bangunan

Orientasi bangunan
ke arah

Orientasi bangunan
ke arah

dapat diorientasikan ke
satu titik

ruang terbuka

dalam sehingga tidak

Aktivitas fungsi
bangunan

memberikan respon
yang

sebagai gedung
olahraga

maksimal keluar site

utama yang menjadi


pusat
Orientasi bangunan
dikaitkan
dengan bukaan
bangunan, serta
2 PENCAPAIAN Pencapaian
menuju
pergerakan sinar
bangunan
matahari
mudah dilalui,aman dan
nyaman
Jalan aksesibilitas untuk

dilalui
bagian lapangan
sebagai
untuk mencapai site
ruang
bisa aktivitas utama

Aksesibilitas main
entrance

pejalan kaki harus


difasilitasi

utara jalan dari sekolah

bangunan kedalam site

menengah berbasis
olah raga,

Diperlukannya pemisahan

Tersamar

akses

pencapaian utama.
Lokasi site dekat dengan
rputar

Be

entrance utama dari


jalan

arah

site

ENTRANCE 2

harus melalui plaza


dan
amphiteater karena
orientasi

dan arah selatan


sebagai jalur

ZONA
PUBLIK

bangunan publik karena orientasi


dalam bangunan

melalui dua arah yaitu


arah

Langsung

ZONA
PUBLIK

ke

kendaraan juga pedestrian


untuk

Tipe pencapaian:

ZONA
PUBLIK

Dibagian arah selatan site dijadikan


zoning

memberikan potensi
bahwa
orientasi bangunan
kedalam
Akses yang dapat

KESIMPULA
N

PRIV
AT

ASPEK

PRIV
AT

ANALISIS BANGUNAN

N
O

bagi penonton umum,


penonton
VIP, team A, team B, serta
officialnya

BANGUNAN

ENTRANCE 3

ENTRANCE 1

Aksesibilitas di bagi menjadi 3


untuk
penonton, atlit team A dan atlim
team B
sehingga pada saat masuk ke
dalam
bangunan
menjadi
lebih teratur.
atau oval untuk
memperlihatkan
Bentuk dasar bangunan berasar
bahwa
dari bulat

pacuan kuda
Bangunan dapat
diakses
langsung melalui jalur
primer

semuanya terpusat pada lapangan


olah raga
tempat berlatih atau bertanding

ANALISIS BANGUNAN

N
O

ASPEK

TEORI , STANDAR &


KRITERIA
3 SIRKULASI Sirkulasi dalam
bangunan terbagi
menjadi dua bagian:
o Sirkulasi vertikal melalui
tangga dan lift.

o Sirkulasi horisontal
dengan sistem
koridor dan selasar.
Pola sirkulasi menurut
D.K.
Ching adalah:

o Pola linier

POTENS
I

KENDAL
A

Meminimalisir
cahaya matahari
langsung pada
bangunan
Memaksimalkan
penghawaan dan
pencahayaan alami
pada bangunan.
tipe/pola bukaan:

KORIDO
R

Kebutuhan ruang yang


tidak

Sirkulasi penonton
VIP dan

terlalu beragam

penonton umum harus

mempermudah dalam

dibedakan.

pemilihan pola sirkulasi

Sirkulasi antar team A


dan B

R.RAPAT
ZONA

beserta officialnyaperlu

R.TAMU
PENGELOLA

untuk bangunan
Sistem sirkulasi
dalam
bangunan dapat di
kelompokan
dengan

pemisahan jalur sirkulasi


untuk
memperlancar
keberlangsungan

R.PENGELOLA
R.ADMINISTRASI

R. SEKERTARIS

R.

ARSIP
R.GANTI

R. P3K

R. PEMANASAN
KORIDO

penzoningan

pertandingan, atau latihan

MUSHOLLA
R DAN LOKER
SirkulasiTOILET
yang efektif untuk konsep desain
R.
ialah OFFICIAL SHOWER

Site memanjang ke
arah utara dan
selatan, memudahkan
untuk
memaksimalkan
bukaan dari arah
utara dan selatan.
Dengan fungsi
bangunan gedung
olah raga, struktur
yang digunakan
merupakan bentang
lebar, sehingga
menghasiklkan ruang
yang luas tanpa ada
nya

Aliran udara dan


pencahayaan alami
terminimalisir karena
lahan terletak diantara
tribun baseball dan
graha laga satria

ZONA PEMAIN
& OFFICIAL
Crossed
ventilation
dapat
diterapkan untuk menghasilkan
dengan pola linier dan penzoningan
aliran udara yang baik pada
tiap kategori pengguna, agar sirkulasi
bangunan
berjalan dengan lancar
Pada area utama yaitu lapangan
diusahakan meminimalisir udara
yang kecepatan nya melewati
batas dan menggganggu
pertandingan

o Pola Radiall

4 BUKAAAN

KESIMPULA
N

pembagi ruang atau kolom

Kapasitas bangunan
10001500 orang
panas
mempengaruhi
diperhatikan
kelembapan udara di
untuk
dalam
ruangan, sehingga dapat
menghasilkan udara yang

sehingga aliran udara


menjadi baik

Aliran udara harus


keberlangsungan latihan/

ANALISIS BANGUNAN

N
O

ASPEK

5 FASAD

TEORI , STANDAR & KRITERIA


Fasad merupakan ciri khas dari suatu
bangunan
dan menjadikan nilai jual bagi sang
kreator
bangunan.
SehIngga fasad yang menarik attarctive perlu

