Anda di halaman 1dari 87

KELOMPOK 10

Pemicu 1
Biomedik 2

Kelompok 10
• Anggota :

- Veronica Hodianto
- Siska Uly Merdekawati T
- Satya Ramamukti
- Kasoki Sifa Justine
- Inke Ayu P
- Meliyana

-

Veronica Tannur
Alexander, Kevin
Ade K
Dede A.N.S
Devid Anthony
Cindy Arif

Berbahayakah ?

Pemicu 1

Seorang perempuan berusia 35 tahun, di bawa ke IGD
setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 3 jam yang lalu
saat mengendarai mobilnya. Dari hasil pemeriksaan dokter
jaga, tampak adanya memar di bagian dada sebelah kanan
atas tepat di atas os clavicula dan di sertai nyeri tekan.
Untuk memastikan ada atau tidaknya fraktur, maka dokter
jaga meminta untuk di lakukan pemeriksaan rontgen dada.
Sewaktu di lakukan rontgen dada, ia mengungkapkan
kekhawatirannya terhadap efek radiasi yang berlebihan
karena Ia baru saja menjalani pemeriksaan rontgen dada 3
hari yang lalu. Apa pendapat Anda?

Langkah 1: Unfamiliar Terms
• Fraktur

: Keretakan pada tulang
• Rontgen : Pemeriksaan dengan alat potret
dengan menggunakan sinar x
• Memar
: Suatu jenis cedera pada jaringan
biologis karena kerusakan kapiler
darah
• Radiasi : Energi yang di paparkan
• IGD
: Instalasi Gawat Darurat

Bagaimana posisi tubuh pada saat Rontgen? 4. Apa efek bila sering melakukan Rontgen? 3. Apa yang menyebabkan timbulnya memar? 2.Langkah 2: Perumusan masalah 1. Adakah syarat untuk melakukan pemeriksaan radiologis? .

2.Leukemi . Efek Rontgen : . .Berkurangnya kemungkinan hidup .Langkah 3: Curah Pendapat Yang menyebabkan timbulnya memar adalah adanya kerusakan kapiler darah di karenakan benturan.Kasinoma kulit .Induksi keganasan karena radiasi .Sel darah rusak 1.Sarkoma .

Filtrasi maksimum . Syarat melakukan pemeriksaan radiologis : .Hati-hati pasien hamil .Alat kelamin di lindungi .Riwayat Rontgen .Waktu minimal .Anjuran dari dokter .Daerah radiasi minimal .Jangan terlalu dekat .Langkah 3: Curah Pendapat 3. Posisi tubuh saat Rontgen : PA ( Postero-Anterior) 4.

Langkah 4: Mind Mapping Memar Pemeriksaan Rontgen Benturan Fraktur Sifat sinar Syarat Jenis pemeriksaan Efek .

Menjelaskan fisiologi mekanisme memar Menjelaskan definisi. jenis-jenis. 5. 6. 4. 3. sifat Rontgen Menjelaskan syarat dan mekanisme Rontgen Mengetahui dampak dari penggunaan Rontgen ( radiologi pada umumnya ) Menjelaskan pemeriksaan dalam bidang radiologi selain Rontgen Menjelaskan dosis dan manfaat penggunaan radiologi . 2.Langkah 5: Learning Objective 1.

Langkah 6: Mandiri .

LO 1 Menjelaskan fisiologi mekanisme memar .

.Memar • Memar : suatu keadaan dimana terjadi pengumpulan darah dalam jaringan yang terjadi dikarenakan pecahnya pembuluh darah kapiler akibat kekerasan benda tumpul yang menyebabkan darah terkumpul di daerah interstisial.

yang memungkinkan darah keluar. • Etiologi Perdarahan Etiologi perdarahan yang paling sering adalah hilangnya integritas dinding pembuluh darah.Memar • Pendarahan Pendarahan adalah keluarnya darah dari kardiovaskular. . Keadaan ini paling sering di sebabkan oleh trauma eksternal . di sertai penimbunan dalam jaringan atau ruang tubuh atau di sertai keluarnya darah dari tubuh.

