Anda di halaman 1dari 76

PROSES LAKTASI DAN

MENYUSUI
Created By :
Citra Sari Dewi
Chintia Anggraeni
Dais Nurul Wahidah
Desyana Eka Mahesti
Diah Rohmatullailah
Efi Kurniawati
Elizabet
Fithriyatul Jamillah

Anatomi dan Fisiologi


Payudara

Anatomi
1. Korpus
Korpus dari alveolus adalah sel Aciner, jaringan lemak, sel plasma, sel otot
polos dan pembuluh darah. Alveolus, yaitu unit terkecil yang memproduksi
susu. Bagian Lobulus, yaitu kumpulan dari alveolus. Lobus, yaitu beberapa
lobulus yang berkumpul menjadi 15-20 lobus pada tiap payudara
2. Kalang Payudara ( Areola Mammae )
Letaknya

mengelilingi

putting

susu

dan

berwarna

kegelapan

yang

disebabkan oleh penipisan dan penimbunan pigmen pada kulitnya. Pada


wanita yang corak kulitnya kuning langsat akan berwarna jingga kemerahan,
bila kulitnya kehitaman maka warnanya lebih gelap. Pada daerah ini akan
didapatkan

kelenjar

keringat,

kelenjar

lemak

dari

montgomery

yang

membentuk tuberkel dan akan membesar selama kehamilan. Kelenjar lemak


ini akan menghasilkan suatu bahan dan dapat melicinkan kalang payudara

3. Papilla ( Putting Susu).


Pada tempat ini terdapat lubang lubang kecil yang merupakan
muara dari duktus laktiferus, ujung ujung serat saraf, pembuluh
darah, pembuluh getah bening, serat serat otot polos yang tersusun
secara sirkuler sehingga bila ada kontraksi maka duktus laktiferus
akan memadat dan menyebabkan putting susu ereksi, sedangkan
serat serat otot yang longitudinal akan menarik kembali putting
susu tersebut.
Bentuk puting ada empat, yaitu bentuk yang normal, pendek/ datar,
panjang dan terbenam (inverted).

Fisiologi Payudara
Payudara mengalami tiga perubahan yang dipengaruhi hormon.
1. Perubahan pertama ialah mulai dari masa hidup anak melalui masa pubertas,
masa fertilitas, sampai ke klimakterium dan menopause.
2. Perubahan kedua adalah perubahan sesuai dengan daur menstruasi. Sekitar
hari kedelapan menstruasi payudara jadi lebih besar dan pada beberapa hari
sebelum menstruasi berikutnya terjadi pembesaran maksimal.
3. Perubahan ketiga terjadi waktu hamil dan menyusui. Pada kehamilan
payudara menjadi besar karena epitel duktus lobul dan duktus alveolus
berproliferasi, dan tumbuh duktus baru. Sekresi hormon prolaktin dari
hipofisis anterior memicu laktasi. Air susu diproduksi oleh sel-sel alveolus,
mengisi asinus, kemudian dikeluarkan melalui duktus ke puting susu.

Proses Laktasi
Laktasi adalah proses produksi, sekresi, dan pengeluaran ASI
Hormon yang Berperan dalam Proses Laktasi
Progesteron
Estrogen
Follicle stimulating hormone (FSH)
Luteinizing hormone (LH)
Prolaktin
Oksitosin
Human Placental Lactogen (HPL)

Proses Laktasi
Proses pembentukan Laktogen :
1. Laktogenesis 1
Merupakan

fase

penambahan

dan

pembesaran lobulus-alveolus.

Terjadi

pada

fase

terakhir kehamilan. Pada fase ini, payudara memproduksi kolostrum, yaitu berupa cairan kental
kekuningan dan tingkat progesteron tinggi
2. Laktogenesis 2
Pengeluaran plasenta saat melahirkan menyebabkan

menurunnya

kadar hormon

progesteron,

estrogen dan HPL. Akan tetapi kadar hormon prolaktin tetap tinggi. Hal ini menyebabkan produksi
ASI besar-besaran.
3. Laktogenesis 3
Sistem kontrol hormon endokrin mengatur produksi ASI selama kehmilan dan beberapa hari
pertama setelah melahirkan. Ketika produksi ASI mulai stabil, sistem kontrol autokrin dimulai.
Pada tahap ini, apabila ASI banyak dikeluarkan, payudara akan memproduksi ASI banyak.

