Anda di halaman 1dari 42

PENDISTRIBUSIAN DAN

MEKANISME
KETERSEDIAAN ALOKON
Oleh :
dr. Nurizky Permanajati

PERWAKILAN BKKBN PROVINSI BANTEN


2016

LATAR BELAKANG
NORMA

SUBSTANSI

PEMBUKAAN UUD
1945 pasal 28

1. Setiap orang berhak hidup sehat lahir &


batin, bertempat tinggal &
mendapatkan lingkungan hidup yg baik
& sehat serta memperoleh pelayanan
kesehatan
2. Pembangunan kesehatan sebagai
investasi pembangunan SDM yg
produktif scr sosial & ekonomi

UU No. 40/2004

1. Tentang SJSN
2. SJSN Jamkes salah satu program JS
selain program kecelakaan kerja, hari
tua, pensiun, dan meninggal

UU No. 52/2009

1. Tentang Perkembangan Kependudukan


& Pembangunan Keluarga
2. Penduduk
- sebagai modal dasar
- faktor dominan pembangunan

DASAR
DASARHUKUM
HUKUM
UU No 36 / 2009
Perpres No 12 /
2013

Tentang Kesehatan
Tentang Jaminan
Kesehatan

PERMENKES RI No 75 / 2014

Pusat Kesehatan Masyarakat

Undang-Undang Kesehatan 36/2009

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75


TAHUN 2014
TENTANG PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT
Bagian Kedua
Upaya Kesehatan
Pasal 35
(1) Puskesmas menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat tingkat pertama dan
upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama.
(2) Upaya kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan secara
terintegrasi dan berkesinambungan.
Pasal 36
(1) Upaya kesehatan masyarakat tingkat pertama sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 35 meliputi upaya kesehatan masyarakat esensial dan upaya kesehatan
masyarakat pengembangan.
(2) Upaya kesehatan masyarakat esensial sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
meliputi:
a.

b.
c.
d.
e.

pelayanan promosi kesehatan;


pelayanan kesehatan lingkungan;
pelayanan kesehatan ibu, anak, dan keluarga berencana;
pelayanan gizi; dan
pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit

ISU STRATEGIS
Registrasi Fasilitas Kesehatan KB yang bekerjasama dengan BPJS
Kes
Fasilitas
Kesehata
n
(yang bekerjsama
dgn BPJS Kes)

Registrasi
Faskes KB oleh
SKPD-KB

Pengelompokan
jenis faskes KB

Pemenuha
n Alokon

FKTP:

1
.

Faskes KB
Sederhana

Pil, suntik,
kondom

3.

2
.

Faskes KB
Lengkap

Plus IUD &


implan

3
.

Faskes KB
Sempurna

=Faskes KB
Lengkap

4
.

Faskes KB
Paripurna

=Faskes KB
Lengkap

1.
2.

4.

Puskesmas
Praktik
Dokter
Klinik
pratama
RS D
Pratama

FKRT
L:
1.
2.

Rumah
Sakit
Klinik
Utama

K/0/K
B
Aplikasi statistik rutin
berbasis web

FASILITAS KESEHATAN KB
ERA JKN
KLASIFIKASI FASKES KB

FASKES

FASKES KB
PARIPURNA

FASKES TK
LANJUTAN

FASKES KB
SEMPURNA

Klinik Utama atau yang


setara;
Rumah Sakit Umum; dan
Rumah Sakit Khusus.

FASKES KB
LENGKAP
FASKES KB
SEDERHANA

FASKES TK
PERTAMA
Puskesmas atau yang setara;
Praktik Dokter;
Klinik Pratama atau yang
setara;
Rumah Sakit Kelas D Pratama
atau yang setara.

JEJARING
FASKES
KB

JEJARING
FASKES
KB

- PRAKTIK
BIDAN
MANDIRI
- PRAKTIK
PERAWAT
Cat:
Dapat bekerjasama
dengan BPJS bila dalam
suatu kecamatan tdk
terdapat Dokter
berdasarkan penetapan
Dinkes Setempat

JEJARING
FASKES
KB

Klasifikasi Faskes KB

1
.

Faskes
tingkat
pertam
a

a. Faskes KB
Sederhan
a

Konseling
Pemberian pil, suntik dan kondom
Penanggulangan efek samping &
komplikasi sesuai dengan
kemampuan
Upaya rujukan

b. Faskes KB
Lengkap

Plus pemasangan IUD/implan


Dan atau pelayanan vasektomi

c. Faskes KB
2
.

