Anda di halaman 1dari 20

PENGERTIAN ILMU, FILSAFAT DAN

FILSAFAT ILMU
By Listiyono Santoso

Diskusikan Kelompok
Mengapa kajian ilmu pengetahuan

membutuhkan cara berpikir kefilsafatan?


Apa hubungan filsafat, ilmu dengan filsafat
ilmu?
Apa fokus filsafat ilmu?
Apa pentingnya filsafat ilmu bagi kajian ilmu
sastra/budaya/humaniora?
Sebutkan ciri-ciri pengetahuan ilmiah?

FILSAFAT adalah salah satu jenis

pengetahuan yang menyelidiki segala


sesuatu secara mendalam dengan
mempergunakan akal sampai pada
hakikatnya,
Filsafat tidak mempersoalkan gejalagejala atau fenomena, tetapi yang dicari
adalah hakikat dari suatu fenomena,

HAKIKAT adalah usaha prinsip yang

menyatakan sesuatu adalah sesuatu itu,


JADI, tujuan filsafat adalah mencari
hakikat dari sesuatu objek/gejala secara
mendalam, dan tidak terjebak pada
pendekatan fragmentaris
Subjek

GEJALA

Ilmu Pengetahuan

Hakikat
(Filsafat)

DUS, dalam filsafat itu harus refleksi,

radikal, dan integral;


REFLEKSI; manusia menangkan objeknya
secara intensionalitas dan sebagai hasil
dari proses tersebut, yakni keseluruhan
nilai dan makna yang diungkapkan manuia
dari objek-objek yang dihadapinya;
RADIKAL; (radix : akar) mencari
pengetahun sedalam-dalamnya;
INTEGRAL; kecenderungan memperoleh
pengetahuan yang utuh sebagai suatu
keseluruhan.

Arti Filsafat
Ilmu
Filsafat Ilmu adalah penyelidikan

tentang ciri-ciri pengetahuan ilmiah


dan cara-cara untuk memperolehnya.
Objek Material Filsafat Ilmu adalah
pengetahuan ilmiah
Filsafat ilmu menjadi dasar keilmuan
yang bersifat universal

Filsafat ilmu tidak bisa dilepaskan dari


epistemologi, dimana filsafat ilmu
mendasarkan dirinya pada
epistemologi khususnya persoalan
keabsahan pengetahuan, a.l.
1)Kebenaran korespondensi; adanya

keselarasan antara ide dengan semesta


luar (empiris-deduktif);
2)Kebenaran koherensi; adanya keselaranan
antara pernyataan logis (formal-deduktif)
3)Kebenaran pragmatis; kebermanfaatan
(fungsional-logis)

Filsafat ilmu selalu mengajukan

pertanyaan-pertanyaan mendasar
terhadap ilmu untuk membongkar asumsiasumsi yang tadinya diterima begitu saja;
JADI, filsafat ilmu merupakan cabang
filsafat yang mencoba mengkaji ilmu dari
segi ciri-ciri dan cara-cara
pemerolehannya;
Objek Materi filsafat ilmu adalah Ilmu;
Objek Forma filsafat ilmu adalah ciri-ciri
dan cara kerja Ilmu

Objek telaah Filsafat Ilmu


Pada`dasarnya telaah filsafat ilmu akhirnya

mencakup 4 hal; (2 soal substansi dan 2 soal


instrumentasinya);
1)Kenyataan;sejauh mana kenyataan hendak

digarap;kenyataan itu apa?paradigma tunggal atau plural


2)Kebenaran; benar seperti apa yang hendak dijangkau
filsafat ilmu, epistemologik, ontologik atau aksiologik?
3)Konfirmasi;sejauh mana eksplanasi/prediksi dan
interpretasi memberi kepastian kepada kita tentang
segala sesuatu?
4)Logika inferensi;prediksi-kebenaran logis

Fokus Filsafat Ilmu


Secara khusus, fokus filsafat ilmu adalah

masalah metode ilmu pengetahuan;


Pembicaraan ini penting, agar kita mengerti
bahwa ilmu tidak lebih dari salah satu cara
untuk mengerti bagaimana budi kita bekerja;
Dus, ilmu merupakan karya budi yang logis
dan imajinatif;
Tugas filsafat ilmu adalah membuka pikiran
kita untuk mempelajari dengan serius proses
logis dan imajinatif dalam kerja ilmu;

