Anda di halaman 1dari 12

JOURNAL READING

Glucose Levels and Risk of


Dementia
Paul K. Crane, M.D., M.P.H., Rod Walker, M.S., Rebecca A. Hubbard, Ph.D.,
Ge Li, M.D., Ph.D., David M. Nathan, M.D., Hui Zheng, Ph.D.,
Sebastien Haneuse, Ph.D., Suzanne Craft, Ph.D., Thomas J. Montine, M.D., Ph.D.,
Steven E. Kahn, M.B., Ch.B., Wayne McCormick, M.D., M.P.H.,
Susan M. McCurry, Ph.D., James D. Bowen, M.D., and Eric B. Larson, M.D., M.P.H.
The New England Journal of Medicine
N ENGL J MED 369;6 NEJM.ORG AUGUST 8, 2013
downloaded on August 25, 2013.

YEVI NABILA
2009730119

dr.Susanto,SpS

KEPANITERAAN KLINIK SARAF


RSUD CIANJUR
10 September 2013

LATAR BELAKANG
Demensia telah menjadi ancaman utama
bagi kesehatan masyarakat
Diabetes merupakan faktor risiko
demensia.
Apakah kadar glukosa lebih tinggi
meningkatkan risiko demensia pada orang
tanpa diabetes?
Menguji hipotesis bahwa kadar glukosa
terkait dengan risiko demensia?

METODE
Dipilih secara acak oleh Group
Health Cooperative di Washington
State.
Peserta diundang untuk kembali pada
interval 2 tahun untuk tujuan
mengidentifikasi kasus insiden demensia

Telah terdaftar selama minimal


5 tahun sebelum awal
penelitian
Minimal 5 pengukuran glukosa
atau hemoglobin terglikosilasi
(diukur sebagai HbA1c atau
sebagai jumlah hemoglobin
terglikasi) selama 2 tahun atau
lebih sebelum masuk penelitian

IDENTIFIKASI DEMENTIA
Peserta penelitian dinilai untuk demensia setiap 2
tahun dengan Cognitive Abilities Screening
Instrument.
Skor berkisar 0 sampai 100
Skor yang tinggi : kognitif functional baik
Skor 85 atau kurang : evaluasi psikometri
Diagnosa dementia dan kemungkinan Alzheimer
disease ditegakkan atas dasar kriteria penelitian

FAKTOR RESIKO KADAR


GLUKOSA
GDP, GDS, HbA1c
Rumus : HbA1c = ( 0,6
jumlah terglikasi
hemoglobin ) + 1.7
Rumus rata-rata harian
glukosa = ( 28,7 HbA1c ) 46.7

FAKTOR RESIKO

ANALISIS STATISTIK

HASIL
Selama follow up 6,8 tahun, demensia dikembangkan pada 524 peserta (74
diabetes dan 450 non diabetes)
Hasil menunjukkan bahwa kadar glukosa yang lebih tinggi
dapat menjadi faktor risiko demensia, bahkan di antara
orang-orang tanpa diabetes.
Peserta tanpa diabetes, rata-rata kadar glukosa dalam 5 tahun sebelumnya
yang terkait dengan peningkatan risiko demensia (P = 0,01), dengan tingkat
glukosa 115 mg per desiliter (6,4 mmol per liter) dibandingkan dengan 100
mg per desiliter (5,5 mmol per liter), rasio hazard untuk demensia adalah
1,18 (95% confidence interval [CI], 1,04-1,33).
Peserta dengan diabetes, kadar glukosa rata-rata yang lebih tinggi juga
terkait dengan peningkatan risiko demensia (P = 0,002), dengan tingkat
glukosa 190 mg per desiliter (10,5 mmol per liter) dibandingkan dengan
160 mg per desiliter (8,9 mmol per liter), rasio hazard adalah 1,40 (95% CI,

PEMBAHASAN