Fisiologi Laktasi
1. Produksi ASI ( Prolaktin )
Selama kehamilan hormon prolaktin dari plasenta meningkat tetapi ASI belum keluar karena
pengaruh hormon estrogen yang masih tinggi. Kadar estrogen dan progesteron akan menurun pada saat
hari kedua atau ketiga pasca persalinan, sehingga terjadi sekresi ASI

a. Refleks Prolaktin
Hisapan bayi akan merangsang puting susu dan kalang payudara karena ujung-ujung saraf sensoris yang
berfungsi sebagai reseptor mekanik. Rangsangan ini dilanjutkan ke hipotalamus melalui medulla
spinalis hipotalamus dan akan menekan pengeluaran faktor penghambat sekresi prolaktin dan sebaliknya
merangsang pengeluaran faktor pemacu sekresi prolaktin. Pemacu sekresi prolaktin akan merangsang
hipofise anterior sehingga keluar prolaktin. Hormon ini merangsang sel-sel alveoli yang berfungsi untuk
membuat air susu.

b. Refleks Aliran
Melalui

aliran darah,

hormon

ini

menuju uterus

sehingga menimbulkan kontraksi. Kontraksi dari sel


akan memeras air susu yang telah terbuat, keluar dari
alveoli dan masuk ke sistem duktus dan selanjutnya
mengalir melalui duktus lactiferus masuk ke mulut bayi.

2. Pengeluaran ASI (Oksitosin)


Apabila bayi disusui,

maka

gerakan

menghisap

yang

berirama

akan

menghasilkan rangsangan saraf yang terdapat pada glandula pituitaria


posterior, sehingga keluar hormon oksitosin.

Refleks yang penting dalam mekanisme hisapan bayi, yaitu :


a. Refleks Menangkap (Rooting Refleks)
Timbul saat bayi baru lahir tersentuh pipinya, dan bayi akan menoleh ke arah
sentuhan. Bibir bayi dirangsang dengan papilla mamae maka bayi akan
membuka mulut dan berusaha menangkap puting susu.

b. Refleks Menghisap (Sucking Refleks)


Refleks ini timbul apabila langit-langit mulut bayi tersentuh oleh puting. Agar
puting mencapai palatum, maka sebagian besar areola masuk ke dalam mulut
bayi. Dengan demikian sinus laktiferus yang berada di bawah areola, tertekan
antara gusi, lidah dan palatum sehingga ASI keluar.

c. Refleks Menelan (Swallowing Refleks)


Refleks ini timbul apabila mulut bayi terisi oleh ASI, maka ia akan menelannya.

Dukungan Bidan dalam


Pemberian Laktasi

1. Biarkan bayi bersama ibunya segera sesudah dilahirkan


selama beberapa jam pertama.
Membina hubungan/ikatan disamping bagi pemberian ASI
Membina

rasa hangat dengan membaringkan


menempelkan pada kulit ibunya dan menyelimutinya

dan

2. Ajarkan cara merawat payudara yang sehat pada ibu


untuk mencegah masalah umum yang timbul.
Perawatan yang dilakukan bertujuan untuk melancarkan

sirkulasi darah dan mencegah tersumbatnya saluran susu


sehingga memperlancar pengeluaran ASI. Pelaksanaan
perawatan payudara hendaknya dimulai sedini mungkin,
yaitu 1-2 hari setelah bayi dilahirkan dan dilakukan 2 kali
sehari.

3. Bantu ibu pada waktu pertama kali menyusui.


Segera susui bayi maksimal setengah jam pertama setelah
persalinan. Hal ini sangat penting apakah bayi akan mendapat
cukup ASI.
Posisi menyusui yang benar disini yang penting adalah :
- Berbaring miring
Ini merupakan posisi yang amat baik untuk pemberian ASI
yang pertama kali atau bila ibu merasa lelah atau nyeri.
- Duduk
Penting untuk memberikan topangan atau sandaran pada
punggung ibu dalam posisinya tegak lurus (90 derajat)
terhadap pangkuannya. Ini mungkin dapat dilakukan dengan
duduk bersila di tempat tidur atau dilantai atau duduk dikursi.

4. Bayi harus ditempatkan dekat dengan ibunya dikamar yang sama


(rawat gabung/rooming in).
Tujuan rawat gabung atau roming ini adalah :
- Agar ibu dapat menyusui bayinya sedini mungkin, kapan saja dan
dimana saja dan dapat menunjukkan tanda-tanda bayi lapar
- Ibu dapat melihat dan memahami cara perawatan bayi secara
benar yang dilakukan oleh bidan, serta mempunyai bekal
keterampilan merawat bayi setelah ibu pulang ke rumahnya

5. Memberikan ASI pada bayi sesering mungkin.


Menyusui bayi secara tidak dijadwal (on demand), karena bayi
akan menentukan sendiri kebutuhannya. Ibu harus menyusui
bayinya bila bayi menangis bukan karena sebab lain (kencing,
dll) atau ibu sudah merasa perlu menyusui bayinya. Bayi yang
sehat dapat mengosongkan satu payudara sekitar 5-7 menit dan
ASI dalam lambung bayi akan kosong dalam waktu 2 jam.

MANFAAT MENYUSUI

Keuntungan untuk bayi


ASI adalah makanan alamiah yang disediakan untuk
bayi anda. Dengan komposisi nutrisi yang sesuai untuk
perkembangan bayi sehat.
ASI mudah dicerna oleh bayi dan jarang menyebabkan
konstipasi.
Nutrisi yang terkandung pada ASI sangat mudah
diserap oleh bayi.
ASI kaya akan antibody(zat kekebalan tubuh) yang
membantu tubuh bayi untuk melawan infeksi dan
penyakit lainnya.
ASI dapat mencegah karies karena mengandung
mineral selenium.

