Anda di halaman 1dari 34

PERENCANAAN BENDUNG DI SUNGAI

C I B ATAR U A

DI SUSUN OLEH:
REISMA ARIESTA
2411131059
BAYRU REZA PAHLAWAN
2411131063
NUR AMALINA ROHMAH 2411131066

BAB I
PENDAHULUAN

BAB II
KOMPILASI DATA

BAB VI
KESIMPULAN
PEMBAHASAN
BAB V
PERHITUNGAN
KONSTRUKSI BENDUNG

BAB III
ANALISIS HIDROLOGI

BAB IV
PERENCANAAN BENDUNG

BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Bendung adalah bangunan air (beserta kelengkapannya) yang
dibangun melintang sungai untuk meninggikan taraf muka air
sehingga dapat dialirkan secara gravitasi ke tempat yang
membutuhkannya.
Fungsi utama dari bendung adalah untuk meninggikan elevasi
muka air dari sungai yang dibendung sehingga air bisa disadap
dan dialirkan ke saluran lewat bangunan pengambilan (intake
structure), dan untuk mengendalikan aliran, angkutan sedimen
dan geometri sungai sehingga air dapat dimanfaatkan secara
MAKSUD DAN TUJUAN: aman, efisien, dan optimal.
Bendung ini sendiri dibuat dengan maksud untuk menjaga debit air ketika curah hujan
meningkat sehingga menyebabkan debit air meningkat (banjir) agar dapat dikontrol
sebelum meluap ke permukiman sekitar sungai.
Bendung bermanfaat mencegah banjir, mengukur debit sungai, memperlambat aliran
sungai sehingga menjadikan sungai lebih mudah dilalui, untuk mengairi irigasi
persawahaan sekitar daerah aliran sungai yang telah direncanakan dan sebagai pembilas
pada berbagai keadaan debit sungai.

PERTIMBANGAN PEMILIHAN LOKASI PROYEK

1.Aspek yang
Mempengaruhi
Lokasi Bendung

7.Luas Daerah
Tangkapan Air

2.Syarat Penentuan
Lokasi Bendung

6.Luas Layanan Irigasi

3.Pertimbangan
Geoteknik

5.Pertimbangan
Regime Sungai
4.Pertimbangan
Hidraulik

BAB II
KOMPILASI DATA

KOMPILASI DATA
Koefisien Pengaliran

Elevasi Sawah Tertinggi

Koefesien pengaliran tergantung dari beberapa


factor antara lain henis tanah, kemiringan, luas dan
bentuk pengaliran sungai.
Koef. Pengaliran

Tinggi mercu bendung dipengaruhi oleh beberapa


faktor

Perhitungan Elevasi Sawah Tertinggi

Kondisi Daerah Pengaliran

()

1.

Elevasi sawah tertinggi

+ 159.200 m

2.

Kehilangan tekan pada alat ukur

0,40 m
0,15 m

Daerah pegunungan berlereng terjal

0.75 - 0.90

Daerah perbukitan

0.7 - 0.80

3.

Kehilangan tekan ketinggian saluran =

Tanah bergelombang dan bersemak-semak

0.5 - 0.75

4.

Kehilangan tekan dari sungai ke saluran primer = 0,20 m

Tanah dataran yang digarap

0.45 - 0.65

5.

Kehilangan tekan karena eksploitasi =

Persawahan irigasi

0.70 - 0.80

6.

Kehilangan tinggi tekan untuk bangunan lain=

Sungai di daerah pegunungan

0.75 - 0.85

Sungai kecil didataran

0.45 - 0.75

Sungai yang besar dengan wilayah pengaliran


lebih dari seperduanya terdiri dari daratan

0.50 - 0.75

Elevasi mercu =

0,10 m
0,25 m +

+ 160.300 m

Luas Sawah yang akan diairi


Penentuan luasan daerah irigasi pada peta situasi sungai
Cibatarua dalam perancangan bangunan air (bendung)
adalah sekitar 2000 Ha.

Data Hidrologi
Data hidrologi yang digunakan dalam penentuan Debit banjir maksimum pada perencanaan bangunan
air ini adalah berasal dari tiga stasiun pengamatan curah hujan selama 15 tahun.
Sta

Sta

Sta

Margasari

Dukuh Waringin

Kalibakung

159

153

138

124

174

182

109

199

202

142

182

130

253

243

125

215

285

129

155

175

159

163

153

181

177

127

165

157

136

128

109

185

127

182

151

156

185

167

129

138

176

125

247

174

189

BAB III
ANALISIS HIDROLOGI

Parameter Jenis Sebaran


Diagram alir
Mulai
Data
Curah
Hujan

Jenis Sebaran

Selesa
i

Syarat

Normal

Cs = 0

Ck = 3

Log Normal

Cs = 0,763

Ck = 3

Log Person III

Cs = 0

Gumbel

Cs < 1.1396

Ck = 1,5Cs + 3
Ck = 3,873
Ck < 5,4002

Hasil Hitungan

Kesimpulan
Tidak memenuhi

Cs = 1,090
Ck = 3,618

Tidak memenuhi
Memenuhi
Memenuhi

Diagram Alir Curah Hujan Rencana


Metode Log Person III

Metode Gumbel

Metode Log Normal

Mulai

Mulai

Mulai

Data
Curah
Hujan

Data
Curah
Hujan

Data
Curah
Hujan

Selesa
i

Selesa
i

Selesa
i

Hasil Perhitungan Curah Hujan Rencana


Metode Gumbel

Metode Log Pearson III

Hasil Perhitungan Curah Hujan Rencana


Metode Log Normal

Perhitungan Debit Rencana(Nakayasu)