Konstriksi (pengkerutan) pembuluh darah b. Aktivitas faktor-faktor pembekuan darah (protein yang terlarut dalam plasma. yang terdapat didalam darah dan ikut serta proses pembekuan) c.Memar • Hemostasis Hemostasis adalah cara tubuh untuk menghentikan pendarahan pada pembuluh darah yang mengalami cedera. Aktivitas trombosit (partikel berbentuk seperti sel yang tidak teratur. Hal ini melibatkan 3 proses utama : a. .

Memar • Radang Radang : mekanisme pertahanan tubuh disebabkan adanya respon jaringan terhadap pengaruh-pengaruh merusak baik yang bersifat lokal maupun yang masuk ke dalam tubuh. Di sekitar jaringan terkena radang terjadi peningkatan panas (kalor). . Kemungkinan disusul perubahan struktur jaringan yang dapat menimbulkan kehilangan fungsi. timbul warna kemerah-merahan (rubor) dan pembengkakan (tumor). Reaksi radang dapat di amati dari gejala klinis.

Memar • Mediator dan substansi radang Kerusakan sel akibat adanya noksi akan membebaskan berbagai mediator atau substansi radang antara lain: histamin. prostaglandin. bradikinin. leukotrien dan sebagainya. kalidin. . namun juga berperan dalam penyembuhan memar. serotonin. Komponen-komponen tersebutlah yang akan menyebabkan memar terasa nyeri dan panas.

. trombosit. serta plasma. eritrosit. Darah di daerah interstisial tersebut akan memacu proses inflamasi.Memar • Komponen memar Komponen cairan memar adalah komponen darah lengkap yang terdiri dari leukosit.

tetapi dengan cara yang lebih dipercepat dan terpusat. kemudian makrofag akan mefagosit eritrosit pada daerah memar tersebut. . makrofag ini memproses hemoglobin dengan cara yang sama seperti yang digunakan pada resiklus normal eritrosit.Memar • Histopatologi Memar Proses Inflamsi yang terjadi pada daerah memar menyebabkan pergerakan makrofag ke daerah memar.

Pigmen-pigmen ini berperan pada perubahan warna memar yang berkisar dari “tanda hitam dan biru”. Hemosiderin bewarna coklat karat dan hematoidin berwarna kuning muda.Memar • Perubahan warna memar Waktu hemoglobin dimetabolisme dalam sel-sel ini. maka akan dihasilkan bentuk kompleks yang mengandung besi yang dinamakan hematoidin. . Perubahan warna pada memar ini dapat digunakan sebagai panduan umum untuk memperkirakan umur memar.

LO 2 Menjelaskan definisi. jenis-jenis dan sifat rontgen .

(Dorland) .Definisi Rontgen • Satuan Internasional untuk sinar X dan yang sama dengan emisi korpuskular / 0.001239 gram udar kering yang menghasilkan ion-ion pembawa 1 unit elektrostatik muatan listrik positif / negatif di dalam udara.

JENIS PEMERIKSAAN • Rö dasar : -Tanpa / dengan kontras .Arteriografi (Ct-Scan.Contoh: Untuk melihat jantung ( Arteri koronalis menyempit / tidak) . foto tulang.Contoh: Foto paru.dll) . dll • Rö khusus : .

POSISI 1. 6. 5. 4. bahu kanan nempel di film. 3. sinar datang dari belakang RPO : Sinar datang dari depan. membelakangi film Dekubitus : miring kanan atau kiri . : Antero Posterior ( Sinar datang dari depan. film di bagian depan) LAT : Lateral. AP 2. film di bagian belakang) PA : Postero Anterior ( Sinar datang dari belakang. Lateral kiri dan kanan (Lateral kiri: Sinar dari kanan. Film di kiri) RAO : Posisi diagonal. muka menghadap film.

Anterior Posterior .

Lateral .

Oblique .

Daya tembus 2.Efek fotografik 5.Efek Biologik .Ionisasi 7.Pertebaran 3.Pendar fluor (fluoresensi) 6.Penyerapan 4.SIFAT FISIK SINAR X 1.

