Anda di halaman 1dari 50

PERAN BADAN PENGAWAS OBAT

DAN MAKANAN DALAM PEREDARAN


PANGAN
Seminar Politeknik Kesehatan Pontianak
Jurusan Gizi
Pontianak, 22 Oktober 2013

VISI BADAN POM RI


MENJADI INSTITUSI PENGAWAS
OBAT DAN MAKANAN YANG
INOVATIF, KREDIBEL, DAN DIAKUI
SECARA INTERNASIONAL UNTUK
MELINDUNGI MASYARAKAT

MISI BADAN POM RI


1.

2.
3.

4.

5.

Melakukan pengawasan pre-market dan postmarket berstandar internasional.


Menerapkan Sistim Manajemen Mutu.
Mengoptimalkan kemitraan dengan
pemangku kepentingan di berbagai lini.
Memberdayakan masyarakat agar mampu
melindungi diri dari Obat dan Makanan yang
beresiko terhadap kesehatan.
Membangun organisasi pembelajar (Learning
Organization).

ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI

Berdasarkan Keputusan Presiden No. 166 Tahun 2000, Badan


Pengawas Obat dan Makanan ditetapkan sebagai Lembaga
Pemerintah Non Departemen (LPND) yang bertanggungjawab
kepada Presiden dan dikoordinasi oleh Menteri Kesehatan dan
Kesejahteraan Sosial.
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Pontianak sebagai
Unit Pelaksana Teknis Badan POM mempunyai tugas pokok dan
fungsi melaksanakan kebijakan Badan POM di bidang
pengawasan produk terapetik, narkotik, psikotropika dan zat
adiktif lain, obat tradisional, kosmetik, produk komplemen,
keamanan pangan dan bahan berbahaya di wilayah Provinsi
Kalimantan Barat.

PAYUNG HUKUM

UU No.18 tahun 2012 tentang Pangan


UU No. 36 Tahun 2012 tentang Kesehatan
UU No.15 Tahun 2001 tentang Merek
UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan
Konsumen
Peraturan Pemerintah No.69 tahun 1999 ttg
Label dan Iklan Pangan
Peraturan Pemerintah No.17 Tahun 2001 ttg
Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan
Pajak yang berlaku pada Badan POM.

Lanjutan Payung Hukum

Peraturan Pemerintah No.28 Tahun 2004


ttg Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan.
Peraturan Presiden No.10 Tahun 2008 ttg
Penggunaan Sistem Elektronik dalam
Kerangka INSW.
Keputusan Presiden No.54 tahun 2002 ttg
Tim Koordinasi Peningkatan Kelancaran
Arus Barang Ekspor dan Impor.
Keputusan Menpan
No.3/Kep/M.Pan/7/2003 ttg Pedoman
Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik.

Tujuan Pengaturan Pangan


a.

b.

c.

Tersedianyan pangan yang memenuhi


persyaratan keamanan mutu, dan gizi
bagi kepentingan kesehatan manusia,
Terciptanya perdagangan pangan yang
jujur dan bertanggung jawab;
Terwujudnya tingkat kecukupan pangan
dengan harga yang wajar dan terjangkau
sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kewenangan Pengawasan:
Badan POM mempunyai kewenangan
dalam pemberian Nomor Izin Edar di
bidang Pangan dengan mengacu
kepada Peraturan di bidang pangan.

Globalisasi ekonomi & era pasar bebas


Globalisasi ekonomi & era pasar bebas
WTO,AFTA,NAFTA,APEC,EU
WTO,AFTA,NAFTA,APEC,EU

Modernisasi industri, kemajuan tekn. trans.


Modernisasi industri, kemajuan tekn. trans.
dan komunikasi
dan komunikasi

Perdagangan internasional non barier


Perdagangan internasional non barier

Ratusan ribu jenis produk omkaba


Ratusan ribu jenis produk omkaba
diproduksi dan beredar di pasar global
diproduksi dan beredar di pasar global

Diperlukan sistem
Diperlukan sistem
pengawasan obat
pengawasan obat
dan makanan dengan
dan makanan dengan
SDM dan
SDM dan
infrastruktur yang
infrastruktur yang
kuat dan memiliki
kuat dan memiliki
networking nasional
networking nasional
dan internasional
dan internasional