Diagram Alir
Mulai

L,A,

= 473.0278 m3/detik
= 501.6669 m3/detik

= 528.7667 m3/detik

Selesa
i

Perhitungan Debit Rencana(Hasper)


Diagram Alir
Mulai
A,I,L

= (0,60130)( 0,84257)(
= 264.99423 m3/detik

= (0,60130)( 0,84257)(
= 280,66423 m3/detik

= (0,60130)( 0,84257)(
= 296,21962 m3/detik

Selesa
i

BAB IV
PERENCANAAN BENDUNG

Pengertian Bendung
Pengertian
Bendung adalah bangunan melintang sungai yang berfungsi meninggikan muka air sungai agar bisa di
sadap. Bendung merupakan salah satu dari bagian bangunan utama. Bangunan utama adalah bangunan
air (hydraulic structure) yang terdiri dari bagian-bagian: Bendung (weir structure), bangunan pengelak
(diversion structure), bangunan pengambilan (intake structure), bangunan pembilas (flushing structure),
dan bangunan kantong lumpur (sediment trapstructure).

Klasifikasi

Berdasarkan
Fungsinya:
a. Bendung penyadap
b. Bendung
pembagi
banjir
c. Bendung
penahan
pasang

BerdasarkanTipe Strukturnya:
a. Bendung Tetap

b. Bendung Bergerak

Berdasarkan
segi
sifatnya:
a. Bendung permanen
b. Bendung
semi
permanen
c. Bendung darurat

Perlengkapan Bendung
1. Tubuh Bendung

2.

Bangunan intake

3.

4.
a.
b.
c.
d.

Bangunan Pembilas

Bangunan pelengkap:
Bangunan-bangunan atau
perlengkapan yang akan
ditambahkan ke bangunan utama
diperlukan keperluan :
Bangunan Pengelak dan Peredam 1)Pengukuran debit dan muka air
di sungai maupun di saluran;
Energi
Ruang Olak Tipe Vlughter;
2)Rumah untuk opreasi pintu;
Ruang Olak Tipe Schoklitsch;
3)Peralatan komunikasi;
Ruang Olak Tipe USBR;
4)Jembatan di atas bending;
Ruang Olak Tipe Bucket.
5)Instalasi tenaga air mikro atau
mini;
6)Bangunan tangga ikan (fish
ladder).

Penentuan Elevasi Mercu Bendung


1. Tinggi Bendung
Elevasi sawah tertinggi

159.200

Kehilangan tinggi tekan pada alat ukur

0.40

Kehilangan tinggi tekan ketinggian saluran

0.15

primer

0.20

Kehilangan tinggi tekan karena eksploitasi

0.10

Kehilangan tinggi tekan untuk bangunan lain

0.25

Elevasi peil mercu

160.30

157.80

Kehilangan tinggi tekan dari sungai ke saluran

2.

Elevasi dasar bendung


Kemiringan sungai rata-rata

Maka Tinggi Bendung :


P=Elevasi peil mercu-Elevasi dasar bendung
P=160,3-157,8
P=2,5m

Penentuan Elevasi Mercu Bendung


3. Tinggi muka air
disungai
a.
Rumus-rumus yang digunakan

CHEZY:

BASIN

Penampang sungai

Penentuan Elevasi Mercu Bendung


3

2.5

Tinggi Muka Air(h) m

1.5

0.5

0
0.000

500.000

1000.000

Debit (Q) m3/det


Grafik Lengkung Debit Sebelum ada Bendung

1500.000

Penentuan Lebar Bendung


Diketahui:

Be = B 2 (n.Kp + Ka) He
Harga Koefisien Kontraksi
Kp

Pilar
Berujung segiempat dengan ujung yang dibulatkan dengan r
0,1 t
Berujung bulat

0,002
0,01

Berujung runcing

0,00

Pangkal Tembok

Ka

Segiempat bersudut 90 kearah aliran

0,20

Bulat bersudut 90o kearah aliran dengan 0,5 He > r > 0,15 He

0,10

Bulat bersudut 45okearah aliran dengan r > 0,5 He

0,00

=2 buah

=1,6 m

Kp

=0,01(ujung pilar bulat)

Ka

=0(bulat bersudut 45 ke arah aliran)

=2,2

Penyelesaian:

