Anda di halaman 1dari 33

KATARAK

Pembimbing: dr. Retna D Iskandar. Sp.M

Disusun Oleh:
Galih Lidya Rahmawati (2011730135)

Anatomi Lensa

Sifat lensa
Kenyal atau lentur
Jernih atau transparan
Terletak di tempatnya
Fungsi lensa
Refraksi
memfokuskan sinar ke fovea
Fungsi akomodasi
Kontraksi otot-otot siliaris ketegangan zonula zinn
berkurang lensa cembung

Definisi Katarak

Kekeruhan

lensa

Hidrasi

(penambahan

cairan) lensa, denaturasi protein lensa terjadi


akibat kedua-duanya

Etiologi
Fisik
Kimia
Penyakit
Genetik
Infeksi
Usia

predisposisi

dan gangguan perkembangan

virus dimasa pertumbuhan janin

Gejala Klinis

Penglihatan kabur dan berkabut

Fotofobia

Penglihatan ganda

Warna lensa berubah / putih

Kesulitan melihat di waktu malam

Sering berganti kacamata

Perlu penerangan lebih terang untuk membaca

Seperti ada titik gelap didepan mata

Melihat dekat jelas ( bersifat sementara )

Klasifikasi

Katarak perkembangan/pertumbuhan

Katarak congenital

Katarak juvenil

Katarak Degeneratif (senil)

Katarak Komplikata

Katarak Trauma

Katarak Perkembangan atau Pertumbuhan

Katarak Lamelar

Katarak Polaris Posterior

Katarak Polaris Anterior

Katarak Nuklear

Katarak Sutural

Katarak kongenital
katarak yang mulai terjadi sebelum / segera setelah lahir dan
bayi berusia <1 tahun.
penyebab hampir 10 % kebutaan pada anak-anak diseluruh
dunia
Eiologi :

Tidak diketahui penyebabnya


23 % merupakan penyakit herediter yang diwariskan secara
autosomal dominan
Bayi ibu yang menderita infeksi saat kehamilan terutama pada
trimester I
Penyakit metabolik (galaktosemia, homosisteinuria, diabetes mellitus
dan hipoparatiroidisme)

Katarak Lamelar

Kekeruhan berbatas tegas + bagian perifer tetap bening

Bersifat herediter & ditransmisi secara dominan, katarak


biasanya bilateral

Katarak zonular terlihat segera sesudah bayi lahir

Katarak Polaris Posterior ; menetapnya selubung vaskular


lensa

Katarak Polaris Anterior ; Terlambatnya pembentukan bilik


mata depan yang menuju kornea (perkembangan embrional)
kekeruhan (piramid)

Katarak Nuklear

Katarak Sutural

Jarang

Kekeruhan lensa daerah sutura

ditemukan

&

sebagai bunga karang

tampak

fetal,

bersifat

statis,

bilateral dan familial

terjadi

Katarak Juvenil
Kekeruhan

lensa perkembangan serat-

serat lensa
Konsistensinya

cataract)

lembek seperti bubur (soft

Katarak Senil
Kekeruhan
bentuk

lensa usia lanjut

katarak senil

Nuklear
Kortikal

Katarak Nuklear

Inti lensa yang mulanya putih kekuningan


cokelat kehitaman (burnesen)

Katarak Kortikal

Terjadi penyerapan air lensa menjadi cembung


terjadi miopisasi perubahan indeks refraksi
lensa

Katarak Senil dapat dibagai atas 4 Stadium :


a.
b.
c.
d.

Katarak
Katarak
Katarak
Katarak

Insipien
Imatur
Matur
Hipermatur

Stadium Insipien

Kekeruhan teletak di korteks anterior atau posterior

Terdapat keluhan poliopia karena indeks refraksi yang


tidak sama pada semua bagian lensa

Shadow test : negatif

Stadium Imatur

Kekeruhan > tebal, tetapi tidak atau belum mengenai


seluruh lensa

Hidrasi

korteks

lensa

bertambah

cembung

terdorongbilik mata depan akan lebih sempit.