Faskes
tingka
t
rujuka
n

Sempurna
d. Faskes KB
Paripurna

Plus pemberian layanan tubektomi


dan vasektomi

Plus pemberian layanan rekanalisasi


dan penanggulangan infertilitas

KEPERSERTAAN KB ERA JKN


PUS
PBI
PUS
peserta
JKN
PUS
Non
PBI

Sasaran
Peserta
KB
PUS
BUKAN
peserta
JKN

Sumber data:
Basis data terpadu
(BDT) TNP2K sudah
terdaftar di BPJS

Sumber data: BPJS


- PUS anggota TNI/POLRI
- PUS peserta ASKES
- PUS peserta Jamsostek,
jamkes komersial,self
insurance

Cara Mendaftar:
- Perorangan Non PBI
mendaftar langsung
ke kantor BPJS
terdekat
- PBI yang belum
terdaftar difasilitasi
melalui Pemda

Penyelenggara
pelayanan KB meliputi
Data faskes KB mengacu
semua faskes yg
daftar fasilitas kesehatan
memiliki Perjanjian
yg bekerjasama dengan
kerjsama (PKS) dgn BPJS
BPJS
dan telah diregistrasi dlm
SIM BKKBN
FASILITAS
KESEHATAN KB
Faskes yg sudah
Faskes KB yg sudah
teregistrasi oleh BKKBN
memiliki PKS dgn BPJS
tetapi belum
namun belum teregistrasi
bekerjasama dgn BPJS
dlm SIM BKKBN, maka
dapat merekomendasi
harus segera melakukan
faskes tsb utk
pemberian nomor
bekerjasama dgn BPJS
registrasi
Kesehatan

KEBIJAKAN DAN STRATEGI


PELAYANAN KBKR DALAM ERA
JKN
Menjamin
tersedianya
pelayanan
KB yang
berkualitas
dan
merata.

1. Meningkatkan koordinasi dan kerjasama dalam


penyelenggaraan pelayanan, dan pembiayaan
KB dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
2. Meningkatkan promosi dan KIE pelayanan KB
dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
3. Menjamin ketersediaan alat dan obat
kontrasepsi di seluruh faskes atau titik
layanan.
4. Menjamin tersedianya tenaga kesehatan yang
kompeten dalam pelayanan KB.
5. Meningkatkan akses pelayanan KB dalam
Jaminan Kesehatan Nasional, melalui
pelayanan Keluarga Berencana bergerak.

Penguatan Faskes KB-JKN


Bagi faskes yang bekerjasama
dengan BPJS Kesehatan namun
belum teregistrasi dalam SIM
BKKBN maka BKKBN dan
SKPDKB setempat berkewajiban
untuk melakukan registrasi.

Bagi faskes yang sudah


teregistrasi oleh BKKBN tetapi
belum bekerjasama dengan
BPJS Kesehatan maka BKKBN
dan SKPDKB setempat dapat
merekomendasikan faskes
tersebut untuk bekerjasama
dengan BPJS Kesehatan sesuai
dengan ketentuan

Pelayanan KB bagi Peserta JKN

Fasilitas pelayanan KB yang dapat diperoleh oleh


peserta KB baru dan lama pada faskes yang
bekerjasama dengan BPJS-Kesehatan
1. Mendapatkan Pelayanan KB dilakukan
sesuai dengan Standar Operasional
Prosedur (SOP) yang berlaku
2. Dilayani oleh provider yang Kompeten
3. Ayoman pasca pelayanan.
4. Alat dan Obat Kontrasepsi tersedia

PEMBINAAN
PESERTA KB
(MENJAMIN
KEBERLANGSUN
GAN PESERTA
KB)

1. Pemberian KIP
/Konseling
yang sesuai sta
n da r
2. Menjamin kete
rsediaan
Alokon di setiap
fasyankes
melalui sistim c
afetaria
3. Peningkatan
Kompetensi
Provider (ABPK,C
TU, MOP
dan MOW)
4. Peningkatan
pelayanan KB
PP dan PK
5. Penanganan
yang akurat
tentang Efek sa
mping dan
komplikasi

KERJASAMA BKKBN DAN BPJS

a. Memberikan informasi
kepada PIHAK PERTAMA
tentang Faskes baik milik
Pemerintah maupun
Swasta yang telah
bekerjasama dengan BPJS
Kesehatan
b. Melakukan sosialisasi
pelayanan KB dalam JKN

TUGAS DAN
TANGGUNG JAWAB

(PKS BPJS KESEHATAN DGN


BKKBN)

