Anda di halaman 1dari 40

KELOMPOK 5 P.

KIMIA
SITI PADLIA NURAPRIYANTI
WAHYUNI RAUDAH NURWAHIDAH
YENI OKTAVIANI

ASPEK YANG MEMPENGARUHI


PROSES
DAN
METODA PENINGKATAN AKHLAK

1.TAQDIR ; DAN ILHAM: KADAR BAIK BURUK:


(MELEKAT PADA INSTRUMEN)

Segala sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah Swt. menurut ilmu dan
kehendak-Nya.

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu
adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya
berfirman) Bukankah Aku ini tuhanmu? Mereka menjawab Betul,(Engkau Tuhan
kami),kami bersaksi.(Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak
mengatakan Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini,
( Q.s: 7: 172: fitrah bertauhid; )
Dengan kata lain,janji yang telah ditetapkan Allah atas diri kita
untuk menjalankan seruan pada kebaikan dan mencegah
kemungkaran.


A. INSTING (GHARIZAH)
Insting merupakan seperangkat tabiat yang dibawa
manusia sejak lahir.
insting (naluri) berfungsi sebagai motivator pengerak
yang mendorong lahirnya tingkah laku,
Dengan potensi naluri itulah manusia dapat memproduk
aneka corak perilaku sesuai pula dengan corak
instingnya. Prilaku seseorang akan mencerminkan
akhlaknya, jika prilaku baik maka akhlaknya juga baik.

B. NAFSU (AMARAH- LAWAMAH)


Nafsu secara etimologi berarti jiwa.
Adapun nafsu secara terminologis ilmu tasawwuf
akhlaq, nafsu adalah dorongan-dorongan alamiah
manusia yang mendorong pemenuhan kebutuhan
hidupnya
Adapun pengertian hawa nafsu adalah sesuatu yang
disenangi oleh jiwa yang cenderung negatif baik
bersifat jasmani maupun nafsu yang bersifat maknawi

1. NAFSU AMARAH
Yaitu jiwa yang masih cenderung kepada kesenangankesenangan yang rendah, yaitu kesenangan yang
bersifat duniawi
Secara alami nafsu amarah cenderung kepada hal-hal
yang tidak baik.
Artinya: Sesungguhnya nafsu itu suka mengajak ke jalan
kejelekan, kecuali (nafsu) seseorang yang mendapatkan
rahmat Tuhanku (QS. Yusuf : 53).

2. NAFSU LAWWAMAH
Yaitu jiwa yang sudah sadar dan mampu melihat
kekurangan-kekurangan diri sendiri, dengan kesadaran
itu ia terdorong untuk meninggalkan perbuatanperbuatan rendah dan selalu berupaya melakukan
sesuatu yang mengantarkan kebahagian yang bernilai
tinggi.


C. SYAHWAT

Syahwat pada diri manusia merupakan kebutuhan


mendasar dan fitrah manusia itu sendiri,

syahwat bersifat alami, tinggal bagaimana sang


penerima syahwat itu mengelolanya dengan baik dan
benar.

D. OTAK
Otak manusia adalah struktur pusat pengaturan
mengkordinir sebagian besar, gerakan, perilaku dan fungsi
tubuh
bertanggung jawab terhadap pengaturan seluruh badan
dan pemikiran manusia. Oleh karena itu terdapat kaitan
erat antara otak dan pemikiran

2.USAHA INDIVIDU (DAN ORANG TUA)





Wahai orang orang yang beriman!peliharalah dirimu dan
keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah
manusia dan batu;penjaganya malaikat-malaikat yang
kasar,dank eras,yang tidak durhaka kepada Allah terhadap
apa yang Dia perintahkan , ( Q.S: 66: 6: memelihara diri)

A. DOA
DOA(DUA) adalah memohon atau meminta pertolongan kepada Allah
SWT.





Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengikuti


langkah-langkah setan.Barang siapa mengikuti langkah setan,maka
sesungguhnya dia (setan) menyuruh perbuatan yang keji dan
mungkar.Kalau bukan karna Allah dan rahmat-Nya kepadamu,niscaya
tidak ada satu orangpun diantara kamu bersih(dari perbuatan keji dan
mungkar itu)selama-lamanya,,tetapi Allah membersihkan siapa yang
Dia kehendaki.Dan Allah maha mendengar,Maha Mengetahui.