INDONESIA
INDONESIA

Ekspor
Impor

Beredar omkaba ratusan triliun rupiah


Beredar omkaba ratusan triliun rupiah
Produk ilegal, palsu substandar
Produk ilegal, palsu substandar
Produk degradasi mutu/daluwarsa
Produk degradasi mutu/daluwarsa

BADAN POM (LPND)


BADAN POM (LPND)
Melindungi keselamatan
Melindungi keselamatan
dan kesehatan masyarakat
dan kesehatan masyarakat
sekaligus memperkokoh
sekaligus memperkokoh
perekonomian nasional
perekonomian nasional

Resiko dan ancaman


Resiko dan ancaman
pada keselamatan dan
pada keselamatan dan
kesehatan masyarakat
kesehatan masyarakat
sangat besar
sangat besar

PRODUK SEDIAAN FARMASI


DAN MAKANAN
IMPOR

SISPOM

IMPOR

QUALITY, SAFETY, EFFICACY


MELINDUNGI KONSUMEN DI DALAM DAN DI LUAR NEGERI
MENINGKATKAN KEUNGGULAN DAYA SAING INDUSTRI INDONESIA
DG QUALITY IMAGE YANG KUAT
MEMPERKUAT PEREKONOMIAN NASIONAL

EKSPOR

EKSPOR

SISPOM

SUBSTANSI TUGAS
DAN
TANGGUNGJAWAB BADAN POM
Tugas dan tanggung jawab Badan POM
Strategis, Luas dan Berat
Hajat hidup rakyat banyak dengan sensifitas
publik yang tinggi
Product Range sangat luas
High risk
Pelayanan publik

SISPOM
MASYARAKAT
PEMERINTAH

EKSPANSI
CONSUMER
EMPOWERMENT
KIE, PIOM, SIKER
ULPK, PUBLIC WARNING

ILEGAL

EKSPANSI
STAKESHOLDER
LEGAL - ILEGAL
INVESTIGASI

PRODUSEN (UU.PK)
Lintas Sektor

LEGAL
Badan POM
POLISI
Lintas sektor

Tugas, Fungsi, dan Kewenangan


Badan POM
a.

Penilaian khasiat / kemanfaatan,


keamanan, mutu, dan penandaan
serta analisis laboratorium dalam
rangka pemberian izin edar obat
termasuk narkotika, bahan obat,
produk diagnostik invivo, obat
tradisional, kosmetika, dan
makanan;

Tugas, Fungsi, dan Kewenangan


Badan POM
b.

Pemeriksaan kelengkapan
administrasi dan pemeriksaan
setempat terhadap permohonan izin
usaha industri dan distribusi obat
termasuk narkotika, bahan obat,
dan obat tradisional dalam rangka
pemberian izin oleh Menteri
Kesehatan.

Tugas, Fungsi, dan Kewenangan


Badan POM
c.

Pemeriksaan setempat dalam


rangka pembinaan dan pengawasan
di bidang produksi dan distribusi
obat termasuk narkotika, bahan
obat, produk diagnostik in vivo,
obat tradisional, kosmetika,
perbekalan kesehatan rumah
tangga, dan makanan serta
sertifikasi cara pembuatan yang
baik;

Tugas, Fungsi, dan Kewenangan


Badan POM
d.

Pengambilan contoh dan pengujian


laboratorium terhadap obat
termasuk narkotika, bahan obat,
produk diagnostik in vivo, obat
tradisional, kosmetika, perbekalan
kesehatan rumah tangga, dan
makanan yang beredar;

Tugas, Fungsi, dan Kewenangan


Badan POM
e.

Pemberian rekomendasi surat


persetujuan impor dan surat
persetujuan ekspor narkotika,
psikotropika, dan prekursor dalam
pemberian izin oleh Menteri
Kesehatan;

Tugas, Fungsi, dan Kewenangan


Badan POM
f.

Pemberian peringatan dan


penutupan sementara sarana
produksi dan distribusi yang
melakukan pelanggaran terhadap
ketentuan yang menyangkut obat
termasuk narkotika, bahan obat,
produk diagnostik invivo, obat
tradisional, kosmetika, perbekalan
kesehatan rumah tangga, dan
makanan;

Tugas, Fungsi, dan Kewenangan


Badan POM
g.

h.

