Anda di halaman 1dari 15

ASUHAN KEPERAWATAN

BRONKOPNEUMONIA
KELOMPOK 14
1. Ratih Arum Vatmasari
2. Evilda Angella Meijisa

1996 : Halaman 106). (Dep. Yang dapat disebabkan oleh bermacam-macam etiologi seperti bakteri. jamur dan benda asing lainnya.A. Kes. virus. . Pengertian Bronkopneumoni • Bronkho pneumonia adalah salah satu peradangan paru yang terjadi pada jaringan paru atau alveoli yang biasanya didahului oleh infeksi traktus respiratus bagian atas selama beberapa hari.

Klebsiella. H. Jamur : Aspergillus spesies. Staphylococcus. b. Bakteri : Streptococcus. Influenzae. . Terjadi karena kongesti paru yang lama.B. Candida albicans d.Aspirasi makanan.Virus : Legionella pneumoniae c. sekresi orofaringeal atau isi lambung ke dalam paru-paru e. Etiologi Penyebab timbulnya bronchopneumoni diantaranya : a.

Stadium Hepatisasi (48 jam berikutnya) c. antara lain : a. Stadium Kongesti (4 – 12 jam) b. sehingga terjadi peradangan pada dinding bronchus atau bronchiolus dan alveolus sekitarnya. Kemudian proses radang ini selalu dimulai pada hilus paru yang menyebar secara progresif ke perifer sampai seluruh lobus. Dimana proses peradangan ini dapat dibagi dalam empat (4) tahap.C. kemudian kuman masuk ke dalam alveolus ke alveolus lainnya melalui poros kohn. Patofisiologi Kuman penyebab bronchopneumonia masuk ke dalam jaringan paru-paru melaui saluran pernafasan atas ke bronchiolus.Stadium Resolusi (7 – 11 hari) . Stadium Hepatisasi Kelabu (3 – 8 hari) d.

D. diantaranya dapat dikenali dengan tanda serta gejala sebagai berikut: • Takipnea (nafas cepat) • Saat bernapas terdengar suara ronki • Batuk produktif • Menggigil dan demam • Sianosis area sirkumoral • Gerakan dada tidak simetris . Manifestasi Klinis Ada beberapa tanda dan gejala anak yang menderita penyakit bronkopneumonia.

sputum. dan urin .E. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan Laborarotium • Pemeriksaan darah Pemeriksaan Radiologi • Pemeriksaan sputum • Rontgenogram Thoraks • Analisa gas darah • Laringoskopi/ • Kultur darah bronkoskopi • Sampel darah.

Kebutuhan istirahat c.F. Menjaga kelancaran pernapasan b. Penatalaksanaan Penatalaksanaan Keperawatan a. Mengontrol suhu tubuh e. Oksigen 2 liter/menit (sesuai kebutuhan klien) b. Kebutuhan nutrisi dan cairan d. Mencegah komplikasi atau gangguan rasa nyaman dan nyaman Penatalaksanaan Medis a. Jika sesak tidak terlalu hebat. dapat dimulai makan eksternal bertahap melalui selang nasogastrik dengan feeding drip .

Otitis media b.G. Komplikasi yang kemungkinan terjadi pada diantaranya sebagai berikut: a. Komplikasi Komplikasi yang terjadi pada anak yang mengalami bronkopneumonia terjadi akibat tidak dilakukan pengobatan secara segera. Bronkiektase c. Abses Paru d. Empiema .

Mengobati secara dini penyakit-penyakit yang dapat menyebabkan terjadinya bronkopneumonia 2. Pencegahan Penyakit bronkopneumonia dapat dicegah dengan cara : 1. Menghindari kontak dengan penderita 3. Meningkatkan sistem imun terhadap berbagai penyakit saluran nafas .H.

