Anda di halaman 1dari 17

Hubungan Infeksi Saluran

Pernapasan Akut (ISPA)


dengan Status Gizi
pada Balita

Nurul Fitriyah

Latar Belakang
Masalah gizi kurang dan gizi buruk pada
anak balita masih menjadi masalah gizi
utama.
Secara langsung : asupan yang kurang
dan tingginya penyakit infeksi.
Berkaitan dengan sanitasi lingkungan
dan pelayanan kesehatan yang tidak
memadai, gangguan akses makanan,
perawatan ibu yang tidak adekuat serta
kurangnya pengetahuan ibu tentang cara
pemberian makanan yang baik untuk
anak usia penyapihan (WHO, 1998).

STATUS PASIEN
2.1 IDENTITAS PASIEN
Nama
Jenis Kelamin
Umur
Alamat
Tanggal masuk
Tanggal keluar

: By. Jianling
: Perempuan
: 5 bulan
: Mentuda
: 19 Agust 2014
: 20 Agust 2014

Keluhan Utama
: Batuk
Riwayat Penyakit Sekarang
:
Batuk berdahak sudah seminggu Tenggorokan sakit
Demam juga sudah seminggu tidak terlalu tinggi.
Keluhan berulang dan kambuh-kambuhan. Setelah
minum obat dari Puskesmas, keluhan dirasakan
membaik. Namun beberapa minggu kemudian, keluhan
tersebut seringkali muncul. Keluhan ini kambuh hampir
setiap bulan.
Pasien diberi susu SGM, asi hanya diberi pada selama 2
minggu awal kehidupan.
BB pasien cenderung tetap.
Ibu pasien sudah tidak pernah membawa anaknya ke
Posyandu Balita.

Riwayat Penyakit Dahulu


Riwayat penyakit
: Pasien sering menderita keluhan demam,
batuk dan pilek, kambuh-kambuhan.
Riwayat mondok
: disangkal
Riwayat alergi obat/makanan
: disangkal
Riwayat Penyakit Keluarga
Keluarga tidak ada yang menderita keluhan yang sama dengan
pasien.
Riwayat Kehamilan
tidak pernah ada masalah kehamilan, ANC tidak teratur, konsumsi
obat-obatan saat kehamilan (-)
Riwayat Persalinan
lahir spontan dengan dukun, 9 bulan, berat badan lahir 2,3 kg, tidak
terdapat kelainan atau cacat semenjak lahir.
Riwayat imunisasi
Hepatitis B, Polio
Riwayat makanan
ASI (+) hingga usia 2 minggu, setelah itu diberi susu SGM sampai
sekarang. Makanan tambahan (-)

Pemeriksaan Fisik
Kesadaran
: Kompos Mentis
Vital Sign
: HR : 146x/m t : 370C RR : 35x/m

Status Umum
Leher
: Pembesaran limfonodi (-), JVP meningkat.
Thorax
: Sim (+), KG (-), retraksi (-) rh +/+, wh -/Abdomen : Sim (+), distensi (-), BU (+) N, supel (+),
timpani (+)
Ekstremitas: Deformitas (-), edema (-), sianosis (-), akral
hangat (+)
Intergumen: Turgor (+) baik, ikterik (-), sianosis (-)
Kepala
: Konjunctiva anemis (-), sklera ikterik (-),
sianosis (-), nafas cuping hidung (+)

Status gizi
BB
Umur
TB

: 3,9 kg
: 5 bulan
: 60 cm

Z Score
Length for age -2 SD (stunted/pendek)
Weight for age <-3 SD (severely
underweight/gizi buruk)
Weight for lenght <-3 SD (severely
wasted/sangat kurus)

Diagnosis
Gizi Buruk dengan ISPA
Terapi
Inf D10% 10 tpm
Inj ampicilin 4x100 mg (skin tes)
Paracetamol syr3x1/2 C
Ambroxol
Salbutamol
Dexametason
3x1 pulv

TINJAUAN PUSTAKA
Definisi ISPA
Infeksi

Saluran
pernafasan

Akut

Status
Imunisasi

Jenis
Kelamin

Status ASI
Eksklusif

Umur

FAKTOR

Kepadatan
Hunian
Ventilasi

Pencemar
an Udara

Berat
Badan
Lahir

Status Gizi
Tingkat keseimbangan antara konsumsi
dan penyerapan zat gizi dan penggunaan
zat-zat gizi tersebut, atau keadaan
fisiologik akibat dari tersedianya zat gizi
dalam seluler tubuh (Supariasa,
2002)

Secara umum, status gizi dapat


dikatakan sebagai fungsi
kesenjangan gizi, yaitu selisih
antara konsumsi zat gizi dengan
kebutuhan zat gizi tersebut

Penilaian Status Gizi

Penilaian Status Gizi berdasarkan Indeks BB/U,TB/U, BB/TB


Standart Baku Antropometeri WHO-NCHS

No
1

Indeks yang dipakai


BB/U

TB/U

BB/TB

Sumber : Depkes RI 2004.

Batas Pengelompokan

Sebutan Status Gizi

< -3 SD

Gizi buruk

- 3 s/d <-2 SD

Gizi kurang

- 2 s/d +2 SD

Gizi baik

> +2 SD

Gizi lebih

< -3 SD

Sangat Pendek

- 3 s/d <-2 SD

Pendek

- 2 s/d +2 SD

Normal

> +2 SD

Tinggi

< -3 SD

Sangat Kurus

- 3 s/d <-2 SD

Kurus

- 2 s/d +2 SD

Normal

> +2 SD

Gemuk

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi

Hubungan Infeksi Saluran Pernapasan Akut


(ISPA) dengan Status Gizi
pada Balita

Keadaan gizi yang buruk muncul sebagai faktor resiko yang penting
untuk terjadinya ISPA.
Dalam keadaan gizi yang baik, tubuh mempunyai cukup
kemampuan untuk mempertahankan diri terhadap penyakit infeksi.
Jika keadaan gizi menjadi buruk maka reaksi kekebalan tubuh akan
menurun yang berarti kemampuan tubuh mempertahankan diri
terhadap serangan infeksi menjadi turun.
Oleh karena itu, setiap bentuk gangguan gizi sekalipun dengan
gejala defisiensi yang ringan merupakan pertanda awal dari
terganggunya kekebalan tubuh terhadap penyakit infeksi.
Penelitian yang dilakukan di berbagai negara menunjukkan bahwa
kematian bayi akan menjadi lebih tinggi jika jumlah penderita gizi
buruk meningkat.

Gizi yang buruk mengakibatkan terjadinya gangguan


terhadap produksi zat antibodi di dalam tubuh.
Penurunan zat antibodi akan mengakibatkan mudahnya
bibit penyakit masuk ke dalam dinding usus. Dinding
usus dapat mengalami kemunduran dan dapat juga
mengganggu produksi berbagai enzim untuk
pencernaan makanan.
Makanan tidak dapat dicerna dengan baik berarti
penyerapan zat gizi akan mengalami gangguan,
sehingga dapat memperburuk keadaan gizi

10 Langkah Tatalaksana Anak Gizi Buruk