Daya tembus sangat besar  radiografi •.1. Pertebaran: Sinar X melintasi zat  berkas bertebaran ke segala arah  radiasi sekunder . Makin ↓ berat atom / kepadatan. makin > daya tembus sinarnya 2. Makin ↑ tegangan tabung (besar KV) makin > daya tembus •. Daya Tembus: •.

Efek fotografik: Menghitamkan emulsi (emulsi perak bromida) film setelah proses secara kimiawi (dibangkitkan) di kamar gelap .3. Penyerapan: diserap oleh bahan sesuai dengan berat atom / kepadatan zat 4.

Fluoresensi: Menyebabkan bahan seperti kalsium-tungstat / zink-sulfid memendarkan cahaya (LUMINISENSI ) Fluoresensi sewaktu ada radiasi sinar X saja Fosforisensi beberapa saat walaupun radiasi sinar X sudah dimatikan (After-glow) .5.

6. . 7. Efek biologik: Menimbulkan perubahan biologik pada jaringan. Ionisasi (Efek Primer) Menimbulkan ionisasi partikel-partikel bahan atau zat yang di lalui.

Grid (kisi-kisi) 6.Intensifying Screen 4.Alat-alat pelindung (proteksi) 8.Marker (tanda/kode) .PERLENGKAPAN 1.Kaset 5.Alat-alat fiksasi 7.Film Rontgen 3.Alat Rontgen 2.

ALAT RONTGEN .

FILM RONTGEN JENIS : 1. Screen film: menggunakan intensifying screen 2. Sensitivitasnya: Blue sensitive dan green sensitive . Non-screen film: tanpa intensifying screen 3.

INTESIFYING SCREEN Terbuat dari kardus khusus yang mengandung lapisan tipis emulsi fosfor dengan bahan pengikat yang sesuai .

.KASET Tabung tahan cahaya yang berisi 2 buah intensifying screen yang memungkinkan untuk dimasukkan film röntgen di antaranya.

GRID Alat untuk mengurangi atau mengeliminasi radiasi hambur agar tidak sampai ke film Röntgen .

ALAT FIKSASI  Agar objek yang difoto tidak bergerak Alatnya : a) Bantal Pasir (sand bags) b) Bantal spons (sponge atau soft bags) c) Ikat pinggang penekan (compressor band) d) Klem kepala (head clamps) .

PROTEKSI a) b) c) d) e) f) g) h) i) Diafragma cahaya (light beam diaphragm) Konus (conus) Pelindung gonad (gonad shield) Pelindung ovarium (ovarium shield) Apron timbal (lead apron) Sarung tangan timbal (lead gloves) Pencegah – pelindung (protective shielding) Kaca timbal (lead glass) Karet timbal (lead rubber) .

MARKER Tanda / kode untuk : a) Identifikasi pasien b) Tanda letak anatomi R: Right: Kanan: Ka L: Left: Kiri: Ki .

Jaringan yang sangat rentan terhadap bahaya radiasi : kulit. Efek radiasi pada objek yang terpapar sangat berbahaya dan bersifat kumulatif dari penyinaran yang terus menerus. Efek yang sering muncul antara lain erithema. . tulang (pada pusat pertumbuhan epifise). alergi hingga mutasi genetik. thyroid.Bahaya radiasi • Penggunaan dosis minimum dengan nilai yang melebihi batas • • • • tertentu dapat menyebabkan kerusakan atau perubahan pada jaringan yang terpapar. tidak berbau dan tidak memberikan rangsangan fisik langsung pada objek yang terpapar. hemopoetik. limfatik. epitel germinal atau gonad. glandula mamary. leukopoetik. Radiasi ionisasi mempunyai sifat tidak berwujud/tampak.

Kerusakan akibat radiasi sinar-X .

LO 3 Menjelaskan syarat dan mekanisme rontgen .

Proses terjadinya sinar X dari tabung Rontgen Katode dipanaskan ( > 20000C) sampai meyala Elektron2 dari katode terlepas Elektron2 menuju anode dan dipusatkat ke alat pemusat Filamen dibuat relatif negatif terhadap sasaran Awan2 elektron mendadak dihentikan Terbentuk panas (>99 %) dan sinar X (< 1% Perisai timah mencegah keluarnya sinar X dari tabung Panas yg tinggi pada sasaran ditiadakan oleh radiator pendingin .