Bayi yang diberikan ASI eksklusif samapi 4 bln

akan menurunkan resiko sakit jantung bila


mereka dewasa.
ASI juga menurunkan resiko diare, infeksi
saluran nafas bagian bawah, infeksi saluran
kencing, dan juga menurunkan resiko
kematian bayi mendadak.
Memberikan ASI juga membina ikatan kasih
sayang antara ibu dan bayi.

Keuntungan untuk ibu


Memberikan ASI segera setelah melahirkan akan
meningkatkan kontraksi rahim, yang berarti
mengurangi resiko perdarahan.
Memberikan ASI juga membantu memperkecil
ukuran rahim ke ukuran sebelum hamil.
Menyusui (ASI) membakar kalori sehingga
membantu penurunan berat badan lebih cepat.
Selain itu menyusui dengan ASI juga mampu
mencegah perkembangan penyakit DM atau
diabetes melitus tipe 1, penyakit gula yang
disebabkan oleh kerusakan pada pankreas.

Dengan pemberian ASI infeksi dan tekanan

darah tinggi yang mungkin terjadi kemudian


dapat dicegah.
ASI dapat menurunkan resiko Sindrom
Kematian Bayi Tiba-tiba atau SIDS-sudden
infant death syndrome-.
Buat ibu yang menyusui sendiri dengan
menyusui itu akan membantu menurunkan
berat badan yang berlebih.

KOMPOSISI GIZI DALAM ASI

1. Karbohidrat
Laktosa adalah karbohidrat utama dalam ASI dan
berfungsi sebagai salah satu sumber energi untuk otak.
Produk dari laktosa adalah galaktosa dan glukosamin.
Galaktosa merupakan nutrisi vital untuk pertumbuhan
jaringan otak dan juga merupakan kebutuhan nutrisi
medulla spinalis, yaitu untuk pembentukan mielin
(selaput pembungkus sel saraf). Laktosa meningkatkan
penyerapan kalsium fosfor dan magnesium yang sangat
penting untuk pertumbuhan tulang, terutama pada
masa bayi untuk proses pertumbuhan gigi dan
perkembangan tulang. Hasil pengamatan terhadap bayi
yang mendapat ASI eksklusif menunjukkan rata-rata
pertumbuhan gigi sudah terlihat pada bayi berusia 5
atau 6 bulan, dan gerakan motorik kasarnya lebih cepat

2. Protein
Komponen dasar dari protein adalah asam amino yang

berfungsi sebagai pembentuk struktur otak. Protein berguna


untuk pertumbuhan dan perkembangan sistem kekebalan
tubuh dan untuk pertumbuhan otak serta menyempurnakan
fungsi pencernaan..
Pada ASI, jenis proteinnya adalah whey yang memiliki
ukuran molekul lebih kecil. Protein jenis whey ini mempunyai
sifat mudah dicerna
ASI mempunyai jenis asam amino yang lebih lengkap
dibandingkan susu sapi. Salah satu contohnya adalah asam
amino taurin; asam amino ini hanya ditemukan dalam jumlah
sedikit di dalam susu sapi.
Taurin diperkirakan mempunyai peran pada perkembangan
otak, taurin ini sangat dibutuhkan oleh bayi prematur, karena
kemampuan bayi prematur untuk membentuk protein ini
sangat rendah.

3. Lemak
Lemak omega 3 dan omega 6yang berperan pada
perkembangan otak bayi banyak ditemukan dalam
ASI. Disamping itu ASI juga mengandung banyak
asam lemak rantai panjang diantaranya asam
dokosaheksanoik (DHA) dan asam arakidonat (ARA)
yang berperan terhadap perkembangan jaringan
saraf dan retina mata.
Lemak ASI mudah dicerna dan diserap oleh bayi
karena ASI juga mengandung lipase yang mencerna
lemak trigliserida menjadi digliserida, sehingga
sedikit sekali lemak yang tidak diserap oleh sistem
pencernaan bayi. Jumlah asam linoleat dalam ASI
sangat tinggi dan perbandingannya dengan susu
buatan yaitu 6:1. Jumlah asam linoleat yang tinggi

4. Karnitin
Karnitin ini mempunyai peran membantu

proses pembentukan energi yang


diperlukan untuk mempertahankan
metabolisme tubuh. ASI mengandung kadar
karnitin yang tinggi terutama pada 3
minggu pertama menyusui, bahkan di
dalam kolostrum kadar karnitin ini lebih
tinggi lagi. Konsentrasi karnitin bayi yang
mendapat ASI lebih tinggi dibandingkan
bayi yang mendapat susu formula

5. Vitamin
Vitamin K dibutuhkan sebagai salah satu zat gizi

yang berfungsi sebagai faktor pembekuan.


