Anda di halaman 1dari 20

Pasien Luka Bakar Akibat

Tersengat Aliran Listrik


Septiana Puji Utami (13120067)
Gaby Marchelin (13120071)
Siti Munawaroh (13120077)
Katrin Lorina Samber (13120082)

I. ANAMNESIS
A. Identitas Pasien
Nama : Udin
Umur : 18 tahun
Sex

: Laki-laki

Pekerjaan

: Pelajar

Alamat : Tlebukan Solodiran Manisrenggo, Klaten


Tgl Rms : 9 Oktober 2004
Ruang rawat: Luka Bakar (GBST)

B. Data Subyektif
1. Berdasarkan Riwayat Penyakit
a. Keluhan utama:
nyeri dan panas terutama saat luka
diobati
b. Riwayat penyakit sekarang:
luka bakar

C. Data Obyektif
1. Antropometri
BB

= 50 KG

TB= 160 cm
LILA = 26 cm
2. Pemeriksaan Klinis
a. Tekanan Darah 130/65 mmHg
b. Nadi 68x/ menit
c. Respirasi 24x/ menit
d. Suhu 37,6C

3. Pemeriksaan Laboratorium
Hb

= 15,9 gr/dl

AL

= 11,82 10/ mm

AT

= 147 10/mm

AE

= 6,5 10/mm

BUN

= 8,1 mg/dL

Creatinin

= 0,89 mg/dL

Glukosa = 119 mg/dL


TP

= 5,49 g/dL

Alb

= 2,7 gr/dL

4. Pemeriksaan Penunjang
Foto thorax: Pulmo dan besar cor normal

5. Anamnesis Gizi: Recall 24 jam di Rumah Sakit


Tanggal 24-1004

Energi
(kkal)

Protein
(g)

Lemak
(g)

Karbohidrat
(g)

Asupan

2911,39

113,92

113,98

401,95

Kebutuhan Zat
Gizi

2800

125

78

400

Persentase (%)

103,98 %

91,1%

146,13%

100,49%

6. Diagnosis:
Combusio Grade III-IV 40 %

II. NUTRITION CARE PROCESS


A. Assesmen Gizi
1. Antropometri
IMT 19,53 menandakan status gizi kurang(WHO) dan LILA 26 cm
menandakan kurang
2. Biokimia
AT rendah yaitu 147 103/mm3 menandakan trombositopenia
AE tinggi yaitu 6,5 107/mm3 menandakan polisitemia
Glukosa tinggi 119 mg/dl menandakan hiperglikemia
TP rendah yaitu 5,49 g/dl menandakan
Albumin rendah yaitu 2,7 gr/dl menandakan hipoalbuminemia

3. Fisik dan Klinis


Tekanan darah tinggi yaitu 130/65 mmHg menandakan hipertensi
Denyut nadi rendah yaitu 68x/menit menandakan bradikardi
Suhu tubuh tinggi yaitu 37,6 menandakan febris
4. Dietary
Asupan energi tinggi yaitu 103,98%
Asupan protein normal yaitu 91,1 %
Asupan lemak tinggi yaitu 146,13 %
Asupan Karbohidrat tinggi yaitu 100,49%

B. Diagnosis
NI-1.4 intake energi tidak mencukupi berkaitan dengan BB kurang yang
ditandai dengan IMT kurang yaitu 19,53.
NI-5.1 peningkatan kebutuhan zat gizi protein berkaitan dengan luka bakar
yang ditandai dengan infeksi.
NI-52.1 intake protein tidak adekuat berkaitan dengan luka bakar yang
ditandai dengan albumin rendah yaitu 2,7 g/dL.

C. Intervensi Gizi
1. Planning
a. Terapi Diet : TETP
Bentuk Makanan : makanan lunak
cara pemberian

: oral

b. Tujuan Diet
1. Mempercepat penyembuhan jaringan rusak
2. Mencegah terjadinya keseimbangan nitrogen negative
3. Memperkecil terjadinya hiperglikemik dan hipertrigliserida
4. Mencegah terjadinya gejala-gejala kekurangan gizi mikro

c. Syarat Diet
1. energi sesuai kebutuhan, untuk memenuhi pemulihan energi
pasien yaitu diberikan 1563,31 kkal.
2. protein tinggi yaitu 25%
3. lemak sedang yaitu 25%
4. karbohidrat sedang yaitu 60%
5. vitamin yang diberikan 2x diatas Angka Kecukupan Gizi
untuk mempercepat penyembuhan
6. mineral tinggi terutama zat besi, natrium, kalsium dan
magnesium
7. cairan tinggi, untuk mengganti cairan yang hilang agar tidak
terjadi shock