3. b. kadangkadang terdenar bising gesek pleura. hati mungkin membesar. Pneumonia Virus e. akan tampak jelas. ronkhi halus pada sisi yang sakit dan ronkhi pada sisi yang resolusi. termasuk renitis (alergi) dan batuk. 2. sianosis mengalami peningkatan. bronkhofoni. pernafasan bronchial. Riwayat Penyakit 1. pernafasan cuping hidung. Palpasi : Suara redup pada sisi yang sakit. batuk mengalami kesulitan pernapasan. 4. tarikan dinding dada Didahului oleh gejala-gejala infeksi saluran nafas. batuk semula non produktif menjadi produktif.Asuhan Keperawatan A. Didahului oleh infeksi saluran pernapasan akut atau bawah dalam beberapa hari hingga seminggu. Keluhan Utama : sesak nafas c. serta nyeri dada pada waktu menarik nafas pada pneumonia berat. dispnea. Pengkajian Fisik 1. kondisi suhu tubuh tinggi. Kasus penyakit fertusis yaitu penyakit peradangan pernapasan dengan terbanyak sering terjadi pada anak berusia dibawah 3 gejala bertahap panjang dan lama yang disertai wheezing (pada tahun dan kematian terbanyak terjadi pada bayi berusia Bronchopneumonia). Fokus Pengkajian d. . Riwayat Kesehatan Dahulu Sering menderita penyakit saluran pernapasan bagian atas riwayat Usia bronkopneumoni sering terjadi pada anak. kurang dari 2 bulan. Pengkajian a. Pneumonia Stafilokokus (bakteri) Inspeksi : Perlu diperhatikan adanya takhipnea. fremitus raba mungkin meningkat pada sisi yang sakit dan nadi serta suhu badan lebih rendah daripada pneumonia bakteri. sirkumoral. Auskultasi : Pada pneumoniakan terdengar stidor suara nafas berjurang. Perkusi : Suara redup pada sisi yang sakit. 2. distensi abdomen. tetapi pada usia dewasa juga masih sering mengalami bronkopneumonia.

sakit kepala. progresif. insomnia Tanda : penurunan toleransi aktivitas. membatasi gerakan) . kehilangan napsu makan. Integritas ego : banyaknya stressor dada subternal (influenza). letargi 3. atralgia. penampilan kakeksia (malnutrisi) 5. wajah pucat atau Gejala : sianosis bibir atau kulit 2. usus. nyeri dada (pleritis). halus buruk. Data Fokus 1. Pernapasan 4. mual. pelebaran nasal. Nyeri atau kenyamanan dan melemah. hiperperistaltik dangkal.2000). dispneu.f. penggunaan obat aksesoris. muntah pernapasan Tanda: distensi abdomen. Gejala : takipneu. Tanda : melindungi area yang sakit (pasien umumnya tidur pada posisi yang sakit untuk (Doengos. meningkat oleh batuk. kulit kering dengan tugor kulit Tanda : bunyi napas ronkhi. maligna. Aktivitas atau istirahat Gejala : kelemahan. Makanan atau cairan Gejala . nyeri kelelahan.

. Diagnosa Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan peningkatan produksi sputum.B.

catat area penurunan atau tak ada aliran udara. 3) Bantu pasien latihan nafas dan batuk efektif 4) Section sesuai indikasi 5) Lakukan fisioterapi dada . Intervensi Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan peningkatan produksi sputum.C. 2) Auskultasi area paru. Tujuan : bersihan jalan nafas efektif kembali Kriteria hasil : sekret dapat keluar perencanaan : 1) Kaji frekuensi atau kedalaman pernafasan dan gerakan dada.

Kriteria Hasil : Orang tua klien mengerti tentang penyakit anaknya. e. Kriteria Hasil : Tanda dehidrasi tidak ada. Evaluasi Evaluasi adalah merupakan salah satu alat untuk mengukur suatu perlakuan atau tindakan keperawatan terhadap pasien. cemas hilang. Kriteria Hasil : Klien dapat tenang.D. pertukaran gas secara optimal dan oksigenisasi jaringan secara adekuat b. Dimana evaluasi ini meliputi evaluasi formatif / evaluasi proses yang dilihat dari setiap selesai melakukan implementasi yang dibuat setiap hari sedangkan evaluasi sumatif / evaluasi hasil dibuat sesuai dengan tujuan yang dibuat mengacu pada kriteria hasil yang diharapkan a. c. d. Kriteria Hasil : sekret dapat keluar. Kriteria Hasil : Klien memperlihatkan perbaikan ventilasi. rasa nyaman terpenuhi setelah dilakukan tindakan keperawatan .

TERIMA KASIH .