Penilaian dan pemantauan promosi


dan iklan obat, bahan obat, obat
tradisional, kosmetika, perbekalan
kesehatan rumah tangga, dan
makanan;
Pelaksanaan monitoring efek
samping, dan pemberian informasi;

Tugas, Fungsi, dan Kewenangan


Badan POM
i.

Penarikan kembali dari peredaran


dan pemusnahan obat termasuk
narkotika, bahan obat, produk
diagnostik yang berisiko tinggi, obat
tradisional, kosmetika, dan
makanan tidak memenuhi syarat;

Tugas, Fungsi, dan Kewenangan


Badan POM
j.

Penyusunan standar dan


persyaratan mutu, keamanan, dan
kemanfaatan produk yang berupa
Farmakope Indonesia, Materia
Medika Indonesia, Kodeks
Kosmetika Indonesia untuk
ditetapkan oleh Menteri Kesehatan;

Tugas, Fungsi, dan Kewenangan


Badan POM
k.

Penetapan pedoman teknis


pelaksanaan penilaian dan
pengujian laboratorium obat
termasuk bahan obat, produk
diagnostik invivo, obat tradisional,
kosmetika, perbekalan kesehatan
rumah tangga dan makanan serta
pemeriksaan sarana produksi dan
distribusinya;

Tugas, Fungsi, dan Kewenangan


Badan POM
l.

Penyidikan tindak pidana di bidang


obat termasuk narkotika dan
psikotropika, bahan obat, obat
tradisional, kosmetik, perbekalan
kesehatan rumah tangga, dan
makanan.

UNDANG-UNDANG KESEHATAN Nomor 36


Tahun 2009, Pasal 111 (2):
Makanan & Minuman Hanya Dapat Diedarkan
Setelah Mendapat IZIN EDAR Sesuai Dengan
Ketentuan Peraturan Perundangan
MD 1234567891012
ML 1234567891012

PERATURAN PEMERINTAH Nomor 28 Tahun 2004


Tentang
KEAMANAN, MUTU DAN GIZI PANGAN
Pasal 43:
Untuk Pangan Olahan yang Diproduksi oleh
Industri Rumah Tangga wajib memiliki
SERTIFIKAT PRODUKSI PANGAN
INDUSTRI RUMAH TANGGA yang diterbitkan
Oleh BUPATI/WALIKOTA
Contoh: P-IRT NO. 206611101008

UNDANG-UNDANG Nomor 18 Tahun


2012 Tentang PANGAN

PANGAN adalah: sesuatu yang berasal dari sumber hayati


produk

pertanian,

perkebunan,

kehutanan,

perikanan,

peternakan, perairan dan air, baik yang diolah maupun tidak


diolah yang diperuntukan sebagai makanan atau minuman
bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan,
bahan baku pangan, dan bahan lainnya yang digunakan
dalam proses penyiapan, pengolahan dan/atau pembuatan
makanan atau minuman.

KEAMANAN PANGAN:
Kondisi & upaya yang diperlukan untuk
mencegah Pangan dari kemungkinan
cemaran biologis, kimia dan benda lain yang
dapat mengganggu, merugikan, dan
membahayakan kesehatan manusia serta
tidak bertentangan dengan agama,
keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga
aman untuk dikonsumsi.
MUTU PANGAN:
Nilai yang ditentukan atas dasar kriteria
keamanan dan kandungan gizinya.

Mengapa harus terdaftar?

Registrasi Makanan

1
I

2
II

3
II

4
II

5
II

6
III

7 8 9 10 11 12
III IV IV V V V

REGISTRASI = 12 (dua belas digit)


I = Jenis kemasan

II = Jenis makanan
III = Kode propinsi
IV = Nomor urut produk terdaftar di pabrik
V = Nomor urut perusahaan
MD = Makanan Dalam Negeri
ML = Makanan Luar Negeri

PENOMORAN P-IRT
Minimal 15 (lima belas digit) P-IRT 2146171120010-17
1 2 3
I

I
II
III
IV
V
VI

II II III III III III IV IV

=
=
=
=
=
=

10 11 12 13 14 15
V

VI VI

Jenis kemasan
Jenis pangan
Kode propinsi dan kab/kota
Nomor urut pangan IRTP yang memperoleh SPP-IRT
Nomor urut IRTP di kab/kota ybs
Tahun berakhir masa berlaku