d. Perhitungan Kebutuhan Energi dan Zat Gizi


1. BBI = (TB-100)-10%(TB-100)
= (160-100)-10%(160-100)
= 54 kg
2. Energi = BEE FA + FS
= 66,5 + 13,5(BB) + 5(TB) - 6,78(U)
= 66,5 + 13,5(50) + 5(160) - 6,78(18)
= 66,5 + 675 + 800 - 122
= 1419,5 1,1 + 1,85
= 1563,3 kkal
3. Protein = 25% 1563,3
= 390,83 : 4
= 97,71 g

4. Lemak = 25% 1563,3


= 390,83 : 9
= 43,43 g
5. Karbohidrat = 60% 1563,3
= 937,98 g

e. Rencana Parameter yang Dimonitor


1. Antropometri: menaikkan BB px agar kembali dalam
kondisi status gizi baik
2. Biokimia: AT, AE, Glukosa, TP dan Albumin
3. - fisik: luas luka bakar
- klinik: tekanan darah, denyut nadi dan suhu tubuh
pasien
4. Dietary: Asupan zat gizi protein, lemak, karbohidrat,
vitamin, mineral dan cairan sesuai perhitungan dan syarat diet

f. Rencana Konsultasi Gizi


Masalah gizi: hipertensi, hipoalbunemia, glikemia
Tujuan: memberikan edukasi dan motivasi terhadap pasien
mengenai diet TETP sehingga dapat meningkatkan
jaringan yang rusak.

penyembuhan

Konseling gizi:
1. menjelaskan tujuan diet TETP
2. mendiskusikan perubahan pola makan yang disusun
berdasarkan kebutuhan energi dan zat gizi dengan syarat diet

TETP

3. menjelaskan tentang penerapan diet TETP


4. mendiskusikan hambatan yang dirasa klien serta alternative
pemecahannya dalam mejalankan perubahan pola makan

2. Implementasi (Konsultasi Gizi)


Masalah gizi: diet TETP
Tujuan:
a. memberikan informasi kepada pasien dan keluarga mengenai
dan terapi diit yang diberikan
kepada pasien

penyakit yang diderita pasien

b. memberikan motivasi kepada keluarga dan pasien untuk dapat


yang diberikan

menjalankan terapi diit

Sasaran: pasien dan keluarga


Waktu pelaksanaan: 25 Oktober 2004
Tempat: ruang perawatan luka bakar
Konseling gizi:
1. melakukan konseling gizi dengan menjelaskan tujuan diet TETP
2. mendiskusikan perubahan pola makan yang disusun berdasarkan kebutuhan
dengan syarat diet TETP

energi dan zat gizi

3. menjelaskan tentang penerapan diet TETP


4. mendiskusikan hambatan yang dirasa klien serta alternative pemecahannya dalam
perubahan pola makan

mejalankan

MENU SEHARI
Waktu

Menu

Pagi

Nasi tim
Pepes tahu
Sup sayuran
Telur ceplok

Selingan

Susu
Biskuit

Siang

Nasi tim
Bandeng presto
Tempe bacem
Tumis kacang panjang

Selingan

Jus buah jambu biji


Bika ambon

Malam

Nasi tim
Sup kacang merah
Nugget tahu
Ayam bumbu kecap

D. Monitoring Evaluasi Gizi


1. Fisik: mengobati luka bakar
2. Klinik: tekanan darah, denyut nadi dan suhu tubuh
menjadi normal
3. Data Lab: AT, AE, glukosa dan TP menjadi normal
4. Asupan Makan: - asupan energi, lemak dan
karbohidrat sesuai
dengan kebutuhan
- mempertahankan asupan protein

5. Rekomendasi Diet: diet TETP


Perlu ditekankan mengenai perilaku
pasien dalam menjalankan diet
agar tercapai tujuan diet.
Perlu ditekankan mengenai pola
makan secara tepat sehingga
menjadi kebiasaan makan seharihari agar terhindar dari penyakitpenyakit yang membahayakan
kesehatan.
Perlu ditekankan mengenai data
fisik klinis untuk mempermudah
dalam mendiagnosis penyakit yang

Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai