Anda di halaman 1dari 25

CHILOPODA

AMELIA
ARIS
THANTIA
ANGGA SAMUEL
ARUM MAHARANI
ASNI
NUR
AULIA
FAHRINA
ASWIN ANWAR
BOI
AGUSTIN
PRATAMA
DEVI ANGGRAINI

CHILOPODA
Chilopoda adalah Ordo dari anggota hewan tak
bertulang belakang yang termasuk dalam filum
Arthropoda, kelas Myriapoda.
Hewan ini tergolong hewan pemangsa (predator),
makanannya adalah cacing dan serangga.
Bentuk tubuhnya pipih, jumlah segmen bisa
mencapai 177, setiap segmen mempunyai sepasang
kaki, kecuali pada satu segmen di belakang
kepala dan dua segmen terakhir.
Pada bagian kepala terdapat sepasang mata.
Masing-masing mata mengalami modifikasi menjadi
cakar beracun.

CIRI-CIRI CHILOPODA
1. Mencakup berbagai macam lipan (kelabang) yang memiliki
panjang hingga 26 cm.
2. Chilopoda memangsa hewan kecil dengan cara melumpuhkannya
dengan gigi yang beracun.
3. Tubuh agak gepeng,terdiri atas kepala dan badan yang beruasruas (15-173 ruas).
4. Tiap ruas memiliki satu pasang kaki, kecuali ruas (segmen)
di belakang kepala dan dua segmen terakhirnya.
5. Pada segmen di belakang kepala terdapat satu pasang taring
bisa (maksiliped) yang berguna untuk membunuh mangsanya.
6. Maksiliped berfungsi untuk membunuh mangsanya.
7. Pada kepala terdapat sepasang antena panjang yang terdiri
atas 12 segmen, dua kelompok mata tunggal dan mulut.
8. Hewan ini memangsa hewan kecil berupa insecta, mollusca,
cacing dan binatang kecil lainnya, sehingga bersifat
karnivora

STRUKTUR CHILOPODA
Struktur Ventral
Mat
a

Sisik
ruas
perta
ma

Sisik ruas
kedua

Rahang
atas
Rahang
bawah
Rahang
dengan
taring
berbisa

Ruas
kaki
perta
ma

Ruas
kaki
kedua

Terdapat
sepasang
antena
panjang yang
terdiri atas
12 segmen
Terdapat dua
kelompok
mata tunggal
dan mulut.

STRUKTUR TUBUH
Tubuh agak gepeng, terdiri
atas kepala dan badan yang
beruas-ruas .
Tiap ruas memiliki satu
pasang kaki, kecuali ruas
(segmen) di belakang kepala
dan dua segmen terakhirnya.
Pada segmen di belakang
kepala terdapat satu pasang
taring bisa (maksiliped)
yang berfungsi untuk
membunuh mangsa.
Di segmen paling belakang
terdapat dua kaki kail, yang
berfungsi untuk pertahanan
diri.

KLASIFIKASI CHILOPODA
Kingdom
Filum

: Arthropoda

Sub filum
Kelas

: Animalia
: Myriapoda

: Chilopoda

Ordo dan Family :


a. Scutigeromorpha : Pselliodidae, Scutigeridae,
Scutigerinidae
b. Lithobiomorpha : Henicopidae, Lithobiidae
c. Craterostigmomorpha : Craterostigmidae
d. Scolopendromorpha : Cryptopidae, Scolopendridae,
Scolopocryptopidae
e. Geophilomorpha : Mecistocephalidae, Neogeophilidade,
Geophilidae, Geophilidae, Linotaeniidae

SISTEM ORGAN CHILOPODA


meliputi

SISTEM PENCERNAAN
SISTEM EKSKRESI
SISTEM RESPIRASI
SISTEM GERAK
SISTEM SIRKULASI
SISTEM SARAF
SISTEM REPRODUKSI

SISTEM PENCERNAAN
Alat pencernaan makanannya sudah sempurna artinya
dari mulut sampai anus.
Chilopoda makan dengan cara membunuh mangsa dengan
taring bisa yang ia miliki.