Vitamin D akan mencegah bayi menderita penyakit
tulang.
Vitamin E untuk ketahanan dinding sel darah merah.
Vitamin A selain berfungsi untuk kesehatan mata,
vitamin A juga berfungsi untuk mendukung
pembelahan sel, kekebalan tubuh, dan pertumbuhan.
Vitamin yang larut dalam air, hampir semua
vitamin yang larut dalam air seperti vitamin B, asam
folat, vitamin C terdapat dalam ASI.

6. Mineral
Mineral utama yang terdapat di

dalam ASI adalah kalsium yang


mempunyai fungsi untuk
pertumbuhan jaringan otot dan
rangka, transmisi jaringan saraf
dan pembekuan darah.

Jika pemberian asi digabung dengan susu

formula, ada efek samping?nola


Kenapa dalam pemberian asi dapat
menurunkan TD dan infeksi?rida
Bagaimana bidan memberi inform concent
jika asi belum keluar jangan beri susu
formula?windy

UPAYA MEMPERBANYAK
ASI

Hal-hal yang mempengaruhi


produksi ASI:
Makanan
Ketenangan jiwa danpikiran
Penggunaan alat kontrasepsi
Perawatan payudara
Anatomis payudara
Pola istirahat
Faktor isapan anak ataufrekuensi penyusuan
Faktorobat-obatan
Berat lahir bayi
Umurkehamilansaatmelahirkan
Tidak Konsumsi rokok dan alkohol.

1. Tingkatkan frekuensi menyusui atau


memompa atau memeras ASI, faktor isapan
anak
Semakin seringbayimenyusu
padapayudaraibu, maka produksi
danpengeluaran ASIakan semakin banyak.
Sehingga direkomendasikan penyusuan paling
sedikit 8 kali perhari pada periode awal
setelahmelahirkan.Frekuensi penyusuanini
berkaitan dengan kemampuan stimulasihormon
dalam kelenjarpayudara

2. Ibu harus dalam keadaan relaks


Stres akan berperan besar pada pemberian
ASI sehingga menurunkan kemampuan alami
dalam memproduksi ASI. Ibu menyusui dapat
banyak istirahat untuk bisa memberikan
ketenangan pada diri dan produksi ASI
meningkat

3. mengkonsumsi makanan yang bergizi


khususnya yang dapat meningkatkan
produksi ASI.

4. Tidak mengkonsumsi rokok dan alkohol


menggangguhormonprolaktindanoksitosin
untukproduksi ASI. Merokok akan
menstimulasi pelepasan adrenalin dimana
adrenalin akan menghambat
pelepasanoksitosin. Meskipun minuman
alkohol dosis rendah disatu sisi dapat
membuat ibu merasa lebih rileks sehingga
membantuproses
pengeluaran ASInamun
disisi lain etanol dapat
menghambat produksi
oksitosin

5. Pijat Payudara
Saat bayi malas menghisap, ibu dapat
membantu memijat payudara untuk
meneruskan aliran ASI saat ia sudah tidak
minum sendiri.

6. Menyusui sedini mungkin segera setelah


melahirkan (Inisiasi Menyusu Dini atau
IMD) dengan skin to skin dan Menyusu
dengan posisi yang benar.
Kedekatan emosi yang ibu miliki dengan bayi,
akan memerintahkan otak untuk
memproduksi ASI lebih banyak.

7. Memberikan ASI Eksklusif.


Bayi yang baru lahir membutuhkan susu setiap 2-3
jam, bila rutin menyusui setiap 2-3 jam sampai bayi
kenyang, payudara akan mengirim perintah ke otak
untuk memproduksi ASI sebanyak kebutuhan
tersebut. Produksi ASI akan bertambah dalam waktu
3-7 hari.
8. Pemberian gizi pada ibu hamil dengan baik
dan seimbang konsumsi nutrisi lengkap dan
cukup kalori dan cukup air.
Minumlah 10-12 gelas air putih sehari, karena tubuh
membutuhkan cairan untuk memproduksi ASI.

9. Dukungan pada ibu secara psikologis dari


suami, keluarga dan bidan.
Untuk memproduksi ASI yang baik, maka
kondisi kejiwaan danpikiranharus tenang.
Keadaanpsikologisibu yang tertekan,sedihdan
tegang akan menurunkan volume ASI.
10. Saat menyusui, sebaiknya ibu berada di
lingkungan yang tenang.
Buat suasana yang tenang dan relaks sehingga
membuat bayi lebih lama menyusui. dapat
menciptakan kontak kulit dengan bayi sehingga
ketika mengajak komunikasi atau membelainya
akan memicu hormon oksitosin berperan dalam
produksi ASI.

11. Penggunaan alat kontrasepsi


Penggunaan alat kontrasepsipada
ibumenyusui, perlu diperhatikan agar tidak
mengurangi produksi ASI.

12. Anatomis payudara


Jumlahlobusdalampayudarajuga
mempengaruhiproduksi ASI. Selain itu, perlu
diperhatikan juga bentuk anatomis papila
atauputing susuibu.

