Anda di halaman 1dari 24

TASAWUF

AKHLAQY,
AMALY,
FALSAFY

KELOMPOK 8
Nyimas Julaiha

(1132080058)

Popi Indriyani (1132080059)


Rahmat Hidayat (1132050053)
Sumiyati Azzahra (11320300 )

PENDIDIKIAN KIMIA VI B

Penjenisan Tasawuf

PENJENISAN TASAWUF
Dari Segi Periode Sejarah

Abad I - II H
Pra Tasawuf : Tasawuf akhlaqi sesuai contoh
rosulullah
Abad II - III H
Ada Istilah Tasawuf : Ada Konsep Hub, Roja
Dll (Ada Tasawuf Falsafi)

Abad V - VI H
Ada Kelompok
Zawiyah)

Tasawuf

Amaly

(Tarekat;

Abad I - II H
Sejarah perkembangan abad pertama dan kedua hijriyah
yang banyak dikenal dengan zuhud atau fase asketisme.
Pada fase ini, banyak orang yang memusatkandirinya
pada ibadah. Mereka tidak mementingkan makanan,
pakaian, maupun tempat tinggal. Mereka lebih banyak
beramaluntuk

hal-hal

yang

berkaitan

dengan

kehidupan akherat sehingga mereka menjadi zahid.


Tokoh

yang

populer

RabiahAl-Adawiyah.

adalah

Hasan

Al-Basri

dan

Abad II - III H
Para sufi mulai menaruh perhatian pada hal-hal yang berkaitan
dengan jiwa dan tingkah laku. Perkembangan tasawuf pada
masa

ini

sebagai

upaya

menegakkan

moral

di

tengah

terjadinya dekadensi moral yang berkembang ketika itu,


sehingga di tangan mereka tasawuf berkembang menjadi ilmu
moral keagamaan atau ilmu akhlak keagamaan. Tasawuf pada
masa ini berintikan tiga ilmu yaitu ilmu jiwa, ilmu akhlak, dan
ilmu metafisika. Bersifat metafisika karena terkandung ajaran
yang melukiskan hakikat.
Tokoh yang populer adalah Abu Sulaiman dan Ad-daaraany.

Abad V - VI H
Abad ke-V dikenal dengan tasawuf zaman AlGhazali, yang memuat ajaran tasawufnya adalah
mempertinggi sifat-sifat terpuji ( mahmudah ) dan
menahan dorongan hawa nafsu untuk sifat-sifat
tercela ( madmunah ).
Abad ke-VI dikenal dengan banyaknya dipengaruhi
oleh aliran-aliran filsafat seperti Socrates, plato,
aristoteles, stoa, neo platonisme, dsb.

Tokohnya antara lain :


1.Ibn Arabi mengenai Wahdatul Wujud dan AlHaqiqat Ul Muhammadiyah.
2.Umar Ibn Al-Faridh mengenai syair percintaan
pada Tuhan.
3.

Ibnul

Sabiin,

dengan

ajaran

tasawufnya

mengenai paham kesatuan mutlak.


4.Ibn Masarrah, dengan ajaran tasawuf meliputi :
Jalan menuju keselamatan dengan menyucikan
jiwa, zuhud, dan mahabbah. Menolak adanya
kebangkitan jasmani, serta siksa neraka bukanlah

Dari Segi Tingkatan Proses Yang Dicapai Seorang


Sufi

1) Mubtadi
Yang baru mempelajari syariat
2) Mutawasith
Yang mempunyai pengetahuan yang cukup
tentang
syariat
3) Muntahy
Yang ilmu syariatnya telah matang

Dari Segi Titik Tekan Pendekatan Proses Usaha


Peningkatan Akhlak
Pendekatan Ranah Bina :
1. Pemahaman / Rasio : Tasawuf
filosofis
2. Amaliyah / Fisik : Tasawuf amaly
3. Sikap Jiwa / Akhlak : Tasawuf akhlaky
Pendekatan Bidang Ilmu (Ilmu Bantu):
1. Ilmu Kalam / Filsafat Islam : Tasawuf
filosofis
2. Ilmu Fiqih Kelompok / Mazhab : Tasawuf
amaly
3. Ilmu Akhlak : Tasawuf akhlaqy

