Anda di halaman 1dari 5

Panglima

Fatahillah
Phoebe, Stefanie, Kezia, Naura, Felicia

Latar Belakang
Saat tiba di Pulau Jawa tahun 1525, Fatahillah menyadari
adanya ancaman kehadiran Portugis yang telah difasilitasi
oleh Kerajaan Pajajaran melalui perjanjian Padrao (1522).
Fatahillah berusaha mencegah->harus menaklukkan
sunda kelapa untuk mencapai tujuannya

Strategi Perang
aspek strategi kontinental, menutup semua pintu masuk Portugis ke
Pulau Jawa,
aspek strategi maritimnya dengan menguasai dan mengendalikan semua
pelabuhan-pelabuhan di Pantai Utara Pulau Jawa bagian Barat dalam hal
ini wilayah Sunda Kelapa.
Sebelum menuju Sunda Kelapa Fatahillah menggabungkan kekuatan
dengan Cirebon(maritime) dan Banten(continental)
Fatahillah menggunakan sarana kapal sebagai alat angkut pasukan yang
tidak melewati wilayah darat Kerajaan Pajajaran dan Fathillah juga
menyertakan kapal-kapal niaga agar tidak mencurigakan

Akhir

Fatahillah memberhentikan armadanya di teluk karena 2 situasi :


1. kalah dalam pertempuran di laut terbuka
2.ada badai di perairan terbuka
1 kapal mencoba melewati teluk dan dihabisi oleh Fatahillah
4 kapal lain melewati badai dan tenggelam
Portugis memundurkan pasukannya
22 Juni 1527 nama Sunda Kelapa diganti menjadi Jayakarta atau
Jakarta yang berarti kemenangan yang sempurna.

Sumber
http://harunarcom.blogspot.co.id/2014/02/perlawanan-menentang-kolonialisme-dan.html
http://jurnalmaritim.com/2015/05/strategi-maritim-fatahillah-dalam-merebut-dan-mempertahankan
-sunda-kelapa/