B. PEMBIASAAN;
Adat / kebiasaan adalah setiap tindakan dan perbuatan
seseorang yang dilakukan secara berulang-ulang
dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan.
Perbuatan yang telah menjadi adat kebiasaan, tidak
cukup hanya di ulang-ulang saja, tetapi harus disertai
kesukaan dan kecendrungan hati terhadapnya.
Dengan demikian suatu hal yang akan menjadi suatu
adat kebisaan karna keinginan hati dan dilakukannya,
serta di ulang - ulanginya


C.PENDIDIKAN KHUSUS (AGAMA)

Dunia pendidikan, sangat besar sekali pengaruhnya


terhadap perubahan perilaku, dan akhlak seseorang.
Bebagai ilmu diperkenalkan agar siswa memahaminya
dan dapat melakukan suatu perubahan pada dirinya.
Begitu pula apabila, siswa diberi pelajaran AKHLAK,
maka memberi tahu bagaimana seharusnya manusia
itu bertingkah laku, bersikap terhadap sesamanya, dan
pernciptanya(Tuhan).

D. MEMILIH LINGKUNGAN PERGAULAN


Ibnu
Chaldun
telah
menulis
dalam
kitab
pendahuluannya. Maka tubuh yang hidup tumbuhnya
bahkan
hidupnya
tergantung
pada
keadaan
lingkungan yang ia hidup didalamnya.
Kalau lingkungan tidak cocok kepada tubuh, maka
tubuh tersebut akan mati.

3. PENGARUH LINGKUNGAN:
Lingkungan ialah suatu yang melingkupi tubuh yang hidup.
Lingkungan manusia merupakan apa yang melingkunginya dari
negeri, lautan, sungai, udara dan bangsa
Walaupun manusia terpengaruh oleh lingkungan alam atau
lingkungan pergaulan namun dengan akal ia dapat membatasi
dan menentukan lingkungan yang cocok untuknya.

A. ALAM / DUNIA















Ketahuilah,sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan
sendagurau,perhiasan dan saling berbangga diantara kamu serta berlomba dalam
kekayaan dan anak keturunan,seperti hujan yang tanam-tanamannya
mengagumkan para petani;kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat
warnanya kuning kemudian menjadi hancur.Dan di akhirat (nanti) ada azab yang
keras dan ampunan dari Allah serta keridaa-Nya.Dan kehidupan dunia tidak lain
hanyalah kesenangan yang palsu (Qs;57:20: dunia kesenangan palsu)

Jadi dalam terminologi al Quran kehidupan dunia adalah kehidupan


yang mencintai hawaa atau nafsu, dimana kehidupan itu diukur
dengan standard kecintaannya pada materi. Seperti yang
disebutkan dalam ayat tersebut.

B. SYAITHON DAN JIN


Permusuhan iblis kepada manusia terus berlangsung hingga hari kiamat. Semenjak
diusirnya iblis dari jannah, ia bersumpah untuk menyesatkan seluruh anak Adam
dari jalan yang lurus. Iblis dan pengikutnya selalu meningkatkan ketrampilan diri
mereka dalam menggoda manusia. Sumpah iblis ini diabadikan dalam al quran ;



Iblis menjawab:Karena Engkau telah menghukum saya
tersesat,saya
benar-benar
akan
(menghalanghalangi)mereka dari jalan Engkau yang lurus



Kemudian

pasti

aku

mendatangi

mereka

dari

depan,dari

C. PERGAULAN DENGAN MANUSIA LAIN




Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang
yang
dimuka
bumi
ini,niscaya
mereka
akan
menyesatkanmu dari jalan Allah.Mereka tidak lain
hanyalah mengikuti persangkaan belaka dan mereka
tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).( Q.S;6:
116:; kebanyakan manusia menyesatkan)

B. PROSES TERBENTUKNYA AKHLAK


PADA JIWA MANUSIA
Jiwa = nafs
Filosof muslim : jiwa = kesempurnaan awal bagi fisik
yang bersifat alamiah dengan artian manusia dikatakan
sempurna ketika menjadi makhluk yang bertindak.
Ibn hazm : jiwa = mempresentasikan semua hal,
mengatur tubuh, bersifat efektif, rasional, jiwa adalah
letak munculnya berbagai prasaan.

