Anda di halaman 1dari 16

Polyhydramnios

Komposisi Cairan amnion


Tersusun terutama oleh air (98-99%).
Komposisi lain berupa albumin, urea, asam
urat, sel-sel epitel, lanugo, verniks kaseosa,
dan garam anorganik

Fungsi air ketuban


Untuk proteksi janin : memberikan bantalan kepada

janin untuk menahan kemungkinan cedera.


Mencegah pelekatan janin dengan amnion
Mobilisasi : Agar janin dapat bergerak dengan
bebas
Homeostasis : Regulasi terhadap panas dan
perubahan suhu
Mungkin untuk menambah suplai cairan janin
dengan cara ditelan atau diminum yang kemudian
dikeluarkan melalui kencing janin
Mekanik : Meratakan tekanan intrauterin dan
membersihkan jalan lahir bila ketuban pecah
Peredaran air ketuban dengan darah ibu cukup
lancar dan perputarannya cepat, kira-kira 350-500
cc

Polihidramnion
Definisi
Polihidramnion: volume cairan ketuban
>2000 ml
Epidemiologi
Insidensi polihidramnion di amerika serikat
sekitar 1%
Multigravida (hamil >1) lebih sering
daripada primigravida (hamil pertama)

Etiologi
Polihidramnion
Defek tabung neural
Obstruksi traktus gastrointestinal bagian
atas
Hidrops fetalis (jenis imun dan nonimun)
Displasia skelet
Kelainan ginjal unilateral
Kelainan kromosom (trisomi 21, 18, dan 13)

Klasifikasi
polihidraminion ringan

kantung-kantung berukuran vertikal 8-11 cm


polihidramnion sedang
kantung-kantung yang hanya mengandung
bagian-bagian kecil dan berukuran kedalam
12-15 cm
polihidramnion berat
adanya janin mengambang bebas dalam
kantung cairan yang berukuran 16 cm atau
lebih

Patogenesis
Produksi air ketuban bertambah:
Masuknya cairan lain kedalam rongga

amnion, seperti urin janin, produksi cairan


paru-paru.
terjadi, perubahan harian yang relatif kecil
dalam produksi urin janin atau proses
menelan dapat menyebabkan perubahan
volume cairan amnion. Akumulasi cairan
amnion yang berlebihan biasanya
berhubungan dengan penurunan proses
menelan janin atau meningkatnya urine
janin.

Manifestasi Klinis
Ukuran uterus lebih besar dari seharusnya
Identifikasi janin melalui palpasi sulit dilakukan,

balotemen (+)
DJJ sulit terdengar
Sesak nafas maupun ketidakmampuan
bernafas
Asites, efusi pericardial dan pleura
Pembengkakan pada ekstrimitas bawah, vulva,
dan dinding perut
Penurunan produksi urin, gangguan
pencernaan, edema
Nyeri abdomen akut disertai mual
Kulit abdomen terlihat mengkilat

Diagnosis
Anamnesis
Perut dirasa lebih besar
Keluhan pada organ sekitar uterus: sesak nafas, nyeri ulu hati
Pemeriksaan Fisik
Inspeksi
Perut besar dan tegang, kulit berkilat, striae sangat jelas, umbilicus
mendatar
Ibu terlihat sesak serta kelelahan
Palpasi
Perut tegang, nyeri tekan, serta terdapat edema pada dinding abdomen
dan ekstrimitas,
Fundus uteri lebih tinggi dari usia kehamilan sebenarnya,
Bagian janin sulit diidentifikasi
Balotement (+)

Diagnosis
Auskultasi:
DJJ tidak terdengar atau sangat halus
Pemeriksaan Penunjang
Foto Rontgen Abdomen
USG
Indeks cairan amnion (ICA) melebihi 24-

25 cm

Penatalaksanaan
Terapi hidramnion dibagi dalam 3 fase:
Waktu hamil
Hidramnion ringan jarang diberi terapi klinis, cukup

diobservasi dan diberikan terapi simtomatis


Pada hidramnion yang berat dengan keluhankeluhan, harus dirawat di rumah sakit untuk
istirahat sempurna. Berikan diet rendah garam.
Obat-obatan yang dipakai adalah sedativa dan obat
diuresis. Bila sesak hebat sekali disertai sianosis dan
perut tegang, lakukan pungsi abdominal pada kanan
bawah umbilikus.

Penatalaksanaan
Waktu partus
Bila tidak ada hal-hal yang mendesak, maka sikap
kita menunggu
Bila keluhan hebat, seperti sesak dan sianosis, maka
lakukan pungsi transvaginal melalui serviks bila
sudah ada pembukaan.

Penatalaksanaan
Waktu postpartum
Harus hati-hati akan terjadinya perdarahan
postpartum, jadi sebaiknya lakukan pemeriksaan
golongan dan transfusi darah atau donor serta
sediakan obat uterotonika.
Untuk berjaga-jaga pasanglah infus untuk
pertolongan perdarahan postpartum
Kalau perdarahan banyak dan keadaan ibu setelah
partus lemah, maka untuk menghindari infeksi
berikan antibiotik yang cukup.

Kesimpulan
Hidramnion atau poli hidramnion adalah suatu
keadaan dimana jumlah air ketuban (amnion)
melebihi dari batas normal. Biasanya melebihi 2 liter
(4-5 liter). Kasusnya berkisar 0.5 - 1 % dari
kehamilan.
Hidramnion berdasarkan berat-ringannya ada 3 yaitu:
Hidramnion ringan
Hidramnion sedang
Hidramnion berat
Penegakkan diagnosa hidramnion berdasarkan
anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
penunjang (USG dan Rontgen). Tatalaksana
hidramnion ini tergantung dari berat ringannya
gejala.

Prognosis dan Komplikasi


Prognosis
Jika masih ringan, prognosisnya baik,
namun jika keparahannya cukup berat
prognosisnya buruk hal ini terkait dengan
penyulit.
Komplikasi
Solution plasenta
Disfungsi uterus
Perdarahan postpartum.