Tabung Rontgen .

.

Oleh karena itu pada dasarnya serupa dengan radiasi yang dapat terlihat mata (yaitu gelombang cahaya). .Cara Kerja • Secara umum. tetapi gelombang elektron magnetik. sinar X bekerja jika energi tinggi elektron mengenai sasaran. kecuali panjang gelombang sinar X jauh lebih pendek. tetapi efek fotogratiknya tetap ada sehingga dapat menimbulkan gangguan pada film rontgen. Sinar X tidak mengandung elektron.

Jenis pemeriksaan dan posisi pemotretan 3. Pengetahuan pesawat roentgen 4. Pengetahuan Kamar gelap 5.• Pemeriksaan foto Rontgen (radiografi) Untuk pembuatan foto roentgen (radiografi) diperlukan : 1. Proses terjadinya gambaran radiografi . Perlengkapan untuk membuat radiografi 2.

Faktor eksposi : 1). Pengetahuan tentang pesawat roentgen a. makin besar daya tembus sinar -. Dikaitkan dengan daya tembus sinar -. Jumlah KV menujukkan kualitas radiasi 2). Makin tinggi KV.Jarak focus ke film ( focus-film distance = FFD) .film distance = OFD) . Miliampere seconde (MAS) Perkalian antara besaran nilai Ampere dengan waktu eksposi Menunjukkan kuantitas radiasi Contoh : MAS = MA x S = 100 x 1/10 detik b. Jarak pemoretan .3.Jarak objek ke film ( object. Besaran kilovoltage (KV) -.Jarak fokus ke objek ( object-fokus distance = FOD) .

Arah Sinar Datang terhadap Film AP antero-posterior depan ke belakang PA postero-anterior belakang ke depan Trans-lateral tepi yang satu ke tepi yang lain Dorso-ventral punggung ke perut Ventro-dorsal perut ke punggung Dorso-plantar punggung ke telapak Planto-dorsal telapak ke punggung Supero-inferor atas ke bawah Infero-superior bawah ke atas Latero-medial tepi ke tengah Medio-lateral tengah ke tepi Caudo-cranial kaki ke kepala Cranio-caudial kepala ke kaki Axial menuju ke poros sendi membentuk garis singgung terhadap objek Tangensial .

• Proses Pencucian dan pengolahan film roentgen Film yang sudah disinar dibawa ke kamar gelap ------> film dikeluarkan dan digantung pada film hanger --------> film dimasukkan ke dalam cairan pembangkit-------> dicelupkan dalam bak berisi air -------> film dimasukkan ke cairan penetap------> pengeringan film dengan kipas angin atau dryer .

ikat > otot 4. Keputih-putihan : > jar. Radioopak : Benda-benda yang sukar ditembus sinar X memberi bayangan putih. Radioopak (putih) : > Logam-logam berat . Proses terjadinya gambaran radiografi Radiolusen : benda-benda yang mudah ditembus sinar X akan memberi bayangan hitam. Radioopak sedang : > tulang 5. Radiolusen sedang : > Jaringan lemak 3. Radiolusen (hitam) : > gas > udara 2. 1.5.

Radiolusen dan radioopak Radiolucen Radioopak Bagian yang mudah ditembusi sinar X akan meneruskan banyak sinar Bagian yang sulit ditembus sinar x dapat menahan seluruh atau sebagian besar sinar x Otot. lemak. jaringan lunak Tulang Warna hitam pada film Warna putih pada film Semakin pendek gelombang sinar x (dihasilkan oleh kV yang lebih tinggi) akan membuat sinar x menembus bahan Semakin panjang gelombang sinar x (dihasilkan oleh kV yang lebih rendah) akan mengakibatkan sinar x mudah diserap .

LO 4 Mengetahui dampak dari penggunaan rontgen(radiologi pada umumnya) .

DAMPAK POSITIF SINAR RONTGEN • Mendeteksi kerusakan yang terjadi di dalam tubuh • Menganalisis dan mendiagnosis suatu penyakit • Memotret bagian tubuh dan kemudian dijadikan alat • • • • diagnosa untuk dasar pengobatan Memusnakan sel-sel kanker/sebagai alat radioterapi Meliat kelainan yang terjadi di dalam tubuh Menyelidiki struktur Menghancurkan tumor ganas/ pertumbuhannya .

