Anda di halaman 1dari 10

1.

Paduan Logam Aloi

Logam paduan (aloi) merupakan


campuran yang terdiri dari dua atau
lebih unsure, dan sekurangkurangnya satu unsure utamanya
adalah logam yang mempunyai sifatsifat logam untuk membentuk logam
yang lebih kuat.

Tipe-tipe
a. Larutan padatan
Dalam larutan padatan, logam lelehan
bercampur membentuk suatu campuran
homogen, untuk membentuk larutan
larutan padatan, atom-atom kedua
macam logam harus mempunyai ukuran
yang hampir sama dan kedua Kristal
metalik juga sama strukturnya. Tambahan
pula sifat-sifat kimiawi keduanya pun
harus mirip.

b. Senyawa Aloi

2. Sifat-sifat Logam Paduan


a.
b.
c.
d.
e.
f.

Kekuatan
Elastisitas
Batas mulur
Kekuatan tarik
Keuletan
Tahan aus

3. Pembuatan paduan
logam (alloy)
Kombinasi antara dua unsur logam atau lebih
disebut aloi/logam paduan. Apabila leburan dari
dua/lebih macam logam dicampur dengan unsurunsur nonlogam kemudian didinginkan, maka
akan diperoleh suatu padatan. Padatan tersebut
merupakan suatu logam paduan (aloi). Aloi dapat
terbentuk apabila dalam padatan yang diperoleh
atom-atom yang ada tidak saling bereaksi dan
tidak hanya sekedar bercampur antara logam satu
dengan logam yang lain serta masih menunjukkan
sifat-sifatnya sebagai logam

Berikut ini merupakan beberapa


contoh pembuatan logam paduan
(aloi):
1.

Stainless steal
Baja tahan karat dapat dibedakan sesuai
struktur mikronya yaitu:
a. Baja tahan karat martensitic yaitu baja tahan
karat yang memiliki struktur yang berisi
pengaturan tetragonal pusat badan yang
dihasilkan dari pendinginan cepat struktur
austenit.
b. Baja tahan karat ferritic, yaitu stainless steel
feritik memiliki struktur bcc dan tidak
mengandung nikel.

c.

Baja tahan karat austenitic

2. Paduan Nikel
Nikel adalah salah satu logam non
ferro (suatu bahan yang tidak
mengandung besi), yang
digolongkan logam berat. Logam
nikel merupakan salah satu
pengotor pada bijih tembaga.

Manfaat dan Kerugian


Paduan Logam

a. Manfaat Paduan Logam

b. Kerugian paduan logam


1. Kadar kemurnian
rendah.
2. Kekuatan tarik kuat.
3. Titik lebur rendah.
4. Daya hantar listrik
kurang
baik.
5. Daya tahan terhadap
karat
kurang baik.