Mudah terjadi glaukoma

Shadow test : positif

iris

Stadium Matur

Terjadi pengeluaran air bersama-sama hasil disintegrasi


melalui kapsul.

Lensa berukuran normal kembali

Lensa berwarna sangat putih perkapuran menyeluruh


karena deposit kalsium.

Shadow test : negatif

Stadium Hipermatur

Korteks mengkerut dan berwarna kuning

Nukleus lensa tenggelam ke arah bawah (katarak


morgagni)

Bilik mata menjadi dalam.

Shadow test : pseudopositif.

Perbedaan Stadium Katarak Senilis


Insipien

Imatur

Matur

Hipermatur

Kekeruhan

Ringan

Sebagian

Seluruh

Masif

Cairan Lensa

Normal

Bertambah

Normal

Berkurang

Iris

Normal

Terdorong

Normal

Tremulans

Bilik Mata Depan

Normal

Dangkal

Normal

Dalam

Sudut Bilik Mata

Normal

Sempit

Normal

Terbuka

Shadow Test

Negatif

Positif

Negatif

Pseudopositif

Penyulit

Glaukoma

Uveitis +
Glaukoma

Katarak Komplikata

Akibat penyakit mata lain ; radang dan proses degenerasi

Proses peradangan ; ablasi retina, retinitis pigmentosa,


glaucoma, pasca bedah mata, penyakit system endokrin
(diabetes mellitus, hipoparatiroid, galaktosemia dan miotonia
distrofi)

Bentuk katarak komplikata :

Kelainan pada polus posterior mata


Kelainan pada polus anterior bola mata

Katarak Trauma

Trauma tumpul atau tajam katarak pada satu mata atau


monokular katarak

Gejala ; penglihatan kabur secara mendadak. Mata menjadi


merah, lensa opak dan mungkin terjadi perdarahan intra
okular, apabila humor aqueus dan korpus vitreus keluar dari
mata , mata menjadi sangat lunak

Katarak Diabetes
Katarak diabetik, terjadi dalam 3 bentuk :

Pasien dengan dehidrasi berat, asidosis dan hiperglikemia


nyata.

Pasien diabetes juvenil yang tidak terkontrol.

Katarak pada pasien diabetes dewasa dimana gambaran


secara histologik dan biokimia sama dengan katarak pasien
non diabetik.

Katarak Sekunder/ after catarak

Timbul

beberapa

ekstakapsular

atau

bulan
setelah

setelah

ekstraksi

emulsifikasi

fako;

katarak
berupa

penebalan kapsul posterior proliferasi sel-sel radang pada


sisa-sisa korteks yang tertinggal.

Pengobatan pada katarak sekunder : pembedahan seperti


disisio katarak sekunder, kapsulotomi, memberanektomi atau
pengeluaran seluruh membran keruh.

Penatalaksanaan Katarak
Ada

2 macam tekhnik pembedahan katarak

Ekstraksi
extra

katarak intrakapsuler (ICCE)

kapsuler katarak Ekstraction (ECCE)

98 % keberhasilan
Fakoemulsifikasi

ekstrakapsuler

penemuan terbaru pd

Jenis Pembedahan
1.Ekstraksi
katarak
ekstrakapsular (EKEK)
memecah
atau merobek
kapsul lensa anterior
masa lensa dan korteks
lensa
keluar
melalui
robekan tersebut.
Dapat ditanam IOL

30

2. Ekstraksi
katarak
intrakapsular (EKIK)
Mengeluarkan
seluruh
lensa bersama kapsul
Tidak dapat ditanam IOL
Afakia

31

Fakoemilsifikasi
Merupakan cara pembedahan yang paling mutakhir, yang
dilakukan dibawah mikroskop dengan menggunakan getaran
ultra sound. Tapi model ini belum dipraktekkan secara umum.

Terima Kasih