SISTEM EKSKRESI

Pada
sistem
pencernaan,
menempel
alat
ekskresi
yang
berupa
saluran
tubulus
Malpighi.

SISTEM RESPIRASI
1.
2.
3.

Awalnya, udara masuk lewat


spirakel yang ada di setiap
segmen tubuh
Lalu, udara masuk ke trakea
yang bercabang ke seluruh
tubuh.
Trakea bercabang-cabang dan
semakin kecil. Cabang-cabang
yang kecil menembus sel, dan
memungkinkan terjadinya
difusi oksigen dan karbon
dioksida.

Sistem trakea pada lipan


(chilopoda)

SISTEM GERAK

Sistem gerak
Chilopoda adalah
sepasang kaki di
setiap segmen.
Di ujung setiap kaki
terdapat cakar yang
dibunakan untuk
berjalan.
Scutigera memiliki
rambut di ujung
kakinya untuk
memperbesar gaya
gesek dengan tanah

Kaki dengan cakar di


ujungnya

Scutigera

SISTEM SIRKULASI

Chilopoda memiliki sistem peredaran


darah terbuka
Jantungnya berupa tabung berongga
yang panjang, yang bisa berkontraksi
yang menyebabkan darah akan mengalir
di sekeliling organ dalam.

SISTEM SARAF

Sistem saraf terdiri dari otak dorsal dan


ventral nerve cord yang memanjang di
setiap segmen.
Sistem saraf mirip dengan Annelida.
Di paling ujung sistem saraf terdapat
rambut yang disebut setae.

Lipan merespons rangsangan dengan


cara menggulung tubuhnya.

SISTEM REPRODUKSI

1. Pertama, lipan jantan menaruh


paket sprema di tanah.
2. Lalu, ia membujuk lipan betina
dengan cara menyentuhkan
antenanya ke kaki belakang
sang betina.
3. Setelah berhasil, sang betina
akan mengambil paket sprema
sang jantan dan membawanya ke
alat reproduksinya.
4. Terjadilah fertilisasi
internal.

Jantan

Betina

Beberapa spesies lipan


mengeluarkan satu telur
sekali bertelur, namun
beberapa diantaranya bisa
mengeluarkan puluhan telur.
Lipan betina akan
melindungi telur-telurnya
yang baru dikeluarkan
dengan cara menggulung
tubuh melindungi telurnya.
Beberapa spesies lipan bisa
melakukan parthernogenesis,
yaitu telur bisa menetas
walaupun tidak melalui
proses fertilisasi. Telurtelur ini pasti akan
menghasilkan lipan betina.

Seekor lipan betina yang


melindungi telur-telurnya

CONTOH CHILOPODA

Scutigera coleoptrata

Lithobius forficatus

Geophilus flavus

SIKLUS HIDUP
CHILOPODA
Chilopoda biasanya membuat jaring kecil ke mana mereka
deposit paket sperma untuk betina untuk mengambil.
Dalam beberapa spesies mungkin ada tarian pacaran pendek
atau penyadapan antena sebelum betina didorong untuk
mengambil paket sperma ke saluran genitalnya.
Telur dapat diletakkan dalam kelompok atau tunggal di
bawah batu atau log, di dalam tanah atau di bawah kulit
dan mungkin atau mungkin tidak dijaga oleh betina
tergantung pada spesies.
Beberapa
spesies
menetas
terlihat
persis
seperti
induknya dan memiliki kaki lengkap dan segmen tubuh.
Spesies lain memiliki sedikit kaki dan segmen tubuh dari
induknya.
Kitin/kulit Chilopoda akan terlepas beberapa kali
sebelum mencapai kematangan seksual.

HABITAT CHILOPODA
Hewan ini banyak dijumpai di daerah tropis
dengan habitat di darat. Terutama di tempat yang
banyak mengandung sampah, misalnya di kebun dan
di bawah batu-batuan.
Habitatnya juga di bawah batu-batuan/timbunan
tumbuhan yang telah membusuk.