Manfaat belajar Filsafat


Ilmu:
1. Membantu mahasiswa untuk

bersikap kritis dalam sikap


ilmiahnya;
2. Memperkenalkan kepada calon
ilmuwan cara kerja metode ilmu
pengetahuan yang berguna bagi
pencarian ilmu, terutama dalam
penelitian ilmiah; (kemampuan
ilmiah)

Pengertian
Ilmu

Ilmu merupakan akumulasi pengetahuan yang


disistematisasikan, metodis dan empirik.
agama

pengetahuan
biasa

ilmiah

filsafat

Ciri-ciri Ilmu atau pengetahuan Ilmiah;


berobjek; bersistem; bermetode dan universal
Hasilnya akumulatif
Sifat Ilmu
Kebenarannya relatif
Objektif

Pengertian Ilmu
Ilmu adalah akumulasi pengetahuan manusia

yang menjelaskan hubungan sebab akibat


(kausalitas) dari suatu objek, yang metodis dan
empiris;
Ilmu adalah pengetahuan teratur yang
terbuktikan, yang secara metodik dan rasional
timbul dari data-data eksperimen dan empirik,
JADI, ilmu adalah suatu kumpulan pengetahuan
manusia yang dapat diandalkan yang berguna
bagi manusia dalam menjelaskan, meramalkan
dan mengontrol gejala-gejala alam dan sosial.

aktiviPengertian
Ilmu

pengesistematis

Sebagai proses:
tas penelitian
Sebagai prosedur:
metode ilmiah
Sebagai produk:
tahuan

Pengetahuan
Ilmiah

Pengetahuan NonIlmiah

Tujuan

deskripsi (menjelaskan

bertahan hidup dalam


kehidupan sehari-hari
(pragmatis)

Cara Pemerolehan

metodis
sistematis (mengikuti

warisan budaya
tradisi
metode tidak penting
tidak objektif

gejala-gejala)
eksplanasi (hubungan
kausal)
prediksi (lewat datadata objektif dapat
dilakukan prediksi
terhadap gejala yang
muncul)

urutan-urutan yang
ketat)
objektif (bebas nilai ?)

Sifat Ilmu
1. Ilmu menjelajah atau mempelajari dunia

empirik tanpa pembatas, sejauh gejala


yang dapat ditangkap oleh panca indera;
2. Bahwa tingkat kebenaran ilmu adalah
realtif dan tidak sampai pada kebenaran
mutlak, karena kemampuan panca
indera yang terbatas;
3. Bahwa ilmu menemukan proposisiproposisi (ungkapan yang terdiri dari 2
variabel atau lebih yang menyatakan
kausalitas dan teruji secara empirik;

Hubungan ilmu dan Filsafat


1. Filsafat mempunyai objek yang luas dan

universal, sedangkan ilmu objeknya terbatas;


2. Filsafat hendak memberikan pengetahuian,
pemahaman yang lebih mendalam dengan
menunjukkan sebab-sebab, sedangkan ilmu
menunjukkan sebab sebatas pada hal-hal
empiris;
3. Filsafat memberikan sintesis kepada ilmu yang
khusus, mempersatukan dan
mengoordinasikannya,

Sikap Ilmiah
1. tidak ada perasaan yang bersifat
2.
3.
4.
5.

pamrih untuk mencapai pengetahuan


yang objektif/objektivitas,
melepaskan diri dari praandaian,
selektif dalam mengadakan pemiliah
terhadap problema yang dihadapi
supaya didukung oleh fakta/gejala,
sikap serba relatif dan skeptis,
universalitas

Kemampuan Ilmiah:
1. Mampu melihat sebuah peristiwa (fakta, data,

informasi, tindakan) sebagai sebuah masalah


ilmiah;
2. Mampu membuat analisis atas peristiwa tersebut
dan kemudian memberi penjelasan atas peristiwa
itu dalam hubungan sebab akibat dengan
peristiwa lainnya;
3. Mampu mengajukan pemecahan atas peristiwa
yang menjadi masalah tersebut;
4. Mampu membuat prediksi atau ramalan tentang
berbagi kemungkinan yang akan timbul berkaitan
dengan peristiwa tersebut serta solusinya.

Anda mungkin juga menyukai