13. Berat lahir bayi dan umur kehamilan saat


melahirkan
Umurkehamilandan berat lahir mempengaruhi
poduksi ASI. Hal ini disebabkanbayiyang lahir
prematur(umurkehamilankurang dari 34
minggu) sangat lemah dan tidak mampu
menghisap. Kemampuan mengisap ASI yang
lebih rendah ini meliputi frekuensi dan lama
penyusuan yang lebih rendah
dibandingbayiberat lahirnormalyang akan
mempengaruhi stimulasihormon
prolaktindanoksitosin dalam memproduksi ASI.

TANDA BAYI CUKUP ASI

Bayi usia 0- 6 bulan , dapat dinilai mendapat


kecukupan ASI bila mencapai keadaan sebagai berikut:
1. Bayi minum ASI tiap 2-3 jam atau dalam 24 jam
minimal mendapatkan ASI 8 kali pada 2-3 minggu
pertama.
2. Kotoran berwarna kuning dengan frekuensi sering, dan
warna menjadi lebih muda pada hari kelima setelah
lahir.
3. Bayi akan buang air kecil (BAK) paling tidak 6-8 x
sehari.
4. Ibu dapat mendengarkan pada saat bayi menelan ASI.
5. Payudara terasa lebih lembek, yang menandakan ASI
telah habis.

6. Warna bayi merah (tidak kuning) dan kulit


terasa kenyal.
7. Pertumbuhanberat badan (BB) bayi dan
tinggi badan (TB) bayi sesuai dengan
grafik pertumbuhan .
8. Perkembangan motorik baik (bayiaktif dan
motoriknya sesuai dengan rentang
usianya).
9. Bayi kelihatan puas , sewaktu-waktu saat
lapar bangun dan tidur dengan cukup.
10. Bayi menyusu dengan kuat (rakus),
kemudian melemah dan tertidur pulas.

ASI EKSKLUSIF

Menurut WHO, ASI Eksklusif adalah air susu ibu


yang diberikan pada enam bulan pertama bayi baru
lahir tanpa adanya makanan pendamping lain.
ASI eksklusif adalah bayi hanya diberikan ASI
tanpa diberi tambahan tambahan makanan padat
seperti pisang, pepaya, bubur susu. Pemberian ASI
secara eksklusif ini dianjurkan untuk jangka waktu
setidaknya selama 4 bulan, tetapi bila mungkin
sampai 6 bulan (Roesli, 2000).

ASI ekslusif adalah memberikan ASI saja tanpa


makanan dan minuman lain kepada bayi sejak lahir sampai
usia 6 bulan (Depkes RI, 2003). Pada tahun 2002 World
Health Organization menyatakan bahwa ASI eksklusif
selama 6 bulan pertama hidup bayi adalah yang terbaik.
Dengan demikian ketentuan sebelumnya (bahwa ASI
eksklusif itu cukup 4 bulan) sudah tidak berlaku lagi.
Menyusui eksekusif adalah memberikan hanya ASI
segera setelah lahir sampai bayi berusia 6 bulan dan
memberikan kolostrum (Depkes RI, 2005)

Pengelompokan ASI
1. ASI stadium I
Asi stadium I adalah kolostrum. Kolostrum
merupakan cairan yang pertama dikeluarkan atau
disekresi oleh kelenjar payudara pada empat hari
pertama setelah persalinan. Komposisi kolostrum
ASI setelah persalinan mengalami perubahan.
Kolostrum berwarna kuning keemasan disebabkan
oleh tingginya komposisi lemakdan sel-selhidup.

Kolostrum merupakan pencahar (pembersih


usus bayi) yang membersihkan mikonium sehingga
mukosa usus bayi yang baru lahir segera bersih
dan siap menerima ASI. Hal ini menyebabkan bayi
sering defekasi dan feces berwarna hitam.
Jumlah energi dalam kolostrum hanya 56 Kal /100
ml kolostrum dan pada haripertama bayi
memerlukan20-30 CC. Kandungan protein pada
kolostrum lebih tinggi dibandingkan dengan
kandungan protein dalam susu matur, Sedangkan
kandungan
karbohidratnya
lebih
rendah
dibandingkan ASI matur.

2. ASI stadiumII
ASI stadium dua adalah ASI peralihan.
ASI ini diproduksi pada hari kelima sampai
hari kesepuluh. jumlah volume ASI
semakin meningkat tetapi komposisi
protein semakin rendah, sedangkan lemak
dan hidrat arang semakin tinggi, Hal ini
untuk memenuhi kebutuhan bayi karena
aktifitas bayi yang mulai aktif dan bayi
sudah
mulai
beradaptasi
dengan
lingkungan. Pada masa ini pengeluaran ASI
mulai stabil.