1.Memberikan
informasi
dan
rekomendasi kepada PIHAK KEDUA
tentang
Faskes
yang
telah
memenuhi kriteria dan persyaratan
untuk memberikan pelayanan KB di
Faskes
baik
milik
Pemerintah
maupun Swasta kepada yang telah
terdaftar pada BPJS Kesehatan
2.Menyediakan
dan
mendistribusikan:
1)Sarana penunjang pelayanan
kontrasepsi
ke
Fasilitas
Pelayanan yang bekerjasama
dengan BPJS Kesehatan
2)Menjamin ketersediaan Alat dan
Obat kontrasepsi sesuai dengan
kebutuhan pelayanan KB ke
seluruh fasilitas pelayanan yang

PERAN DAN FUNGSI


BPJS Kesehatan
bergerak pada demand
side (akses jaminan)
sementara Kementerian
Kesehatan dan BKKBN
pada supply side
(Penyedia Provider, alat
kontrasepsi)
Advokasi dan KIE yang
dilakukan oleh BKKBN
disesuaikan dengan tujuan
dan kebijakan yang ingin
dicapai yaitu mendukung
penurunan angka kelahiran
total dan laju pertumbuhan
penduduk

PERMENKES NO. 71 TAHUN 2013


Tentang Pelayanan Kesehatan pada JKN

Pasal
19
1) Obat dan Alat
Kesehatan
Program
Nasional yang ditanggung oleh
Pemerintah dan/atau Pemerintah
Daerah, tidak ditanggung oleh BPJS
Kesehatan
2) Obat dan Alat Kesehatan dimaksud
pada ayat (1) meliputi:
a. Alat kontrasepsi dasar;
b. Vaksin untuk imunisasi dasar;
dan
c. Obat program pemerintah.

Sinergi
Pemerintah - BKKBN - BPJS
Kesehatan

KOORDINASI FASILITAS KESEHATAN


BPJS KESEHATAN DAN BKKBN
Sudah
Kerjasama
dengan BPJS

Sudah
teregistrasi*)
FKTP

kredensialin
g

Sudah
teregistrasi*)

FKTP

Belum
teregristrasi*
)

Belum
Kerjasama
dengan BPJS

Dilaporkan kpd BKKBN


untuk mendapatkan
pelatihan teknis medis
pelayanan KB

*)

Faskes yang
telah memenuhi
kriteria dan
persyaratan untuk
memberikan
pelayanan KB

1. BKKBN dan BPJS Kesehatan melakukan koordinasi terkait faskes yang sudah
teregistrasi dalam pemberian pelayanan KB
2. BKKBN:
a.memberikan informasi tentang Faskes yang telah memenuhi kriteria dan
persyaratan untuk memberikan pelayanan KB
b.Merekomendasikan faskes yang telah memnuhi syarat tetapi belum
bekerjasama dengan BPJS Kesehatan untuk kredensialing
3. BPJS Kesehatan:
a.Melakukan kredensialing atas faskes yang direkomendasi sesuai ketentuan
b.melaporkan faskes yang belum teregistrasi untuk mendapatkan pelatihan
teknis medis pelayanan KB oleh BKKBN

Faskes yang Sudah Bekerjasama dengan


BPJS Kesehatan
Wajib memberikan pelayanan KB

Dan untuk mendapatkan


pendistribusian alkon harus
segera diregistrasi oleh
BKKBN melalui SKPD-KB
Kab/Kota

CAKUPAN MANFAAT
JKN UNTUK
PELAYANAN KB

PAKET MANFAAT JKN UNTUK


PELAYANAN KB

Termasuk dalam manfaat pelayanan promotif dan


preventif
Penyuluhan Kes

Perorangan
Imunisasi Dasar
Skrining Kesehatan

Keluarga Berencana
Konseling
Kontrasepsi
dasar
Vasektomi
Tubektomi

Alokon disediakan oleh


BKKBN
bagi seluruh PUS
Peserta JKN

Penyaluran alokon dapat dilakukan dengan


2 (dua) mekanisme :
1) Pull Distribution System
Berdasarkan kebutuhan/permintaan

2) Push Distribution System


Berdasarkan potensi PUS

JAMINAN KETERSEDIAAN ALAT


DAN OBAT KONTRASEPSI

Perpres No. 12/2013 tentang Jaminan


Kesehatan. Disebutkan bahwa penyediaan
alokon menjadi tanggungjawab
pemerintah dan atau pemerintah daerah

Penyediaan alokon program utk menjamin


kelangsungan kesertaan ber-KB & program
Kependudukan,terutama yg menyangkut
penyelenggara jaminan kesehatan nasional
(JKN)

LANJUTAN

Alokon didistribusikan ke faskes tk. Pertama/lanjutan dgn syarat


memiliki PKS dgn BPJS Kesehatan dan telah teregistrasi dlm SIM
BKKBN
Distribusi alokon ke jejaring faskes kesehatan melalui
Puskesmas induk ke beberapa titik pelayanan, misalnya : Pustu,
Polindes, Klinik Swasta

Lanjutan
.

