Anda di halaman 1dari 16

MINYAK ATSIRI

MINYAK SIRIH

DISUSUN OLEH :
1.

Ainninditya Noer Ramadhani 116005

2.

Annaztana Ghinna Roselia

116008

3.

Andrea Yogi Prasetyo

116006

4.

Hafiz Atma Sasmita

116025

5.

Hendri Youhan Klinsmantho

116026

6.

Ignasius Siko Eko Nugraha

116027

7.

Lois Ellennia

116030

MINYAK ATSIRI
Minyak atsiri merupakan zat yang memberikan aroma pada
tumbuhan. Minyak atsiri memiliki komponen yang berbedabeda pada tiap tumbuhan dengan karakteristik tertentu.

Minyak atsiri banyak digunakan sebagai bahan pembuatan


parfum, kosmetik, serta bahan tambahan makanan dan obat

Minyak Atsiri adalah zat cair yang mudah menguap


bercampur dengan persenyawa padat yang berbeda dalam hal
komposisi dan titik cairnya, kelarutan dalam pelarut organik
dan keluratan dalam air yang diperoleh dari bagian tanaman,
akar, kulit, batang, daun, buah, biji maupun dari bunga.
Berdasarkan sifat tersebut, minyak atsiri dapat dibuat dengan
beberapa cara, yaitu penyulingan, ekstraksi dengan pelarut
menguap (solvent extraction), ekstraksi dengan lemak dingin
(enfleurasi), ekstraksi dengan lemak panas (maserasi) dan
pengepresan (pressing)

Salah satu tumbuhan penghasil minyak atsiri adalah daun dari


tumbuhan sirih (Piper betle L) suku Piperaceae.

Tumbuhan ini sejak lama sudah dikenal oleh nenek moyang kita
sebagai daun multi khasiat. Daun sirih banyak dipakai oleh penduduk
untuk menyirih atau nginang. Daun sirih dicampur dengan pinang,
kapur, gambir dan kapulaga untuk dikunyah. Kebiasaan nyirih ini
ternyata bisa memperkuat gigi dan menjauhkan mulut dari berbagai
macam penyakit mulut seperti sariawan, gusi pecah, sakit radang
tenggorokan, karies gigi dan juga digunakan sebagai obat keputihan.

Salah satu tumbuhan penghasil minyak atsiri adalah daun dari


tumbuhan sirih (Piper betle L) suku Piperaceae.

Tumbuhan ini sejak lama sudah dikenal oleh nenek moyang kita
sebagai daun multi khasiat. Daun sirih banyak dipakai oleh penduduk
untuk menyirih atau nginang. Daun sirih dicampur dengan pinang,
kapur, gambir dan kapulaga untuk dikunyah. Kebiasaan nyirih ini
ternyata bisa memperkuat gigi dan menjauhkan mulut dari berbagai
macam penyakit mulut seperti sariawan, gusi pecah, sakit radang
tenggorokan, karies gigi dan juga digunakan sebagai obat keputihan.

DAUN SIRIH

1. Klasifikasi Ilmiah
Klasifikasi ilmiah/ taksonomi dari daun sirih adalah sebagai
berikut :

Kingdom : Plantae
Division : Magnoliophyta
: Magnoliopsida
Class
Ordo : Piperales
: Piperaceae
Family
: Piper
Genus
Species : P.Betle

MANFAAT DAUN SIRIH :


Digunakan sebagai antibakteri karena mengandung hidroksi kavikol,
kavibetol, estragol, eugenol, metileugenol, karvakrol, terpinen,
seskuiterpen, fenilpropan dan tanin.

