Anda di halaman 1dari 28

+

TRAUMA VASKULAR
OLEH :
HAYATUN NUFUS
PEMBIMBING : DR. SUHARDI, SP. BTKV

Pendahuluan

Trauma telah menjadi masalah


kesehatan masyarakat di
berbagai belahan dunia.
Sebagian besar cedera ini
disebabkan oleh penetrasi
seperti tusukan, tembakan dan
kecelakaan lalu lintas.
Trauma tumpul vaskular
dikaitkan dengan peningkatan
tindakan amputasi.
Diagnosis trauma vaskular
tumpul sering tertunda

trauma tumpul sering


menyebabkan fraktur dan
kerusakan soft tissue
trauma tembus lebih sering
terjadi di USA dibandingkan
Eropa
Mashoub, et.al 2013

+
Trauma Vascular
Trauma adalah penyebab utama
kematian
selama
tiga
dekade
pertama kehidupan.
Trauma
Vascular
menyebabkan
banyak kematian ini dan sering
mengakibatkan kecacatan. Cedera
pembuluh
darah
utama
yang
dihadapi dalam praktek sipil, luka
tusuk dan luka tembak.

Mekanisme cedera dibagi menjadi


penetrasi atau jenis tumpul .
Setelah trauma tumpul, cedera
jaringan diproduksi oleh kompresi
lokal atau perlambatan cepat .
Dalam menembus trauma , cedera
terjadi akibat penghancuran dan
pemisahan jaringan di sepanjang
jalur objek penetrasi .

+Penyebab Trauma Vascular:


1.Trauma Penetrasi (Gun
Shot)
2.Trauma tusukan/robekan,
benda tajam
3.Trauma tumpul

Lokasi yg sering terkena:


1.Extremitas
2.Abdomen
3.Thorak
4.Servikal

Tipe dari kerusakan vacular


Tipe Trauma

Gejala Klinis

Laserasi parsial

pulsasi menurun, hematoma,


perdarahan

Transeksi Distal

hilangnya pulsasi distal, iskemia

Kontusio

pemeriksaan awal dapat normal


dan dapat progresif menjadi
trombosis

Kompresi eksternal

Pulsasi menurun, dan pulsasi


dapat menjadi normal jika
fraktur diluruskan

Evaluasi & tanda dari trauma


vascular
Hard sign
a.Hilangnya Pulsasi dibagian
distal
b.Perdarahan yang aktif
c.Hematom yang meluas
d.Bruit / thril yg dijumpai
post trauma
e.6 P pada vascular injury
yaitu :
Pulselessness
Palor (kebiruan)
Pain (nyeri)
Poikilothermia (dingin)
Paresthesia
Paralisis

Soft sign
a.Berkurangnya pulsasi
distal
b.Ada trauma dekat lokasi
pembuluh darah besar (1-5
cm)
c.Ada riwayat perdarahan
sedang
d.Hematoma yang tidak
meluas
e.Adanya defisit neurologik

Komplikasi dari trauma pd


vascular
Ischemia
Shock

distal dengan complete thrombosis

hemorrhage

Compartment
Distal

syndrome

Embolisms

Artery/vein

insufficiency

Efek lanjut dari trauma vascular


adalah :

Terjadinya ischemia pd bagian distal dari


tempat trauma. Bila pd otot terjadi
prolong ischemia tanpa colateral flow
nekrosis
otot
rhadomyolisis

pelepasan kalium dan myoglobin dalam


sirkulasi acute renal failure

Pemeriksaan penunjang
untuk diagnosa
1. .Arteriografi
2.Dopler derivea Ankle-Brachial
index(ABI)
3.Dopler arterial presure index
(API)
4.Rontgen foto
5.CT-scan angiografi
6.M.R.I (magnetik resonance
imaging)

Pemeriksaan 1-3 terutama


utk trauma pd extremitas.

Dopler dilakukan pd bagian


distal trauma & dibandingkan
dgn sisi yg sehat.

+Traumavascularpadaextremitas
Umumnyadisertaifrakturataudislokasi
Bisaterjadiischemiadistaldaritrauma,danbisa

diikutidgnnecrosisdanberakhirdgnamputasi

Dislokasipdsendigenuebisadiikutidgntrauma

pda.poplitea

Pemeriksaan

arteriografi sangat mendukung


diagnosa dan kemungkinan komplikasi trauma
vaskulerpdextremitas

Penanganantraumavascularsecara
umum:
Kontrolperdarahandapatdgn:

Kompresi
Ligasi
Tidakdianjurkanpenggunaan

torniquet(dapatmerusaksistem
kolateralyangikutterbendung)
Rekontruksipembuluhdarah
Manajemenluka
Observasiketatpadadaerahtrauma

+ Score yg dapat membantu perlu /


tidaknya diamputasipada extremitas
dengan : mangled extremity severity
score (mess)
Diagnosis

Point

1.Skeletal/softtissueinjuri
a).Lowenergy(simplefracture)

b).Mediumenergy(open/

multiplefracture)
c).Highenergy/shotgun
Rushinjuri)