B. PROSES TERBENTUKNYA AKHLAK PADA JIWA


MANUSIA:
1. NILAI TAUHID ADA DALAM QOLBU (Q.S;7: 172);

TERDAPAT ILHAM POTENSI BAIK DAN BURUK (Q.S; 91: 7)

JIWA MERUPAKAN AYAT ALLAH YANG BESAR YANG


SANGAT TEPAT JIKA BERSUMPAH DENGAN NYA

2 . NILAI-NILAI LAIN
(ISLAMI ATAU TIDAK)

OTAK,
MASUK KE INDRA

LALU SEBAGIAN DIARSIPKAN


DI MEMORI;

BAIK

BURUK

3. DUNIA
SYAITHAN
ORANG (LAIN)/
MANUSIA
NAFSU DIRINYA
MENDORONG
SYAHWAT
INGIN
MENOLAK

4.

PERTARUNGAN ANTAR INGIN & TOLAK/IRODAH


YANG BERMACAM-MACAM DENGAN NILAI YANG
DIANUT;

5.
IRODAH
YANG
MENANG
MENERUS/MAPAN/OTOMATIS = AKHLAK

TERUS-

SKEMA PROSES TERBENTUKNYA AKHLAK


DALAM TASAWWUF
NIAT

PRILAKU
KEBIASAAN

AKHLAK

BURUK

BAIK

C. METODA PENINGKATAN AKHLAK MENURUT AL


GHAZALY:

Al Ghazali menolak pendapat akhlak tidak dapat


berubah karena tabiat itu tidak bisa berubah
dengan mengemukakan dua argumen:
1. Alkhuluq adalah bentuk batin sebagaimana al
khalqu adalah bentuk dhahir
2. Mereka mengatakan, kebaikan akhlak itu hanya
melenyapkan syahwat dan emosi.

Al Ghazali membantah dengan mengatakan,

Seandainya akhlak tidak mengalami perubahan,


maka wasiat, nasehat, dan pendidikan tidak berarti
apa-apa. Dan Rasulullah Shallallhu alaihi wa
sallam tidak akan pernah bersabda, Hassin
akhlqakum, perbaikilah akhlak-akhlak kalian.

1. MENGHARAP KERAHMANAN ILAHI (DENGAN CARA


BERDOA)
Allah SWT. berfirman:

Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas


(melakukan dosa) terhadap diri mereka sendiri, janganlah
kamu terputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah
mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah
Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Surah Az
Zumar ayat 53)

imam al-Ghazali berkata,


"Jangan terpesona, terpedaya dan berasa terlalu sedap hati
dan aman dengan nikmat Islam dan nikmat terlepas
daripada kemungkaran, kerana kelurusan di pangkal jalan
tidak semestinya lurus juga di hujung jalan. Ambillah
iktibar daripada kisah-kisah di kalangan golongan 'abidin
dahulu yang dengan tidak semena-mena menjadi sesat di
hujung jalan, lalu ditimpa 'kecelakaan' pada saat terakhir
hayatnya".

Dasar Mujahadah Dan Riyadhoh:


()












Yang artinya:
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari
keridhaan) Kami[32], Kami akan tunjukkan kepada mereka
jalan-jalan kami [33]. Dan sungguh, Allah beserta orangorang yang berbuat baik

2. mUJAHADAH DAN RIYADLOH


Mujahadah (kitab Jamiul Ushul Fil-Auliya, hal 221)
Bahasa berperang
Istilah syara perang melawan musuh-musuh Alloh
Hakikat memerangi nafsu amarah bis-suu mengarahkannya
sesuai dengan aturan syara (agama)
Riyadhoh
bahasa olahraga, latihan
Istilah Latihan Penyempurnaan diri secara terus menerus melalui
zikir dan pendekatan diri yang datangnya dari Allah SWT ditujukan
kepada Hamba-Nya.

