Anda di halaman 1dari 20

PORTOFOLIO

OLEH

: DR. GLADISH RINDRA S.

PEMBIMBING : DR. WIBOWO ARTHO

IDENTITAS

Nama : An. BS

Umur : 5 tahun

Nomer register : 140xxx

Alamat : Jl. Bumi Mondoroko Raya Malang

MRS : 24 April 2016

History Taking
Keluhan Utama : demam

Pasien mengeluh demam sejak 3 hari yang lalu,


terutama 1 hari SMRS (39,5C). Pilek (+) lendir
bewarna putih, Batuk (-), nyeri telan (+)

Sariawan pada dinding dan langit mulut, kecildan


banyak. Nyeri (+).

Ruam pada telapak tangan dan kaki, sela-sela jari kaki


berisi cairan. Beberapa sudah pecah dan menjadi
lecet (ulkus). Daerah lain tidak ada. Gatal (-), nyeri (+)

Anak rewel, tidak mau makan, mual (+) tidak muntah.

Mimisan (-), Gusi berdarah (-), BAB normal

Past Medical History: pasien menderita dengue


fever satu tahun yang lalu
Family Medical History: tidak ada yang menderita
penyakit yang sama dalam keluarga
Medicine History : Parasetamol syrup 3x1 selama
2 hari
Imunization history : lengkap sampai dengan
campak

Pemeriksaan Fisik
TD:
120/80 mmHg

Nadi: 96x/m regular

RR:
20x/m

T.ax: 38,6
0
C

GCS :
4.5.6

General Appearance : terlihat sakit


sedang, rewel

Status nutrisi : sedang, BB = 20 kg

Head

Icteric
sclerae (-)

Neck
Chest

Anemic conjunctiva
(-)

Ulkus putih pada


langit-langit mulut

Lymphnode enlargement: Ictus invisible, teraba pada ICS V MCL S 2 cm lateral


Heart S1, S2 single, murmur (-) gallop (-)
Lung Chest expansion symmetric; retraksi (-)

Rh -/-, Wh -/-/-

-/-/-/Abdomen

flat, soefl, BU (+) normal, nyeri tekan


meteorismus (-)

(-)

Extremiti
es

Akral hangat ; edema -/ - , CRT<2


-/Ruam vesikular berisi air 2-3 mm batas tegas, tidak gatal, di
telapak tangan kaki, jari tangan kaki

Laboratory
Lab

Result

Normal Value

7,300

3,500-10,000/L

14

12.0-16 g/dl

14 mm/h

<15 mm/h

hematokrit

43,0%

36-48%

Thrombocyte

179,000

150,000-390,000/l

Leukocyte

Haemoglobine

LED

Eo/Ba/stab/seg/lym/mon

- / - / - / 70 / 25 / 5

(2-4%)/(0-1%)/(3-5%)/(50-70%)/(25-40%)/
(2-8%)

Pemeriksaan
Penunjang

EKG : -

Radiologi : -

Laboratorium : DL (terlampir)

Assesment

Diagnosis kerja : Hand, Foot, and Mouth Disease


(HFMD)

Diagnosis banding :

Varicella

Dengue fever

Planning Terapi

Parasetamol syr 125 mg/5ml 3x1

Antasida syr 3x1

Methysoprinol syr 3x1

KIE untuk diberikan banyak minum dan istirahat


total.

Planning Monitoring

TTV

Ruam pada kulit

subjektif

THANKYOU

Hand, Foot, and


Mouth Disease
Hand, foot, and mouth disease (HFMD) adalah
penyakit yang disebabkan infeksi virus yang biasa
menyerang bayi dan anak-anak.
Gejala biasanya termasuk panas badan, ruam
kulti, bintik merah dan nyeri pada mulut.

Penyebab

HFMD disebabkan oleh beberapa virus berbeda


dalam grup enterovirus, termasuk
coxsackieviruses dan enterovirus 71.

Coxsackievirus A16 adalah yang paling umum


menyebabkan HFMD.

Enterovirus 71 adalah yang menyebabkan


penularan paling besar di Asia.

Gejala

Gejala HFMD biasanya adalah:

Panas

Nyeri telan

Hilangnya nafsu makan

Bintik merah pada mulut, bukal, gusi dan lidah 1-2 hari kemudian.
Beberapa bias oecah menjadi ulkus.

Ruam kulit pada tengan, kaki, pantat, kadang di lengan dan tungkai.

