Anda di halaman 1dari 34

FRAKTUR DISTAL

OS RADIUS DAN ULNA

FADIAH FATHANIAH M. 111 2015 0019


Pembimbing: dr.Nur Nasri A,Sp.OT
DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK
BAGIAN ORTHOPEDI FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
2016

BAB I
LAPORAN KASUS

Identitas

Nama
: An. JA
Umur
: 12 tahun
Jenis kelamin
: Laki-laki
Agama
: Islam
Pekerjaan
: Pelajar
Alamat
: Camba Maros
Tanggal masuk RS : 18 Mei 2016

Anamnesis

Keluhan utama: Nyeri pada lengan bawah


kanan

Anamnesis Terpimpin

Sejak 17 jam yang lalu

Setelah pasien mengalami KLL

Terjatuh dari motor

Tubuh bagian kanan lebih dahulu terkena aspal.

Anamnesis ..
Riwayat kehilangan kesadaran ada
mual ada, muntah tidak ada, pusing ada,

keluar darah dari telinga dan hidung tidak


ada.
Dirujuk dari RS Maros

Anamnesis ..

Riwayat penyakit dahulu


-

Riwayat penyakit keluarga


Paman pasien juga mengalami kecelakaan

dan dirujuk ke rumah sakit wahidin

Pemeriksaan Fisik

Primary Survey
A (Airway) : Clear, Stridor (-), Gargling (-)
B (Breathing): Spontan, RR 26x/menit, pergerakan dada simetris

kanan = kiri
C (Circulation): Nadi 89x/menit, reguler, isian cukup, akral

hangat, capillary refill time <2 detik,, tekanan darah 110/70


mmHg
D (Disability): GCS 12 (E3M5V4), pupil isokor, diameter 2mm/2mm,

reflek cahaya +/+.


E (Exposure): Suhu 37,7oC di Axilla sinistra.

Pemeriksaan Fisik..

Status Generalis
Kepala
terdapat luka lecet pada regio temporal
kanan, nyeri tekan (+)
Mata: dbn
Telinga: dbn
Hidung: dbn
Mulut: dbn
Leher: dbn

Pemeriksaan Fisik..

Paru Paru: dbn


Jantung:dbn
Abdomen: dbn
Genitalia: dbn
Ekstremitas: sesuai status lokalis

Pemeriksaan Fisik..
Regio
antebrachiidekstra
Look : Edema (+),
deformitas (+),
sianosis (-)
Feel : Edema (+),
nyeri tekan (+), akral
hangat
Move : ROM aktif-pasif
terbatas

Regio genu dekstra


Look : vulnus
laceratum, edema
(+), sianosis (-)
Feel : Edema (+),
nyeri tekan (+),
akral hangat
Move: ROM aktifpasif terbatas

Penunjang

Laboratorium
TES HEMATOLOGI LENGKAP

HASIL

NILAI RUJUKAN

DARAH RUTIN
JUMLAH LEUKOSIT

13,6 x 10^3/ul

5,0 - 13,0

JUMLAH ERITROSIT

3,95 x 10^6/uL 4,00 - 5,30

HEMOGLOBIN

11,5 g/dL

12,0 - 16,0

HEMATOKRIT

32,7 %

35,0 - 45,0

MCV

82,8 Fl

75,0 - 91,0

MCH

29,1 pg

25,0 - 33,0

MCHC

35,2 g/L

31,0 - 37,0

JUMLAH TROMBOSIT

157 x 10^3/ul

150 400

Penunjang ..

Laboratorium
KOAGULASI

Masa perdarahan

2,25 menit

1,0 3,0

Masa pembekuan

5,45 menit

1,0 9,0

KIMIA DARAH
SGPT

30 U/L

<55

SGOT

33 U/L

<27

GDS

102 mg/dL

60 180

Ureum darah

15 mg/dL

16 48

Kreatinin darah

0,3 mg/dL

0,67 1,17

Penunjang ..

Radigrafi x-ray

Resume

Seorang anak laki-laki, 12 tahun, datang ke RSUD kota Makassar dengan


keluhan nyeri pada lengan bawah kanan yang dirasakan sejak 17 jam
sebelum masuk rumah sakit. Nyeri awalnya terjadi setelah pasien
mengalami kecelakaan yaitu motor yang dikendarai oleh paman pasien
menabrak mobil, sehingga pasien kehilangan keseimbangan dan terjatuh
dengan posisi bagian kanan yang lebih dahulu terkena aspal. Riwayat
kehilangan kesadaran setelah kecelakaan ada, mual ada, muntah tidak
ada, pusing ada, riwayat keluar darah dari telinga dan hidung tidak ada.
Riwayat mendapat penanganan di UGD rumah sakit Maros, yang
kemudian dirujuk ke rumah sakit umum daerah kota Makassar.

Resume..

Riwayat menderita penyakit yang sama sebelumnya disangkal. Riwayat penyakit


yang sama dalam keluarga ada yaitu paman pasien yang juga mengalami
kecelakaan yang sama. Dari hasil pemeriksaan ditemukan GCS 12, status vitalis
ditemukan TD : 110/70 mmHg, N : 89x/menit, P : 26x/menit S : 37,7 oC di Axilla
sinistra. Pada pemeriksaan fisik head to toe didapatkan vulnus ekskoriasi pada
regio temporal dekstra, dan vulnus laceratum pada regio genu dekstra. Pada
status lokalis regio antebrachii dekstra didapatkan look: edema lengan bawah
kanan (+), deformitas (+), tidak tampak sianosis pada jari tangan kanan, feel:
edema lengan bawah kanan (+), nyeri tekan (+), akral hangat, move: ROM aktifpasif terbatas akibat nyeri. Pada pemeriksaan radiologis x-ray didapatkan kesan
open fracture 1/3 distal right radius Selter Harris type II grade 3A, dan open
fracture 1/3 distal right ulna grade 3A.