Penggunaan sirih merah dapat digunakan dalam bentuk segar maupun


simplisia. Secara empiris sirih merah dapat menyembuhkan berbagai
jenis penyakit seperti diabetes millitus, hepatitis, batu ginjal,
kolesterol, hipertensi, asam urat, keputihan, obat kumur, maag, radang
mata, nyeri sendi dan memperhalus kulit. Sirih merah banyak
digunakan pada klinik herbal center sebagai ramuan atau terapi bagi
penderita yang tidak dapat disembuhkan dengan obat kimia

KANDUNGAN FARMAKOLOGI

Daun sirih memiliki aroma yang khas yaitu pedas. Sengak dan tajam.

Daun sirih juga mengandung karoten, tiamin, riboflavin, asam nikotinat,


vitamin C, tannin, gula, pati, dan asam amino. Daun sirih yg dikenal
sejak tahun 600 SM ini mengandung anti septik yang dapat membunuh
bakteri sehingga banyak digunakan sebagai anti bakteri dan anti jamur.
Dengan sifat antiseptiknya,sirih sering digunakan untuk menyembuhkan
kaki yg luka dan mengobati pendarahan hidung/ mimisan.

Daun sirih mengandung minyak atsiri dimana komponen utamanya


terdiri atas fenol dan senyawa turunannya seperti kavikal dan cavibetol

PROSES PEMBUATAN
DENGAN DESTILASI
1. Persiapan Bahan Baku : Daun sirih hendaknya dikeringkan terlebih dahulu.
2. Adapun alat dan bahan yang perlu di siapkan :
Bahan : Daun sirih, kalsium klorida anhidrat, natrium klorida, n-heksana,
kloroform, metanol, akuades, dan DPPH.

Alat : seperangkat alat destilasi uap, corong pisah, erlenmeyer, neraca


analitik, gelas ukur, botol tempat minyak atsiri, aluminium foil, rotary
vacuum evaporator, spektrofotometer ultraviolet-tampak, dan seperangkat
alat GC-MS.

Daun sirih yang sudah dipotong-potong sebanyak 10 kg


Masukkan ke dalam dandang yang telah diisi air
Alat destilasi uap kemudian dirangkai dengan merangkaikan pendingin
(kondensor)

Panaskan dandang dan dijaga agar tidak menggunakan temperatur yang


tinggi

Air dialirkan ke kondensor dan dijaga agar air terus mengalir


Jaga temperature dengan es batu sehingga minyak yang menguap
semuanya terembunkan

Pisahkan minyak dan air dengan corong pemisah


Pemisahan sempurna, destilat ditambahkan natrium klorida (NaCl) agar
minyak yang teremulsi terpisah

Pekerjaan ini dilakukan berulang-ulang sampai semua minyak terpisahkan.

10 mL minyak astiri yang diperoleh kemudian dituangkan ke


dalam corong pisah

Ditambahkan 15 mL n-heksana dan dipartisi dengan 15 mL


metanol-air (7:3) secara bertahap, kemudian dikocok.

Diamkan beberapa saat hingga terbentuk dua lapisan yang


terpisah

Lapisan kemudiaan dipisahkan sehingga diperoleh dua fraksi


yaitu fraksi methanol dan fraksi kloroform.

Kemudiaan dipekatkan dengan menggunakan rotary vacuum


evaporator.

Minyak yang diperoleh kemudian digunakan untuk uji antiradical


bebas dan dianalisis senyawanya dengan GC-MS.

PROSES PEMBUATAN
DENGAN EKSTRAKSI
Sebanyak 100 gram daun sirih hijau dikeringkan dengan oven pada
suhu 60oC selama 2 jam.

Bubuk daun sirih hijau diekstrak dengan etanol 80% (etanol 96% yang
telah diencerkan) dengan perbandingan bahan:etanol 1:5,

ekstraksi II menggunakan ampas dari ekstraksi I dan etanol baru


dengan perbandingan 1:4.

Ekstraksi berlangsung selama 1 jam pada suhu 50oC.


Hasil ekstraksi dievaporasi hingga tidak ada etanol yang tersisa.

PRODUK MINYAK SIRIH

TERIMA
KASIH