DAMPAK NEGATIF SINAR X • Bisa membunuh sel-sel hidup • Pemakaian dalam jangka waktu lama dan terus menerus • • • • dapat mengakibatkan mutasi pada sel yang memicu kanker Mengurangi pembelahan sel Merusak materi genetik Cacat pada bayi yang belum dilahirkan Keguguran pada ibu hamil .

sebab akibat • Efek Lethal : Mematikan .Efek Biologi Akibat Radiasi Pengion Pada Manusia • Efek Fisiologis : Sementara & dapat dipulihkan • Efek Genetik : Mutasi • Efek Somatik : a) Stokastik → Tertunda b) Non-Stokastik → Ada hub.

saluran pencernaan & mekanisme pernafasan → infeksi berat oleh mikroba .Rusaknya DNA & kromosom 2.Gangguan pada fungsi hemapoietik (darah).Penghambatan pertumbuhan.Pembelahan yang tak normal a) kanker darah b) erythema 3. gangguan sifat permeabilitas dinding sel → bersifat sementara dan dapat pulih. 1.

LO 5 Menjelaskan pemeriksaan dalam bidang radiologi selain rontgen .

.RADIOLOGI • Radiologi adalah suatu ilmu tentang penggunaan sumber sinar pengion dan bukan pengion. gelombang suara dan magnet untuk imaging diagnostik dan terapi. • Cabang yang berhubungan dengan studi dan penerapan teknologi pencitraan seperti x-ray dan radiasi untuk mendiagnosa dan mengobati penyakit.

Detektor radiasi  alat bantu deteksi radiasi . Radiasi tidak dapat dideteksi oleh indra manusia .Beberapa macam detektor : detektor alpha.eksitasi • Dengan menggunakan sifat-sifat tersebut kemudian digunakan sebagai dasar untuk membuat detektor radiasi.SIFAT RADIASI • Mempunyai 2 sifat radiasi yang dapat digunakan untuk mengetahui keberadaan sumber radiasi pada suatu tempat/bahan 1. detektor neutron. . 2. Radiasi dapat berinteraksi dengan materi yang dilaluinya melalui proses: .ionisasi . dll. detektor gamma.

.

antibiotik > 600 Gangguan SSP Kematian jika dosis > 800 - . transplantasi sumsum. limpa. pendarahan. lesu pusing Sembuh dengan antibiotik 300-600 Infeksi.Efek Stokastik Mis: penyinaran γ-ray ke seluruh tubuh Dosis (rem) Efek Keterangan 0-25 Tak terdeteksi 25-100 Bbrp perubahan dalam darah. sterilisasi sementara Sembuh dengan transfusi darah. sedikit mual Gangguan sumsum tulang. dan pankreas 100-300 Perubahan darah.

•.Efek Non Stokastik • Ciri: a. Adanya dosis minimum  akibat pertamanya bisa dilihat Keparahan bertambah jika dosisnya dinaikkan Ada keterikatan antara penyebab dan akibat Berbeda setiap orang (ada ambang) . c. b.

pertumbuhan terhambat.Usia Kehamilan (minggu ke) Efek 0–1 (pre-implantasi) Kematian embryo 2–7 (pembentukan organ) Malformasi. kanker 8–40 (fetal stage) Malformasi. kanker. gangguan pertumbuhan mental . pertumbuhan terhambat.

Yang termasuk dalam jenis radiasi pengion: Partikel alpha  simbol (a) Partikel beta  simbol (b) Sinar gamma  simbol (y) Sinar-X Neutron.JENIS RADIASI • Radiasi pengion  Jenis radiasi yang dapat • • • • • • menyebabkan proses ionisasi (terbentuknya ion positif dan ion negatif) apabila berinteraksi dengan materi. .

