Anda di halaman 1dari 16

SKIZOAFEKTIF TIPE

CAMPURAN

Presentan:
M. Adel Afandi

Roni Andika Pratama


Debby Afri Amdani
Syarifah Nurhabibah

Defenisi
skizoafektif adalah kelainan mental yang
rancu yang ditandai dengan adanya gejala
kombinasi antara gejala skizofrenia dan
gejala gangguan afektif.

Etiologi
Tidak di ketahaui

Patofisiologi
Pada prinsipnya patofisiologi dari
skizoafektif sama dengan skizofrenia yaitu
dimana mungkin melibatkan
ketidakseimbangan neurotransmiter di
otak, terutama norepinefrin, serotonin, dan
dopamine.

Secara umum, penelitian-penelitian telah


menemukan bahwa gangguan skizoafektif
dikaitkan dengan penurunan volume otak,
terutama bagian temporal (termasuk
mediotemporal), bagian frontal, termasuk
substansia alba dan grisea. Dari sejumlah
peneltian ini, daerah otak yang secara
konsisten menunjukkan kelainan adalah
daerah hippocampus dan
parahipocampus.

Pada penelitian neuroimaging pasien


dengan gangguan skizoafektif, ditemukan
penurunan volume thalamus dan
deformitas thalamus yang serupa dengan
pasien skizofrenia, tetapi abnormalitas
pada nucleus ventrolateral penderita
gangguan skizoafektif tidak separah
penderita skizofrenia.

Penderita skizoafektif juga menunjukkan


deformitas pada area thalamus medius,
yang berhubungan dengan sirkuit mood.

Klasifikasi
1. Gangguan Skizoafektif Tipe Manik
2. Gangguan Skizoafektif Tipe Depresif
3. Gangguan skizoafektif tipe campuran
Gangguan dengan gejala-gejala
skizofrenia berada secara bersamasama dengan gejala-gejala afektif
bipolar campuran.

4. Gangguan skizoafektif lainnya


5. Gangguan skizoafektif YTT

Pedoman Diagnostik
Diagnosis gangguan skizoafektif hanya
dibuat apabila gejala-gejala definitif adanya
skizofrenia dan gangguan afektif samasama menonjol pada saat yang bersamaan,
atau dalam beberapa hari yang satu
sesudah yang lain, dalam satu episode
penyakit yang sama, dan bilamana, sebagai
konsekuensi dari ini, episode penyakit tidak
memenuhi kriteria baik skizofrenia maupun
episode manik atau depresif.

Tidak dapat digunakan untuk pasien yang


menampilkan gejala skizofrenia dan
gangguan afektif tetapi dalam episode
penyakit yang berbeda.
Bila seorang pasien skizofrenik
menunjukkan gejala depresif setelah
mengalami suatu episode psikotik, diberi
kode diagnosis (depresi pascaskizofrenia).

Beberapa pasien dapat mengalami


episode skizoafektif berulang, baik
berjenis manik maupun depresif atau
campuran dari keduanya. Pasien lain
mengalami satu atau dua episode
skizoafektif terselip diantara episode
manik atau depresif

Penatalaksanaan
1. Farmakoterapi
Gejala manik : antimanik
Gejala depresi : antidepresan
Gejala bipolar : antipsikotik. harus mendapatkan
percobaan lithium, carbamazepine (Tegretol), valporate
(Depakene), atau suatu kombinasi obat-obat tersebut
jika satu obat saja tidak efektif.

Pasien dengan gangguan skizoafektif, tipe


depresif, harus diberikan percobaan anti
depresan dan terapi elektrokonvulsan
(ECT) sebelum mereka diputuskan tidak
responsif terhadap terapi anti depresan.
2. Psikoterapi

Prognosis
Prognosis buruk pada pasien dengan gangguan
skizoafektif umumnya dikaitkan dengan:
1. Sejarah premorbid yang buruk.
2. Onset yang tidak diketahui.
3. Tidak ada faktor pencetus.
4. Psikosis yang dominan.
5. Gejala negatif.
6. Onset awal.
7. Kekambuhan yang tak henti-hentinya.
8. Keluarga dengan skizofrenia

TERIMA KASIH