Mencari lebar efektif bendung


B

=Bt-t
=93-2 x 1,6
=89,8 m

Be

=B-2(n.Kp+Ka)He
=89,8-2(2 x 0,01 0)He
=89,7228 m

Penentuan Tinggi Muka Air Banjir Diatas Mercu


Bendung

Mencari He dengan trial error menggunakan persamaan:


Qd

= C x Be x He

528,7667

= 2,2 x (89,8-0,04 He) He1,5

528,7667

= (197,56-0,088He) He

528,7667

= 197,56 He1,5 -0,088 He2,5

Dicoba He

= 1,93 m

1,5

528,7667529,2507 (mendekati)

Mencari debit persatuan lebar


=
= 5.893 m3/detik

1,5

Mencari kecepatan diudik


= 1,33 m/detik
Ha =
=
= 0,0902 m
Hd = He-Ha
= 1,93 0,0902 m
= 1,84 m

Penentuan Tinggi Muka Air Banjir Diatas Mercu


Bendung

Mencari He dengan trial error menggunakan persamaan:


Qd

= C x Be x He

528,7667

= 2,2 x (89,8-0,04 He) He1,5

528,7667

= (197,56-0,088He) He

528,7667

= 197,56 He1,5 -0,088 He2,5

Dicoba He

= 1,93 m

1,5

528,7667529,2507 (mendekati)

Mencari debit persatuan lebar


=
= 5.893 m3/detik

1,5

Mencari kecepatan diudik


= 1,33 m/detik
Ha =
=
= 0,0902 m
Hc =
=
=1,52 m
Hd = He-Ha
= 1,93 0,0902 m
= 1,84 m

Kolam Olak Tipe Vlughter


Diketahui :Qd

= 528.77 m3/detik
Be

= 89.7228 m

= 2.5 m

He

= 1.93m

Elevasi dasar hilir = +155.227


Elevasi mercu bendung = +160.300

Penyelesaian :
Z=Elevasi mercu+He-Elevasi hilir bendung
=160,3+1,93-158,8
=3,43 m

Z/He =3,43/1,93
=1,7772021 > 4/3

D = L= R = He + 1,1 Z
=1,93+1,1(3,43)
= 5,073 m

a = 0,15 He
= 0,15 x 1,93
= 0,2171602 m

Rencana Pintu Pemasukan/Pengambilan


Diketahui
A

= 3000 ha
C

= 0.8 liter/detik/ha

= 0.91 liter/detik/ha

Asumsi

Sehingga :

pengaliran lewat di ambang lebar.

Q = 0,385**b*h*
Ambil b=h Q = 0,385*0,55*h2,5*
2,184 =0,938* h2,5
h = 1,402 m

: air yang masuk saluran lewat pintu pengambilan dianggap

sebagai

ada sebab karena ada peristiwa kontraksi = koefesien kontraksi besarnya antara 0,3
0,9.

Untuk menentukan tinggi ambang diasumsikan bahwa muka air sungai diambil

10 cm dibawah mercu bendung .

Elevasi ambang

Tinggi ambang

Rencana Pintu Pemasukan/Pengambilan

Elevasi Muka Air pada Pintu Bilas dan


Undersluice

Pintu Bilas
Bn= b+2 (2*

h = h2 +Hd

= 89.8 +2 (2 *

= 2.5 + 1.84

= 93 m

= 4.34 m

Perhitungan h

= 9.3 m

Perhitungan Tekanan Akibat air

P1 = *w*h1*(h+(h h1))
= *1*0.3*[4.34 + (4.34 0.3)] = 1.257 t/m

h1 = tinggi tiap balok = 30 cm =0,3 m

P2 = *(e - w) [h3 + (h3 h1)]

h2 = tinggi mercu (P) = 2,5 m


h3 = tinggi ambang = 0,9 m

Perhitungan Tekanan Akibat lumpur :

= *(1.6 1)*[0.9 + (0.9 0.3)] = 0.45 t/m

Perhitungan Tekanan Total


P = P1 + P2
= 1.257 + 0.45
= 1.707 t/m

Pintu Bilas

M = 1/8 * P * L2

=0,05 b2 < 0,014

= 1/8*1,707*9,32

=b2 < 0,284

= 18,45 tm

=b < 0,53 m

W = 1/6 * h1 * b2

=b < 53 cm

= 0,05 * b2

Ambil b =53 cm

= 0,05 *(b)2
Dipakai kayu jati

Jadi dimensi balok bagian pintu bilas 53/30 dengan lebar 9.3 m.
utt = lt = 130 kg/cm3

Breakwater

So = kemeringan rata-rata sungai = 0,006

Q = 528,77 m3/dt

Yn = 1,6 m

Ym = (2,5 + 1,84) = 4,34 m

b = 53 cm

g = 9,81 m3/dt

Panjang
breakwater curve dihitung secara pendekatan

L =2* = 2* = 913,3 m

Gambar Desain Hidrolis Bendung

BAB V
PERHITUNGAN KONSTRUKSI
BENDUNG

Gambar Desain Hidrolis Bendung