Kedokteran nuklir dapat mencakup pemindaian tulang yang secara tradisional memiliki peran yang kuat dalam work-up/staging kanker.Modalitas pencitraan berikut digunakan dalam bidang radiologi diagnostik: • USG(Medis ultrasonografi) untuk memvisualisasikan • • • • struktur jaringan lunak dalam tubuh secara real time. koronal. . sagital pesawat miring dan beberapa dengan mudah sama. PET (positron emission tomography) MRI(Magnetic Resonance Imaging) kemampuannya untuk menghasilkan gambar di aksial. Computed Tomography Scan (CT Scan) untuk menyelaraskan inti atom.

.jaringan lunak periver.Ultrasonografi (USG): • Menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk memperlihatkan bagian struktur seperti pelvis. leher.

. • Sejumlah data akan dikumpulkan dan disintesa menjadi citra tomografi dengan bantuan algoritma computer. yang akan mengumpulkan data proyeksi transmisi sinar-X. • Satu atau banyak deretan detector dipasang berlawanan terhadap tabung sinar X nya.Computerized Tomography (CT) • Citra CT dihasilkan setelah sinar-X melewati tubuh pada sejumlah sudut yang besar yaitu dengan memutarkan tabung sinar-X mengelilingi tubuh pasien.

Computerized Tomography (CT) .

Ukuran dan bentuk struktur/massa dalam otak .Kaitan massa/struktur dengan tempat lain di dalam kepala .Space occupying lesions .Efek trauma .Manfaat CT-Scan • Untuk memperoleh informasi tentang : .Perencanaan terapi dan penentuan prognosis .Abnormalitas .

• Dengan mengubah kuat medan magnetic sebagai fungsi posisi (menggunakan gradient medan). pasien yang ditempatkan pada medan magnetic. karena frekuensi sebanding dengan kuat medan eksternal. • Mode operasi MRI ini dikenal sebagai pencitraan spin echo. • Sistem MRI menggunakan frekuensi (dan fase) pada gelombang radio sinyal untuk menyatakan posisi masing-masing sinyal dari pasien.Magnetic Resonance Imaging (MRI) • Pada MRI. pulsa gelombang radio dihasilkan dari antenna (coil) yang diletakkan mengelilingi pasien. • Proton pada tubuh pasien akan di absorbsi oleh gelombang radio dan akan terjadi emisi gelombang radio dalam periode tertentu tergantung dari sifat magnetic local sekitar jaringan. . proton akan beresonansi bervariasi terhadap posisi.

Magnetic Resonance Imaging (MRI) .

LO 6 Menjelaskan dosis dan manfaat penggunaan radiologi .

Macam-macam dosis • Penyinaran (x) • Dosis serap (D) • Dosis ekivalen (H) • Faktor bobot jaringan dan dosis efektif • Radioaktivitas .

58 х 10⁻⁴ coulomb/kg 1 R = 0.61 х 10¹⁵ pasangan ion/kg udara 1 R = 2.0096 Joule/kg . pada kondisi temperatur dan tekanan normal dQ = jumlah muatan pasangan ion yang terbentuk di suatu elemen volume udara bermassa dm • 1 R = intensitas sinar x atau sinar gamma yang dapat menghasilkan inonisasi di udara sebanyak 1.Penyinaran (X) • Satuan : roentgen atau R • 1 R = besarnya penyinaran yang dapat menyebabkan terbentuknya muatan listrik sebesar 1 cc.

maka akan terjadi penyerapan energi • Rad = sebagai energi rata-rata yang diserap bahan per satuan massa bahan 1 R = 0.Dosis serap (D) • Radiasi mengenai bahan.96 Rad .

Dosis ekuivalen (H) • Memperhitungkan efek radiasi terhadao tubuh manusia sebagai akibat dari jenis radiasi yang berbeda H=DхQх N H = dosis ekuivalen (rem) D = dosis serap (rad) Q = RBE = faktor kualitas N = faktor modifikasi – nilainya mendekati 1 1 Gy = 100 rad = 1 Sv = 100 rem Radiasi RBE / faktor kualitas X-ray 1 γ 1 β dan e > 0. P 10 Α.03 MeV 1. ion berat 20 .03 MeV 1 β dan e < 0.7 N-thermal 2 N-cepat.