Gejala HFMD biasanya ringan dan dapat sembuh 7-10 hari.

Pada kasus yang jarang, dapat menyebabkan komplikasi. Salah


satunya adalah meningitis viral. Gejalanya adalah pusing, kaku
leher. Dan panas.

Pada kasus yang lebih jarang lagi, dapat menyebabkan


ensefalitis, dan harus dirawat di RS dan dapat berakibat fatal.

Diagnosis Banding

Herpangina.

Eritema multiforme

Lesi kulit pada varisela lebih luas dengan distribusi sentral jarang pada telapak
tangan dan kaki. Lebih jarang dijumpai lesi oral.

stomatitis aphthosa

Pada eritema multiforme biasanya ditemukan lesi yang khas berupa lesi target.

Varisela

Kedua panyakit ini disebabkan oleh enterovirus. HFMD dibedakan dari


herpangina berdasarkan distribusi lesi oral dan adanya lesi kulit. Herpangina
berupa enantema tanpa lesi kulit dengan lokasi yang tersering di plika
anterior fossa tonsilaris, uvula, tonsil, palatum molle.

Stomatitis aphthosa dibedakan dengan HFMD dengan tidak adanya demam


dan tanda sistemik lainnya serta riwayat kekambuhan.

herpes ginggivostomatitis.

Penderita herpes ginggivostomatitis biasanya mengalami lesi yang lebih nyeri


dengan limfadenopati leher dan ginggivitis yang lebih menonjol. Lesi pada`kulit
biasanya terbatas perioral namun dapat mengenai jari tangan yang
dimasukkan ke mulut.

Tatalaksana

Tujuan pemberian farmakoterapi adalah mengurangi morbiditas dan


mencegah komplikasi. Pengobatan HFMD bersifat suportif dan ditujukan
untuk meredakan gejala.

Asupan cairan yang adekuat mencegah dehidrasi akibat lesi oral yang
nyeri. Gunakan cairan yang dingin. Hidrasi intravena diperlukan jika
penderita mengalami dehidrasi sedang berat atau jika ketidaknyamanan
membatasi asupan oral.

Antipiretik untuk mengatasi demam.

asetaminofen atau ibuprofen untuk mengobati nyeri. Anastesi topikal atau


analgesia dapat diberikan pada rongga mulut melalui mouthwash atau
spray. Solusio lidokain 2% mungkin dapat membantu.

Obat-obatan lain untuk meredakan nyeri pada lesi oral adalah dyclonine
solution, difenhidramin, magnesium hidroksida dan sukralfat.

Lesi kulit pada penderita HFMD tidak memerlukan perawatan khusus.


Antibiotik topikal atau oral dapat diberikan terutama jika terjadi infeksi
sekunder.

Tatalaksana

Komplikasi

Ulserasi oral yang nyeri dapat mengganggu


asupan oral dan menyebabkan dehidrasi.

Pada kasus yang parah terjadi edema pulmonum,


insufisiensi jantung dan komplikasi neurologik
seperti ensefalitis, meningitis dan polio-like
syndrome.

Acute flaccid paralysis yang terjadi tidak dapat


dibedakan dengan yang disebabkan oleh
poliomielitis. EV 71 secara langsung menyerang
sistem saraf pusat dan menyebabkan edema
pulmonum neurogenik dan dekompensasi kordis
melalui mekanisme hipereaktivitas simpatetik
dan respon inflamasi sistemik

Penularan

Hand, foot, and mouth disease is usually


spread through person-to-person contact

Orang dapat tertular HFMD jika terkena feces


dari penderita.

Juga dapat menular melalui jalur pernafasan dari


mulut atau sekresi mulut (misalnya ludah pada
mainan atau tangan)

Virus juga bisa ditemukan pada kulit.

Virus paling mudah menular pada fase akut


ketika orang merasa sakit, tapi juga dapat
menular beberapa minggu setelah onset
infeksi

Pencegahan

Cuci tangan dengan baik, terutama setelah


menggunakan kamar mandi, mengganti popok
dan bahan-bahan yang terdapat BAB.

Tutup mulut dan hidung ketika batuk dan bersin

Cuci mainan dan peralatan lain yang


mengandung air liur.

Hindarkan anak dari sekolah/temat bermain jika


anak masih belum bisa mengontrol air liur,
terutama jika terdapat ulkus pada mulut.