Anda di halaman 1dari 33

K O M U N IK A S I D A LA M

K O N TEK S PATIEN T C A R E

KO M U N IKASI
Komunikasi massa (TV,radio)
Komunikasi kelompok besar

(kuliah ,pidato)
Komunikasi kelompok kecil (rapat
komite, grup diskusi)
Komunikasi interpersonal terjadi
dalam praktek farmasi

Kom unikasiInterpersonal
Menggambarkan proses pesan

dihasilkan dan dipindahkan oleh


seseorang selanjutnya diterima dan
diterjemahkan orang lain.
Kombinasi 5 elemen penting :
pengirim, pesan penerima respon
dan hambatan.
Model praktis proses tersebut
ditunjukkan dalam gambar 1

G b.1 M O D EL KO M UN IKASI
IN TERPERSO N AL

CO N TO H
Tn Adam berusia 59 tahun memiliki

penyakit hipertensi moderat memasuki


apotek sambil merokok.
Apoteker mengenal Tn Adam karena
mereka bertetangga.
Tn Adam memiliki 4 anak.
Dia disarankan berhenti merokok dan
berdiet tetapi dia memiliki cerita panjang
tidak mau tunduk dengan saran tersebut.

Tn Adam datang ke apotek untuk

mengambil resep baru : antibiotik


untuk infeksi saluran urin.
Meskipun dia mengenal apoteker
tetapi dia agak ragu pada resep
yang diberikan.
Dia melihat ke bawah dan
bergumam Dokter menulis resep
untukku, apakah aku bisa
mendapat refil untuk pengobatan
jantung?

Pengirim
Dalam proses komunikasi

interpersonal, pengirim mengirimkan


pesan kepada orang lain.
Contoh yang diberikan diatas,
pengirim pesannya adalah Tn Adam.

Pesan
Pesan adalah elemen yang dikirimkan dari seseorang ke orang

lain.
Pesan dapat berupa pemikiran, ide, emosi, informasi atau faktor
lain yang dapat dipindahkan baik verbal (perkataan) atau non
verbal (menggunakan ekspresi wajah, gerak tangan, dll).
Contoh :
Pesan verbal Tn Adam adalah dia ingin menebus resep baru
tetapi dia juga ingin mengulang resep obat jantungnya.
Dia juga mengkomunikasikan pesan non verbal yaitu dia
memilih melihat kebawah dan bergumam daripada berbicara
jelas.
Mungkin dia sulit mengekspresikan berbicara dengan apoteker,
mungkin kesulitan karena dia tidak pernah mengambil obat
penyakit jantungnya, seperti yang seharusnya dia lakukan.
Komponen komunikasi non verbal sangat penting karena dari
penelitian menunjukkan 55% lebih pesan dikirimkan melalui
komponen non verbal.

Penerim a
Penerima (apoteker) menerima

pesan dari pengirim (Tn Adam).


Sebagai penerima : membaca sandi
pesan dan mengartikannya
mungkin tidak sama dengan yang
dimaksud Tn Adam
Dalam menterjemahkan pesan perlu
mempertimbangkan komponen
pesan baik verbal maupun non
verbal.

Respon
Respon adalah proses dimana penerima

mengkomunikasikan kembali kepada


pengirim tentang apa yang dia pahami
terkait pesan yang dikirim.
Dengan menggunakan komunikasi verbal
dan non verbal penerima merespon
informasi yang diterima dan
menterjemahkan pesan tersebut.
Dalam bahasan respon penerima
menjadi pengirim respon dan pengirim
menjadi penerima respon.

Dalam komunikasi interpersonal

individu secara terus menerus


bergerak berada dalam aturan
pengirim dan penerima.
Respon dapat berupa pesan
sederhana, seperti hanya
menganggukkan kepala atau bisa
berupa pesan yang kompleks,
seperti mengulangi instruksi yang
sulit

H am batan
Komunikasi interpersonal biasanya

dipengaruhi sejumlah intervensi atau


hambatan.
Hambatan ini mempengaruhi ketelitian
pertukaran komunikasi.
Contoh : jika ada suara ribut di apotek, ketika
apoteker berbicara dengan Tn Adam akan
sulit dimengerti apa yang ingin di
komunikasikan.
Halangan fisik yang lain saat berinteraksi
adalah adanya dinding kaca antara apoteker
dengan pasien, telpon berdering atau pasien
tidak menangkap dengan sempurna tujuan
komunikasi

Tanggungjaw ab Apoteker dalam M odel


Kom unikasi
Sebagai Pengirim : Apoteker

bertanggungjawab menjamin pesan dapat


dikirim dengan jelas, dalam sudut pandang
pemahaman orang lain dan lingkungan
kondusif untuk dikirimkan.
Untuk memastikan pesan telah terkirim
sesuai keinginan, apoteker perlu meminta
respon dari penerima dan mengklarifikasi
kesalahpahaman.
Kewajiban apoteker sebagai pengirim pesan
harus memastikan bahwa penerima pesan
memahami dengan benar pesan yang dikirim.

