Anda di halaman 1dari 5

Terapi

PID

tuba yang terisi cairan dengan atau tanpa cairan bebas pada pelvis. gonorhea atau C. Kriterianya yaitu adanya nyeri tekan uterin atau adnexa dan nyeri saat pergerakan serviks.3ºC.Penatalaksanaan • panduan CDC untuk diagnosis dan manajemen PID. Panduan CDC terbaru membagi criteria diagnostic menjadi 3 grup : • Grup 1 : minimum kriteria dimana terapi empiris diindikasikan bila tidak ada etiologi yang dapat dijelaskan. . peningkatan erythrocyte sedimentation rate. adanya bukti laboratorium infeksi servikalis oleh N. trachomatis. • Grup 3 : kriteria spesifik untuk PID didasarkan pada prosedur yang tepat untuk beberapa pasien yaitu konfirmasi laparoskopik. dan endometrial biopsy yang memperlihatkan endometritis. atau kompleks tuba-ovarian. ultrasonografi transvaginal yang memperlihatkan penebalan. peningkatan c-reactif protein. adanya secret mukopurulen dari servical atau vaginal. • Grup 2 : kriteria tambahan mengembangkan spesifisitas diagnostic termasuk kriteria berikut : suhu oral >38.

namun terdapat indikasi untuk hospitalisasi yaitu : • • • • • Diagnosis yang tidak jelas Abses pelvis pada ultrasonografi Kehamilan Gagal merespon dengan perawatan jalan Ketidakmampuan untuk bertoleransi terhadap regimen oral • Sakit berat atau mual muntah • Imunodefisiensi • Gagal untuk membaik secara klinis setelah 72 jam terapi rawat jalan .Kebanyakan pasien diterapi dengan rawatan jalan.

.

. • Laparotomi digunakan untuk kegawatdaruratan sepeti rupture abses. histerektomi. Idealnya. pembedahan dilakukan bila infeksi dan inflamasi telah membaik.Terapi Pembedahan • Pasien yang tidak mengalami perbaikan klinis setelah 72 jam terapi harus dievaluasi ulang bila mungkin dengan laparoskopi dan intervensi pembedahan. dan bilateral salpingooforektomi. drainase laparoskopi. abses yang tidak respon terhadap pengobatan. Penanganan dapat pula berupa salpingoooforektomi.