POTENSI
Fungsi
bangunan
Gedung
Olahraga
merupakan
suatu
bangunan yang
menjadi icon
suatu kota

dikembangan lebih serius kembali


6 STRUKTUR
1.UPPER
STRUCTURE

Bangunan
merupakan bentar
lebar sehingga
kompatibel
dengan
rangka atap
berbentuk
dan berbahan
baja
Sistem atap
berfungsi sebagai
elemen primer
untuk
melindungi
Interior
bangunan. Bentuk
dan

KENDALA
Fasad yang
menarik/
attracative
dari berbagai
arah
bangunan.
Karena
bangunan
menghadap ke
jalan raya

Bangunan
dengan
rangka
atap bentang
lebar
dan
disesuaikan
dengan
fungsinya
dibutuhkan
ruang
ambang atau
ketinggian
yang
cukup untuk

kemiringan atap
harus

pergerakan
atau

sesuai dengan
jenis

aktifitas
olahraga

penutup atap

khusus seperti

digunakan untuk
air

bulutangkis

hujan . Konstruksi
atap

KESIMPULA
N
Penampilan bangunan pada ruang
eksterior didominasi dengan
konsep exposed technology
dengan penggunaan material
kaopi dan rangka baja pada main

Dengan
vector. Dan penggunaan
entrance

perbedaan material untuk memberikan

solid-void.
kesan

Penerapan sisitem struktur yang


digunakan ialah, space truss yang
akan ditonjolkan pada
interior bangunn, dan di lapisi

polycaarbonat,
untuk penutup atap
dengan
nya menggunakan bahan yang
zincalum.
Untuk bentang 15-60m di
setara dengan
terapkan

setiap 8m pada dudukan atau


kolom.

ANALISIS BANGUNAN

N
O

ASPEK

TEORI , STANDAR
& KRITERIA

7 UTILITAS Kebutuhan akan


infrastruktur
baik air bersih,
distribusi
airkotor, lair
hujan, listrik,
samaph, dan
telfon

POTENSI
Jarinagan
infrastruktur
dari pengelola
kawasan
masterplan

KENDALA
Reservoar atas
yang harus
diletakan diatas
atap datar

KESIMPULA
N
Reservoar diletakan di bawah tribuun terdapat ruangan
khusus untuk
reservoar
atas,
mudah
maintanace,
serta
sirkulasi
air akan lebih
karena aliran
airagar
selain
dibantu
oleh pompa,
juga
oleh bantuan
baik
graviitasi

disediakan
sudah

Tingkat kebutuhan air bersih = 90


L/Org/Hr
PERHITUNGAN

KEBUTUHAN AIR BERSIH

Asumsi waktu

=12.00 18.00 = 6

Jumlah pemakai

=1600 orang

penggunaan
jam
Kebutuhan air 1600 orang/hari =1600 orang x 90 liter = 144000 liter
Total yang dikeluarkan 6
= 6 jam x 900 liter = 5400

waktu tidak efektif


jam

liter=24jam 6 jam = 18 jam

Asumsi total air yang dikeluarkan per jam = 15liter/menit x 60 menit = 900 liter /
jam

Kapasitas tangki air minimum


140000 = 140 m3

Distribusi air
kotor pengolahan
grey water
darkwater yang
harus dipisahkan.

144000-5400 liter = 138600 =

PERHITUNGAN DIMENSI SEPTIC TANK


KUANTITAS AIR LIMBAH (Q)

= 200 L/Org/Hr

BANYAKNYA LUMPUR

= 50

ASUMSI PEMAKAI (O)

(L)
PERIODE

L/Org/Hr
= 2

1600 ORANG WAKTU DETENSI (T)

PENGURASAN

TAHUN

= 12 jam (0,5 HARI)


Vtota
l

Va
Vl = OLP

= QOT
= 160 +

= 320

m3
160
= (200)(1600)(0,5)

Ditambah v udara 30
cm

= (1600)

(50)(2)
= 160.000 L
160000L

Diagram distribusi aliran air kotor

ANALISIS BANGUNAN

N
O

ASPEK

TEORI , STANDAR
& KRITERIA

7 UTILITAS Kebutuhan akan


infrastruktur
baik air bersih,
distribusi
airkotor, lair
hujan, listrik,
samaph, dan
telfon

POTENSI
Jarinagan
infrastruktur
dari pengelola
kawasan
masterplan
sudah
disediakan

KENDALA
Pendistribusian
sampah dari
lantai 2
(tribun), lantai

basement
1
1,
dan
basement 2

Pasokan listrik
cadangan apablia
terjadi gangguan
pada PLN

Pengelolaan
tata

suara dan letak

kontrol
ruang

KESIMPULA
N

ANALISIS BANGUNAN

N
O

ASPEK

TEORI , STANDAR
& KRITERIA

7 UTILITAS Kebutuhan akan


infrastruktur
baik air bersih,
distribusi
airkotor, lair
hujan, listrik,
samaph, dan
telfon

POTENSI
Jarinagan
infrastruktur
dari pengelola
kawasan
masterplan
sudah
disediakan

KENDALA
Bidang atap
yang cukup
besar
menerima

besar
dari air
beban
hujan

Sistem
telekomunikasi
untuk bangunan
berfungsi sport
hanya dibutuhkan
dibagian tertentu

KESIMPULA
N

Anda mungkin juga menyukai