3. BERGAUL DENGAN ORANG SHALIH


Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,




Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang
yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan
pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya,
engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun
berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau
pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak
enak. (HR. Bukhari no. 2101, dari Abu Musa)

Al Ghozali rahimahullah mengatakan,


Bersahabat dan bergaul dengan orang-orang yang pelit,
akan mengakibatkan kita tertular pelitnya. Sedangkan
bersahabat dengan orang yang zuhud, membuat kita juga
ikut zuhud dalam masalah dunia. Karena memang asalnya
seseorang akan mencontoh teman dekatnya. (Tuhfatul
Ahwadzi, 7/42)

Sesungguhnya seseorang akan mencocoki kebiasaan sahabat


dekatnya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,





Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh
karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman
karib kalian. (HR. Abu Daud no. 4833, Tirmidzi no. 2378,
Ahmad 2/344, dari Abu Hurairah. Syaikh Al Albani
mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shohihul Jaami
3545).

4. BERCERMIN DARI ORANG YANG BERAKHLAK BURUK


Ketika kita bertemu orang berakhlak buruk......!!!!
Jadikanlah itu cermin bagimu tuk melihat keburukan dalam
dirimu sendiri...Jangan pernah kau menghakimi bahwa
orang tersebut lebih buruk dari mu, karena... sesungguhnya
orang tersebut merupakan refleksi pantulan dari dirimu...
Ibarat bercermin, kita seolah olah sedang melihat diri kita
sendiri..
Jadikanlah hikmah ketika kita bertemu orang yang
akhlaknya buruk bersyukurlah kita telah di perlihatkan
keburukan sehingga kita mampu mencegah keburukan
yang bisa kita perbuat kelak pada orang lain:..

Firman Allah taala yang artinya,


Katakanlah: apakah akan Aku beritakan kepadamu tentang
orang-orang yang lebih buruk kedudukannya di sisi Allah,
yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di
antara mereka ada yang dijadikan kera dan babi dan
penyembah Thagut? Mereka itu lebih buruk tempatnya
dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. (QS Al-Maidah
[5]: 60)

POLA KHUSUS TAHAPAN DALAM TASAWUF


Maqamat berarti kedudukan hamba dalam pandangan Allah berdasarkan apa
yang telah diusahakan, baik melalui riyadhah, ibadah, maupun mujahadah.
Maqamat dalam tasawuf diantaranya :
1. Taubat
.Tahapan awal yang harus dilewati seorang filsuf adalah taubat. Taubat adalah
memohon ampun atas segala dosa yang disertai dengan penyesalan dan
berjanji dengan sungguh-sungguh untuk tidak mengulangi perbuatan dosa
tersebut dan dibarengi dengan melakukan kebajikan yang dianjurkan oleh
Allah.

2. Zuhud
.Zuhud adalah meninggakan dunia dan kehidupan materi. Kehidupan dunia
dipandang hanya sebagai alat untuk tujuan yang hakiki, yaitu dekat kepada
Allah SWT. Zuhud merupakan tahapan pemantapan taubat yang telah dilalui
pada tahapan pertama.

D. METODE PENINGKATAN AKHLAK


MENURUT PENDEKATAN TASAWUF
POLA UMUM TASYAWUF
Terdapat 3 tahap metode peningkatan
berdasarkan pola umunya yaitu :

akhlak

tasawuf

1. Takholly yaitu mengosongkan diri dari akhlak buruk


2. Tahally yaitu mengisi dengan akhlak baik
3. Tajally yaitu tersingkap tabir , terlihat hanya allah yang jadi
motif utamanya

SEKIAN DAN
TERIMAKASIH