Alokon dapat
didistribusikan langsung
ke RS
Pemerintah/swasta/LSM
melalui koordinasi
Dinkes Kab/Kota

Alokon dapat juga


didistribusikan langsung
kepada Praktek
Dokter/Bidan/Perawat
yang langsung
bekerjasama dgn BPJS
Kesehatan & teregistrasi

Lanjutan.
Penyediaan alokon diperuntukkan
bagi seluruh peserta JKN baik
PBI/Non PBI dengan mengikuti sistem
distribusi peraturan Kepala BKKBN
No. 286/PER/B3/2011
Perencanaan kebutuhan alokon
dilakukan scr berjenjang melalui Tk.
Pusat sampai ke Kab/Kota dgn
menggunakan BASIS DATA
KEPESERTAAN JKN

ALUR DISTRIBUSI ALKON DAN NON ALKON


PERKA : 286/PER/B3/2011
F/V/KB

F/V/KB

F/V/KB

F/II/KB

BKKBN
PUSAT
PERWAKILAN
BKKBN
PROVINSI

SKPD KB
KAB/KOTA

PUSKESMAS
INDUK

INFORMATION :
: Dropping
: Tembusan
: Koordinasi

DINKES
KAB/KOTA
LSM/RS
PMRTH/SWASTA,
PPLKB/UPT

PUSTU

AKSEPTOR

KLINIK SWASTA, DPS,


BPM
PUSKESDES/POLINDE
S

Note :
(Perka No.185/2014)
SKPD KB dapat
mendistribusikan alokon
langsung kepada praktik
Dokter atau Praktik Bidan
serta praktik perawat yang
langsung bekerjasama
dengan BPJS Kesehatan
dan teregister dalam SIM
BKKBN sesuai kewenangan
pelayanan KB.

Distribusi sd. Ke TK. Jejaring


baru bisa dilaksanakan tahun
2017 (formulir K/0/KB jejaring)

K/0/KB jejaring berbeda dengan


K/0/KB yang dimiliki oleh Bidan
Praktek Mandiri pada periode
sebelum era JKN

Pendistribusian Alokon saat ini


masih didistribusikan melalui
Puskesmas Induk dan FKTP
Swasta yang sudah melakukan
PKS dengan BPJS (atas dasar
penunjukan dari SKPD KB
Kab./Kota dan arahan Dinas
kesehatan Kab./Kota wilayah
masing-masing)

TEKNIS PENGAJUAN PERMINTAAN


ALKON

Faskes
Induk/ RS

Faskes
mengajukan
permintaan alkon
sesuai dengan
kebutuhan
ke
Bila Stock
SKPD-KB
tersedia , SKPD-

SKPDKB

KB akan
mendistribusikan
Alkon
Bila Stock tidak
tersedia , SKPDKB mengajukan
permintaan ke
Provinsi

PEMBIAYAAN PELAYANAN KB

POLA PEMBAYARAN DALAM JKN

FASILITAS
KESEHATAN
PRIMER
(PUSKESMAS,
DOKTER,
KLINIK
PRATAMA, RS D
PRATAMA)

FASILITAS
KESEHATAN
LANJUTAN
(RUMAH
SAKIT DAN
KLINIK
UTAMA)

Kapitasi

InaCBGs

Cara
Pembayaran
lain (Non
Kapitasi)

JASA PELAYANAN
KB

ALAT & OBAT


KONTRASEPSI
KIE/PENGGERAKAN

Iuran Peserta
JKN
SUMBER DANA
PELAYANAN KB
DALAM JKN

PELATIHAN TENAGA
KESEHATAN

BKKBN

KETENTUAN PEMBAYARAN PELAYANAN KB


NON KAPITASI
Permenkes No 59/2014 pasal 3 (2)
(2) Tarif Non Kapitasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf b diberlakukan pada FKTP
yang melakukan pelayanan kesehatan di luar lingkup pembayaran kapitasi yang meliputi:
a. Pelayanan ambulans;
b. ....
c. ...
f. Jasa pelayanan kebidanan & neonatalbyg dilakukan oleh bidan atau dokter sesuai
kompetensi dan kewenangannya
g. pelayanan Keluarga Berencana berupa MOP/vasektomi;

