Anda di halaman 1dari 21

PANEN DAN PENANGANAN

PASCA PANEN MELATI


(Jasminum officinale (L) W.
Ait.)

KELOMPOK VII
AGROEKOTEKNOLOGI 2

MUHAMMAD SAKTI HARAHAP


130301072
SYAWAL HENDRA PASARIBU
130301119
DEDI SUSANTO R. MANURUNG
130301071
ARWIN SHOLEH
130301078
RIANDI SYAHPUTRA
130301083
MUHAMMAD YUSNAN LUBIS

Melati merupakan tanaman bunga hias berupa


perdu berbatang tegak yang hidup menahun

bagian atau keseluruhannya


dapat dimanfaatkan untuk
menciptakan keindahan,
keasrian, dan kenyamanan
lingkungan di dalam ruang
tertutup dan/atau terbuka

Tanaman Melati
Termasuk kelompok
bunga tabur,
merupakan suatu
kelompok tanaman
florikultura yang
mudah menurun
kualitasnya karena
pengaruh lingkungan
mikro maupun makro
serta perlakuan fisik

Tanaman florikultura
merupakan suatu kelompok
tanaman hortikultura yang
bagian atau keseluruhannya
dapat dimanfaatkan untuk
menciptakan keindahan,
keasrian, dan kenyamanan
lingkungan di dalam ruang
tertutup dan/atau terbuka

Untuk memasuki pasar


internasional diperlukan
produk pertanian yang
bermutu dan berdaya saing
tinggi. Upaya peningkatan
mutu produk tanaman hias
ditempuh melalui penerapan
Good Agricultural
Practices/Standar Operasional
Prosedur (GAP/SOP)

Panen
Kegiatan mengakhiri dari
proses budidaya
tanaman, tetapi
merupakan awal dari
kegiatan pascapanen
untuk pemanfaatan lebih
lanjut.

Tujuan panen yaitu


mengambil dan/atau
memisahkan bagian hasil
atau tanaman secara utuh
serta mengumpulkan dari
lahan atau tanaman atau
tanaman induk lain dengan
cara yang baik dan benar

Panen Melati (Jasminum officinale (L)


W. Ait.)
Prinsipnya adalah upaya memanfaatkan hasil
budidaya dengan cara tertentu sesuai sifat
dan/atau karakter tanaman. Hasil panen
secepat mungkin dilaksanakan perlakuan
pascapanen yang baik seperti dipindahkan ke
tempat yang aman untuk meminimalisasi
terjadinya susut/kerus

iri dan Umur Panen


Ukuran kuntum bunga sudah besar
(maksimal) dan
masih kuncup/setengah mekar
Tanaman melati mulai berbunga pada
umur 7-12
bulan setelah tanam
Panen bunga melati dapat dilakukan
sepanjang
tahun secara berkali-kali sampai umur
tanaman
antara 5-10 tahun
Setiap tahun berbunga tanaman melati

Standar Prosedur Panen


Cukup umur
ukuran kuntum bunga sudah besar (maksimal)
dan masih kuncup (setengah mekar)
Pemetikan bunga Melati dilakukan secara manual.
Jangan gunakan pisau, gunting dan alat bantu
yang tajam lainnya
Pemanenan dilakukan dengan memotong
dahan/tangkai tanaman yang berbunga.
Hindari luka pada tanaman saat memanen.
Lakukan pencatatan setiap tahapan pelaksanaan
panen.

Cara Panen
Tanaman Melati yang masih produktif
biasanya harus
dipanen setiap hari
Buat rencana persiapan panen
Pastikan saat panen tidak sedang hujan
Memetik langsung secara manual bunga
yang sudah
mekar (maksimal) dan masih kuncup
(setengah mekar)
Bunga yang sudah dipanen ke dalam
keranjang
dihamparkan dalam tanah beralas lembar

Data produksi bunga melati di


Indonesia berkisar 1,52 ton/ha/th
pada musim hujan dan 0,7-1 ton/ha/th
pada musim kemarau
(Deputi
Menegeristek, 2015)

Penanganan Pascapanen
Melati (Jasminum officinale
(L) W. Ait.)