+2.Limbischemia
a.Pulse,perfusi(n) 1
b.Pulseles,paresthesia

c.Dingin,sensasi(-),paralisis

Pada score ini harus dikalikan 2 bila ischemia > 6 jam


3.Shock
a.TDsistoleselalu>90mmHg 0
b.Hypotensiringan/sesaat

c.Hypotensiygmenetap

4.Usia
a.<30th

b.3050th

c.>50th

Bila didapat score yg lebih dari 7 disarankan untuk amputasi

LAPORAN
KASUS

IDENTITAS

Nama

: Ryco Putra Perdana

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Umur

Alamat

: Lam Jame, Banda Aceh

Agama

: Islam

No CM

: 1-09-22-10

Tanggal Masuk

: 31 Mei 2016

Tanggal Pemeriksaan: 8 Juni 2016

: 11 Tahun

ANNAMNESIS

Keluhan Utama
dada kanan

: Terkena senapan angin di

Riwayat Penyakit Sekarang :

Pasien datang dengan keluhan terkena senapan angin


di dada kanan pasien pada pukul 15.00 wib pasien
datang ke rumah sakit pukul 20.00. Hal ini dialami os
saat sedang bermain bersama temannya. Riwayat
penurunan kesadaran dalam (-), riwayat mual dan
muntah (-), sesak (-),

+ Riwayat Penyakit Dahulu

Pasien sebelumnya belum pernah mengalami hal


seperti ini.

Riwayat Penyakit Keluarga

Tidak ada anggota keluarga yang memiliki riwayat


penyakit yang sama dengan pasien.

Riwayat Penggunaan Obat

Pasien merupakan rujukan dari RSU Meuraxa sebelum


dibawa ke RSUDZA dan belum mendapatkan
pengobatan disana.

PEMERIKSAAN FISIK

Status Generalis

Keadaan Umum

: Baik

Kesadaran

: Compos mentis

Tekanan darah

: 120/80 mmHg

Frekuensi Nadi

: 78 kali/menit

Frekuensi Pernapasan

: 20 kali/menit

Temperatur

: 36,3C

+ KEPALA

Rambut

: Distribusi merata, tidak terdapat jejas

Wajah

: Simetris, edema (-/-), deformitas (-/-)

Mata : Konjungtiva pucat (-/-), sklera ikterik (-/-), perdarahan Sklera


(-/-)

Refleks cahaya langsung (+/+), Refleks cahaya tidak langsung ( +/+),


Pupil isokor 3 mm / 3 mm, diplopia (-)

Telinga

: Normotia, serumen (-/-)

Hidung

: Napas cuping hidung (-),sekret (-/-)

Mulut

: Bibir pucat (-), mukosa basah (+), sianosis (-)

Lidah

: Tremor (-), hiperemis (-)

LEHER

c. Leher

Inspeksi
: Simetris, tidak tampak pergeseran
trakea, jvp tidak meinngkat

Palpasi
(-)

: Pembesaran kelenjar getah bening

THORAX
Inspeksi : Gerakan dinding dada simetris baik statis
maupun dinamis
Palpasi : pergerakan dinding dada simetris , stem
fremitus normal kiri dan kanan
Perkusi : sonor pada kedua lapangan paru
Auskultasi : suara paru vesukuler, tidak ditemukan
adanya whezing dan ronki pada kedua paru

+ JANTUNG

Inspeksi
trill

: Tidak dijumpai adanya kelainan, tidak tampak

Palpasi
: Ictus cordis teraba di ICS V linea midklavikularis
sinistra 2 jari ke lateral

Perkusi

Atas : ICS III sinistra

Kiri

: Linea midklavikularis sinistra 2 jari ke lateral

Kanan

: Linea parasternal dextra 1 jari ke arah lateral

Auskultasi
gallop (-)

: BJ I > BJ II, bunyi tunggal, regular, murmur (-),

Aksila

: Pembesaran KGB (-)

f. Abdomen

Inspeksi

: Simetris, distensi (-), tumor (-), vena collateral (-)

Palpasi

: Nyeri tekan (-), defans muscular (-)

Hepar

: Tidak teraba

Lien : Tidak teraba

Ginjal

: Ballotement (-/-), Nyeri ketok costovertebrae (-/-)

Perkusi

: Timpani, shifting dullness (-)

Auskultasi

: Peristaltik usus normal

Status lokalis
Regio Thoracalis
Look: luka tertutup verban
Feel : nyeri ringan
Move : pergerakan dinding dada
simetris

LABORATORIUM

Hemoglobin 12,3 gr/dL

Hematokrit 39 %

Eritrosit 5.2 106/mm3

Leukosit 19,2 103/mm3

Trombosit 372 103/mm3

Natrium 143 mmol/L

Kalium 3,6 mmol/L

GDS 125 mg/dL

Ureum 19 mg/dL

Kreatinin 0,49 mg/dL

Terima Kasih