Permenkes No 59/2014 pasal 11 (1)


(1) Jasa pelayanan kebidanan, neonatal, dan Keluarga Berencana yang dilakukan
oleh bidan atau dokter sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) huruf f
ditetapkan sebagai berikut:
g. pelayanan KB:
1.pemasangan atau pencabutan IUD/implan sebesar Rp100.000,00 (seratus ribu
rupiah);
2.pelayanan suntik KB sebesar Rp15.000,00 (lima belas ribu rupiah) setiap kali suntik;
3.penanganan komplikasi KB sebesar Rp125.000,00 (seratus dua puluh lima ribu
rupiah); dan
4.pelayanan KB MOP/vasektomi sebesar Rp350.000,00 (tiga ratus lima puluh ribu
rupiah).

PERMASALAHAN
TANTANGAN DAN
HARAPAN

PERMASALAHAN dan TANTANGAN

dan Nakes pemberi


s
ke
as
F
h
la
m
Ju
Kecukupan
pelayanan KB
i kriteria dari BKKBN

dan Nakes memenuh


Belum semua Faskes
KBN
(belum teregistrasi)
dah teregistrasi oleh BK
su
ng
ya
s
ke
Na
n
da
Distribusi Faskes
belum merata
m merata, terutama di
lu
be
si
ep
as
ntr
Ko
at
Distribusi Obat dan Al
N
daerah terpencil
tkan registrasi dari BKKB
pa
da
en
m
lah
te
ng
ya
(Hanya Faskes
pelayanan KB)
yang dapat memberikan
Regulasi
mpai dengan anak
sa
n
ina
al
rs
pe
in
am
nj
: Me
Era PT Askes
ke-2 hidup
tasan
n dijamin tanpa pemba
ina
al
rs
Pe
:
N
JK
a
Er
jumlah persalinan

bertentanga
n dengan
filosofi
Keluarga
Berencana

HAMBATAN
1. Belum semua pengambil kebijakan dan provider Faskes punya komitmen yg sama ttg pel.
KB PP PK
2. Perubahan paradigma pelayanan kesehatan di era JKN;

3. Struktur organisasi kab/kota yang belum seragam dan SDM yang terbatas di lini
lapangan
4. Jaminan pelayanan KB belum seluruhnya terpetakan pada fasilitas pelayanan KB,
terutama dalam rangka pelaksanaan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN)
Kesehatan.

5. Kualitas pelayanan KB (supply side) belum semua sesuai standar, yaitu berkaitan dengan
ketersediaan dan persebaran fasilitas kesehatan/klinik pelayanan KB dan tenaga kesehatan
yang kompeten dalam pelayanan KB
6. Pengaruh lingkungan yang masih resistent terhadap pelayanan KB MKJP

HARAPAN

1. Ketersediaan
dan
pemerataan
akses
terhadap layanan KB dan kontrasepsi
2. Kualitas layanan KB terstandardisasi
semua fasilitas kesehatan memenuhi
kompetensi
yang
dibutuhkan
untuk
memberikan pelayanan dan didaftarkan
oleh BKKBN

DAFTAR SKPD-KB PROVINSI BANTEN


NO

SKPD-KB

CP

Telp

BPPKB KABUPATEN LEBAK


(Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana)

TITIK HARYANTI,
SKM
(Kasubbid KB)

0859-2156-8336

BP3AKB KABUPATEN PANDEGLANG


(Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan
Keluarga Berencana)

Moehamad Alin
Rustalin
(Kasubbid KB)

08777-3048-374

BKBPMP KABUPATEN SERANG


(Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan
Perempuan)

HJ. ENCUP SUPLIKAH


(Kasubbid KB)

0812-9918-0016

BKKBD KABUPATEN TANGERANG


(Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Daerah)

DRS. TUGIMIN
(Kasubbid KB)

0821-2404-4775

BKBPP KOTA CILEGON


(Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan)

NURHASANAH
(Kasubbid KB)

0878-0871-0640

BPMPKB KOTA SERANG


(Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga
Berencana)

LINA NURAENI, SKM


(Kasubbid KB)

0878-1266-991

BPMPKB KOTA TANGERANG


(Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga
Berencana)

DRS. DRAJAT
WIDJAJANTO
(Kasubbid KB)

0812-8727-085

BPMPPKB KOTA TANGERANG SELATAN


(Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan
dan Keluarga Berencana)

dr. Yuni Lia Astuti


(Kasubbid KB)

0821-1222-9168

Terima Kasih