3. ASIStadiumIII
ASI stadium III adalah ASI matur.Yaitu
ASI yang desekresi pada hari kesepuluh
sampai seterusnya. ASI matur merupakan
nutrisi bayi yang terus berubah disesuaikan
dengan perkembangan bayi sampai enam
bulan. Setelah enam bulan bayi mulai
dikenalkan dengan makanan pendamping selain
ASI

Waktu Pemberian ASI Eksklusif


Pemberian ASI secara eksklusif ini
dianjurkan untuk jangka waktu setidaknya
selama 4 bulan, tetapi bila mungkin sampai
6 bulan. Setelah bayi berumur 6 bulan, ia
harus mulai diperkenalkan dengan makanan
padat, sedangkan ASI dapat diberikan
sampai bayi berusia 2 tahun atau bahkan
lebih dari 2 tahun (Roesli U, 2005).

manfaat ASI eksklusif yang diberikan


pada usia dan tahap kehidupan bayi:
1. Jika menyusui hanya beberapa hari.
Anak akan menerima kolostrum yang berguna
sebagai penyedia antibodi dan sumber makanan
tubuh barunya, menyusui membantu anak anda
bekerjanya sistem pencernaannya dengan
lancar.

2. Menyusui bayi selama 4-6 minggu


Selain anak akan mendapat pengalaman
yang tidak dilupakan saat masa dia kecil, bayi
yang menkonsumsi ASI akan lebih rentan
terhindar terkena penyakit dari pada yang
tidak menkonsumsinya.

3. Menyusui bayi selama 3-4 bulan.


Sistem pencernaannya akan sempurna dan dia akan
jauh lebih mampu mentolerir zat asing dalam susu bayi
formula. tidak memberikan apapun selain ASI selama 4
bulan pertama akan melindungi bayi terhadap alergi dan
memberikan perlindungan terhadap infeksi telinga
selama satu tahun.

4. Menyusui bayi selama 6 bulan.


Tanpa perlu menambah makanan atau minuman lain
anda akan memastikan kesehatan yang baik sepanjang
tahun pertama bayi anda hidup, ini akan menghindarkan
resiko anak dari infeksi telinga dan kanker dan
mengurangi resiko kanker payudara untuk anda sendiri.

5. Menyusui bayi selama 9 bulan.


Manfaat untuk perkembangan otak dan tubuh
tercepat yang paling penting dalam hidupnya karena
mendapatkan asupan ASI yang cukup.

6. Menyusui bayi selama 1-2 tahun.


Anda dapat mengurangi biaya dan efek samping dari
menggunakan susu bayi formula . Tubuhnya satu tahun
mungkin akan mampu memakan makanan lebih bervariasi
selain ASI. Manfaat kesehatan karena menyusui selama
setahun akan berguna sepanjang hidupnya. Dia akan
memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat.

MASALAH DALAM
PEMBERIAN ASI

1. Kurang / salah informasi


Banyak ibu yang merasa bahwa susu formula itu sama
baiknya atau malah lebih baik dari ASI sehingga cepat
menambah susu formula bila merasa bahwa ASI kurang.
Sebagai contoh, banyak ibu/petugas kesehatan yang tidak
mengetahui bahwa :
Bayi pada minggu-minggu pertama defekasinya encer dan
sering, sehingga dikatakan bayi menderita diare dan sering
kali petugas kesehatan menyuruh menghentikan menyusui.
Padahal sifat defekasi bayi yang mendapat kolostrum
memang demikian karena kolostrum bersifat sebagai laksans.
ASI belum keluar pada hari pertama sehingga bayi dianggap
perlu diberikan minuman lain, padahal bayi yang baru lahir
cukup bulan dan sehat mempunyai persediaan kalori dan
cairan yang dapat mempertahankannya tanpa minuman
selama beberapa hari. Disamping itu, pemberian minuman
sebelum ASI keluar akan memperlambat pengeluaran ASI
oleh bayi menjadi kenyang dan malas menyusu.

2. Putting susu datar atau terbenam


Putting yang kurang menguntungkan seperti ini sebenarnya tidak
selalu menjadi masalah. Secara umum ibu tetap masih dapat
menyusui bayinya dan upaya selama antenatal umumnya kurang
berfaedah, misalnya dengan memanipulasi Hofman, menariknarik puting, ataupun penggunaan brest shield.

Masalah Menyusui Pada Masa Pasca Persalinan


Dini
Pada masa ini, kelainan yang sering terjadi antara lain : putting
susu datar, atau terbenam, putting susu lecet, payudara
bengkak, saluran susu tersumbat dan mastitis atau abses.
1. Putting susu nyeri
Umumnya ibu sering merasa nyeri pada waktu awal menyusui.
Perasaan sakit ini akan berkurang setelah ASI keluar. Perasaan
sakit ini akan berkurang setelah ASI keluar. Bila posisi mulut
bayi dan putting susu benar perasaan nyeri akan segera hilang.
Cara menangani :
1. Pastikan posisi menyusui sudah benar
2. Mulailah menyusui pada putting susu yang tidak sakit guna
membantu mengurangi rasa sakit.
3. Segera setelah minum, keluarkan sedikit ASI, oleskan
diputing susu dan biarkan puting susu terbuka untuk beberapa
waktu sampai puting susu kering.

