Anda di halaman 1dari 4

TABDZIR

Kata tabzir berasal dari kata bahasa arab yaitu


bazara,yubaziru tabzir yang artinya pemborosan sihingga
menjadi sia-sia, tidak berguna atau terbuang. Secara
istilah tabzir adalah membelanjakan/mengeluarkan harta
benda yang tidak ada manfaatnya dan bukan dijalan
Allah. Sifat tabzir ini timbul karena adanya dorongan
nafsu dari setan dan biasanya untuk hal-hal yang tidak
disenagi oleh Allah serta ingin dipuji oleh orang lain

Beberapa

tindakan yang tergolong sebagai


perbuatan tabzir, yaitu :

Membantu orang lain dalam kemaksiatan.


Contoh : Memberi sumbangan kepada orang untuk
meminum-minuman keras

Mengkonsumsi makanan/minuman yg tidak


ada manfaatnya dan justru membahayakan bagi
jiwa dan raga. misal : Rokok

Orang yang bersodakoh tetapi tidak ikhlas

Merayakan Hari Raya lebaran dengan


berlebihan

Merayakan pesta pernikahan dengan


berlebihan tidak sesuai dengan syari'at

Menghindari sifat Tabzir dalam kehidupan sehari-hari

Cara menghindari sifat tabzir


a.
Memiliki keinginan yang kuat untuk membina
kepribadian istri dan anak-anaknya.
b.
Selalu memikirkan dan merenungkan realita
kehidupan manusia pada umumnya dan kaum muslimin
khususnya.
c.
Memikirkan dan merenungkan akibat dan bahaya
tabzir.
d.
Tidak menjalin persahabatan dengan orang-orang
tabzir
e.
Selalu ingat karakter jalan hidup yang penuh
beban dan penderitaan.

Berdasarkan

QS. Al-Isra:26-27, orang yang


berlaku tabzir atau boros disamakan dengan
saudara setan. Padahal setan adalah
makhluk yang ingkar kepada Tuhannya.
Selanjutnya tempat kembali orang yang
ingkar adalah neraka yang penuh
penderitaan dan kesengsaraan. Contoh
perilaku tabzir adalah mengadakan pestapesta yang tidak perlu dan tidak dicontohkan
dalam Islam