SebagaiPenerim a
Apoteker bertanggungjawab mendengarkan

apa yang dikirim oleh pengirim. Untuk


menjamin kejelasan komunikasi, apoteker
harusnya memberikan respon kepada
pengirim dengan menjelaskan apa yang
dipahami terkait pesan tersebut.
Tanpa respon bisa terjadi kesalahpahaman.
Dalam komunikasi apteker dengan pasien,
dokter atau provider kesehatan lain mungkin
terjadi kesalahpahaman yang dampaknya
akan merugikan pasien .
Agar komunikasi menjadi efektif, efisien, dan
jelas makaa harus berusaha memasukkan
respon dalam setiap interaksi dengan orang

Pencarian M aksud Pesan


Bertujuan untuk meminimalkan hambatan

komunikasi
Dalam komunikasi interpersonal
menunjukkan bagaiman pesan asli dari
pengirim kemudian diterima oleh penerima.
Penerima memberi pengertian terhadap
pesan tersebut.
Komponen penting dalam proses ini adalah
penerima memberikan pengertian pada
pesan verbal dan non verbal seperti yang
dimaksud pengirim penerima mungkin
dapat atau tidak memaknai maksud pesan
sesuai dengan yang diinginkan pengirim.

Dalam kasus Tn Adam, dia mungkin

ragu untuk berbicara dengan apoteker


tentang semuanya.
Dia melihat ke bawah mungkin dasi
barunya tertumpahi kopi atau dia
mungkin bingung sendiri sehingga
berkonsentrasi pada kesulitannya.
Pada situasi ini mungkin pesan yang
dikirim bukan yang diinginkan Tn Adam

Kata dan Konteks Kata


Umumnya seseorang memberikan

pengertian pesan verbal dan non


verbal berdasar pengalaman masa
lalunya
Jika dua orang tidak memiliki definisi
atau pengalaman masa lalu yang
sama kesalahpahaman mungkin
bisa terjadi.
Contoh umum adalah perbedaan
bahasa dan pengucapan kata dapat
diartikan berbeda oleh orang yang
berbeda berdasarkan definisi yang

Dalam kasus Tn Adam : Apa yang dapat

diinformasikan tentang antibiotik saluran


urin agar efektif ?
Jika dinyatakan penggunaan antibiotika
ini seharusnya dengan cairan yang yang
banyak maka pesan ini diterima dan
dikode dalam kata dan simbol sesuai
dengan pemikiran Tn Adam.
Kata atau simbol ini mungkin dimengerti
atau tidak dimengerti Tn Adam, seperti
kata cairan dianggap cairan itu
adalah susu, atau segelas kecil jus jeruk.
Pengertian pesan penting mungkin tidak
diterima dengan benar oleh Tn Adam.
Tugas mengartikan kata tersebut bagi Tn

Contoh : Seorang pasien tua yang

mendapat pengobatan protes pada


apoteker bahwa dia punya masalah
dengan potasium.
Apoteker bertanya, apa yang menjadi
masalah? Apa anda telah mematuhi
aturan? Pasien menjawab ya, tidak ada
masalah, aku minum sesuai apa yang
tertulis di label: minum 1 tablet setiap
siang dalam air. Tetapi saya lebih suka
mandi pada malam hari tidak pada siang
hari.

Tampak jelas, pasien

menerjemahkan ungkapan dalam


air berarti dia minum ketika dia
dalam air atau ketika dia mandi.
Dia mengartikan kata tersebut
berdasarkan pengalaman masa
lalunya apa yang dimaksud dalam
air.
Definisi ungkapan itu tidak sama
dengan yang diinginkan apoteker.

Bayi berusia sembilan bulan

terdaftar di rumah sakit dengan


beberapa infeksi karena ibunya salah
paham terhadap label petunjuk
untuk antibiotik:
Minum satu sendok teh , tiga kali
sehari hingga infeksinya sembuh
Ibu melanjutkan obat untuk 3 hari
hingga bayi sembuh. Ibu kemudian
berhenti memberi antibiotik, infeksi
berkembang dan bayinya masuk
rumah sakit.

Dalam contoh tersebut, ibu

menerjemahkan langsung Beri obat


hingga infeksi sembuh. dokter dan
apoteker seharusnya
mengkomunikasikan bahwa pengobatan
dilanjutkan hingga semua isi botol (10
hari persediaan) digunakan.