Diagnosa

Trauma kapitis sedang GCS 12

Open fracture 1/3 distal right radius


Selter Harris type II grade 3A

Open fracture 1/3 distal right ulna


grade 3A.

Vulnus laceratum right knee

Penatalaksanaan

Primary Survey
IVFD RL 26 tpm
Ceftriaxon 1gr/12 jam/IV
Metronidazole 500 mg/8 jam/IV
Ranitidine amp/8jam/IV
Ketorolac amp/8jam/IV
Injeksi TT 0,5 cc IM
Imobilisasi regio antebrachii dekstra dan genu dekstra
Bebat tekan luka pada antebrachii dekstra
Rawat luka regio genu dekstra
Tindakan operatif

Prognosis

Qua Ad Vitam
: Dubia ad Bonam
Qua Ad Sanitionem : Dubia ad Bonam
Qua Ad Functionem : Dubia ad Bonam

Diskusi

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Pendahuluan

Sekitar 40% dari semua fraktur pada anak.

Aspek distal radius dan ulna sering di lengan bawah

Laki-laki 3x >> perempuan

Dapat terjadi pada semua usia, remaja paling sering

Jatuh mekanisme paling sering

anatomi

Definisi

Fraktur diskontinuitas tulang/ tulang


rawan
Fraktur radius dan ulna distal dan
fraktur epifisis sering pada anak-anak
di daerah lengan bawah (82%).
Hal ini disebabkan karena daerah
metafisis pada anak-anak relatif masih
lemah.

Klasifikasi

Klasifikasi ..

Fraktur epifisis

Klasifikasi ..

Fraktur Torus

Fraktur Green-stick

Klasifikasi ..

Fraktur total

Fraktur Galeazzi

Diagnosis

Riwayat
Riwayat cedera
Riwayat

penganiayaan

Pemeriksaan Fisik
Look: Deformitas, ekimosis, edema
Feel : nyeri tekan, krepitasi, suhu lokal
Move : Evaluasi pergerakan
Neurovascular injury dievaluasi untuk

Gejala
Nyeri
Bengkak
Deformitas

Pemeriksaan Radiologi
I.X-ray posisi AP/ Lateraldari
pergelangan tangan,
lengan bawah,dan elbow

Penatalaksanaan

Primary Survey

Penatalaksanaan ..
Recognize

Komplikasi

Casting Thermal
Injury
Malunion
Epifisis tertahan
Impaksi Ulnocarpal

Triangular
fibrocartilage
complex injury
Neuropati
Infeksi
Iskemik volkmann
Refraktur

Penutup

Fraktur lengan bawah pada pediatrik merupakan cedera yang


umum ditemukan oleh sebagian besar orthopaedists. Fraktur
dapat bersifat
komplit ataupun inkomplit (green-stick).
Hubungan
dengan
cedera
pada
persendian
harus
dikesampingkan. Kebanyakan cedera ini ditangangi dengan
reduksi tertutup dan imobilisasi. Terapi biasanya dilakukan
dengan penggunaan sedasi atau blok regional atau anastesi
general. Manuver reduksi bergantung pada tipe fraktur.
Namun jika fraktur telah memenuhi untuk tindakan operaatif
maka pelu dilakukan operasi. Komplikasi yang banyak dan
salah satunya berhentinya pertumbuhan tulang yang fraktur.
Penyembuhan tulang yang lebih cepat dibandingkan dewasa
disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya periosteum
yang aktif dan kuat. Perkiran penyembuhan fraktur pada
lengan bawah berkisar 6-12 minggu (1,5-3 bulan).

DAFTAR PUSTAKA

Rasjad, Chairuddin, 2003. Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi. Penerbit Bintang


Lamumpatue Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar
Water Peter M, 2012. Distal Radius and Ulna Fracture. Department of Orthopedic
Surgery, Children's Hospital, Harvard School of Medicine, Boston, Massachusetts
Sinikumpu J, 2013. Forearm Shaft Fractures in Children. Department of Children
and Adolescents, University of Oulu, Finland
Noonan Kenneth, Charles T Price, 1998. Forearm and Distal Radius Fractures in
Children. American Academy of Orthopaedic Surgeons, Orlando
Jegede Toluwumi et all, 2016. Forearm Fractures in Emergency Medicine.
Available from http://emedicine.medscape.com/article/824949-overview
Qudsi Rameez, Chris Souder, 2016. Distal Radius Fracture-Pediatric. Available
from
http://www.orthobullets.com/pediatrics/4014/distal-radius-fractures--pediatric
American Academy of Orthopaedic Surgeons, 2014. Forearm Fractures in
Children. Available from http://orthoinfo.aaos.org/topic.cfm?topic=a00039
Sjamsuhidajat R, 1998. Dalam Wim De Jong, Buku Ajar Ilmu Bedah, ed revisi.
Jakarta: EGC.