Anda di halaman 1dari 17

PENGENALAN ASPEK

PERILAKU DALAM K3

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS

Peserta

memahami

dan

mampu

menyebutkan

pengertian dan contoh perilaku K3

Peserta memahami pentingnya perilaku dalam


meningkatkan kinerja K3 serta peranan program
BBS di dalam SMK3

Peserta memahami peranannya sebagai pemimpin di


dalam meningkatkan perilaku K3 di unit kerjanya dan
di perusahaan secara umum

Subtopik
Pentingnya perilaku pencegahan kecelakaan dan

peningkatan sistem K3
Konsep perilaku

Pengertian perilaku
Tinjauan perilaku di dalam beberapa teori K3
Peranan pimpinan di dalam meningkatkan

perilaku K3 di unit kerjanya & perusahaan

PENTINGNYA PERILAKU DALAM K3


Pentingnya prilaku dalam K3 melalui suatu proses, dari fokus kepada
aspek engineering sampai pendekatan budaya dalam K3 (S.K. Poon)

PENDEKATAN PERILAKU DALAM SISTEM K3


SECARA KESELURUHAN
Pendekatan perilaku K3 merupakan salah satu dari pilar pelaksanaan sistem K3.
Perilaku tidak dapat berlaku sendirian dalam menciptakan sistem K3 yang efektif .

PENGERTIAN PERILAKU

Perilaku (behavior) sering diartikan sebagai tindakan atau kegiatan yang


ditampilkan oleh individu dalam hubungannya dengan individu yang lain
dan lingkungan disekitarnya, atau untuk beradaptasi terhadap
lingkungannya.

Perilaku pada hakekatnya adalah aktifitas atau kegiatan nyata yang

ditampilkan individu yang dapat diamati/teramati secara langsung


maupun yang tak langsung
Pada umumnya perilaku individu timbul oleh karena suatu alasan

tertentu dan dipengaruhi oleh berbagai faktor penentu (determinant


factors) dan
proses terbentuknya perilaku tersebut dapat terjadi
karena faktor belajar (learning) dan juga karena naluri (instinct).

FAKTOR PENENTU PERILAKU


Faktor internal

Faktor yang berkaitan dengan diri pribadi


seperti: kebutuhan (need), motivasi
(motivation), kepribadian (personality),
harapan (expectancy), pengetahuan
(knowledge), persepsi (perception)

Faktor eksternal

Faktor yang berasal dari luar diri individu


atau dari lingkungan seperti misalnya
kelompok, orgasnisasi, perusahaan,
masyarakat, peraturan, atasan, orang
tua, kawan

PROSES TERBENTUKNYA PERILAKU

LE:AN
BEHAVIOR

BY STIMULUS

#I

I
BY CONSEQUENCE,

HOW PEOPLE LEARN?

Behavior

BY OBSERVATION

BY MODELING

UNLEARN BEHAVIOR

Konsep & Teori-teori Perilaku K3


Teori mengenai terjadinya kecelakaan

Heinrich
(1931) yang mengemukakan teori Domino.

Teori Frank E. Bird

ACCIDENT PRONENESS
Konsep tentang adanya pribadipribadi yang cendrung untuk
celaka (accident proneness)
mulai menjadi perhatian. Pada
saat berkembang pendapat
bahwa kecendrungan celaka pada
seseorang biasanya disebabkan
oleh
adanya
seseorang
memiliki
kemampuan kognitif (cognitive)
yang tidak seimbang dengan
kemampuan psikomotorik
(psychomotor). Dengan kata lain,
seseorang akan mudah celaka
apabila kemampuan kognitif jauh
lebih cepat dari pada kemampuan
motoriknya, atau sebaliknya.

TEORI CHANCE OF ACCIDET

Kecelakaan merupakan sebuah kemungkinan yang muncul dari mulai proses terhadap adanya suatu
hazards di tempat kerja. Jika faktor-faktor yang terkait dengan hazard tersebut telah sesuai, maka
kemungkinan kecelakaan dapat dikurangi

Human Factors

H MA N FACTORS

HARIDW A RE

es'; L, ,.'"---'..--.,-,4' ..

4.4.-- r.e

S = Software H
= Hardware E =
Environment L
= Liveware

LIVEW.4 R E

:..

!.- -

I
The 914E L ono del as rmcdifie.J tiyl F14wkins.

Faktor-faktor manusia yang dapat berkontribusi, tidak hanya ada di dalam diri
manusia tapi juga terkait dengan faktor-faktor di dalam pekerjaan dan lingkungan

Human Error
Umumnya, Kesalalahan manusia (human error) adalah representasi dari
suatu kegiatan mental dan fisik seseorang yang tidak berhasil melakukan
sesuatu yang di inginkan. Sedangkan pelanggaran (violation) menunjukkan
adanya keinginan untuk mengabaikan petunjuk atau aturan yang telah
ditetapkan untuk melakukan suatu tugas tertentu.
The Human Factors Analysis and Classification System (HFACS)

Human failure/ tindakan tidak aman (unsafe acts) pada dasarnya


terdiri dari dua katagori:
a.Kesalahan manusia (human error)
b.Pelanggaran (violation)

Human Error
HUMAN FAILURE

ERROR

VIOLATION
...ROUTINE
Operator does not follow
proceOre. because it is no
longer irelevan.t to the task

1
Miss-appfied Competence

Failure of exi3ertise

Rule-

Skill-based

based

Operator failed to closed


valve due to spatial
confusion with another
valve

Operator resume reactor


is OK based one
temperature i.ndicabon
which prove to be faulty

11111

Eack of expertise

Knowledge-based
Operator failed to
diagnose the causes of
severe abnormality under
considerably time
pre-MUT-0

EXCEPTIONAL
Trips are reset by the
rush order

Dari beberapa teori yang diuraikan di atas, apa yang dapat anda simpulkan ?
Diantaranya

....

Perilaku manusia merupakan suatu

proses belajar dan dipengaruhi oleh


lingkungan (fisik & sosial) banyak
faktor
Perilaku berisiko (tidak aman) tidak
muncul begitu saja tapi merupakan
hasil dari suatu proses dan
membutuhkan waktu
Tidak dipungkiri bahwa faktor
perilaku merupakan salah satu yang
berkontribusi terhadap kecelakaan
Tapi perilaku yang aman sangat
berperan besar dalam
meningkatkan kinerja K3 (SMK3)

Bagaimana
meningkatkan
PERILAKU
AMAN dan atau
menurunkan
PERILAKU
BERISIKO

KEMUDIAN APA PERANAN ANDA DALAM


UPAYA TERSEBUT
Memastikan pekerjaan

1. Vision

di unit kerja berkualitas

2. Credibility

dan aman (target tercapai)

3. Action

anggota yang handal

4. orientation

& kompeten
Fasilitas dan peralatan kerja
aman

Prosedur kerja aman

5. Collaboration
6. Communication
7. Recognition

and
8. feedback
9. Accountability