LABEL PANGAN
Keterangan pada kemasan pangan:
Nama Produk
Merk Dagang (jika ada)
Daftar bahan yang digunakan
Berat bersih
Nama dan alamat pihak yang
memproduksi/mengedarkan
Nomor MD / ML / P-IRT
Kode produksi
Keterangan kadaluarsa

NAMA DAGANG
NAMA PRODUK
BERAT BERSIH
NAMA DAN
ALAMAT PRODUSEN

NOMOR
PENDAFTARAN

BPOM RI MD 123456789101
Tanggal & Kode Produksi:
Baik digunakan sebelum:
Pada tutup kemasan

TANGGAL
KADALUWARSA
DAN KODE PRODUKSI

PANGAN DALAM NEGERI (MD)

PANGAN IMPOR (ML)

NOMOR
PENDAFTARAN

L
101
MM
BPO 56789
4
123

1
45678910
P-IRT 123

NOMOR
PENDAFTARAN

PANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA (P-IRT)

KEMASAN
- Produk pangan dengan
No. Reg ML harus tertulis
jelas Nama dan alamat
importir di Indonesia.
- Expired Date / tanggal
kadaluarsa harus
tertulis jelas.
Contoh :
ED 020713
Artinya ED: Tanggal 2,
Bulan Juli, Tahun 2013

JENIS

KODE

SIFAT

PENGGUNAAN

POLIMER
Polietilena
tereftalat
(PET)
HDPE

Jernih, kuat, tahan pelarut, kedap gas dan air,


melunak pada suhu 80oC.

Botol minuman, minyak goreng, selai


peanut butter, kecap dan sambal, tray
biskuit

Keras hingga semi fleksibel, tahan terhadap BK dan Botol susu cair dan juice, tutup
kelembaban, permeabel terhadap gas, permukaan
plastik, kantong belanja dan wadah
berlilin (waxy), buram (opaque), mudah diwarnai,
es krim
o
diproses dan dibentuk, melunak pada suhu 75 C.
Kuat, keras, bisa jernih, bentuk dapat diubah
dengan pelarut, melunak pada suhu 80oC

Botol jus, air mineral, minyak sayur,


kecap, sambal, pembungkus pangan
(food wrap)

LDPE

Mdh diproses, kuat, fleksibel, kedap air, permukaan


berlilin, tidak jernih tapi tembus cahaya, melunak
pada suhu 70oC.

Pot yoghurt, kantong belanja


(kresek), kantong roti dan pangan
segar, botol yang dapat ditekan

Polipropilen
(PP)

Keras tapi fleksibel, kuat, permukaan berlilin, tidak


jernih tapi tembus cahaya, tahan terhadap BK,
panas dan minyak, melunak pada suhu 140oC.

Pembungkus biskuit, kantong chips


kentang, krat serealia, pita perekat
kemasan dan sedotan

Polistiren
(PS)

Jernih sep. kaca, kaku, getas, buram, terpengaruh


lemak dan pelarut, mudah dibentuk, melunak pada
suhu 95oC.

Wadah pangan beku, sendok, garpu

Keras, jernih, secara termal sangat stabil.

Galon air mineral, botol susu36


bayi

Polivinil
klorida
(PVC)

LOGO KEMASAN PANGAN

Untuk kemasan yang kontak


langsung dengan pangan, pada
label tertera frasa: cocok untuk
pangan ataufor food use atau
food grade atau mencantumkan
logo gelas dan garpu sbb:

37

BAHAN BERBAHAYA YANG SERING


DISALAHGUNAKAN PADA PANGAN

FORMALIN
BORAKS

RHODAMIN B
METHANYL YELLOW

FORMALIN
Disalahgunakan untuk mie basah, tahu, ikan, dll

Kegunaan sebetulnya: kayu, tekstil, lem, mengawetkan mayat


& organ tubuh.

Bila dikonsumsi secara terus menerus dalam jangka panjang,


dapat mengakibatkan kanker.

39

Bahaya Bila Terpapar


Bahaya Utama
FORMALIN
Sangat berbahaya bila
terhirup,
mengenai kulit dan tertelan, dapat
mengakibatkan :

Luka bakar pada kulit


Iritasi pada saluran pernafasan
Reaksi alergi
Bahaya kanker pada manusia

Reaksi alergi pada kulit

Bahaya Jangka Pendek / Panjang

Bila tertelan mulut,


tenggorokan dan perut terasa
terbakar, sakit saat menelan,
mual, muntah dan diare,
kemungkinan pendarahan, sakit
perut, sakit kepala, hipotensi,
kejang, tidak sadar, koma.