2. Putting susu lecet


Putting susu terasa nyeri bila tidak ditangani dengan benar
akan menjadi lecet. Umumnya akan menyusui akan
menyakitkan dan kadang-kadang mengeluarkan darah.
Putting susu lecet dapat disebabkan oleh posisi menyusui
yang salah, tapi dapat pula disebabkan oleh trush
(candidates) atau dermatitis.
3. Payudara bengkak
Bedakan antara payudara penuh karena berisi ASI dengan
payudara bengkak. Pada payudara penuh rasa berat pada
payudara, tersa panas dan keras. Bila diperiksa ASI keluar
dan tidak ada demam. Pada payudara bengkak, payudara
udem, terasa sakit, puting kencang, kulit mengkilat walau
tidak merah dan bila diperiksa/isap ASI tidak keluar. Badan
bisa demam setelah 24 jam. Hal ini terjadi karena antara lain
produksi ASI meningkat, terlambat menyusukan dini,
perlekatan kurang baik, mungkin kurang sering ASI
dikeluarkan dan mungkin juga ada pembatasan waktu
menyusui. Untuk mencegah terjadinya putting bengkak
maka diperlukan :

4. Mastitis atau abses payudara


Mastitis adalah peradangan pada payudara. Payudara menjadi merah,
bengkak kadang kala diikuti rasa nyeri dan panas/suhu tubuh
meningkat. Di dalam terasa ada masa padat (lump), dan diluarnya
kulit menjadi merah. Kejadian ini terjadi pada masa nifas 1-3 minggu
setelah persalinan diakibatkan oleh sumbatan saluran susu yang
berlanjut. Keadaan ini disebabkan kurangnya ASI diisap/dikeluarkan
atau pengisapan yang tak efektif. Dapat juga karena kebiasaan
menekan payudara dengan jari atau karena tekanan baju/BH. Ada dua
jenis Mastitis yaitu yang hanya karena milk stasis adalah Non Infective
Mastitis dan yang telah terinfeksi bakteri yaitu iInfective Mastitis.
Lecet pada puting dan trauma pada kulit juga dapat mengundang
infeksi bakteri. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan:
Kompres hangat/panas dan pemijatan
Rangsang Oxtocin dimulai pada payudara yang tidak sakit yaitu
stimulasi putting, pijat leher-punggung dan lain-lain.
Pemberian antibiotik Flucloxacilin atau Erythromycin selama 7-10 hari.
Bila perlu bisa diberikan istirahat total dan obat untuk penghilang rasa
nyeri.
Kalau sudah terjadi abses sebaiknya payudara yang sakit tidak boleh
disusukan karena mungkin memerlukan tindakan bedah.

Masalah Menyusui Pada Masa Pasca Persalinan


Lanjut
Yang termasuk dalam masa pasca persalinan lanjut adalah sindrom ASI kurang dan ibu bekerja.
1. Sindrom ASI kurang
Sering kenyataannya ASI tidak benar-benar kurang. Tanda-tanda yang mungkin saja ASI benar
kurang antara lain:
- Bayi tidak puas setiap setelah menyusui, sering kali menyusu, menyusu dengan waktu yang
sangat lama. Tapi juga terkadang bayi lebih cepat menyusu. Disangka produksinya berkurang
padahal dikarenakan bayi telah pandai menyusu.
- Bayi sering menangis atau bayi menolak menyusu.
- Tinja bayi keras, kering atau berwarna hijau.
- Payudara tidak membesar selama kehamilan (keadaan yang jarang), atau ASI tidak datang,
pasca lahir.
Walaupun ada tanda-tanda tersebut perlu diperiksa apakah tanda-tanda tersebut dapat dipercaya.
Tanda bahwa ASI benar-benar kurang antara lain :
- BB (berat badan) bayi meningkat kurang dari rata-rata 500 gram per bulan
- BB lahir dalam waktu 2 minggu belum kembali.
- Ngompol rata-rata kurang dari 6 kali dalam 24 jam; cairan urin pekat, bau dan berwarna

2. Persiapan Relaktasi
Bila sudah mantap memutuskan untuk melakukan relaktasi,
berikut adalah persiapan awal yang dapat dilakukan adalah :
Pastikan cukup makan dan minum. Mulai meningkatkan
konsumsi protein dan cairan ke dalam menu makan sehari-hari
untuk membantu mempercepat tubuh dalam memproduksi ASI.
Mintalah kepada dokter obat yang dapat membantu tubuh dalam
memproduksi ASI, atau mulai mengkonsumsi jamu ataupun jenis
makanan lainnya yang dipercaya dapat meningkatkan produksi
ASI.
Banyak beristirahat. Mulailah mendelegasikan pekerjaanpekerjaan rumah yang sekiranya bisa delegasikan, karena akan
menghabiskan hampir seluruh waktu bersama bayi selama
minggu-minggu pertama program relaktasi.