Tasawuf Akhlaqy
Kata

tasawuf

dalam

bahasa

Arab

adalah

membersihkan atau saling membersihkan. Kata


membersihkan

merupakan

kata

kerja

yang

membutuhkan objek. Objek tasawuf adalah akhlak


manusia.
Kemudian kata ahlaq juga berasal dari bahasa Arab
yang secara bahasa bermakna pembuatan atau
penciptaan bermakna juga perangai, budi, tabiat,
adab, atau tingkah laku.
Menurut Imam Ghazali, akhlak adalah sifat yang
tertanam

dalam

jiwa

manusia

yang

melahirkan

Jadi, tasawuf akhlaki secara etimologi bermakna


membersihkan tingkah laku atau saling membersihkan
tingkah laku.

Para sufi yang mengembangkan taswuf akhlaki antara lain :


Hasan al-Basri (21 H 110 H)
Al-Muhasibi (165 H 243 H)
Al-Qusyairi (376 H 465 H),
Syaikh al-Islam Sultan al-Aulia Abdul Qadir al-Jilani (470
561 H)
Hujjatul Islam Abu Hamid al-Gajali (450 H 505 H)
Ibnu Atoilah as-Sakandari dan lain-lain.

Sistem pembinaan akhlak disusun sebagai berikut :


1.Takhalli
Merupakan usaha mengosongkan diri dari perilaku atau
akhlak tercela. Hal ini dapat tercapai dengan menjatuhkan
diri

dari

kemaksiatan

dalam

segala

bentuknya

dan

berusaha melenyapkan dorongan hawa nafsu.


2.Tahalli
Adalah upaya mengisi atau menghiasi diri dengan jalan
membiasakan diri dengan sikap, perilaku, dan akhlak
terpuji.

Tahapan

tahalli

ini

dilakukan

dikosongkan dari akhlak-akhlak jelek.

setelah

jiwa

3.Tajalli
Untuk pemantapan dan pendalaman materi yang
telah dilalui pada fase tahalli, rangkaian pendidikan
akhlak disempurnakan pada fase tajalli. Tahap ini
termasuk penyempurnaan kesucian jiwa. Para sufi
sependapat bahwa tingkat kesempurnaan kesucian
jiwa hanya dapat ditempuh dengan satu jalan, yaitu
cinta kepada Allah dan memperdalam rasa kecintaan
itu.

Contoh Tasawuf
Akhlaqy

Tasawuf al ghazaly
Nama

lengkapnya

ialah

Abu

Hamid

Muhammad

Bin

Muhammad Bin Ahmad Al-Ghazali. Beliau adalah penemu teori


marifah (hadral rabubiyah) dan pelopor tasawuf sunni bergelar
Hujjatul Islam. Ajaran tasawuf Al-Ghazali ialah : Marifat dan Assaddah.
Di bidang tasawuf, karya-karya Al-Ghazali cukup banyak,
yang paling penting adalahIhya Ulum al-Din. Dalam karyanya
tersebut, dia menguraikan secara terinci pendapatnya tentang
tasawuf, serta menghubungkannya dengan fiqh maupun moral
agama.

Juga

Dhalal,dimana

karya-karya
ia

lainnya,al-Munqidz

menguraikan

secara

menarik

min

al-

kehidupan

rohaniahnya,Minhaj al-Abidin, Kimia al-Saadah, Misykat al-

Tasawuf Amaly
Tasawuf

amaly adalah

jenis tasawuf yang

lebih menekankan pada ranah bina amaliyah


ibadah/ fisik, dan pendekatan ilmunya (lebih
menitik beratkan pada) fiqih mazhab.
Contohnya:
zailani

tarekat/

tasawuf

abdul

qodir

Tasawuf amali adalah seperti yang dipraktekan di dalam


kelompok tarekat.