Dia mengerti kata dengan benar tetapi

dia mengambilnya dalam konteks


berbeda sehingga menyebabkan
pengertian berbeda dari yang diinginkan
apoteker.

Kesesuaian antara Pesan Verbal


dan N on Verbal
Pengertian pesan terkadang tidak

jelas jika penerima merasakan


ketidaksesuaian antar pesan verbal
dan nonverbal.
Berarti pesan verbal tidak konsisten
dengan pengertian pesan non verbal.
Situasi berikut menunjukkan ketidak
sesuaian pesan:

Pelanggan dengan wajah merah


datang ke apotek, mengepalkan
tangan, berkata dengan keras,
aku tidak marah, aku disini hanya
ingin menanyakan resep yang
salah
2.
Seorang
apoteker
berusaha
meyakinkan
dokter
berjam-jam
untuk merubah kesalahan pada
pengobatan pasien. Ketika dia
meminta apa yang dia rasakan, dia
menjawab dengan lembut, oh, ini
baik-baik saja
1.

Dalam contoh tersebut, jelas terlihat


ketidak sesuaian pesan verbal dan
non
verbal.
Penerima
mungkin
bingung tentang kebenaran pesan
yang diinginkan.
Untuk menghindari ketidaksesuaian:
sebagai pengirim apoteker harus
sadar : pesan non verbal yang dikirim
tidak sebaik pesan verbal,
sebagai penerima apoteker
menunjukkan
bahwa
pengirim
memberikan dua pesan yang berbeda.

M encegah Kesalahpaham an
Label minum 1 sendok teh , tiga kali

sehari hingga sembuh dapat diganti


dengan kata yang lebih tepat untuk
mencegah kesalahan memaknai kalimat.
Kunci pencegahan kesalahpahaman adalah
mengantisipasi bagaimana orang lain akan
menterjemahkan pesan.
Seseorang yang memiliki pengalaman
positif terhadap obat akan berbeda dengan
orang yang memiliki pengalaman negatif
karena dengan pengalaman negatif
seseorang akan segan berdiskusi atau
bahkan menggunakan obat.

Mendengarkan dengan empati

mungkin dapat membantu dalam


mengetahui lebih dulu bagaimana
kemungkinan orang lain
menterjemahkan pesan.
Semakin banyak interaksi
komunikasi, maka makin banyak
tahu tentang orang lain dan semakin
banyak kemampuan apoteker
memahami pasien.

Perbaikan Kom unikasi


Perbaikan komunikasi berkaitan

dengan perilaku dan kebiasaan


komunikasi.
Untuk merubah perilaku komunikasi
menempatkan potensi perubahan
perilaku yaitu kesadaran dan sikap.
Perubahan perilaku dibangun dalam
pendekatan kesadaran dan sikap
yang konduktif untuk melakukan
perubahan perilaku.

PERSEPSID AN KO M UN IKASI

Persepsi adalah salah satu elemen

dalam proses komunikasi.


Persepsi berkaitan dengan bagaimana
pesan diterjemahkan oleh penerima.
Pengirim mengirim pesan tetapi
mungkin penerima tidak
menerjemahkan dalam arti yang sama
dengan yang diinginkan pengirim
Penerima membatasi pada persepsinya
terhadap pesan dan orang yang
mengirim pesan

Persepsi penerima terhadap kata, simbol dan

elemen non verbal mempengaruhi bagaimana


penerima menterjemahkan arti
Contoh : seorang wanita muda menderita
candidasis vagina telah diberi 15 nystatin tablet
vagina dan diberi tahu apoteker
gunakan satu setiap hari selama 2 minggu.
Dia kembali ke apoteker setelah 2 minggu
karena merasa sangat tidak nyaman dan protes
obat ini sangat tidak enak!.
Dalam contoh ini pasien merasa tablet sebagai
antibiotik oral dan memberi arti salah pada
kata gunakan.

Persepsi sering dipengaruhi latar

belakang budaya, status sosial


ekonomi, gender dan usia, juga
dipengaruhi oleh kebiasaan meniru
kelompok atau individu tertentu.
Pengirim pesan perlu mengevaluasi
persepsi yang dikirim adalah benar
atau asumsi tercampuri oleh
kemampuan komunikasi.
Meningkatkan kemampuan dalam
memeriksa asumsi dapat
meningkatkan komunikasi interpesonal
.

BerbagiPersepsiyang Sam a

Persepsi pasien terhadap apoteker

dipengaruhi pengalaman masa lalu .


Jika pasien merasa apoteker
profesiaonal pasien akan
mendengar apa yang di katakan
tentang pengobatan mereka.
Di saat yang sama jika perawat, dokter
dan petugas kesehatan yang lain tidak
merasakan profesionalitas apoteker
mereka tidak akan menghargai
informasi yang di berikan

Sekian