Rangkaian kegiatan setelah panen yang


dilakukan dalam
tahapan dan waktu sesingkat mungkin
untuk
menghantarkan produk hortikultura dari
lahan produksi
ke tangan konsumen dalam keadaan segar
dan baik
Penanganan pascapanen bertujuan
meningkatkan
dan/atau mempertahankan sifat-sifat mutu
dari produk

andar Prosedur Pascapanen


Persiapkan rencana pelaksanaan penanganan
pasca
panen
Hubungi petugas yang menangani pasca
panen, kemudian berikan instruksi
penangananan pasca
panen kepada para petugas
Hindari menempatkan bunga Melati yang
selesai
dipanen berada terlalu lama di tempat
terbuka
Bunga Melati yang sudah selesai dipanen

Pertahankan kesegaran bunga Melati


selama proses
berlangsung.
Sortasi dilakukan di rumah pengumpulan
bunga
Melati.
Grading biasanya dilakukan bila bunga
Melati yang
dipanen akan diekspor. Grading dilakukan
berdasarkan
ukuran kuntum.
Pendinginan awal (pre-cooling) dengan
melakukan
perendaman air es. Biasanya dilakukan

Prosedur Kerja Pascapanen


1. Pengumpulan
2. Perompesan
3. Sortasi
4. Grading

Dihamparkan dalam tampah beralas


lembar plastik bersuhu udara dingin
antara 0-5C
Memisahkan atau
membuang bagian produk
yang tidak diinginkan
Kegiatan pemilahan hasil panen yang
baik dari yang rusak atau cacat
Penggolongan atau grading
berdasarkan ukuran kuntum bunga
hanya dilakukan untuk eskpor. Melati
untuk jenis Jasminum sambac untuk
ekspor memiliki standar panjang
kuntum lebih dari 20 mm, diameter
kuntum lebih dari 7,5 mm dengan
berat tiap 100 kuntum lebih dari 15

5. Pendinginan awal (pre-cooling)


Dilakukan dengan memperhatikan sirkulasi udara
atau air yang baik, merata, waktu yang cukup dan
tidak menggunakan bahan yang dapat mencemari
produk
Pemberian warna baru pada bunga
menggunakan zat warna tertentu agar
menjadi lebih beragam warnanya sehingga
penampilan menjadi lebih asri dan
menarik

6. Pewarnaan

7. Pengemasan

Pengemasan Melati dengan menggunakan


plastik sebagai kemasan primer dan
styrofoam kemasan sekundernya. Cara
mengemas (es-melati yang dikemas dengan
plastik-es-melati yang dikemas plastik dan
seterusnya dengan yang paling atas es)

produk pengolahan pascapanen bunga melati adalah


Jasmine Oil.
1. Minyak Melati
Masukan bunga melati segar ke dalam tabung, kemudian alirkan
bahan pelarut (alkohol, ether, chlorofrom, ecetone, lemak murni,
ether minyak bumi) secara berkesinambungan.
Salurkan cairan ekstrak yang mengandung bahan pelarut dan unsurunsur bunga melati ke tabung hampa udara yang dipanaskan
sekedarnya untuk menguapkan bahan pelarut. Uap pelarut diallirkan
kembali ke kondensor agar menjadi cairan.
Tambahkan ethanol ke dalam unsur bunga melati. Unsur bunga melati
biasanya berupa lilin padat (concrete) yang masih mengandung zat
pewarna, damar dan unsur lain yang tidak menguap.
Campurkan minyak tadi dengan alkohol kemudian saring kembali
untuk menghilangkan kandungan damar.
Lakukan penyulingan absolut dengan menggunakan sthlene glycol
penyinaran dengan sinar ultra violet untuk menghilangkan zat
pewarna.

SEKIAN,
TERIMA KASIH