Setiap kelompok tarekat memiliki metode, cara dan


amalan yang berbeda satu sama lain. Berikut macammacam maqom yang harus dilalui seorang sufi, yaitu:
Al-Maqamat
Untuk

mencapai

tujuan

tasawuf

seseorang

harus

menempuh jalan yang panjang dan berat, perjalanan


panjang dan berat tersebut dapat di pelajari melalui
tahapan-tahapan tertentu atau yang biasa disebut dengan
istilah al-Maqamat (stasiun=tahap-tahap).
Al-Ahwal
Al-Ahwal adalah situasi kejiwaan yang diperoleh seseorang
sebagai karunia Allah, bukan dari usahanya.

Tasawuf Filosofis (Falsafi)


Tasawuf Falsafi adalah tasawuf yang ajaran ajarannya memadukan antara visi mistis dan visi
rasaional pengasasnya.
Tasawuf Falsafi adalah jenis Tasawuf yang lebh
menekankan ranah bina utamanya yang pada
pemahaman (Rasio & Dzauq) tentang hakikat Allah.
Dan pendektannya ilmunya lebih menitik beratkan
pada ilmu tauhid/ Filsafat Islam/ Ilmu Kalam.

Tasawuf

falsafi

tidak

dapat dipandang sebagai


filsafat tetapi tidak dapat
pula

dikategorikan

sebagai tasawuf.

Contoh Filosofis (Falsafi)

1. Al Hullu ( Al Hallaj )
Artinya: Meyakini terjadinya kesatuan antara kholiq
dengan makhluk.

Berdiamnya ilahi dalam manusia.

Syair Al Hallaj:
Aku adalah Allah
Dan aku benar benar Allah
Aku menyandang Dzatnya
Hingga tiada beda antara aku dengan Nya

Aku adalah orang yang menitis


Dan yang menitis itu adalah aku
Kami adalah dua ruh yang menempati satu
jasad
Ruh nya adalah ruhku
Dan ruhku adalah ruh Nya
Siapakah yang melihat dua ruh
Yang menempati satu jasad

2. Wahdah Al Wujud (Muhyiddin Ibn Araby)


Artinya: penyatuan eksistensi atau penyatuan
dzat.
Ibnu Arabi berkeyakinan bahwa wujud hanyalah
satu, wujud
alam adalah wujud Allah, wujud makhluk adalah
wujud kholiq
dan segala sesuatu adalah perwujudan Nya

3. Ittihad
Artinya: penggabungan antara dua hal yang menjadi
satu.
bersatunya manusia dengan Tuhan
Ketika Abu Yazid sedang dalam keadaan ittihad, ia
berkata: Aku adalah Allah, tidak ada Tuhan selain aku.
Karena itu sembahlah Aku. Maha Suci Aku, Maha besar
Aku, aku keluar dari diri Abu Yazid sebagaimana ular
keluar dari kulitnya. Tampaknya olehku bahwa sang
pecinta (al Asyiq) dan yang dicinta (al Masyu) serta
cinta (al Isyq) adalah satu kesatuan

Dalam ungkapan yang lain Abu Yazid berkata:


Maha Suciaku, maha suci aku, alangkah agungnya
aku. Dan ia beliau pula di waktu yang lain, Pernah
Tuhan

mengangkat

aku

dan

ditegakkannya

aku

dihadapan Nya sendiri.

Maka berkatalah Dia kepadaku: hai Abu Yazid! Makhluk Ku ingin melihat engkau. Lalu aku berkata: Hiaslah aku
dengan wahdiniat - Mu, pakaikanlah kepadaku pakaian
ke - akuan - Mu, angkatlah aku kedalam ke - satuan - Mu.
Sehingga apabila makhluk - Mu melihat aku. Mereka
akan berkata Kamu telah melihat Engkau. Maka

TERIMAKASIH