PERILAKU CHILOPODA
Chilopoda mampu mematahkan kaki mereka ketika
kelangsungan
hidup
mereka
terancam
dan
dapat
menumbuhkan bagian-bagian tubuh setelah mereka merasa
aman.
Chilopoda aktif mencari makan pada malam hari.
Makanannya berupa ccing tanah, laba-laba, serangga,
cicak, anak tikus, anak burung dan lain-lain.
Chilopoda dapat bertahan hidup tanpa makan selama
beberapa mingg atau bulan, namu setiap hari harus
minum.
Pada siang hari, selalu bersembunyi pada tempat
yang gelap dan lembab, seperti dalam liang di tanah,
dibawah tumpukan batuan,kayu, kulit kayu, goronggorog selokan, sampah, serasah dan reruntuhan
bangunan.

FAMILY CHILOPODA
Geophilidae

Geophilidae tubuhnya panjang berwarna kuning,


dengan 27-31 segmen pada semua kaki, tidak
mempunyai mata. Bantalan segmen berbeda dengan
kelompok lain, yang hanya memiliki 5, 8, 10 dan 12
segmen yang disertai dengan perubahan bentuk
tagmatic. Mereka juga memiliki antenna dengan 14
segmen, hewan muda yang mempunyai banyak segmen dan
kaki. Umumnya ditemukan di lokasi pantai di benua
Eropa. Contoh : Geophilus flavus.

Scolopendridae
Scolopendridae Tubuh panjang dengan 21-23 segmen
berwarna hitam, biasa dikenal dengan kelabang hitam
berkepala merah. Mempunyai antenna dengan 17-31 segmen,
hewan muda yang baru menetas memiliki banyak segmen dan
kaki. Contoh : Scolopendra morsitans, memiliki 21
pasang kaki, memiliki mata, dan merupakan hewan yang
cosmopolitan.

Lithobiidae
Lithobiidae dikenal dengan sebutan kelabang
coklat. Tubuh dengan kaki pada 15 segmen, palpus
maxillary dengan 3 buah segmen, spesies yang baru
menetas memiliki tujuh pasang segmen. Distribusi di
negara-negara
benua
Eropa.
Contoh
:
Lithobius
forficatus,
panjang tubuh 3mm, pada kepalanya
terdapat
antena
dengan
33-43
segmen.
Lithobius
forficatus, merupakan Chilopoda.

Scutigeridae
Scutigeridae biasa juga disebut sebagai "kelabang
berkaki panjang", tubuhnya pendek, dengan 15 buah
segmen, 15 pasang kaki yang sangat panjang, dan yang
pasangan kaki terakhir paling panjang yang berukuran
lebih panjang bila dibandingkan dengan kelabangkelabang pada umumnya. Memiliki antena sangat panjang.
Contoh : (house centipede, Scutigera coleoptrata).

Peran dalam Kesehatan


Masyarakat
Chilopoda
dapat
dikatakan
tidak
memberi
keuntungan bagi manusia, bahkan ada beberapa
yang
dianggap
mengganggu
meski
tidak
membahayakan. Gangguan akibat gigitan kelabang
dapat menimbulkan kerugian. Gigitan kelabang
mengandung
toksik,
toksin
dari
kelabang
mengandung
antikoagulan
dan
5
hidroksi
triptamin.
Jarang
dijumpai
kematian
akibat
gigitan
dari
kelabang.
Gigitan
kelabang
menimbulkan : rasa nyeri, eritema, pendarahan,
dan nekrosis.

Pencegahan Chilopoda
Keberadaan Chilopoda dapat dicegah dengan
beberapa cara, anara lain :
Dengan memeperhatikan sanitasi lingkungan karena
Chilopoda tinggal di tanah dan balik bebatuan.
Pemberian insektisida
Penataan tata ruang dalam perumahan dengan
menabur garam, hal ini karena Chilopoda tidak
bisa hidup atau bertahan lama di lingkungan
berkonsentrasi pekat. Garam juga dapat
menetralisir racun atau bisa. Jadi hewan berbisa
akan berusaha menjauhi area yang mengandung
garam.