Nekrosis hati

Kerusakan pada hati, jantung,


otak, limpa, pankreas dan sistem
susunan syaraf pusat dan ginjal.
Kerusakan ginjal

Nama dagang/Nama lain Formalin


Formol
Morbicid
Methanal
Formic Aldehyde
Methyl oxide
Oxymethylene
Methylene aldehyde
Oxomethane
Formoform

Formalin
Karsan
Methylene glycol
Paraforin
Polyoxymethylene
glycols
Superlysoform
Tetraoxymethylene
Trioxane

PENYALAHGUNAAN BORAKS PADA PANGAN


Disalahgunakan untuk baso, mie basah,
pisang molen, lemper, buras, siomay,
lontong, ketupat, pangsit,dll.
Digunakan sebagai pengenyal dan
pengawet.
lebih kompak (kenyal) teksturnya dan
memperbaiki penampakan.
Boraks digunakan untuk industri
deterjen, antiseptik dan pembunuh
kuman.

Alternatif Pengganti Boraks :

BTP SODIUM TRI POLY PHOSPHAT (STPP)


Food Grade

BAHAYA
BORAKS
BAHAYA AKUT (JANGKA
PENDEK)
Bila tertelan dapat
menimbulkan gejala-gejala
yang tertunda meliputi :
Badan rasa tidak enak
(malaise)
Mual
Nyeri hebat pada perut
bagian atas (epigastric)
Pendarahan gastro-enteritis
disertai muntah darah
Diare
Lemah
Mengantuk
Demam
Sakit kepala.

BAHAYA KRONIS (JANGKA


PANJANG)
Bila tertelan berulangulang dapat
menimbulkan :

Hilangnya nafsu makan


(anorexia)

Turunnya berat badan

Iritasi ringan disertai


gangguan pencernaan

Kulit ruam dan merahmerah

Kulit kering dan


mukosa membran
dengan bibir pecahpecah

Lidah merah

Radang selaput mata

Anemia

Contoh BLENG

SINONIM ATAU NAMA LAIN


BORAKS
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Sodium borate
Borax decahydrate
Sodium biborate decahydrate
Disodium tetraborate decahydrate
Sodium pyroborate decahydrate
Sodium tetraborate decahydrate
Boron sodium oxyde
Fused borax

PEWARNA DILARANG !!!

RHODAMIN B
KRONIS
Gangguan fungsi hati /
kanker hati

AKUT
Iritasi pada
saluran pernapasan,
kulit, mata,
saluran pencernaan

PEWARNA DILARANG
!!!
METHANIL YELLOW
KRONIS

Kanker saluran kencing,


Dermatitis kulit.
AKUT

Iritasi, penimbunan cairan pada jaringan


dan pendarahan pada paru, kerusakan
jaringan hati, kerusakan jaringan,
radang ginjal dan methemoglobinemia,
alergi, ruam kulit,
gangguan penglihatan

Rhodamin B

Disalahgunakan untuk kerupuk, terasi dan pangan


jajanan yang berwarna merah.
Kegunaan sebetulnya: Pewarna sintetis pada industri
tekstil dan kertas.
Bila dikonsumsi secara terus menerus dalam jangka
panjang, dapat mengakibatkan kanker.

Methanil Yellow

Disalahgunakan untuk kerupuk, mie dan

pangan jajanan yang berwarna kuning.


Kegunaan sebetulnya: Pewarna sintetis pada
industri tekstil.
Bila dikonsumsi secara terus menerus dalam
jangka panjang, dapat mengakibatkan kanker.
= wantek / sepuhan / sumbo /
naftol / teres

48

Untuk Bahan Tambahan Pangan


Pewarna:
a. Nomor Indeks
pewarna/Colour Index
(CI) terdiri dari 5 digit.
b. Tulisan pewarna pangan
yang ditulis dengan huruf
besar berwarna hijau dalam
kotakPEWARNA
persegi panjang
PANGAN
berwarna
hijau.
c. Logo huruf M dalam
Msuatu
lingkaran
berwarna hitam
49