Cara Melakukan Relaktasi :


Relaktasi hanya bisa dilakukan dengan satu cara, yaitu :
membiarkan bayi menyusu sesering mungkin pada payudara.
Frekuensi menyusui ini setidaknya adalah 10 kali dalam 24 jam,
atau lebih jika memang bayi menginginkannya.
Berikut adalah langkah-langkah yang dapat tempuh untuk
meningkatkan frekuensi menyusui bayi.
Cobalah untuk menyusui bayi setiap 2 jam sekali.
Biarkan bayi menyusu kapan pun, setiap kali ia terlihat berminat.
Sebaiknya membiarkan bayi mengisap payudara sekitar 30 menit
setiap kali ia menyusu, jika dimungkinkan. Atau secara bertahap
dapat ditingkatkan durasi menghisapnya tersebut, dimulai dari
sekurangnya 15 menit pada saat menyusu.

3. Ibu yang bekerja


Seringkali alasan pekerjaan membuat seseorang ibu
berhenti menyusui. Sebenarnya ada beberapa cara
yang dapat dianjurkan pada ibu menyusui yang
bekerja :
Susuilah bayi sebelum ibu bekerja.
ASI dikeluarkan untuk persediaan di rumah sebelum
berangkat kerja.
Pangosongan payudara di tempat kerja setiap 3-4 jam.
ASI dapat disimpan dilemari pendingin dan dapat
diberikan pada bayi saat ibu bekerja dengan cangkir.
Pada saat ibu dirumah, sesering mungkin bayi disusui,
dan ganti jadwal menyusuinya sehingga banyak
menyusui di malam hari.

Ibu melahirkan dengan bedah Caesar


Segera rawat gabung jika kondisi ibu dan bayi membaik dan
menyusui segera. Posisi menyusui yang dianjurkan adalah :
Ibu dapat dalam posisi miring dengan bahu dan kepala yang
ditopang bantal, sementara bayi disusukan dengan kakinya
kearah ibu.
Apabila ibu sudah dapat duduk bayi dapat ditidurkan dibantal
diatas pangkuan ibu dengan posisi bayi mengarah kebelakang
ibu dibawah lengan ibu.
Dengan posisi memegang bola yaitu ibu telentang dan bayi
berada diketiak ibu dengan kaki kearah atas dan tangan ibu
memegang kepala bayi.
Ibu sakit

Masalah Pemberian ASI Masalah Pada Bayi


1. Bayi bingung putting
Nipple Confusion adalah keadaan yang terjadi karena bayi
mendapat susu formula dalam botol berganti-ganti dengan
menyusu pada ibu. Terjadi karena mekanisme menyusu pada
puting berbeda dengan botol. Menyusu pada ibu memerlukan
kerja otot-otot pipi, gusi, langit-langit dan lidah. Sebaliknya pada
menyusu botol bayi secara pasif dapat memperoleh susu secara
bantuan. Yang menentukan pada menyusu botol adalah factor
dari si pemberi antara lain kemiringan botol atau tekanan
gravitasi susu, besar lubang dan ketebalan karet dot.

Tanda-tanda bayi bingung putting:


mengisap puting seperti menghisap dot
Menghisap terbutus-putus dan sebentar
Bayi menolak menyusui.

2. Bayi menolak untuk menyusui


Mungkin bayi bingung puting , karena sudah diberi susu botol
Tetap berikan hanya ASI ( tunggu sampai bayi betul betul

lapar )
Berikan perhatian dan kasih sayang
Pastikan bayi menyusu sampai air susu habis
Lihat tatalaksana dalam algoritma, kalau perlu dirujuk

3. Bayi prematur dan bayi kecil ( BBLR )


Berikan ASI sesering mungkin walupun waktu menyusuinya

pendek-pendek . BBLR minum setidaknya setiap 2 jam .


Jika belum bisa menyusui , ASI di keluarkan dengan tangan
atau pompa. Berikan ASI dengan sendok atau cangkir
Untuk merangsang mengisap , sentuh langit langit bayi
dengan jari ibu yang bersih

4. Bayi kuning ( ikterus )


Mulai menyusui segera setelah bayi lahir
Susui bayi sesering mungkin tanpa dibatasi . ASI

membantu bayi mengatasi kuning lebih cepat

5. Bayi sakit
Teruskan menyusui. lihat tatalaksana dalam

algoritma , kalu perlu dirujuk.

6. Bayi sumbing
Posisi bayi duduk
Puting dan aerola di pegang selagi menyusui, hal

ini sangat membantu bayi mendapat ASI cukup


Ibu jari ibu dapat dipakai sebagai penyumbat
celah pada bibir bayi

Jika sumbing pada bibir dan langit-langit , ASI

dikeluarkan dengan cara manual ataupun pompa ,


kemudian diberikan dengan sendok / pipet atau
botol dengan dot panjang sehingga ASI dapt masuk
dengan sempurna . dengan cara ini bayi akan belajar
mengisap dan menelan ASI , menyesuaikan dengan
irama pernapasannya.

7. Bayi kembar
Posisi yang mudah adalah posisi dibawah lengan

( underarm )
Paling baik kedua bayi disusui seacara bersamaan
Susui lebih sering selama waktu yang diinginkan
masing masing bayi , umurnya > 20 menit

TERIMAKASIH