senergi.Dosis Radiasi dalam Kedokteran Nuklir • Tergantung karakteristik fisik radionuklida (radiasi partikel yang dipancarkan. lama radionuklida dalam organ) • Faktor penentu: • Umur paruh fisika • Umur paruh biologi T1/2 eff = (T1/2 bio) (T1/2 phy) (T1/2 bio) + (T1/2 phy) .

perforation 4500 5000 Hati Failure. ascites 3500 4500 Ginjal Nephosclerosis 2300 2800 Jantung Perikarditis.Toleransi Dosis Organ Efek Toleransi Dosis . pancarditis 4000 >10000 Tulang Necrosis. fraktur 6000 15000 Lensa mata Katarak 500 1200 Tiroid Hipotyroidism 4500 15000 Otot No development 2000-3000 4000-5000 Sumsum Hypoplasia 200 550 Janin Death 200 400 .Rad (peluang dalam 5 th) 5% 50% Kulit Ulcer. severefibrosis 5500 7000 Lambung Ulcer.

5 rem/ tahun .5 rem/tahun untuk kelenjar tiroid Tangan lengan bag bawah. sumsum tulang. Kelenjar tiroid 30 rem/tahun 3 rem /tahun < 16 tahun: 1. N = umur Kulit. kelenjar kelamin 5 rem /tahun atau 0. pangkal kaki 75 rem/tahun 7. dosis seluruhnya tidak melebihi 5(N-18).5 rem/tahun Bagian lain dari tubuh 15 rem/tahun 1.Dosis Maksimum dan Batas Dosis Daerah radiasi Pekerja Radiasi (MPD) Masyarakat (Batas Dosis) Seluruh tubuh.5 rem /tahun 3 rem/3 bulan. tulang.

Faktor bobot jaringan dan dosis efektif
• Setiap bagian tubuh mendapat H yang sama – efek

tergantung pada organ atau jaringan tubuh = dosis
ekuivalen efektif ET
• Efek radiasi = efek stokastik

H=DхQ
ET = WT х D х
Q

ET = dosis efektif
WT = faktor pembobot organ

Faktor pembobot (W)
Jaringan

R, Sv⁻¹

W

Gonad

4 х 10⁻³

0,25

Payudara

2,5 х 10⁻³

0,15

Sumsum merah

2,0 х 10⁻³

0,12

Paru-paru

5,0 х 10⁻³

0,12

Thyroid

5,0 х 10⁻⁴

0,03

Permukaan tulang

5,0 х 10⁻⁴

0,03

Lain-lain

5,0 х 10⁻³

0,30

Total

1,65 х 10⁻²

1

Radoaktivitas
Becquerel (Bq)

• Satu unit radioaktif yang

ditransformasikan dalam
1 detik1 Bq = 1 dps

Curie (Cl)

• Laju disintegrasi 1 gr

radiasi dalam keadaan
setimbang dengan
turunannya

Manfaat radiologi
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Upaya penyembuhan
Pembuatan radiovaksin
Usaha sterilisasi dalam bidang kedokteran
Mempelajari prilaku biologi dan kimia suatu zat dalam
tubuh
Mempelajari fungsi organ dan kelenjar tubuh
Manentukan lokasi jaringan kanker
Mempelajari umur sel darah merah
Teknik radioimunoassay

Jenis pemeriksaan rontgen .Dosimetri radiasi .Kesimpulan • Kami telah mempelajari : .Sifat-sifat sinar x .Posisi tubuh saat rontgen .Dampak dari radiologi .

DAFTAR PUSTAKA • http://www. Jakarta. St. • Rasad S. Prosiding Presentasi Ilmiah Keselamatan Radiasi dan Lingkungan PSPKR-BATAN. 11-25 • Wiharto. Radiologi Diagnostik. Jakarta.com/doc/15148999/histopatologimemar • Sigit Drs : Bahan Kuliah Bioradiasi. Victor : Ionizing Radiation and Life. hal. 8-15. • Herman dr : Bahan Kuliah Radiologi Dasar. Untar. . Kartoleksono S. • Arena.V. Ekayuda I. Jakarta : FKUI . Kedokteran Nuklir dan Aplikasi Teknik Nuklir dalam Kedokteran. Untar. K. 2011. 1990.scribd. The C. 2011..Mosby Company.Louis 1971. Jakarta (1996).